Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Xtra Part (Anak Indigo)


__ADS_3

X-tra antara penting gak penting...


_____________________________________________


Dalam sebuah tradisi ada dua macam. Bisa melaksanakan acara nya empat bulanan.. bisa juga acara yang laksanain tujuh bulanan. Itu tinggal bagaimana baiknya. Dan acara itu memang lebih tepatnya untuk ungkapan rasa syukur kepada Allah atas anak yang dikandung agar kelak menjadi anak yang Soleh dan Soleha. Dan Agar dapat lahir dengan selamat. Amin.


Terlihat tampak keluarga berkumpul dan sibuk menyambut tamu pastinya. Karena kemarin waktu nikahan juga gak terlalu banyak mengundang tamu. jadi di acara tujuh bulanan ini banyak tamu yang datang.


Dan banyak tamu yang memandang Rian. Rian pun tampak tersipu malu.


Tamu yang datang pun tampak terkesima melihat Rian. Pria yang gak pernah Lusi ekspose sebagai pacar. Tahu-tahu jadi suami.


Sorenya dilaksanakan Acara tujuh bulanan. Dengan isi acara yaitu pengajian dan tausiah.


Tampak ibu ustadzah yang memimpin pengajian dan memberikan ceramah.


Lusi pun tampak cantik dengan hijab dan baju muslim yang ia kenakan.


Dan tampak Lisa juga yang diledek oleh ibu-ibu yang lain. Dengan Pertanyaan 'kapan nikah'.. ?


Lisa pun hanya menjawab 'kalau gak hari Sabtu ya hari Minggu.. cuma gak tahu tanggal berapa dan tahun berapa'. Yang lain pun tampak tertawa mendengar penuturan Lisa.


Dan Rian pun juga tidak melupakan memberikan kepada anak yatim. Rian menyiapkan 500 nasi box untuk yayasan panti asuhan dan santunan juga berupa uang tunai.


......,........


Setelah acara selesai Lusi pun membantu beres rumah.


Sekitar jam 19.00 datang seorang tamu yang sudah lama Lusi tak melihatnya. Dan Lusi pun kaget ternyata dia adalah Heri. Mantan tunangan Lusi dulu yang gagal menikah. Karena Lusi waktu itu mengalami gangguan jiwa.


Heri pun tampak kaget.. saat melihat Lusi yang sudah hamil besar.


"Ini kan Lusi.. tunangannya A Heri kan" ucap Heri memandang Lusi dengan lekat.


Lusi pun tersenyum. "Aduh Kiran siapa? Bukan tunangan atuh A.. tapi mantan tunangan!" ucap Lusi memperjelas.


"Eh si Eneng gada istilah mantan tunangan.."


Lusi pun hanya tersenyum mendengar ucapan Heri.


''Aa kesini mau ngapain?" Tanya Lusi.


"Kebetulan banget nih ketemu sama neng. Sebenernya Aa kesini mau ambil cincin tungangan"


"Cincin???" Ucap Lusi mikir.


"Iya cincin. dulu kan kita sempet tukar cincin kan. Aa mau ambil lagi cincin yang udah Aa pernah kasih. Aa mau kasih ke calon aa yang baru.."


"Ya ampun!!!.. aku kira Aa ikhlas kasihnya. Eh tahunya mau diambil lagi. Haduh aku lupa taro dimana.."


"Yaudah neng cari sana. Aa tungguin"


"Oke tunggu ya"


Lalu Lusi pun masuk ke dalam. Dan ke kamar untuk mencari cincin pemberian Heri.


10 menit kemudian itu cincin ketemu dan Lusi pun mengembalikannya.


"Ini A.. cincinya masih ada. Untung aja gak hilang" ucap Lusi memberikannya.


Lalu Heri pun menerimanya. Dan memandang Lusi yang terlihat cantik. Dan seolah menyesal karena dulu pernah membatalkannya.


"Neng, kenapa sih mau aja nikah duluan. Aa kan masih mau sama neng kalau nengnya dah sembuh waktu itu" ucap Heri


"Udah terlanjur cinta A. Sama suami"


"Ah.. aa mah yakin gantengan Aa kemana-mana. Kerenanan Aa. Kalau ketemu aa mau ajak adu panco. Pasti kalah kuat sama Aa"


Tiba-tiba...


Brrmm....brrmmm...brmmm..


Suara mobil Rian. Rian baru saja sampai. Rian sehabis Dari yayasan panti asuhan.


Dan berhenti di depan rumah.


"Aduh mobilnya keren pisan euy. Kaya mobil artis-artis ini" ucap Heri memandang mobil yang terparkir di depan rumah Lusi.


Lalu tampak Rian yang turun dari mobil dan memandang sinis Lusi yang sedang mengobrol dengan Heri.


Rian pun tampak menghampiri Lusi.


