Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Aku adalah hadiahnya


__ADS_3

Part 83 (Aku adalah hadiahnya) (Sesion 2)


Keesokan harinya..


Lusi pun sampai di kantor. Mendengar kabar bahwa Salsa anak dari Mas Adit sakit. Karena Lusi mengenal Salsa. Lusi pun ingin menjenguk Salsa. Lusi mencari tahu alamat rumah Mas Adit.


"Mba santi." ucap Lusi. "Anaknya Pak Adit sakit ya. Rencananya aku mau jenguk nih. Tau rumahnya gak" ucap Lusi yang sedang sibuk mengerjakan tugas kantornya.


"Jenguk... perhatian banget kamu" jawab mba Santi yang sibuk juga dengan komputernya.


" Aku sebenernya udah kenal Pak Adit jauh sebelum aku kerja disini"


"Masa sih" ucap Santi kepo.


"Dulu aku pernah punya pacar. Terus dia meninggal. Mas Adit itu adalah kakaknya"


"Emm gitu kasihan kamu ternyata pernah ditinggal kekasih. Kayanya Mba punya alamatnya. Nanti mba kasih ya"


"Iya mba..Mba mau temenin aku kan"


"Kamu ajak Intan aja. Mba ada acara ntar malam. Nanti mba yang ngomong sama Intan buat temenin kamu"


"Iya mba makasih"


Lalu pulang kerja Lusi dan Intan ke rumah Pak Adit. Dengan naik taksi online.


"Lu ngapain sih Lusi deketin Pak Adit. Gue gak nyangka selera lu om om.. Mending juga pak Rian. Masih muda, ganteng, boss juga lagi.. " ucap Intan.


"Enak aja kamu. Aku tuh mau ketemu Salsa anaknya Pak Adit. Bukan bapaknya.. Btw siapa tadi kamu bilang... Rian"


"Iya pak Rian.. Dia ganteng. Coba aja gue bisa jadi pacarnya. Pasti seneng banget rasanya.. Tapi sepertinya tidak mungkin. Hehhe"


"Kamu suka sama dia" tanya Lusi.


"Siapa yang gak suka sama cowok tajir dan ganteng kaya Pak Rian. Cuma cewek katarak yang bilang Jelek" ucap Intan.


Lusi pun hanya tersenyum.


....


Sesampainya di rumah Mas Adit.


Mas Adit kaget melihat Lusi dan Intan datang ke rumahnya. Mereka pun tidak lupa juga membawa makanan untuk anaknya pak Adit.


"Aduh kalian pake repot-repot segala jenguk anak saya" ucap Adit.


"Sebagai bawahan yang baik. Kami menjenguk" ucap Intan.


"Makasih ya" ucap Adit.


Lalu Lusi pun menemui Salsa di kamarnya. Terlihat Salsa di tempat tidurnya.


"Sejak kapan mas, Salsa sakit" tanya Lusi. Sambil memegang kening Salsa yang demam.


"Sudah dua hari. sudah saya bawa ke dokter. Tapi Salsa masih belum mau makan apalagi minum obat" ucap Adit.


Terlihat Salsa yang pejamkan matanya sambil menangis. Dan memanggil mamanya.


"Mama.. Salsa kangen mama" ucap Salsa yang terbaring sambil memejamkan mata.


Lalu Lusi pun memeluknya.


Lalu Salsa pun membuka matanya. "Ini tante Lusi ya" ucap Salsa.


"Kamu masih inget sama saya" ucap Lusi tersenyum. "Salsa makan ya"


"Gak mau.. Aku maunya disuapin Mama. Aku kangen Mama" ucap Salsa menjatuhkan air matanya.


"Iya sayang. Nanti kita ketemu Mama tapi Salsa makan dulu. Tante suapin ya.."


"Gak mau"

__ADS_1


"Salsa.. ayo makan ya sayang" ucap Lusi membujuk Salsa. "Nanti tante ajak ke Mall kita beli barbie"


Salsa pun tersenyum.


"Aku mau barbie tante"


"Iya tapi Salsa makan dan minum obat ya. Kalau udah sembuh pasti kita beli babie"


"Iya tante salsa makan.."


Setelah di bujuk rayu. Salsa pun mau makan dan minum obat. Lalu Lusi pun memeluk salsa.


Setelah itu...


"Mas kita ijin pulang ya. Salsa sudah tidur dan demamnya juga sudah agak sedikit menurun"


"Menginaplah disini" ucap Adit.


" Tidak mungkin aku menginap. Apa kata orang. Kalau saya menginap disini" ucap Lusi.


"Tau nih Pak Adit ada-ada aja" ucap Intan.


"Kamu memang calon istri yang baik Lusi. Tidak seperti mantan istri saya" ucap Adit


"Bapak bisa aja modusnya.. " ucap Intan.


