Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Ajang balas dendam


__ADS_3

Part 96(Ajang balas dendam) (Sesion 2)


Lalu Lusi dan Mela di bawa ke ruangan Pak Sultan. Banyak terdapat goresan bekas cakar di wajah Lusi. Memar dan serta memerah.


Begitu juga dengan Mela.


Saat di ruangan pak Sultan...


Tampak Lusi dan Mela duduk di hadapan Pak Sultan.


"Udah datang telat. Ketahunya pada berantem di parkiran. Kalian ini ngerebutin cowok" ucap Pak sultan kesal sambil menggelengkan kepalanya seolah tak percaya. "Kalian berantem kenapa?


"Lusi duluan pak, menampar saya pak" ucap Mela kesal.


"Lusi.. Apa benar kamu menampar Mela? " tanya Pak Sultan.


" Saya menamparnya karena saya kesal. Mela merendahkan saya Pak" ucap Lusi.


"Kalau emang lu gak merasa harusnya jangan marah dong" ucap Mela kesal.


"Mela... Kamu duluan Mel. Yang pancing emosi saya" ucap Lusi kesal.


"Lo duluan.. "


"Kamu Mel.. kamu duluan"


keduanya pun tampak ribut di ruang pak Sultan. Sehingga membuat pak Sultan pusing mendengarnya.


"Sudah.. Sudah!!!! Kalian ini seperti anak sekolah saja. Berantem aja bisanya.. biar adil dua duanya saya kasih SP" Ucap Pak Sultan.


Mela pun tampak kesal setelah mendapat Sp dari pak Sultan.


Kalau Lusi sih biasa aja. Karena memang dia sudah pasrah dengan kariernya di perusahaan milik Rian.


Setelah itu..


Mela keluar dari Ruangan Pak Sultan dengan wajah yang ditekuk. Dan sepertinya ia kesal sekali karena harus mendapat Sp dari pak Sultan.


Lalu Lusi pun ke meja kerjanya sambil merapikan rambut dan pakaiannya.


Sesampainya di meja kerja, Lusi duduk sambil mengobati lengannya yang sedikit terluka karena habis guling-gulingan sama Mela.


Intan pun terheran-heran sambil tertawa melihat wajah Lusi. Yang kusut dan merah karena kena cakaran.


"Haduh.. Gimana tadi perang melawan Mela. Siapa yang menang"


"Jangan ngeledek tan. Aku lagi gak mood bercanda"


"Yailah gitu aja marah"


Intan pun malah semakin tertawa melihat Lusi yang memasang wajah cemberut.


Sedangkan..


Mba Santi yang memang sedikit kesal pada Lusi pun hanya memperhatikan Lusi dan menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan Lusi yang seperti anak kecil.


Saat pulang kantor.....


Hari tampak hujan.. Dan meninggalkan sisa-sisa genangan air di jalan. Lusi pun pulang dengan menunggu taksi di halte dekat kantornya.

__ADS_1


Tiba-tiba..


Byuuuuurrrrr....


Mobil melaju cepat dan mampu membuat genangan air itu menyiprat ke baju Lusi. Dab baju Lusi pun menjadi kotor dan basah.


Mela pun membuka pintu mobilnya dan menengok ke arah Lusi sambil tertawa..


"Sukurin" ucap Mela tertawa..


Hah.. Itu cewek gak ada akhlak kali ya. Gak punya sopan santun. Benak Lusi kesal.


Lalu Mela pun melesatkan mobilnya sambil tertawa melihat baju Lusi yang basah dan kotor karena ulahnya.


Lalu Lusi pun kembali menunggu taksi.


Tiba-tiba...


Ciiiiiittt...


Mobil merah berhenti di hadapan Lusi. Lusi pun tampak kaget saat yang membuka kaca mobil itu adalah Lisa adiknya.


"Lisa.. " ucap Lusi sambil memandang adiknya.