"Ini siapa neng" tanya Heri


"Ini suami saya A" ucap Lusi


Heri pun kaget melihat suami Lusi yang terlihat tampan dan gagah. dan ternyata sangat kalah jauh dengan Heri. Apalagi postur tubuh Rian yang lebih tinggi dan atletis. Heri pun langsung buru-buru pergi.


"Siapa ini?" tanya Rian


"Oh ini, namanya Heri. Mau adu panco katanya sama kamu" ucap Lusi.

__ADS_1


Heri pun tampak kikuk dan takut saat Lusi berbicara seperti itu.


"Aduh.. maaf neng gak jadi.. buru-buru ini sibuk mau kasih makan prengky" ucap Heri beranjak pergi


"Prengky teh saha A?"


"Eh... Itu neng bandot kesayangan aa"


Lusi pun tampak tersenyum mendengar ucapan Heri.


"Aneh banget tuh orang. Siapa sih?" Tanya Rian.


"Biarin ajalah, gak usah dipikirin"


"Tadi kamu panggil dia apa. Aa.." ucap Rian heran.


"Urang sunda kan mah biasa panggil Aa..."


Rian pun tampak sedikit kesal.


"Awas kamu panggil dia Aa lagi. Aku gak suka kamu punya panggilan kesayangan sama pria lain"


"Dih.. siapa juga yang sayang sama dia" ucap Lusi.


.........


Dua hari kemudian....


Tampak Lusi yang kali ini sengaja datang ke sebuah restaurant yang pernah ia datangi dulu. Ia ingin bayar hutang karena waktu itu tidak punya uang untuk membayarnya. Hutanganya sih tidak banyak kalau gak salah dua ratus ribu.


"Mba, ingat saya kan. Saya yang pernah dulu gak bisa bayar dua nasi goreng itu loh. Nah ini sekarang saya bayar. Kembaliannya ambil saja" ucap Lusi.


"Gak usah, sudah dianggap lunas kok. Sudah saya tutupi" ucap pelayan yang pernah melayani Lusi saat itu.


"Gak apa-apa kok. Saya sudah niatkan" ucap Lusi memberikan uangnya sebesar 1 juta rupiah.


"Tapi ini kebanyakan.." ucap si mba pelayan.


"Gak apa-apa ambil aja"


"Terimakasih banyak. Oia jam tangannya saya ambil dulu ya. Yang waktu itu sempat jadi jaminan" ucapnya lagi.


"Oh gak usah.. itu jam ambil saja kenang-kenangan dari saya" ucap Lusi.


"Mm baiklah.. Terimakasih banyak ya",


"Iya sama-sama..Oia sekalian pesan makan ya. Nasi goreng sama es jeruk satu"


Lalu saat Lusi menunggu makan, tiba-tiba ada Fany yang melihat Lusi duduk sendiri. Yang sedang menunggu makanan datang.


"Woyy..." Ucap Fany.


Lusi pun tampak kaget melihat Fany yang tahu-tahu nongol. dengan cepat mereka pun berpelukan.


"Ya ampun kemana aja" ucap Lusi.


"Hellow.. bukannya situ yang kemana aja. Nomernya ganti-ganti Mulu sih jadi orang" ucap Fany.


"Heheh bukan cuma nomer tapi handphonenya yang hilang"


"Hmzz.. waduh hp aja pake ilang. Jangan bilang hilang ingatan juga lagi nih"


"Gak dong" sahut Lusi.


"Btw. berhasil juga nih Abang Rian buat kak Lusi hamil. Tokcer juga ya" ucap Fany melihat perut Lusi yang membesar.


"Kok kamu tahu suami aku namanya Rian" ucap Lusi.


"Hehehhe.. aku gitu loh apa sih yang gak tahu"


"Mm.. Dasar anak Indihome" ucap Lusi lagi.


"Indigo kali kak"


"Hehe.. Kamu kesini sendiri atau berdua?" Tanya Lusi.


"Tadinya mau ngajak satu RT tapi ribet bawanya. Jadi bedua aja"


"Sama siapa.. pacar ya?" Ledek Lusi.


"Bukan securtiy"


"Pacar kamu security"


"Hehehe. Ya gak juga. ntar lihat aja lah. Security nya siapa"


Lalu tak lama Zelda datang..


dan melihat Fany yang mengbrol akrab dengan Lusi. Zelda pun tampak kaget melihat Fany yang sangat dekat dengan Lusi.


"Fany. Kamu kok ngbrol sama Lusi. Kamu kenal sama dia" ucap Zelda terheran-heran.

__ADS_1


Lusi pun tampak kaget melihat Zelda.


"Fan.. kata kamu security ini kan kakak kamu" ucap Lusi.


Zelda pun kaget saat dirinya dibilang security.


"Kamu bilang kakak security. Apaan sih Fany.. kamu ngeselin" ucap Zelda marah pada Fany.


"Becanda kak"


Lusi pun sedikit berfikir. Saat melihat Zelda dan Fany dihadapannya.


