Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Maafkan Aku


__ADS_3

Part 130(Maafkan Aku)(sesion 2)


Terlihat Rian yang sedang sibuk mengurus segala pekerjaan di kantornya. Dan ia pun teringat bahwa hari ini harus menjemput Lusi di RS.


"Viola, saya harus pergi. Untuk menjemput Lusi di rumah sakit. Kalau ada yang tanya bilang saja saya ada urusan sebentar" ucap Rian kepada Viola.


"Iya pak"


Rian pun tidak mengetahui bahwa disana ada Adit yang ingin masuk ke ruangan Rian. Namun hanya menguping di balik pintu.


Tiba-tiba Zelda datang menemui Rian di ruangannya. Dan tak sengaja menemui Adit juga di depan pintu.


"Bapak ngapain di depan pintu" ucap Zelda menatap Adit.


"Oh iya saya ingin menemui pak Rian"jawab Adit.


"Kalau begitu masuklah"


"Iya nyonya Zelda"


Rian pun tampak kaget dengan kedatangan Zelda dan Adit.


"Ada apa kalian kesini" ucap Rian.


"Aku tidak datang bersama karyawan mu ini. Aku datang sendirian" ucap Zelda


"iya aku tahu. Ada apa Zelda" ucap Rian.


"Aku ingin mengajak mu fitting baju pengantin"


Rian pun tampak kaget dengan ucapan Zelda.


"Kenapa kaget" tanya Zelda heran


"Mm gak apa-apa, bukankah pernikahan kita masih dua bulan lagi" ucap Rian.


"Gak apa-apa Rian lebih cepat lebih baik" ucap Zelda.


Lalu Rian pun tampak menarik napas panjang nya tidak bisa menolak saat Zelda mengajaknya pergi. Dan Rian berfikir kalau Lusi bisa jika pulang dengan naik taksi.


Lalu Rian pun menemui Viola.


"Kamu telepon Lusi bahwa aku tidak bisa datang menjemputnya. Biarkan ia pulang naik taksi ya" ucap Rian berbisik pelan takut terdengar Zelda.


Viola pun tampak kesal pada Rian yang dengan mudahnya. Membatalkan janjinya dengan Lusi.


"Iya" ucap Viola ketus.


******


Sementara itu tampak Lusi yang menunggu Rian sambil melamun di ruang rawatnya. Menunggu Rian yang katanya akan datang untuk menjemputnya. Sudah hampir dua jam Lusi menunggu namun Rian tak kunjung datang juga. Tak lama suara teleponnya berdering. Lusi pun mengangkatnya. Dan ternyata dari Viola.


"Kenapa Vi"


"Pak Rian menyuruh menelpon ku. Dan dia bilang bahwa dia gak bisa menjemputmu" ucap Viola.


Lusi pun tampak kecewa. Baru saja hatinya Lusi merasa bahagia karena dapat perhatian dari seorang pria yang adalah ayah dari anak yang ia kandung. Namun kini harus menerima kenyataan pahit bahwa semudah itu ia membatalkannya.


Lusi pun hanya bisa terima.


"Oke gak apa-apa" ucap Lusi menguatkan dirinya.


Tiba-tiba tak lama Adit datang menemui Lusi diruang rawatnya. Karena kebetulan Lusi di rawat di ruang VIP. Jadi Lusi seorang diri


Lusi pun kaget melihat Adit yang menemuinya secara tiba-tiba.


"Ada apa datang kesini" ucap Lusi ketus.


"Mengantar mu pulang" ucap Adit.


"Terimakasih, saya bisa pulang sendiri"


"Saya tahu sebenarnya, kamu mau pulang dengan Rian kan"


Lusi pun tampak kaget.


"Dari mana bapak tahu" ucap Lusi.

__ADS_1


"Asal kamu tahu Lusi, Rian membatalkan janji untuk menjemput kamu. Karena ia akan pergi dengan Zelda. Untuk fitting baju pengantin" ucap Adit sinis.


