Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
X-tra part (masih Antara Dendam dan Cinta)


__ADS_3

X-tra (masih Antara Dendam dan Cinta)


Setelah itu.. entah mengapa kali ini Nike ada rencana ingin menemui Adit di penjara. Ia sadar ia salah selama ini telah pergi dan lebih memilih selingkuhan. Namun ia pun juga sudah tak menjalin hubungan apa-apalagi dengan selingkuhannya. Dan Nike bertemu dengan Adit, selain untuk silahturahmi, Nike pun ingin memberitahu soal Salsa. Anak yang harus di besarkan bersama dalam kondisi apapun. Jadi Nike ada rencana untuk mengurus Salsa selama Adit di penjara.


Tampak Nike yang menemui Adit. Tampak Adit yang memakai baju tahanan, dan Nike pun duduk di hadapan Adit. Pria yang sudah lama ia tak temui itu.


"Ada apa kamu datang temui saya" ucap Adit terlihat sinis menatap Nike.


"Aku ingin melihat kondisi mu di penjara"


"Kamu ingin menertawakan saya"


"Bukan, saya ingin membicarakan soal salsa. Saya akan merawatnya selama kamu di penjara"


"Tidak perlu, saya bisa mengurus nya walau saya di penjara. Berikan saja Salsa pada orangtuaku. Kamu tak perlu bergaya seperti pahlawan kesiangan. Urus saja selingkuhan mu itu"


"Aku sudah putus dengannya, aku sadar aku salah. Dan aku tidak apa-apa bila harus berpisah dengannya. Asal satu, aku dapat hidup bersama salsa. Aku tidak bisa hidup bila tanpanya. Aku ibunya aku wajar bila menginginkan untuk tetap bersamanya.."


Adit pun tampak terdiam. Sambil memandang Nike. Adit masih dendam dengan Nike, karena saat itu ia telah mengkhianati dengan memilih selingkuhannya.


"Aku tidak butuh wanita seperti mu. Aku bisa mencari wanita lain selain kamu" ucap Adit.


"Wanit Siapa?? Lusi maksud kamu???. Dia sudah punya suami. Hidupnya pun sudah bahagia. Kamu urus saja hidup kamu sendiri"


"Kamu tidak tahu Nike. Dulu aku mencintainya, dan aku menahannya. Namun sekarang, keadaan lah yang menarik ku. Aku harus masuk kedalam kehidupan nya. Bukan salah ku, Keadaan lah yang menarik ku.. untuk masuk kedalam cintanya dan bahkan lebih dari itu"


"Maksud kamu apa?"


"Lebih dari cinta. Bahkan aku pernah meniduri Lusi. Asal kamu tahu itu..."


Nike pun langsung memandang sinis Adit.


"Mana mungkin Lusi mau kamu tiduri Adit"


"Mudah saja bagiku.. mau aku tiduri berkali-kali pun aku bisa saja. karena Aku menjebaknya"


Nike pun tampak kaget. berdiri dan langsung menampar Adit dengan keras.


PLAAAAKKKKKKK...

__ADS_1


"Teganya kamu lakukan itu" ucap Nike kesal sambil membulatkan matanya. Dadanya terasa berdegup kencang dengan ucapan Adit yang membuat ia kesal.


"Sungguh tega kamu!! Tak punya hati nurani"


Adit pun tampak kaget dengan tamparan Nike yang tiba-tiba.


"Kenapa kamu menampar ku. Apa kamu cemburu??, Karena aku sudah mencoba wanita yang pernah aku cintai"


"Hah.. cemburu kata kamu.. asal kamu tahu Adit!!!! Dulu.. kamu harus ingat. waktu Lusi masih pacaran dengan Devan, kamu sendiri yang bilang pada Lusi bahwa kamu sudah menganggap Lusi seperti adik kamu sendiri. Kenapa kamu tega Lakukan itu" ucap Nike emosi.


"Bodoh nya, bila Lusi percaya dengan ucapan aku. Aku katakan itu hanya untuk ia tidak menjaga jarak denganku.."


