
Part 135(Tidak bisa memelukmu)(sesion 2)
Pelukan Rian masih terasa kala malam itu. dalam pelukan Rian Lusi seolah mengingat nama Zelda. dan kenangan-kenangan buruk lainnya. Lusi pun seketika melepaskan pelukan Rian itu. Entah mengapa kali ini Lusi merasa tidak enak memeluk Rian yang notabene suaminya. Namun juga tunangan wanita lain.
"Kenapa kamu lepaskan pelukan kamu" tanya Rian yang masih terasa nyaman berada di pelukan Lusi.
"Aku tidak bisa memelukmu"ucap Lusi.
"Kenapa??"
"Bagaimana dengan Zelda" ucap Lusi.
Rian pun tampak kaget dengan Lusi yang bisa bisanya memikirkan Zelda.
"Pasti akan aku lakukan demi kamu Lusi. Aku batalkan pernikahan aku dengan Zelda" Ucap Rian
"Bukan Rian. Bukan itu yang aku maksud. aku tidak bisa bahagia diatas penderitaan orang lain seperti ini" jawab Lusi.
"Lusi kamu istri aku, kamu berhak mendapatkan kebahagiaan" ucap Rian memandang Lusi.
"Langkah kamu dengan Zelda sudah terlalu jauh. Bayang-bayang pernikahan dengan Zelda sudah di depan mata. sepertinya aku sadar. kalau Kebahagiaan aku sekarang bukan lagi hidup bersama kamu Rian. cukup kamu mengakui anak dalam kandungan ku ini saja. Itu sudah cukup bahagia buat aku"
"Lusi apa maksud kamu" ucap Rian tidak terima.
"Aku bahagia. Namun aku juga tidak bisa hidup bahagia diatas rasa sedih Zelda yang sudah kamu bohongi. Permainan kamu sudah sangatlah jauh Rian. Aku tidak bisa bersama kamu lagi"
"Maksud kamu apa Lusi?"
"Sudah jelas maksud aku apa. Aku ikhlas Rian. Aku ikhlas jika kamu tetap bersama Zelda"
Rian pun tidak percaya dengan ucapan Lusi. Yang membuat hati Rian semakin teriris.
"Intinya aku tidak bisa bahagia jika kamu menyakiti Zelda" Ucap Lusi tampak menjauh dari Rian
"Kenapa kamu bicara begitu. Jadi kamu mengorbankan hati kamu untuk Zelda"
Lusi pun hanya diam dan langsung pergi. Lalu masuk ke dalam kostannya .
Rian pun tampak sedih dengan apa yang diutarakan Lusi.
Mungkin apa yang dilakukan Lusi sebuah pengorbanannya untuk tidak menyakiti Zelda. Namun kali ini tampak Rian yang justru sakit mendengar ucapan Lusi yang begitu menyayat hatinya.
__ADS_1
Lusi tidak tahu yang dilakukan benar atau salah. Namun entah mengapa perasaannya sangat sedih dan sakit. Lusi lebih memilih menahan kebahagiaannya. Ketimbang bahagia namun harus ada yang tersakiti. Selain dengan cara mengiklaskan nya walau harus dirinya yang tersakiti.
Meskipun Lusi sudah berusaha mengikhlas kan Rian. Dan berusaha untuk tidak mengharapkannya lagi. Tapi tidak dengan Rian. Sampai kapanpun Rian tidak mau melepaskan Lusi. Apalagi mengingat Renata yang kini sudah merestuinya.
Tiba-tiba Rian pun langsung masuk kedalam kostan dan langsung memeluk Lusi.
"Sudah cukup Lusi. Sudah cukup. aku tidak mau mendengar apa-apa lagi dari mulut kamu. Aku tidak mau mendengar kamu mengorbankan perasaan kamu lagi untuk orang lain. Sudah cukup" ucap Rian
"Lepaskan aku Rian" ucap Lusi.
"Aku tidak mau melepaskan kamu" ucap Rian memeluk Lusi dengan erat. "Aku tahu Lusi aku salah sama kamu. Karena telah Meninggalkan kamu.. Aku tidak mau kehilangan kamu. Kamu yang dari dulu aku cinta hingga sampai saat ini"
Lusi pun hanya diam tidak menghiraukan.
