Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Di kejar


__ADS_3

Part 64 (Di kejar) (sesion 2)


Keesokan paginya..


Tampak Lusi.. Yang terbangun dari tidurnya. Kali ini dengan kondisi terkurung di kamar.


Lalu jam 07.00 pagi Rian pun membuka pintu kamar yang ia kunci.


"Keluar kamu!!" ucap Rian ketus.


Lusi pun keluar. Lalu melangkahkan kaki keluar dan menuju ruang makan. Lusi merasa takut melihat Rian. Yang terlihat marah padanya.


Lalu Lusi pun duduk di meja makan. Sambil menatap Rian yang sedang melahap sarapan paginya.


Namun sayang, tak ada satupun sarapan untuk Lusi.


"Hemm... Untuk diriku sarapannya mana Rian" ucap Lusi dengan nada pelan.


"Gak ada.. Itu hukuman buat kamu!!!. Jadi tidak ada sarapan untuk mu hari ini"


sungguh tega kamu Rian benak Lusi.


lalu Lusi pun meminum air putih di hadapannya.


"Siapkan jas, jam tangan, dan sepatu ku. Aku mau berangkat ke kantor" ucap Rian.


"Aku mau jelaskan bahwa yang kemarin.."


"Cukup!!! " bentak Rian memukul meja.


"kamu hanya salah paham. Dia hanya kakaknya Devan yang tau-tau hadir. Jadi aku pinta kamu jangan marah"


"Devan lagi, devan lagi. Setelah devan meninggal kamu mau incar kakaknya begitu"


"Bukan.. Justru aku pun merasa terganggu dengan hadirnya"


"Sudahlah.. hp kamu udah aku buang" ucap Rian.


Lusi pun menarik napas panjangnya.. dan menyiapkan segala kebutuhan Rian.


hingga beberapa saat.


Lalu tak lama Rian pun berangkat kerja.


.


Setelah berangkat..

__ADS_1


karena Lusi merasa lapar. Ia pun memakan sisaan makanan bekas Rian yang tidak seberapa dan sudah di acak-acak itu..


Sepertinya hidup miskin masih berarti.. Ketimbang harus terkunci dalam rumah seperti ini. Terkadang aku merasa heran dengan diriku sendiri.. Aku berbakti pada suami. Namun aku tak mendapatkan hak aku sebagai seorang istri.. Apakah semua istri merasakan apa yang aku alami.. Atau kah hanya diriku sendiri yang merasakan ini.


Benak Lusi sambil menitihkan air matanya.


Sore harinya..


Perut Lusi terasa lapar.. Dan itu sangat tak tertahan. Seperti mau pingsan. Yang ada di rumah itu hanyalah hiasan dinding, guci mahal, sofa mewah, tempat tidur yang bagus dan tv yang menyala.


Hah.. Itu semua mahal namun tak bisa aku makan. Ingin marah.. Tapi marah pada siapa.. Dan.. Sepertinya aku punya ide.. Ada ikan mas koi di dalam kolam.. Totalnya ada lima ekor ikan benak Lusi berlari ke kolam.


Aku tahu ikan ini harganya mahal. Namun sepertinya nyawaku lebih mahal timbang ikan ini. Aku makan aja lah satu atau dua ekor. Benak Lusi menangkap ikan koi.


Maaf ya ikan-ikan hias.. Kalian terpaksa aku makan timbang aku mati kelaparan benak Lusi.


Lalu Lusi pun menggoreng ikan itu. Dan akhirnya ia kenyang juga. walaupun tanpa nasi itu lebih baik ketimbang tidak makan sama sekali..


Hemss ya lumayan lah..


Lalu tak lama Lusi pun menunggu Rian di depan pintu rumah. karena Rian memang tidak mau kalau Lusi tak menunggunya di depan pintu.


Malamnya, sekitar jam 19.00 Rian pulang..


Lusi pun menyambutnya dengan senyuman. Namun tak ada balasan senyuman sedikitpun dari Rian.


Lusi pun hanya mencoba bersabar.


"Gak boleh" ketus Rian.


"Kalau aku mati disini. Kamulah orang pertama yang akan aku datangi dan gentayangin Rian"


"Ohh.. Rupanya kamu sudah mau mendekati ajal ya Lusi. Aku doakan semoga kamu berbahagia di peristirahatan terakhirmu"


Keterlaluan... sepertinya ia malah mengancam ku balik. benak Lusi menatap Rian..