Lusi pun tampak kaget, Seketika kakinya terasa lemas mendengar ucapan Adit.


"Kenapa??, kamu sedih???" ucap Adit. "Tinggalkan Rian, Lusi. Hiduplah bersama ku, menikahlah dengan ku"


Lusi pun menggelengkan kepalanya. "Saya tidak mau. Sampai kapan pun saya tidak mau" ucap Lusi.


"Buat apa kamu mengharapkan pria Yang sudah menghianati mu itu"


"Lalu, Buat apa juga saya menikah dengan pria yang cuma pura-pura baik terhadap saya. Bapak gak pernah sadar kalau bapak pun sudah sangat jahat dengan saya" ucap Lusi emosi. "Asal bapak tahu saya bisa saja menuntut bapak ke kantor polisi. Karena sudah menjebak saya saat malam itu"


"Kalau kamu menuntut saya. Kamu pun juga akan menyeret Renata. Karena ia yang sudah membayar saya untuk tidur dengan mu"


Deg..


Lusi pun tampak kaget.dengan apa yang di katakan Adit. bak tersambar petir saat Lusi mendengarnya.


"Ba..barusan bapak bilang apa!?" Ucap Lusi tampak kaget.


"Iya Renata yang menyuruh ku untuk menidurimu. Bahkan ia membayar mahal untuk itu. Asal kamu tahu Lusi. tidak ada yang menginginkan mu. Rian, bahkan Renata tidak menginginkan mu sama sekali. Buat apa kamu masih saja mengharapkannya"


Lusi pun langsung menangis.


"Bapak jangan bohong"


"saya tidak bohong Lusi, kamu harus sadar bahwa kamu cuma sampah di keluarga itu" ucap Adit.


Lusi pun langsung terdiam .


apa benar Renata melakukan itu semua. kalau iya kenapa ia begitu tega. benak Lusi.


lalu Adit menarik tangan Lusi."ayo pulang dengan ku"


"saya tidak mau"


"Ayo Lusi jangan sampai saya berbuat kasar"


Lusi pun menarik tangannya kembali dan langsung pergi dengan berlari untuk menghindari Adit. Lusi tahu bila dirinya kini sedang hamil. namun ia takut bila Adit kembali jahat dengan dirinya.


Sambil menangis Lusi pun meninggalkan rumah sakit itu.


Selama di perjalanan Lusi pun menangis bila mengingat semuanya itu.


Lalu Lusi pun menemui Renata dirumahnya.


Tampak Renata yang sedang duduk di ruang tamu.


sesampainya Renata pun kaget dengan kedatangan Lusi.


"Ada apa kamu kesini. Kamu ingin mengemis harta" ucap Renata sinis.


"Tidak sama sekali" ucap Lusi.. "Apa maksud nyonya menyuruh Adit untuk meniduri saya"


Renata pun kaget dengan ucapan Lusi yang tiba-tiba tahu tentang hal itu.


"saya tidak tahu soal itu"


"jangan bohongi saya. karena Adit sudah cerita semua"ucap Lusi.


"Saya tidak menyuruhnya itu keinginannya" ucap Renata ketus.


"Kalau memang keinginannya. buat apa nyonya membayar mahal dia untuk itu. Saya tahu nyonya yang membayarnya kan"


Renata pun tampak terdiam.


Lusi pun langsung menangis


" Bisakah sedikit saja ada rasa iba untuk saya nyonya" ucap Lusi menteskan Air matanya. "Asal nyonya tahu, tidak perlu nyonya bersusah payah mengusirku dengan cara seperti ini. Saya pun pasti akan pergi. Saya akan pergi dari Rian. Tapi saya mohon jangan hancurkan saya dengan cara seperti ini. sakit nyonya, sakit.." ucap Lusi sambil menangis.


"Kalau gitu pergilah dari kehidupan putra saya jangan pernah menggangu hidupnya lagi. Dan kamu pergi lah dari saya" ucap Renata ketus.


