Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Satu Jam Kemudian


__ADS_3

Peringatan 21 +


.dikhawatirkan. iman gak kuat. Dan takut-takut kepengen. Kalau gak kuat mending gak usah dibaca ya.. heheheh... Pemberitahuan aja sih.


Part 151(Satu Jam Kemudian)(Sesion 2)


Akhirnya malam pun tiba. Itu tandanya pergulatan panas memang harus dilakukan. Lusi yang sudah terlanjur janji untuk menyiapkan sarana prasarana sirkuit untuk pembalap yang bernama Rian pun itu harus tertunaikan. Kewajibannya kini menjadi double. Sudah wajib melayani suami eh ini pake janji segala lagi.


Rian yang sengaja gak dikasih aja minta mulu. Apalagi sengaja di kasih. Jangan di tanya dia bakal berbuat apa. Otak mesumnya sudah di siapkan untuk malam hari bersama Lusi. Rian selaku pria dewasa wajar saja melakukan itu sama istri sendiri. Daripada istri tetangga. Atau siapa gitu. Kan ga faedah amat ya.


Rian pun tampak senyum-senyum melihat Lusi yang sebenernya gak pakai baju seksi. Lusi Pakai baju daster tapi tangan panjang. Dan bawahnya pun menutup sampai kakinya. Aduh Lusi Lusi, gak sekalian aja kamu pakai gamis. Mau tidur sama suami aja kaya gak ikhlas gitu.


Ya biasalah Lusi gak mau totalitas gitu ngelakuinnya. Otak nya dilarang berselancar bebas walaupun sebenarnya sah sah aja.


Rian pun menarik Lusi dan mendudukan Lusi untuk berada di pangkuannya. Menikmati malam berdua dikamar dengan lampu yang menyala pastinya. Lusi pun tampak kaku dan malu. Lusi ini seperti lebay sekali. Kaya baru pertama kali aja. Padahal kan sudah kesekian kali. Emang dasar wanita ini. Namun entah sengaja atau tidak. Lusi yang terlihat malas untuk hubungan intim ini. Terasa sangat wangi, bersih, kinclong dan cantik.. sebenernya kaya gak mau. Tapi kode keras.


Rian pun membelai rambut Lusi yang lembut dan wangi itu. Harum samponya jangan ditanya. Semerbak dan begitu nikmat. Rian pun membelai rambutnya dan meciumnya.


Dan kulit tubuh Lusi. Itu juga jangan ditanya Licin dan mulus. Sampe nyamuk juga kepelset kali.


Rian pun mencium pipinya. Beeehh.. jangan ditanya itu juga... pait!!! Kayanya abis pake cream malem. Jadi kulitnya pait kaya makan handbody. Heheheh.. tapi gak apa-apa masih ada bibir yang manis. Kaya pare. Eh salah kaya buah ceri. Sudah merah manis pula. Siapa yang gak ketagihan. Pikir Rian.


Mulai dari mana coba ini perempuan disosornya. Semua yang ada tampak sangat menggoda. Tapi kata orang kalau mau makan sesuatu harus dimulai yang ga enak nya dulu. Yang enak itu terkahir. Bagian mana yang paling gak enak ya. Rian pun tampak bingung.


Masa mulai dari jempol dulu. Apa mulai dari keteknya dulu. Ah keteknya mah udah pasti mau minum yang sikembar itu hahhaha. Rian pun hanya tersenyum melihat Lusi yang kaku itu.


"Mau mulai darimana?"tanya Rian.


"Masa harus nanya kaya baru pertama aja" ucap Lusi yang pura pura santuy.


"Katanya kalau malu bertanya sesat dijalan"


"Modus ah. Mulai dari doa lah" ucap Lusi.


Rian pun memejamkan matanya dan berdoa.


" Udah doa nih. Abis itu apalagi" tanya Rian yang masih memangku Lusi.


"Yaelah dia nanya lagi. Kaya pembantu baru. Rian ganteng, umur kamu diatas 17 tahun. Semuanya juga tahu abis ini mau ngapain"


"Mau ngapain?" Tanya Lusi


"Mau main bekel" ucap Lusi.


"Heheh gitu aja marah. Serius apalagi nih. Pandu aku dong"


"Buka baju lah. Apalagi... Masa iya aku kaya gini. Ribet amat. Kalau gak jadi juga gak apa-apa kok. Aku mah ikhlas" ucap Lusi sedikit kesal.