"Kamu cinta aku atau tidak Lusi?" Tanya Rian.
"Sekarang aku yang ingn tanya sama kamu, kamu percaya gak kalau ini anak kamu"
"Percaya,, ini anak kita Lusi"
Lusi pun menarik napasnya.
"Dulu memang aku pernah cinta sama kamu. Tapi sepertinya rasa itu sudah memudar seiring berjalannya waktu. Sekarang karena kamu sudah mau bertanggung jawab atas anak ini. Itu sudah cukup untukku dan aku ucapkan terimakasih. aku butuh kamu untuk jadi Ayah dari anakku. Tapi tidak untuk jadi suami aku lagi Rian"
"Kenapa?" ucap Rian Sedih.
"selama ini aku lebih banyak mendapatkan sakitnya cinta ketimbang pengorbanan kamu. Aku bingung kenapa cinta bisa sesakit ini. Aku sakit mencintai sekalipun aku dicintai oleh mu. Aku trauma untuk mencintaimu lagi. Bahkan aku takut untuk mencintai kamu. kini Aku sudah ikhlas Rian. Aku ikhlas mengakhiri hubungan ini. aku juga tidak mau hidup dalam keadaan bersalah karena Zelda pasti akan sakit melihat kita bersama."
Rian pun tampak menghapus air matanya.
"Lusi aku mohon jangan begini" ucap Rian.
"Menurutku sudah cukup jelas. Kamu boleh pulang Rian"
"Kamu tidak mencintai ku" tanya Rian memegang tangan Lusi.
"Iya. Aku tidak mencintai kamu" ucap Lusi.
"Lusi aku mohon aku mencintai kamu"
" kamu harus pulang" ucap Lusi lagi.
__ADS_1
Rian pun tampak sedih dengan ucapan Lusi. Rian pun tampak tidak percaya dengan ucapan Lusi yang tidak sesuai harapannya.
Lalu Rian pun keluar dengan langkah yang berat.
"Maafkan aku Rian. Untuk saat ini aku tidak bisa menerimamu lagi. Aku hanya ingin kamu mengerti bahwa cinta itu bukan permainan dan tidak semudah itu bisa kembali semula. sekalipun kamu sudah meminta maaf." benak Lusi sambil melihat Rian dari jendela.
Lalu Rian pun pergi sambil menangisi dirinya yang tidak bisa kembali.
*******
Rian pun kembali ke rumah sakit. Untuk menemani Renata.
Tampak wajah Rian yang murung dengan wajah yang sangat sedih duduk disamping mamanya.
"Kamu kenapa?"tanya Renata.
" Lusi tidak mau lagi" ucap Rian sedih. "Lusi sudah tidak mau lagi kembali bersama aku ma"
"Kenapa?"
"Ia tidak mau kalau dirinya menyakiti Zelda" ucap Rian.
Rian pun langsung menghapus air matanya yang terjatuh.
"Lusi juga sepertinya sudah tidak mencintaiku lagi" ucap Rian.
Rian pun tampak menangis.
"Ini salah mama Rian. Ini salah mama yang sudah mengubur cinta Lusi sama kamu. Sehingga menjadi serumit ini. Maafkan mama Rian" ucap Renata mengelus pundak Rian. "Kamu harus yakin suatu saat Lusi akan kembali membuka hatinya untuk kamu"
Rian pun tampak mengangguk. Sambil menghapus air matanya.
Kali ini tampak Rian yang seperti anak kecil menangis di depan mamanya.
Dan
Baru kali ini Renata melihat anaknya menangis untuk seorang wanita. Dalam hidupnya Rian. Rian tak pernah sekalipun menangis, apalagi untuk seorang wanita. Rian hanya menangis tiga moment dalam hidupnya. Yaitu saat bayi, waktu sunat dan terkahir untuk Lusi. Dan Renata pun tampak sangat bersalah.
Dahulu Renata yang tampak bahagia telah memisahkan Rian dengan Lusi. Namun kini Renata yang justru berharap Rian dan Lusi kembali bersatu. Karena Renata tidak ingin melihat Rian sedih lagi.
*********
__ADS_1
jangan Lupa Like. like.like. like.