"oh. dengan senang hati saya akan pergi" ucap Lusi.


Lalu Lusi pun pergi dengan langkah kaki yang berat dan merasa kecewa.


.

__ADS_1


.


.


Selang beberapa saat kemudian. Renata pun tak mengetahui bila Rian pulang cepat dari kantornya. Rian merasa lelah dan ingin segera pulang setelah fitting baju pengantin yang menurutnya, Zelda terlalu ribet dalam memilih gaun pengantin.


Lalu Rian pun duduk, lalu ia pun merasa lapar ingin mengambil makan..


Tiba-tiba Rian tak sengaja mendengar Renata yang sedang menelpon Adit. Dan Renata pun tidak sadar bila ada Rian di belakangnya.


"Adit!!!, mengapa kamu beritahu kepada Lusi soal aku menyuruhmu untuk menghancurkan hubungannya dengan Rian" ucap Renata dengan kesal pas Adit.


"Oh jadi dia datang ke rumahmu" ucap Adit.


"Ia, dan lalu kenapa kamu bilang Juga soal kamu yang sudah meniduri Lusi itu adalah suruhan ku" ucap Renata kesal.


"Itu salah nyonya sendiri" ucap Adit santai.


"Adit saya sudah membayar mu mahal beraninya kamu membongkar semuanya" ucap Renata dengan suara tinggi.


Lalu tak lama Rian pun tampak mendengar percakapan Renata dengan Adit. Dan kaget saat mendengar Renata yang menyuruh Adit untuk menghancurkan hubungannya dengan Lusi. dengan cara licik.


"Maksud mama apa???" Ucap Rian kesal.


"Rian" ucap Renata kaget. menengok ke belakang dan ternyata sudah ada Rian.


"Jadi mama yang menyuruh Adit untuk melakukan semua itu" ucap Rian kesal.


Renata pun tampak tak bisa menjawab.


"Jawab!!!"teriakan keras dari putranya sendiri.


"iya. karena mama membenci Lusi" ucap Renata.


"Kenapa mama tega melakukan itu. Asal mama tahu, gara-gara Mama Rian sudah mengusir istri Rian sendiri. Dan gara-gara Mama juga Rian memukul Lusi. Dan Rian sudah menyalahkan Lusi selingkuh. padahal apa!!!??, Mama sendiri yang buat kejadian itu"


"Rian kamu harus dengarkan mama dulu" ucap Renata.


Rian pun langsung melangkahkan kakinya pergi.


"Rian kamu mau kemana!?!" Ucap Renata Kesal.


"Saya harus menemui Lusi.."


"Rian jangan kau temui dia"


"Aku tidak peduli aku harus temui dia."


Lalu Rian lunlangsung pergi, dan tak peduli lagi dengan Renata. Rian dengan cepat membawa mobilnya dan menemui Lusi.


*****


Setelah itu..


Terlihat Lusi yang sedang menangis dikostan. Mengingat betapa sedihnya ia setelah tahu bahwa Renata lah di balik semua ini.


ada suara ketukan pintu. lalu Lusi pun membukanya. Lusi pun membukanya.


saat membukanya Lusi pun kaget ada Rian di hadapannya.


"Rian" ucap Lusi kaget. "Kenapa kamu tiba-tiba kesini" ucap Lusi.


Rian pun langsung memeluk Lusi.


"Maafkan aku Lusi maafkan aku" ucap Rian. "Aku salah kepadamu"


Kali ini tampak Rian yang menjatuhkan air matanya sambil memeluk Lusi


"Aku merasa menyesal telah meninggalkan mu selama ini. Aku sudah jahat kepadamu mu" ucap Rian dengan rasa penuh penyesalan.


"Rian.."


"Aku sudah tahu semua sekarang. bahwa kamu gak pernah selingkuh dengan Adit. Maaf kan aku Lusi, maafkan aku"


Lusi pun menjatuhkan air matanya.


********

__ADS_1


jangan lupa like..


__ADS_2