Haduh ada Fany ada Zelda juga. Sudah dipastikan Fany akan cerita tentang semuanya. Lebih baik aku pergi. Karena aku tidak mau kalau sampai Zelda balas Budi soal aku yang menolong adiknya itu. benak Lusi.


"Aku pulang dulu ya" Lusi beranjak pergi.


"Eh.. eh.. enak aja. Duduk.. duduk.." ucap Fany menahan Lusi. Untuk tetap stay dibangkunya.


"Ayo duduk ada saatnya kita bicarakan ini bertiga" ucap Fany. "Dan kak Zelda, silahkan duduk"


"Jadi bagaimana ceritanya, kalian bisa saling kenal" tanya Zelda.


"Kak, aku pernah ceritakan. Kalau dulu aku pernah nyaris bunuh diri. Terus ada seorang wanita yang menolong aku. Dan berhasil meng-gagalkannya. Dan dia ini orangnya.. Lusi. Kakak senior aku dikampus" ucap Fany.


Zelda pun tampak kaget dan menggelengkan kepalanya seolah tak percaya.


"Lalu... Soal cerita masa lalu teman mu ini benar adanya kan.. dan siapa pria yang telah menodainya" tanya Zelda penasaran.


Memang..


masa lalu kelam yang Lusi pernah alami, di ceritakan juga oleh Fany pada Zelda. Namun Fany tak pernah menyebutkan nama Rian atau pun Lusi. Sehingga Zelda tidak tahu soal itu.


"Ayo katakan siapa orang yang sudah melakukan itu semua ke kamu Lusi" Zelda menatap lekat wajah Lusi. "Jangan bilang kalau dia adalah.... Rian..."


Lusi pun tampak menghela napasnya.


"Ayo jawab siapa?" Paksa Zelda


Lusi pun tampak berat untuk mengatakan sebenarnya.


" saya mohon rahasiakan soal ini. Dia memang adalah Rian" jawab Lusi pelan.


Zelda pun menghela napas dan seolah tak percaya. dengan cepat zelda memeluk Lusi. Zelda Merasa bersalah karena sempat menjadi tunangannya Rian saat itu.


"Lusi.. kenapa kamu tidak cerita dari awal soal ini" ucap Zelda.


"Dari awal saya memang menyuruh Fany untuk merahasiakan ini semua" ucap Lusi.


"Lusi. Dari awal saya ingin sekali, bertemu dengan orang yang sudah menolong Fany disaat ia terpuruk. Aku tidak tahu orang nya ternyata adalah kamu. Mungkin selamanya aku akan kehilangan Fany. Lusi terimakasih banyak. Tanpa mu aku tidak tahu lagi"


Lusi pun tampak tersenyum.


"Zelda.. aku sama seperti mu. Memiliki adik yang paling di cinta. Dari awal saya melihat Fany. Perasaan saya seperti melihat adik saya sendiri. Jadi memang sudah kewajiban saya untuk menjaganya"


"Terimakasih Lusi" ucap Zelda memegang tangan Lusi.


"Sama-sama"


Dan kali ini terlihat Zelda yang kesal pada Rian.


"Dan untuk Rian!!!!. Sialan juga dia berani-beraninya ngerebut kehormatan kamu" Zelda pun tampak marah sambil menusuk Nusukan garpu keatas meja


"Aku beruntung sekali tidak jadi menikah dengan Rian. Aku tidak bisa bayangkan. Kalau sampai menikah dengan pria brngsk itu. Sungguh!!!! Aku akan menyesali pernikahanku seumur hidupku. Andai aku tahu dari awal sudah aku blender dia!!!!"


"Sabar kak.. sabar kak.. relax. Nih minum dulu biar gak darah tinggi" ucap Fany memberikan minuman punya Lusi. Kebetulan minuman nya baru saja datang.


Lalu Zelda pun meminumnya.


"Eh ini minuman siapa lagi nih main minum aja" ucap Zelda sadar bahwa ia belum pesan apa-apa.


"Itu punya aku Zel minum aja" ucap Lusi.


"Kamu itu ya.. sudah ngatain Kakak security. Trus juga kasih minuman orang sembarangan lagi. Maaf ya Lusi." Ucap Zelda.


"Gak apa-apa kok"


"Ya ilah kak gitu aja marah" ucap Fany.


"Lusi sebagai hutang Budi. Kamu mau apa?" Tanya Zelda.


"Zelda aku ikhlas menolong Fany tak minta apapun dari kamu" jawab Lusi.


"Serius Lusi.. pleasseeeee mau apa?"


"Zelda tidak perlu. Justru aku akan marah jika kamu memaksa"


"Baiklah.. aku gak akan memaksa.. namun Lusi, jika kamu membutuhkan sesuatu apapun itu. Telepon aku. aku berjanji akan memberikan apapun itu"


Lusi pun tampak tersenyum. "Terimakasih banyak Zelda.."


"Sama sama Lusi"

__ADS_1


Dan sepertinya setelah kejadian ini. Zelda dan Lusi merajut persahabatan...


__ADS_2