Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Malam Pengantin


__ADS_3

Sebelumnya mohon maaf buat para pembaca krn ini judulnya malam pengantin jadi ada adegan dewasanya. Tapi sebisa mungkin saya tdk bercerita detail. Mohon kebijakannya.. terimaksih..


........................


Part 58 (malam pengangtin) (sesion 2)


Kali ini masih membahas acara resepsi pernikahan Lusi dan Rian yang berlangsung. Terlihat kedua mempelai yang duduk di pelaminan namun tidak banyak mengobrol. Hanya ada sedikit senyum tipis yang menghiasi diantara keduanya.


Acara pun selesai sampai jam 17.00 sore. Kini saatnya Lusi kembali ke rumah.


Sesampainya dirumah. Lusi pun masuk ke kamar. Ya kali ini tampak kamarnya seperti kamar pengantin pada umumnya. Itu kebetulan memang sudah satu paket dengan pelaminan. Yang sekalian mendekor kamar pengantin.


Setelah itu Lusi pun mandi. Lalu melaksanakan solat maghrib. Tampak Rian yang tertidur di kasurnya. Baru kali ini ada seorang pria yang berani tidur di kasur milik Lusi ini. Setelah itu Lusi pun melanjutkan membaca al-quran sambil menununggu adzan isya. setelah solat isya, Lusi pun menyiapkan air hangat untuk Rian mandi. setelah selesai Lusi pun membangunkan Rian yang tampak tertidur.


Lusi menepuk lengan Rian. Rasanya Lusi membangunkan Rian saja sudah terasa gugup. "Kamu solat isya dulu. Nanti kalau sudah solat mau tidur lagi juga gak apa-apa" ucap Lusi dengan nada lembut


"mmm... Hah" ucap Rian membuka matanya perlahan. Lalu Rian pun bangun. Terlihat Lusi yang masih mengenakan mukena saat membangunkan Rian.


"Kaya mimpi lihat kamu" ucap Rian sambil mengumpulkan nyawanya.


Lalu Rian pun bergegas mandi. Dan setelah itu melaksanakan solat isya.


Lusi ini sebenarnya tahu banget Rian.


Rian selama ini kalau solat itu bolong-bolong. Namun sudah tugasnya Lusi saat menjadi seorang istri untuk mengingatkannya solat lima waktu.


Lalu Lusi pun memperhatikan Rian yang sedang solat. Begitu tampan dan terkesan orang yang baik. Padahal sih jauh dari kata baik.


Selesai solat pun Rian kembali ke tempat tidur. Merebahkan diri dan memandang Lusi.


Lusi pun hanya berani duduk di tepi kasur, lalu diam seribu bahasa seperti patung.


Rasanya aku ingin cepat-cepat pagi. Kenapa waktu berjalan begitu lama. Gugup sekali rasanya. Meskipun aku sudah melakukannya. Tapi tidak membuat aku mudah untuk melakukannya lagi. Apakah Rian akan kasar saat melakukannya lagi. Ataukah Apa yaa.. Hemm.. Ah... benak Lusi membuang pandangannya tak mau melihat Rian.


Tiba-tiba saja Rian memanggil nama Lusi dengan lengkap.


"Lusi Amelia.."


"Iya" sahut Lusi yang tak berani menengok.


"Tahu gak kamu siapa sekarang? " tanya Rian.

__ADS_1


Lusi pun sedikit menoleh.


Ahh.. Pasti dia mau mancing-mancing nih.. benak Lusi yang masih terasa gugup.


"Sekarang kamu adalah istri saya. Jadi kamu harus siap melayani saya malam ini"


Benar saja kan benak Lusi.


Lalu Lusi pun mengangguk dan Lusi menarik napas panjangnya. Lalu meminum air putih di meja yang berada di dekatnya


Huffft.. Ini sama menengangkannya saat aku menonton film horor benak Lusi dalam hati.


Lalu Rian pun mendekati Lusi. Dan memeluknya dari belakang. Melingkarkan tangannya di pinggang Lusi. Dan mencium perlahan leher milik Lusi.


Lusi pun berkali-kali menarik napasnya.


