Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Kepercumaan


__ADS_3

Part 70 (kepercumaan) (sesion2)


Malam harinya...


Entah mengapa badan ku terasa tidak enak. Apakah kini aku punya penyakit lambung karena sering telat makan ya benak Lusi yang merasakan sakit pada perutnya.


Terlihat Lusi yang menunggu Rian di depan pintu, duduk dibawah sambil bersandar didepan pintu.


Sampai kapan ya aku begini. Aku ingin sekali dimanja dan dicintai. Aku ingin sekali memiliki rumah tangga yang harmonis. Tidak terus-terusan tersakiti dan disakiti. Aku harap aku bisa mendampingimu sampai pada waktunya. Sabar .. Sabar.. Sabar.. Cuma itu yang bisa ku katakan pada diriku sendiri. Benak Lusi sambil menundukan kepalanya.


Tiba-tiba 'ceklek'suara pintu terbuka.


Dan tampak Rian pulang bersama seorang teman pria yang Lusi tak kenal. Lalu mereka pun masuk tanpa menghiraukan Lusi di hadapannya.


mereka pun duduk di ruang tengah. Dan makan malam bersama. yang mereka memang membelinya dari luar. Sementara Lusi tidak di ajak makan sama sekali oleh Rian.


Hemm.. Padahal aku udah laper. Tapi mereka tidak menawari aku makan sama sekali. Benak Lusi memandang dari jauh.


Lalu mereka pun sedikit mengobrol. Yang Lusi dengar mereka sedang membahas mobil. Namun Lusi tak terlalu paham.


Lusi pun tidak mau ikut campur dengan urusan mereka.


Lalu tak lama mereka pun pindah tempat duduk. Lalu mereka duduk di ruang tamu sambil merokok sambil di temani donat dan kopi. Lusi pun hanya melihat dari kejauhan.


Tak lama Rian keluar, yang entahlah kemana. Lusi pun hanya mengintip dari kejauhan.


Tiba-tiba saja temannya Rian memanggil Lusi.


"Heii... Sini" panggilnya.


Lusi pun menghampirinya.


"Kamu mau donat" ucap teman Rian


"emang boleh" ucap Lusi sungkan.

__ADS_1


"Tentunya" ucap teman Rian "Ambilah.. "


"Iya.. " ucap Lusi mengambil donat itu. Dan langsung memakannya dengan lahap.


"Makannya sambil duduk masa berdiri" ucap temannya Rian.


Lalu Lusi pun duduk, dengan sungkan dan menundukan kepalanya.


"Kamu mau lagi" tanya teman Rian.


Lusi pun mengangguk.


"Ambil lagi satu" ucapnya lagi.


Lalu Lusipun mengambil satu lagi. Kondisi saat itu ia memang sangat lapar.


Hemm.. Kenapa donat ini enak banget ya. Apa karena perut ku lapar jadi terasa lebih enak benak Lusi fokus memakan donat.


Namun saat Lusi sedang melahap donat-donat itu. Tiba-tiba saja pria itu mendekati Lusi dan sedikit membelai rambut milik Lusi. Lusi pun menggeser tempat duduknya. Untuk menghindari dan memberi jarak.


Namun tak disangka-sangka.


"Pilihan Rian boleh juga" ucap Temannya sambil memandang Lusi dari atas sampai bawah. "Kalau kamu mau ikut saya saya akan membayar mu dua kali lipat, bagaimana?"


"Maaf maksudnya apa? " ucap Lusi mencoba melepaskan tangan milik temannya Rian yang melingkar di pundaknya.


"Kamu jangan berpura-pura. Kamu wanita malam kan"


Lusi pun tiba-tiba tersedak mendengarnya.


"Bukan. Bukan.. saya bukan wanita malam" ucap Lusi.


"Iya.. Rian yang bilang begitu kok sama saya. Kamu wanita malam yang sudah ia sewa selama setahun"


"Appaa!!! dia bilang begitu!!!" ucap Lusi kaget ."maaf pak sebelumnya,Saya ini istrinya pak" ucap Lusi menjelaskan.

__ADS_1


"Ah.. Kamu jangan begitu. kamu jangan berbohong" ucapnya lagi. sambil merangkulnya lagi.


Lusi pun langsung berdiri dan bangun dari hadapannya.


"Bapak!!! jangan kurang ajar sama saya ya" ucap Lusi tegas dan marah.


Bapak itu pun malah tersenyum melihat Lusi yang marah.


"Semakin kamu marah semakin cantik"


Lusi pun kesal.


Lalu tak lama Rian datang. Dari luar yang entah habis dari mana. Rian tampak kaget melihat Lusi yang marah.


"Rian tolong jelaskan sama teman kamu, bahwa aku ini siapa" ucap Lusi dengan nada kesal.


"Jadi sebenarnya dia ini istri kamu. Atau wanita malam yang kamu ceritakan itu" tanya teman Rian.


Lusi pun memandang Rian tajam. Sambil menarik napas panjangnya.


"Dia ini cuma wanita malam. Yang mengaku-ngaku jadi istri saya" ucap Rian


Lusi pun kaget mendengar pengakuan Rian.


"Hemm.. sudahlah kamu tak bisa mengelak lagi" ucap teman Rian sambil tertawa kecil.


"Kamu tega Rian. Kamu tega!!!" ucap Lusi mendorong Rian karena kecewa. Dan langsung berlari ke kamar sambil menangis.


.


Lusi pun masuk ke kamar.


Dan menghempaskan diri ke kasur sambil menangis.


Dan sekarang aku paham. Aku paham Rian... Kamu tak pernah menganggap ku sebagai istri kamu. Kamu menganggap ku hanyap sebagai wanita malam yang murahan. Pantas saja selama ini aku dianggap rendahan oleh mu. Aku sadar kini status ku dimatamu. Tak pernah dianggap sebagi istri. Percuma Rian, percuma.. Kamu bersaksi di depan penghulu. jangankan menjalankan kewajiban sebagai suami. menganggap ku sebagai istri saja tidak. Kini ku sadar, kenapa aku disembunyikan seperti ini.. Karena kamu menyembunyikan status pernikahan mu.. Tega kamu Rian.. Tega!!! Aku benci kamu.. Benak Lusi sambil menangis.

__ADS_1


.........


mohon like. gaes...


__ADS_2