
Part 60(makanan basi) (Sesion 2)
Entah ada sesuatu hal apa sehingga Rian meninggalkan Lusi di ranjang sendirian.
Ia pergi tanpa berpamitan dan tanpa basa basi sedikit pun..
Aku dianggap apa sih sama kamu Rian. Main pergi aja dia. Benak Lusi
Lalu Lusi pun keluar dari kamar. Dan menuruni anak tangga. Lalu
mencoba buka pintu utama. Pintu utama ini maksudnya pintu rumah. Ketika Lusi mencoba membuka pintu. Ternyata tidak bisa di buka. Sepertinya Lusi ini dikonciin dari luar oleh Rian.
Isshh.. sungguh tega kamu Rian. Masa aku dikonciin begini benak Lusi.
Lalu Lusi pun mencoba menelpon Rian. Ternyata tidak di angkat.
Hah.. Ya ampun. Bagaimana aku bisa keluar untuk beli makan. Aku lapar Rian. Aku belum makan siang .. Benak Lusi sambil memegang perutnya yang lapar.
Lalu Lusi pun berkeliling rumah Mencari dapur.. Mencari dapur saja jalan kaki nya serasa jauh.
Sesampainya di dapur..
Lusi pun membuka kulkas, rak, dan meja makan namun tidak ada juga. lalu Lusi mengelilingi rumah Rian. tapi semuanya tak ada makanan.
Emmmpp.. tidak ada makanan disini. Ini rumah orang kaya tapi gada apa-apa. Benak Lusi.
Lalu Lusi pun cuma bisa apa. Selain menunggu hingga Rian pulang.
...
Sementara itu..
Rian dan Zelda
Di sisi lain terlihat Rian sedang menunggu Zelda di Bandara. Zelda baru pulang dari study nya di Luar negri. yaitu di negeri kangguru.
Kurang lebih satu jam Rian menunggu, kemudian Zelda datang. Dengan wajah agak sombong namun tetap cantik dan anggun. Zelda datang dengan dres selutut dan tas mahal yang selalu melekat indah di dirinya.
Rian pun sudah menunggu Zelda di sebuah Resto yang ada di Bandara.
"Bagaimana perjalan kamu apakah menyenangkan" tanya Rian.
"Lumayan.. " jawab Zelda.
Lalu Zelda duduk di hadapan Rian sambil menyilangkan kakinya.
Sebenarnya Zelda dan Rian ini sudah saling kenal dari jaman SMA dulu. Mereka saling kenal karena orang tua mereka bersahabat. Namun diantara keduanya hanya sebatas say 'hay' saja bila bertemu.
Rian pun membuka obrolan...
"Kenapa sih kuliahnya harus ke luar negri" tanya Rian.
__ADS_1
"Jika luar angkasa bisa aku datangi. Pasti aku akan kesana" ucap Zelda.
Rian pun tersenyum.
"Kenapa kamu mau di jodohkan dengan aku" tanya Rian
"Selama kamu masih berbentuk manusia kenapa tidak " ucap Zelda.
"Sepertinya dirimu tidak punya standar" ucap Rian.
"Bagaimana kalau kamu yang menjadi standar aku" ucap Zelda sambil tersenyum tipis.
"Bagus.. Itu tandanya aku tidak perlu lelah untuk mengejar kamu"
Zelda pun tersenyum.
Lalu setelah itu Rian mengantar Zelda ke rumahnya pulang.
.
.
.
.
.
Tampak Lusi yang menunggu kehadiran Rian di rumah. Namun tidak terlihat juga batang idungnya. Sampai ia lelah menunggu dan tertidur dimeja makan dengan perut yang lapar.
Sampai waktu menunjukan jam 21.00 malam.. Rian baru sampai rumah. Dan menemui Lusi di meja makan.
Lalu Rian mengetuk meja makan untuk membangunkan Lusi yang tertidur itu.
Tok.. Tok.. suara ketukan di meja.
Lalu Lusi pun membuka matanya. Dan betapa senangnya ia melihat suaminya di hadapannya. Lusi pun tersenyum saat melihatnya.