"Aku sudah menunggu ini lama. Aku harap kamu mau melakukanya lagi untuk aku"


"emm.. alangkah lebih baik kita berdoa dulu.. mungkin saja baca yasin" ucap Lusi mengalihkan suasana.


"Kamu ngelawak ya. Kamu mau bohongin aku. Aku udah baca di internet barusan, kalau mau hubungan bacanya bukan itu.." ucap Rian. " ayo Mau tunggu apalagi.."


Lalu Rian pun mengambil sebuah obat dan menarik minum yang berada ditangan Lusi. Dan Rian meminum obat itu


"Itu obat apa Rian" tanya Lusi.


"Obat kuat dong masa obat nyamuk. Ayo lah kita mulai. Aku udah fitnes beberapa hari yang lalu. Mubajir kalau kita diem aja di malam ini. Kalau haram aja kamu enaknya pake banget. Apalagi halal" ucap Rian melirik Lusi.


Haduh pengen nolak tapi takut dosa. Masa baru jadi istri sehari sudah melakukan dosa. Haduhhh ini nih yang paling berat. Siap gak siap aku harus terima Benak Lusi yang dadanya semakin berdegup kencang.


Lalu Rian pun membalikan tubuh Lusi ke arahnya.


"Jadi bolehkan aku memulainya" ucap Rian sambil membelai wajah dan rambut Lusi.


"Karena ini perdana di malam pengantin. Jadi excelusif buat kamu Rian" ucap Lusi memberikan lampu hijau.


Tanpa berpikir panjang lagi. Rian pun langsung menarik tubuh Lusi dan menidurkan ke kasur. Dan Lusi cuma bisa pasrah. kali ini agak berbeda, tidak seperti pertama kali Rian melakukannya. Meskipun Rian tetap terlihat kasar melakukan permainannya, namun tidak ada tamparan dan pukulan atau semacamnya. Lusi pun hanya berusaha untuk menerima walau hatinya masih terasa sakit. mengingat Rian yang pernah merampas paksa kehormatannya dulu. Tapi ya sudah mau diapakan lagi. Semua Sudah terlanjur.. Kini tinggal Lusi yang harus menerima nasibnya kini sebagai istrinya Rian.


Malam yang dingin itu pun serasa hangat dan sedikit memanas. Lampu yang dimatikan dan hanya lampu tidur yang menyala, itu menambah keromantisan mereka berdua. Mereka pun melakukan hingga beberapa ronde yang entahlah. Mungkin karena pengaruh obat dan fitnes yang rutin membuat Rian memiliki kelebihan tersendiri. Sebenarnya Lusi sudah kelelahan. Namun Lusi tetap bertahan dan berusaha meladeni Rian, yang kuat dan gagahnya seperti singa itu. Lusi pun tidak bisa tidur pulas malam itu. Karena Rian yang terus-terusan meminta lagi dan lagi.. sampai-sampai Lusi seolah keabisan napas, karena olahraga malam yang dilakukannya bersama Rian.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Sampai pada akhirnya waktu menunjukan jam 04.00 pagi. Lusi pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Yaitu mandi wajib setelah hubungan suami istri.


Setelah itu Lusi melaksanakan solat subuh. Terlihat Rian yang tertidur lelap. Lusi pun membangunkannya. Namun tidak ada respon sama sekali dari Rian. Dan Lusi pun mencoba membangunkannya lagi.


"Rian bangun udah subuh" ucap Lusi.


Namun bukannya segera bangun justru Rian malah marah dan membentak Lusi.


"Berisik!!! Gak tahu apa orang baru tidur" ucap Rian kesal. Dan kembali tidur.


Lusi pun menarik napas nya.


Ya ampun kalau dia baru aja tidur. Apa kabar aku Rian. Aku pun sama sekali belum tidur benak Lusi.


Lalu Lusi pun keluar kamar dan membantu ibu menyiapkan sarapan di dapur.


Ibu memandangi Lusi dengan tatapan yang tak biasa.


"Ada apa bu?" tanya Lusi.


"Oh gak apa-apa.." ucap Ibu.


Ah.. Aku tahu pasti ibu memperhatikan rambut aku yang basah ini benak Lusi.


..


..


.


.


Guys.. Mohon like.. Makasih

__ADS_1


__ADS_2