"Yaudah kami pulang ya" ucap Lusi.


"Yaudah kalian hati-hati"


Lalu Lusi dan Intan pun pulang.


...


Sesampainya di rumah..


Ternyata sudah ada Rian yang menunggu di depan pintu rumah.


"Pulang jenguk orang sakit. Tadi aku udah sms kamu buat ijin. Tapi gak di bales"


"Lain kali kalau mau pergi. Jangan malam ya.. Siang aja" ucap Rian.


"Iya sayang maaf ya" ucap Lusi mencium pipi Rian. Tanda permintaan maaf.


"Gak adil.. " ucap Rian.


"Loh.. Kenapa..!?" tanya Lusi bingung.


"Masa yang dicium cuma pipi kiri doang. Yang kanan juga dong"


Lusi pun mencium pipi kanan Rian.


"Sekalian kening dan bibir nya juga"


Lusi pun hanya tersenyum. "Hem.. Ini sih minta semua namanya"


"Gak apa-apa..." ucap Rian mencium bibir Lusi.


Setelah itu. ..


Lalu Lusi pun masuk ke dalam rumah dan duduk di meja makan. Ternyata di meja makan sudah ada nasi dan lauk pauk.


"Siapa yang membuat ini semua" tanya Lusi.


"Aku.. Aku yang buat ini semua. Untuk kamu" ucap Rian.


"Gak percaya, mana mungkin"


"mulai sekarang kamu harus percaya. aku pernah belajar masak loh" ucap Rian.


"Oh.. Ya... Wah keren dong" jawab Lusi.

__ADS_1


Lalu Lusi pun makan masakan Rian.


"Lumayan enak.." ucap Lusi sambil makan.


"Tapi semua tidak ada yang gratis Lusi" ucap Rian.


"Maksudnya? " tanya Lusi.


"Kamu harus membayar ini semua" jawab Rian.


"Yaudah potong aja gaji aku kalau gitu" ucap Lusi.


"Bukan dengan uang.. Tapi dengan kamu malam ini" ucap Rian sambil tersenyum. "Ada hadiah dikamar"


Lusi pun bingung dan ke kamar


Sesampainya di kamar...


Lusi pun sedikit terheran melihat pemandangan kamar yang terasa berbeda. Di hias dengan lilin-lilin kecil dan kelopak mawar yang bertebaran di atas kasur.


"Wah apa-apaan ini. Kamu romantis sekali membuat ini" ucap Lusi tersenyum.


Dan Lusi melihat ada sekotak hadiah.


"Ini hadiah buat aku Rian?" tanya Lusi.


"Iya buat kamu.. Buka.. Kamu pasti suka. Suka nya pake banget deh pokoknya. mau sepuluh lagi yang kaya gini pasti aku belin. Aku tahu ini barang kesukaan kamu"


"Apaan sih bikin orang penasaran aja" ucap Lusi tersenyum.


Lalu Lusi pun membukanya. Disaat ia membuka ternyata isinya adalah baju tidur yang seksi yang sangat seksi.


Isshhhh... Ahh ... aku dikerjain ama Rian ini sih..


"Mmm.. Kamu.. Ini sih bukan kesukaan aku. Tapi kesukaannya kamu" ucap Lusi dengan wajah cemberut


"Besok adalah hari ulang tahun aku Lusi. Dan tepat jam 12 malam ini.. hadiahnya adalah kamu"


Lusi pun tersenyum..


"Tapi.. Aku gak punya kado apapun untuk kamu"


"Kan aku bilang barusan kadonya adalah kamu. Kamu pakai hadiah dari aku ya" ucap Rian mendekati Lusi sambil tersenyum.


"kamu... Pikirannya ke arah sana mulu sih. Aku kan jadi gimana gitu. Hehheh" ucap Lusi.


"Bagaimana kamu siapkan untuk malam ini"ucap Rian.


"Oke. . Aku siap jadi hadiah untuk mu malam ini"


Rian pun tersenyum..


Daaaann..


Terjadilah malam yang indah diantara keduanya.. Permainan demi permainan diantara dua sejoli yang memadu kasih.


........


Next...


Hehehe.


Tar aku lanjut lagi ya. Soalnya Autor lagi sibup karokean dirumah walaupun suara fals.. Tapi lumayan lah buat menghibur diri.. lagi suka denger lagu dangdut klasik yang melow.. Melow..


Gara-gara punya temen yang nularin lagu dangdut. Eh malah aku yang keterusan.


Dan Sama lagi sibuk hoby hoby yang lain. biasalah....


Lagi sibuk nyari duit,😊😊😊😊 jagain anak, bebenah rumah...dan lain lain Terimakasih buat para pembaca yg setia sampai saat ini. Muuaaaacccchhh....


jangan tinggalin cerita aku ya walaupun jelek.

__ADS_1


__ADS_2