"Kak Lusi ngapain disini"


"Hah.. Kebetulan banget.. Minggir kamu Lisa.. Kakak yang nyetir.." ucap Lusi masuk ke dalam mobil menggantikan Lisa menyetir.


"Jangan bilang kakak mau kebut-kebutan lagi"


"Betul banget... "


Lalu Lusi pun memegang stir dan melesatkan mobil dengan cepat. Sehingga mampu menyusul mobil Mela yang berada di depan.


"Mau kasih pelajaran" ucap Lusi fokus menyetir.


Lalu Lusi pun menyusul...


dan memepet mobil Mela..


Mela pun tampak kaget dan sedikit oleng. Saat ada mobil memepetnya.


Lalu Lusi pun memepet lagi dan sedikit menyenggol mobil Mela.


Mela pun semakin oleng dan tidak bisa mengendalikan mobilnya dengan benar.


Criitt...


Brukk..


dan membuat Mela harus banting stir dan bannya masuk ke dalam got..


Lusi pun tampak sedikit tersenyum. Saat melihat mobil putih milik Mela ban depannya nyebur got.


Mella keluar dari mobilnya sambil marah-marah.


"Mobil siapa sih.. Kayanya nyari gara-gara nih" ucap Mela kesal.


Lusi pun berhenti tepat didepan mobil Mela.

__ADS_1


Lalu Mella pun menghampiri mobil Lusi dan mengetok kaca mobil .


Tokk.. Tokkk... Tok..


"Keluar lo.. Gak punya mata ya.. Nyerempet mobil orang sembarangan!!!" ucap Mela kesal.


Lalu Lusi pun membuka kaca mobilnya secara perlahan.


Dan betapa kagetnya Mela yang membawa mobil saat itu adalah Lusi.


"Lusi.. " ucap Mela kaget.


Lusi pun turun dari mobil sambil memandang Mela tajam.


"Kenapa.. Kaget aku bawa mobil.." ucap Lusi. Lusi pun memandang mobil Mela yang bannya masuk ke dalam got.


"Kasihan banget mobil baru kamu Mel. Masuk ke dalam got" ucap Lusi..


"Kamu.. Ngeselin.. Lusi awas ya kamu"


"kamu gak usah repot-repot lagi panggil mobil derek Mel. Karena aku sudah menelponnya. Dan biaya aku yang tanggung"


Mela pun tampak kesal.


Sementara Lusi pun pergi meninggalkan Mela yang kesal padanya.


Lusi pun hanya tertawa dalam hatinya. Saat ia mampu membalas itu semua pada Mela. Sebenernya Lusi ini bukan tipe orang yang pendendam.. Namun entah mengapa kali ini ia ingin membalas perbuatan Mela.


Selama di perjalanan..


"Hah.. Ada kalanya orang seperti dia harus di kasih pelajaran" ucap Lusi.


"Siapa sih kak"


"Panjanglah ceritanya"


"Pasti dia ngerendahin kakak ya"


"Ya begitulah"


"Nih.. Pakai aja mobil aku.. Mobil aku kan mobil kakak juga"


"Yakin"


"Yakin lahh.. "


"Kakak pinjam dulu boleh.. "


"Pakailah kak.. Sebenernya kalau kakak mau mobil.. Ayah pun bisa aja beliin" ucap Lisa.


"Gak usah Lisa. Kakak sudah besar. Masa minta sesuatu sama orang tua terus. Lagi pula ini cuma buat balas orang yang sombong barusan"


Lisa pun tersenyum. "Bagus kak aku dukung... Kalau kakak perlu bala bantuan aku siap jadi orang terdepan yang bantu kakak"


"Oke.. Thanks tapi kakak bisa kok atasi sendiri.. Hehhe"


"Bisa atasin apa.. Lah itu muka merah merah gitu kena cakaran"


"Gak apa-apa kok Lisa. Kakak baik-baik aja" ucap Lusi tersenyum.

__ADS_1


"Oke.. Oke.."


Mohon Like yaa.. Makasih


__ADS_2