"Hadeh. Mulai deh ngambek" Rian pun langsung mencium bibir Lusi penuh gairah dengan memegang kepalanya agar kepalanya tidak lari kemana-mana dan tetap berada porosnya.


"Main nyosor aja ih" ucap Lusi menarik bibirnya yang di kuasai oleh Rian.


"Kan aturan mainnya kalau kamu ngambek aku cium kamu"


"Hmm..." Ucap Lusi.


Bahaya juga nih kalau setiap saat ngambek main sosor aja tanpa permisi. bisa-bisa bibir ini jadi nambah panjang 5 senti pikir Lusi.


"Yaudah kalau jadi, buka dong bajunya. Jangan kaya anak kecil masa minta di bukain" ucap Rian.


Saat Lusi membuka.


"Eh tapi jangan dibuka dulu deh. Pakai baju ajah gak apa-apa. Kamu keliatan cantik juga kok pakai baju ini. Tapi satu syarat nya. Kamu jangan pakai CD, sama bra. Biar tetap terasa. Dan kancingnya di buka juga. Ikh rasanya kaya ada disurga hahahha" Rian tertawa.


"Ah Sami mawon tu mah"


Rian pun tertawa geli.


Rian pun mulai memainkan semua perannya. Mulai bibir, tangan dan lain lain yang memang perlu ia lakukan. Untuk menaklukan sang pujaan hati yang jaimnya ini kebangetan.


Lusi pun tampak mau mau tapi ah entah lah.. bilang gak mau tapi menggoda gitu. Jadi susah untuk dijelaskan kata-kata.


Lusi pun tampak menikmati sentuhan lembut yang Rian berikan. Perlahan namun pasti hingga saatnya Lusi menyadari. Bahwa dirinya adalah wanita dewasa!!!.


Kemarin-kemarin kemana aja. Lusi pikir dia itu anak TK. Sepolosnya polosnya wanita ya kalau udah nikah juga tetap melakukan hal seperti wanita dewasa pada umumnya. Lusi ajah yang terlalu menganggap sekks itu perbuatan hina. Hingga pada akhirnya dia mengutiki dirinya sendiri. Bahwa itu hal yang salah dan tidak enak untuk dilakukan. Padahal kalau Lusi mau meresapi lebih dalam dan dalam lagi. Dia akan merasakan hal yang sama seperti Rian rasakan. Yaitu sama sama merasakan surga dunia. Memang dasar wanita jaim.


Setelah permainan usai tampak Lusi yang berantakan rambutnya. Berantakan pula kasurnya. Semua serba berantakan. Namun Rian puas malam ini. Karena semua yang ia simpan diotaknya sudah di terapkan dilapangan. Rasanya plong namun tetap mau lagi dan lagi. Hehehehe.. emang dasar Rian ini. Banyak maunya. Tidak terlalu banyak dialog diantara mereka..karena Rian tidak mau perdebatan kecil akan menggangu keintiman mereka berdua. Cukuplah kenikmatan yang keluar dari mulut lusi. Agar Rian tahu Lusi pun merasakan hal yang sama seperti dirinya.


Lalu seusainya Rian pun memberikan susu vanila khusus ibu hamil kepada Lusi. Dan sekalian dia membawa segelas kopi untuknya.


"Kamu minum susu aku minum kopi. Aku gak mau Susu lagi. udah kenyang minum susu kamu.. jadi kopi ajah" Rian tampak tersenyum melihat Lusi yang manyun Bae.


"Aku sengaja minum kopi biar kuat sampe pagi"

__ADS_1


"Kan aku mau tidur"


"Eh, kemarin janji kan. kalau kamu mau nyiapin sircuit buat balapan malam ini. Janji ditetapin loh"


"Kan udah tadi" sangkal Lusi.


"Kurang. Makan aja bisa nambah, internet aja unlimited. Masa kamu nggak"


"Iya tapi kamu sudah overlimite"


"Ah biarin ajah. Kan aku beli Kouta banyak" ucap Rian. "Udah tidur aja, nanti kalau aku mau aku bangunin lagi"


"Kamu tidur satu jam sekali aku akan bangunin kamu. Anggap aja aku bayi besar yang perlu menyusu" ucap Rian.


"Ribet juga kalau bayinya kamu" ucap Lusi.


