
Part 140 (Mimpi Apa Gua Semalem)(Sesion 2)
Setelah itu Rian pun pulang setelah mengantar Lusi. Lusi pun tampak tersenyum. Lalu sesampainya di kostan Lusi pun tampak kaget saat melihat kostannya berantakan, kaya kapal pecah. Seperti ada maling masuk yang mengacak-ngacak seisi kosannya. Lusi pun hanya menarik napas panjangnya dan mengecek semua. Saat di cek tidak ada yang hilang sama sekali. Tampak pintu yang sudah di bobol dan dalam keadaan rusak. Lusi pun bingung siapa yang telah tega melakukan itu semua. Kalau memang maling kenapa tidak mengambil barang berharga miliknya. Seperti televisi atau laptop. Lalu Lusi pun menelpon Lisa, namun tidak diangkat. Sepertinya ia sedang di jalan.
Lalu Lusi pun merapikan baju dan barang-barang yang berserakan itu dilantai. Tiba-tiba, lampu mati. Lusi pun tampak kaget dan takut. Lusi pun mencari senter. Tak lama lampu pun kembali menyala. Namun saat lampu itu menyala, Lusi tampak kaget ada Adit yang sudah ada didalam kostannya seperti hantu.
"Pak Adit" ucap Lusi kaget.
"Kenapa kaget, lihat saya didepan kamu. Jangan kamu kira. Setelah kamu menghancurkan karier saya. Kamu bisa bebas bisa bernapas lega. Karena saya takan membiarkan orang yang sudah menghancurkan saya. Bisa hidup bahagia"
"Pak Adit mau apa" ucap Lusi takut namun berusaha untuk tetap tenang.
Lalu Adit dengan cepat pun langsung menyerang Lusi dan mendorong badan Lusi ke tembok.
Brrraaaakkk..
Lusi pun tampak menahan sakit pada punggungnya. Lalu Adit pun langsung membekap mulut Lusi. Lusi pun tampak ketakutan.
"Jangan berteriak kalau kamu mau selamat"
Lusi pun tampak menangis dan menjatuhkan airmatanya.
Adit pun membawa Lusi ke kamar mandi.
Lalu Adit pun lagsung berusaha mencium bibir Lusi dengan kasar dan mengigitnya hingga bibir Lusi pun berdarah-darah.
"awww...." Lusi kesakitan.
Lusi pun tidak peduli lagi dengan nyawanya ia pun meminta tolong.
"Tolongg...." teriak Lusi ketakutan.
Namun Adit langung memukul wajah Lusi dan membekapnya lalu mengikat tangannya.
Tiba-tiba..
ada seseorang tampak datang. Tok.. tokk.. suara ketukan pintu itu.
Adit pun kaget dan langsung mengunci pintu kamar mandi saat tahu ada orang.
Saat Rian datang, Rian pun melihat Kostan Lusi tampak tak ada orang. Rian Merasa heran mungkin Lusi sedang keluar.
Adit pun sedikit mengintip dari pintu kamar mandi.
"Aku mohon tolong aku" benak Lusi sambil menangis.
lalu Rian pun masuk, namun Rian melihat sepi tidak ada orang.
Adit pun tampak bersembunyi dan mengintip dari pintu kamar mandi.
lalu karena berpikir tidak ada Lusi. lalu Rian pun keluar.
"pergi Lu Sono. jangan gangguin gue" benak Adit.
lalu Rian perlahan meninggalkan kostan Lusi.
"Lusi sekarang tinggal berdua lagi. Rian sudah pergi. saya sudah tidak sabar melakukannya lagi"
Langit seakan runtuh mendengar langkah kaki Rian yang semakin menjauh itu.
__ADS_1
Adit pun tampak tertawa bahagia saat Rian tidak mampu menemukan Lusi yang berada dikamar mandi.
"Mari sayang kita lanjutkan lagi permainan kita yang tertunda.." ucap Adit tersenyum sambil memegangi Lusi "Asal kamu tahu aku disuruh Renata loh untuk melakukan ini lagi"
"Bohong.. pasti Adit bohong itu semua pasti bukan Renata yang menyuruhnya" benak Lusi sambil menangis. Lusi tidak bisa berteriak lagi. Karena mulut Lusi di bekap oleh Adit.
Lalu Adit pun mencoba melakukannya lagi. diciumi setiap bagian tubuh Lusi.
"sebelum kita memulai pada bagian inti. lebih baik kita pemanasan dulu. saya akan membuat kamu ketagihan malam ini" ucap Adit semakin beringas berusaha menguasai Lusi.
Lusi pun menjatuhkan air matanya.
...
saat Rian ingin kembali ia pun tak sengaja melihat mobil yang ia kenali platnya. bukankah ini plat mobil Adit.
dengan cepat Rian pun kembali dan masuk kedalam kostan Ludi.
Rian pun mencari Lusi dan berhentilah ia di kamar mandi yang tampak terkunci dari dalam. Lalu Rian pun langsung mendobrak pintu itu.
Dan betapa kagetnya Rian melihat Adit dan Lusi berdua dikamar mandi. Terlihat Adit yang berusaha untuk melecehkan Lusi.