"Masih kamu mencintainya, cinta macam apa yang kamu berikan untuk Lusi. Dengan cara menjebaknya"


"Asal kamu tahu, bukan cuma cinta yang aku miliki. Namun aku juga dendam, karena ia dengan mudahnya menggagalkan rencana aku untuk menjadi orang kaya, aku pun juga sebenarnya ingin menguasai perusahaan Renata"


"Kamu adalah pria terbodoh yang tidak memiliki hati nurani, yang tidak memiliki rasa. Asal kamu tahu, kalau bukan karena dia. Anak kita mungkin saat ini masih terbaring dirumah sakit tak berdaya"


"Maksud kamu apa??"


"Kamu pandang diri kamu Adit.. sadar kamu!! pekerjaan tidak ada. Uang tidak punya. Dari mana kita dapat biaya operasi sebanyak itu, kalau bukan dari kebaikan Lusi yang membiayainya. Kamu tidak pernah tahu kan soal itu. Kamu tidak menanyakan sama sekali soal biaya itu kan. Emang kamu pikir uang bisa turun dari langit?Sekalipun uang itu datang dari Tuhan, tapi semua butuh perantaranya. Kamu pikir baik-baik... Jika saja Lusi masih dendam sama kamu. sudah pasti ia tidak akan peduli lagi dengan Salsa. Seribu satu orang seperti dirinya. Kamu pikir baik-baik itu"


"Jadi.. biaya itu dari Lusi" ucap Adit yang mulai melemah. Dirinya kaget saat Lusi ikut andil dalam kesembuhan salsa.


Adit pun tampak terdiam..


"Awalnya aku datang kesini karena kasihan melihat mu di penjara. Tapi setelah aku mendengar cerita mu. Sungguh semakin aku membenci mu Adit. Dan Sungguh membuat aku muak mendengar semuanya" ucap Nike.


Adit pun tampak terdiam sambil memijat keningnya.


"Nike.. Kemarin Lusi pun juga kesini menemui ku. Ia tidak membahas apa-apa soal biaya rumah sakit.. Lusi datang keisini dan sedikit menangis. Ia meminta ku, untuk aku tidak mengganggu hidupnya. Aku sempat meminta maaf kepadanya juga"


"Lalu?"


"Cuma aku tidak sempat berterimakasih. Tolong sampaikan ucapan terimakasih aku untuknya"


"Apa kamu pikir dengan meminta maaf semua akan kembali" ucap Nike.


Adit pun tampak terdiam, sambil menunduk kan kepalanya.

__ADS_1


"Aku rasa semua sudah cukup bagiku" ucap Nike melangkahkan kaki untuk pergi.


"Nike tunggu, jangan pulang dulu. Aku meminta tolong kunjungi aku lagi jika kamu sempat.."


"Akan aku usahakan kalau ingat"


"Aku mohon jangan begitu, aku terimakasih kamu sudah ingatkan kesalahan ku selama ini"


"Bagus memang itu yang harus kamu lakukan"


"Dan tolong kirimkan salam ku juga untuk salsa"


"Iya"


"Dan aku ucapakan terimakasih. Karena kamu sudah kembali untuk salsa"


*******


Setelah itu Nike pun pulang, dalam hati Nike. Nike merasa kecewa atas perlakuan Adit yang sangat diluar batas pada Lusi.


Dulu, memang Nike sempat membenci kehadiran Lusi yang menjadi biang keladi perpecahan rumah tangganya. Namun Nike hanya berusaha berfikir realistis bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan. Dan pada akhirnya Nike lebih memilih selingkuh.


Namun saat Nike bertemu Lusi dengan segala kebaikannya membiayai pengobatan salsa. Nike berfikir dendam itu cuma buat orang yang bodoh. Bahwasannya Nike tak bisa membenci orang yang sudah sangat baik untuk anaknya.


Nike pun mengambil ponselnya dan menghubungi Lusi.


"Hallo?" Ucap Nike.


"Ya mba?" Jawab Lusi di telepon.


"Maafin mba ya"


"Maafin untuk apa mba?"Lusi heran.


"Udah maafin aja ya. Besok insyaallah mba dan Salsa mau datang menjenguk anak mu. Boleh"


"Oh boleh boleh. Nanti saya kasih tahu alamat rumah saya ya mba"


"Oke,,"

__ADS_1


**********


Nanti di next lagi ajah ya...


__ADS_2