"Biarin ribet yang penting double pahala. Habis ini kamu menang jackpot plus bonus. Juga tropi"


"Hadiahnya apa?"


"Ada dari aku hadiahnya lah pokoknya"


"Ya apa?!?"


"Nginep di hotel dua hari dua malam. Nonstop tanpa jeda. Dan istrihat. Hahaha"


"Dasar gak mau rugi. Sama aja itu mah. Cuma covernya aja yang beda" Lusi kesal.


"Waktu tidur anda tinggal 50 menit lagi. Siap siap mau aku bangunin nih" Rian tampak mengingat kan.


"Dih tidur aja belom mau di bangunin emang dasar ini orang ya. Ngeselin"


"Waktu tinggal 49 menit lagi. Buruan alarm mau bunyi nih"


"Huh... Rese" Lusi semakin kesal.


"Waktu marah anda menghabiskan waktu tidur anda. Buruan tidur atau begadang sampai pagi"


"Ah sial. Ngeselin yang berseri ini sih"


"Lagian siapa suruh nantangin waktu ditelepon. Sering sering aja kamu Lusi nantangin aku. Semakin nantangin. Semakin seru hahhaha"


Lusi pun secepat kilat tampak memejamkan matanya..tampak Rian yang mencium kening Lusi dan bibirnya.


Sampai satu jam kemudian. Sampai satu jam kemudian. dan satu jam kemudian lagi. Di ulang dan diulang lagi. Dengan jeda waktu setiap jam sekali. Rian melancarkan serangan demi serangan. Hingga pada akhirnya Sampai jam 5 subuh. Rian pun sangat bahagia pada malam itu. Namun entahlah dengan Lusi. Rian tidak peduli yang penting bagi Rian itu mudah dan sah sah saja untuknya.


Saat pagi harinya, Rian pun membangunkan Lusi lagi. Kali ini tampak untuk solat subuh.


"Hallo istri manis. Yang kaya buah Jamblang. Ayolah kita bangun. Jangan tidur mulu. Kita mandi wajib dan solat subuh hehehe" ucap Rian membisikan kata-kata ditelinga Lusi.


Lusi pun membuka matanya dan melihat ke arah Rian.


"Jamblang.. jelek amat buah Jamblang. Kaya gak ada buah Laen aja" ucap Lusi berdecak kesal, mendengar ucapan Rian yang antara memuji atau menghina.


"Yaudah duren dah duren. Buah duren, Yang legit dan baunya semerbak. Sampe kemana-mana. Tapi sayang penuh duri"


"Iya kaya kehidupan aku yang banyak durinya" ucap Lusi ketus..


"Makasih ya tadi malam atas totalitas dan profesionalitasnya. Tolong dipertahankan kinerja anda. Semakin hari semakin baik saya rasa"


"Terimakasih pak atas pujiannya. Ini serta Merta bukan keinginan saya. Tapi dukungan dan support sistem dari bapak. Serta dorongan yang kuat dari keinginan bapak. Jadi semua itu saya kembalikan ke bapak"


"Hahahaha". Rian malah semakin tertawa. Melihat Lusi yang lucu lucu gimana gitu.


Lalu Lusi dan Rian pun langsung mandi. Setelah candaan garing Rian yang tak terelakan.


Setelah mandi pun langsung solat berjamaah.


Selesai solat Lusi pun mencium punggung tangan Rian. Dan berdoa bersama memanjatkan puji dan syukurnya kepada Allah.


Seusai itu tampak Rian yang memberikan kado kepada Lusi. Sekotak kecil dengan dus dan pita.


"Sayang, buka ya kado dari aku" ucap Rian


"Aku gak ulang tahun. Buat apa kado"


"Aku udah janji kan tadi malam. Mau kasih kamu hadiah"


"Ah, isinya paling lingerie. Kamu kan nyari enaknya Mulu!!!"


"Dilarang ngegas.. Diliat diraba dan ditrawang dulu sayang. Jangan nge gas aja bisanya"


"Baiklah"

__ADS_1


Lusi pun membukanya. Disaat ia membukanya ternyata isinya surat nikah. Yang sudah diurus.


NB:


(Proses pembuatan buku nikahnya gak aku tulis ya. Karena aku juga gak tahu detailnya. Terus yang aku tahu juga, kayanya harus ijab kabul lagi dah secara ulang kalau mau dicatat sipil. Setelah nikah siri. Cuma gak tahu jelas dah. Dan anggaplah Rian sudah mengikuti prosesnya ya)


Lusi pun tersenyum melihat buku nikah yang menuliskan nama dirinya dan Rian.