Rian pun langsung kesal dan menarik Adit dengan kasar.
Lalu Rian pun memukuli Adit.
"Saya akan membunuh kamu Adit" ucap Rian sambil menghajar Adit.
Buuggg.
Adit pun tidak mau kalah.
"Brngsk itu orang malah kabur" ucap Rian berusaha untuk mengejarnya. Namun ia tampak berlari sangat cepat.
dan langsung masuk kedalam mobilnya. Lalu pergi ..
Rian pun ingin sekali mengejar Adit dan menghabisinya. Namun ia juga ingin melihat keadaan Lusi yang sangat terpukul.
Rian pun langsung ke kamar mandi menemui Lusi. Terlihat Lusi yang masih menangis dengan tangan dan mulut yang terikat.
Rian pun langsung melepas ikatan ditangan Lusi. Dan membuka bekapan yang ada di mulut Lusi.
Seketika Rian pun teringat bagaimana waktu ia melakukan semuanya itu kepada Lusi dulu.
Rian pun memeluk Lusi erat yang terlihat sangat trauma. wajahnya penuh air mata. Rian pun kini ikut merasakan apa yang Lusi rasakan.
Rian pun mulai berfikir..
Jika lusi bisa sehancur ini. Bagaimana dulu saat aku melakukannya. Tidak ada seorang pun yang menolongnya. Aku pukul dia, aku ambil kehormatannya.. dan Tak ada seorang pun yang menguatkannya. Wajar saja saat itu Lusi sangat hancur dan mengalami gangguan jiwa..
Kini aku merasakan apa yang Lusi rasakan. Maaf kan aku Lusi telah menyakiti mu.. maafkan lah aku. Benak hati Rian tak kuasa melihat Lusi yang menangis.
Lalu Rian pun membawa Lusi keluar kamar mandi. Dan Lusi pun tampak menangis sambil menutupi semua tubuhnya dengan selimut sambil ketakutan.
Rian pun kembali memeluk.
"Tenang ya, Sekarang sudah ada aku. Kamu gak usah takut" ucap Rian menenangkan.
Lusi pun tampak menutup wajahnya juga dengan selimut.
__ADS_1
"Perasaan Lusi pasti sangat hancur saat ini" benak benak Rian.
"Kamu minum dulu ya biar lebih tenang" ucap Rian. "Apa kamu mau susu, teh atau apa"
Lusi pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu tenang ya, aku takan membiarkan pria sialan itu menyentuh mu lagi..
"Sekarang kamu tidur ya.. aku akan menginap disini untuk menjaga kamu" ucap Rian.
Lalu tampak Lusi yang merebahkan dirinya menghadap tembok. Sambil menangis. Rian pun membelai rambu Lusi dan mengelus pundaknya. Tak lama Lusi pun tampak tertidur.
Lalu Rian pun tertidur juga disamping Lusi sambil memeluknya.
*****
Pukul 11.30 malam.
Tak lama Lisa pun pulang. Dan kaget melihat sepasang suami istri itu tidur berdua. Tampak Rian yang memeluk Lusi sambil tertidur.
Dan Lisa yang saat itu bersama Juna pun. Juna kaget juga melihat Lusi yang dipeluk erat oleh Rian.
"Sialan.. bisa bisanya dia peluk istrinya" ucap Juna kesal.
"Lah.. ini kan istrinya Jun. Wajar lah kalau peluk. Lagi juga ini laki bini katanya mau pisah. Tapi tidur berdua heran gua" ucap Lisa.
"Yaudah bangunin aja Rian suruh pulang" ucap Juna.
"Biarin aja sih Jun. Mungkin dia kangen" ucap Lisa simple.
"Terus lu mau tidur bertiga gitu"
"Ya mau gimana lagi" ucap Lisa lagi.
"Gak.. gak boleh.. gua gak mau Rian salah peluk. Tar dikiranya Lu Lusi lagi. Gue gak ridho pokoknya"
"Ikh.. lu kok ngomong gitu sih. Gue jadi terhura"
"Gue bakal temenin lu juga tidur disini ya"
"Empat-empatan gitu Jun tidur disini"
"Iya, gue gak mau terjadi apa-apa sama lu Lisa. Enak banget si Rian udah dapat kakaknya, dapetin lu juga"
Seketika hati Lisa pun terenyuh mendengar ucapan Juna.
"Lu sadar gak sih lu ngomong apaan barusan" ucap Lisa.
"Heh, gue sadar. Emang lu pikir gue gila. Yaudah gue janji gue tidur jauh-jauhan" ucap Juna. "Dan lu juga jauhan sama Rian ini. Jangan peluk peluk lu"
Seketika Lisa pun tersenyum.
Lalu Juna pun tidur disamping Rian. Sementara Lisa tidur berada jauh di pojokan.
"Mimpi apa gue semalem tidur bareng pria berengsek ini" benak Juna kesal.
********
Mohon like like like like like like..
__ADS_1
Selamat hari raya idul Adha ya guys.. mudah2an kita semua selalu sehat. InsyaAllah kita semua bisa pergi haji suatu saat nanti. Amin allahuma amin.