"Rian kamu kemana aja" ucap Lusi sambil mengumpulkan nyawanya.
Lalu Lusi pun melihat tangan Rian membawa sesuatu. Dan itu seperti makanan. Pandangan Lusi pun langsung tertuju kesitu. Karena posisi ia sudah sangat lapar. Ia pun sangat senang. Namun sayang Rian tidak langsung memberikan padanya.
"Kamu laper" tanya Rian. Mendekatinya dan menatap wajah Lusi.
"Iya. Aku lapar.." ucap Lusi
"Syaratnya kamu harus layani aku dulu"
"Iya pasti. Tapi aku mau makan sekarang Rian. Aku mohon aku sudah sangat lapar"
"Kamu tidak boleh menyentuh makanan ini sedikit pun. Sebelum kamu puaskan aku malam ini"
__ADS_1
Lusi pun diam sejenak.
"Baik.. Aku akan melayani kamu" ucap Lusi kecewa.
Tega.. Kamu Rian. Kamu lebih mementingkan kepuasan diri kamu sendiri. Ketimbang aku yang sudah menunggu mu hanya untuk makan benak Lusi...
Lalu Rian pun memulai permainannya. Permainan yang dilakukan Rian pun cukup lama. Perut Lusi yang sudah sangat lapar sungguh membuat dirinya tersiksa. Mengingat dari siang ia belum makan.
Waktu menunjukan jam 02.00 Malam.. barulah Lusi dilepaskan. Lusi pun memakan nasi yang dibawa Rian. Saat di buka Nasinya sudah terasa dingin. Dan lauknya pun sudah terasa basi. Entah jam berapa ia membelinya. Lalu Lusi pun terpaksa memakannya. Dibandingkan ia harus kelaparan.
Keesokan paginya....
Lusi bangun langsung solat subuh. Setelah itu Ia membangunkan Rian.
"Rian. Ayoo bangun solat subuh dulu yuk" ucap Lusi.
"Berisik!!" bentak Rian.
"Ayolah Rian" ucap Lusi.
"Berisik tau gak. Iya entar aku solat"
yaudahlah intinya aku udah berusaha bangunin kamu. Benak Lusi.
Setelah itu Lusi membersihkan rumah.
Eh bukan rumah tapi istana. Menyapu, mengepel dan lain-lain. Karena tidak ada pembantu akhirnya Lusi yang mengerjakan.
Hah ini sih sama saja aku jadi pembantu disini. Benak Lusi.
Lalu Lusi membangunkan Rian yang masih tidur. Wajahnya yang tampan sungguh tidak sesuai dengan sifat nya yang buruk.
Katanya mau solat tapi malah tidur benak Lusi.
"Rian.." ucap Lusi membangunkan dengan nada Lembut.
"Apalagi" ucap Rian
"Aku mau membeli kebutuhan dapur ya.."
"Yaudah setengah jam.. Aku mulai hitung dari sekarang. jangan lama-lama"
"Rian.. anter aku ya. atau aku pinjem mobil kamu"'
"Jangan manja. naik angkot kan bisa"ucap Rian
setelah itu Lusi pun ke pasar. Untuk membeli berbagai kebutuhan mengingat kali ini ia tidak mau kelaparan lagi. Karena itu perumahan elite sehingga penjagaannya pun cukup ketat. Lusi pun harus berjalan kaki dulu dari Rumahnya menuju pintu gerbang perumahan. Baru setelahnya ia naik angkot. Dan menanyakan pada supir dimana pasar terdekat.
Saat menjadi istri Rian Lusi sama sekali belum merasakan nafkah uang dari Rian. Lalu Lusi pun membeli beragam kebutuhan dengan uang simpanannya sendiri. Ya tidak cukup banyak sekitar lima ratus ribuan. Karena sebelum menikah Lusi telah mengembalikan fasilitas kartu kredit milik ayahnya. Dan setelah menikah Lusi tidak mau meminta-minta uang dari Ayahnya lagi.
mohon Like yaa...
__ADS_1