Lusi pun diam tak ingin bertengkar dengannya.


Tak lama...


"Baiklah.. aku tunggu 20 menit dari sekarang. Awas kalau kamu pulang telat" ucap Rian.


Lalu Lusi pun keluar dengan bermodalkan uang seratus lima puluh ribu dan itu adalah uang terkahir yang ia miliki..


Lalu Lusi pun mencari warung sekitar untuk membeli mie instant atau semacamlah... yang kira-kira bisa di stock untuk kebutuhan sehari-hati.


setelah berjalan kesana kesini. namun tak ada warung disekitar perumahan elit itu.

__ADS_1


Hah.. Mana ada warung ya di sekitar sini... Kalau pun ada harus keluar dulu dari area perumahan ini benak Lusi


Lalu Lusi pun berjalan cukup jauh mencari warung sekitar. Namun saat Lusi beberapa meter lagi menemukan sebuah warung. Namun tiba-tiba ia melihat Anjing di hadapannya. Anjing berwarna hitam dan menjulurkan lidahnya. Dan sialnya anjing ini malah mengejar Lusi.


Lusi pun berlari sekuat tenaga sambil ketakutan. Semakin Lusi kencang berlari, anjing itu pun mengejar nya semakin kuat.


haduhh.. harus bagaiamana ini.. benak Lusi berlari ketakutan.


Lalu Lusi pun bersembunyi di sebuah gorong-gorong yang tidak ada airnya. berharap anjing itu tidak mengejarnya lagi.


Hah. Anjing siapa sih tuh benak Lusi kesal.


Setelah kondisi mulai aman. Lusi pun keluar.


Namun saat Lusi ingin kembali ke warung. Dan mengecek uang yang ia simpan di sakunya, ternyata uangnya hilang.


Haduh pake hilang segala. Jangan-jangan pas aku lari tadi uangnya terjatuh. Benak Lusi.


Lusi pun sedih saat uangnya yang cuma satu satunya itu.. yang ia miliki ternyata hilang.


Sungguh malang nasib ku ini. Udah dikejar-kejar anjing. Duit pake hilang segala. Benak Lusi.


Lalu Lusi pun mencari uangnya itu yang mungkin saja ia temukan. berharap bisa menemukannya. Namun sayang tak ada hasil. ia tak mampu menemukannya.


Sekarang jam berapa ya.. Haduh Aku lupa lagi.. bahwa aku tidak boleh lewat dari dua puluh menit.


Lalu Lusi pun berlari sekuat tenaga ke rumah. dan tak membawa hasil apapun. Ia tidak peduli soal uangnya lagi. Karena ia sudah terlewat jauh dari waktu dua puluh menit itu.


Sampai rumah..


Lusi terlihat tampak kelelahan karena berlari kencang. Lusi pun masuk ke dalam gerbang. Lusi pun mencoba buka pintu.


Benar saja rumah itu sudah terkunci.


Lusi pun mencoba memencet bel dan mengetuknya. Namun tetap tak ada jawaban dari Rian. Sampai Lusi menggedor beberapa Kali tetap saja masih sama.


"Rian. buka pintu Rian!!!? "teriak Lusi.. sambil menggedor pintu.


namun tetap tak ada jawaban sama sekali.


Lusi pun menangis.


"Tega kamu Rian.. Setiap malam aku di depan pintu menunggu mu pulang kerja. Aku tidak peduli sampai jam berapapun itu. aku pasti menunggu. Namun kini aku, semalam saja kamu tak mau menunggu. Kamu membiarkan ku. padahal aku keluar untuk membeli makan. Dimana letak tanggung jawab mu sebagai suami,. membiarkan istrimu diluar begini. Bagaimana kalau ada orang jahat yang berbuat macam-macam pada ku Rian" ucap Lusi sambil menangis .


Lalu Lusi pun tidur diluar. Hanya beralaskan keset kaki. Dinginnya malam merasuk kedalam tubuhnya.


Dan Lusi pun harus waspada, takut jika ada orang asing yang lewat. lalu berbuat jahat pada dirinya.

__ADS_1


Lusi pun menangis semalaman dan meratapi nasibnya. Yang begitu menyedihkan...


boleh lah untuk jempol kalian yang manis. bertengger disini. ma'aciiwww yg dah baca. tetap jaga kesehatan ya, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan memakai masker.


__ADS_2