Lusi pun tampak menjatuhkan air matanya. Seperti mimpi melihat buku nikah asli yang berada di depan matanya itu. Ia merasa terharu dan bahagia.


"Huhuhu"Lusi menangis terharu.


"Kenapa ini nangis segala kaya anak kecil aja"


"Rian terimakasih. Akhirnya kamu membuatnya juga untukku" ucap Lusi yang menangis masih terbalut mukena.


"Iya sayang. Ini kan cuma buku"


"Ini bukan cuma buku. Tapi bukti, cinta kamu sama aku. Aku juga butuh kejelasan Rian"


"Iya nanti aku kasih lagi buku nikah yang baru. Dengan nama aku namun dengan nama wanita yang berbeda. Gimana???"


"Iiissssshhhhh...." Lusi pun menyubit pinggang Rian keras.


"Aww... Becanda sayang becanda. Kamu itu ya. Galak.. aku sayang sama kamu.."


........


Seusai nya Lusi pun tampak membantu mba Neti menyiapkan sarapan. Mba Rina resign karena sekarang ingin menikah dan ikut suaminya. Lusi pun berinisiatif memambantu menyiapkan sarapan pagi. sepertinya Renata akan mencari pembantu baru. Agar rumah lebih terawat dan baik lagi. Hehehhe. Sepertinya hidup ini harus lebih baik lagi dalam menjalaninya.


Selesai siap semua Lusi pun duduk dan bersiap untuk sarapan dimeja makan.


Terlihat Lusi yang berkali-kali menguap mengingat betapa ngeselinnya Rian. Membangunkan dirinya setiap satu jam sekali untuk melakukan hubungan panas. Kalau masuk kamar dimulai jam 11.00 malam, sudah bisa dipastikan berapa ronde mereka melakukannya. Dan sialnya Rian gak merasa bersalah sama sekali atas perlakuannya. Lusi pun tampak gregetan namun menahannya.


"Kamu semalem tidur gak?" Tanya Renata melihat Lusi menguap beberapa kali.


"Tidur kok ma" ucap Lusi mengambil roti dan menaruh selai diatasnya.


"Tapi kaya ngantuk gitu"


"Cuma gak pules aja"


Rian pun tampak tersenyum melihat Lusi.


"Tapi kamu lagi gak ada masalah kan" ucap Renata.


"Gak ma.. aku baik-baik aja..cuma masih ngantuk aja" jawab Lusi.


Rian pun memandang Lusi.


"Iya ma Lusi ngantuk ngurusin bayi besar kaya aku" sahut Rian.


Mama pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Hah, mama kira apa. Kamu itu ya, ngerjain istrinya Mulu deh pasti.. " ucap mama sambil makan.


"Hahhhah seru ma. Ngerjain Lusi makin dikerjain makin gemes. Apalagi kalau dia ngambek. Pengen gigit rasanya" ucap Rian.


Lusi pun hanya meghela napasnya.


"Ma, besok aku mau ke Bandung, ama Lusi. Mau ngadain acara 7 bulanan" ucap Rian.


"Oh yaudah.. bagus"


"Hari ini aku cuti sampai tiga hari kedepan. Dan buat Lusi kamu resign aja ya gak usah masuk kerja lagi. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu dirumah aja. Fokusin jaga diri kamu"


"Ada beberapa hal yang mesti di kerjain" ucap Lusi.


"Paling lambat Minggu ini kamu terakhir kerja. Kemarin aku udah telepon pak sultan untuk mengurus semua kerjaan kamu. Agar ada yang handle. Dan cari karyawan baru kalau memang perlu" ucap Rian.


"Iya Rian"


"Nah gitu. Nurut... Hari ini kamu gak usah kerja. Aku gak suka kamu punya pendapat sendiri. Jadi lebih baik kamu istrihat oke.."


"Iya sayang" jawab Lusi.


"Kamu bilang apa barusan... Sayang!!!" Ucap Rian kaget dan senang


"Iya kenapa salah.." tanya Lusi.


"Hehehe aku hanya seneng dengernya"


…...............

__ADS_1


Jangan lupa like like likeeee..........


__ADS_2