
Part 66 (Berubah Haluan) (Sesion 2)
Lusi pun tersenyum. Dan Rian tampak diam tak membalas senyuman.
Lalu Lusi menyadarkan pandangan Rian dengan melambaikan tangan diwajahnya.
"Hallo suamiku sayang.." ucap Lusi tersenyum sambil mengibaskan tangannya.
Rian pun tersadar dan memijat kepalanya. Yang saat itu terkesima melihat kecantikan Lusi.
Daan..
Ia pun segera menuntun tangan Lusi. Oh bukan menuntun tapi menarik. Karena selama ini Rian tidak pernah menuntun Lusi, apalagi menggandengnya..
"Lain kali, kalau pakai gaun jangan yang seksi. Sengaja ya.. pengen diumbar atau mau jualan?"
"ehh. Jualan apa? " tanya Lusi dengan polosnya.
"Jualan pecel.." ketus Rian
"hah.. Pecel.. Maksudnya? " ucap Lusi bingung.
"Pake nanya lagi. Ya jual diri kamu lah.. "
"Ya ampun Rian. Mana mungkin aku begitu..kamu itu ya ngomong sembarangan aja.. Yaudahlah kalau gitu aku ganti baju aja. Aku pun juga ragu pakai gaun yang ini" ucap Lusi.
"Gak usah.. Gak usah. Kelamaan!! Lagi juga kamu cantik sih sebenarnya, pakai gaun itu.."
Lusi pun hanya diam. Walau hatinya bahagia saat di bilang cantik.
Lalu mereka pun berangkat. Dengan naik mobil yang di bawa Rian.
Dan Lusi pun tampak tersenyum sepanjang jalan. Karena baru pertama kalinya Rian membawa Lusi makan malam di luar. Berharapa sih bisa romantis kaya di film-film.
"Senyum mulu. Kesurupan ya" tanya Rian ketus.
"Hehehe iya kayanya"
"hissshh... Dasar" ucap Rian.
Sesampainya mereka pun duduk. Sambil di temani Live Music. seorang pria pun tampak menyanyikan lagu yang romantis di iringi alunan music akustik.
__ADS_1
Lalu mereka pun di berikan buku menu oleh waiter.
"Pilihlah menu Yang kamu suka. Aku ikut kamu aja menunya" ucap Rian
"Oh.. Baiklah" ucap Lusi sambil memilih menu.
Lalu Lusi pun memilih menu.
"Nasi goreng ajalah, Minumnya orange jus" ucap Lusi memesan menu.
"Jauh-jauh makannya nasi goreng"
"Gak apa-apa" jawab Lusi.
Lalu setelahnya, mereka pun menunggu makanan yang dipesan. Sambil ditemani lagu yang romantis.
"Aku sama kamu kalau begini serasa pacaran. Kamu belum pernah pacaran ya?" tanya Lusi.
"Kata siapa? Aku pernah pacaran. Itu Lisa adik kamu" ucap Rian.
"Oia lupa ya, hehe. Kok Lisa mau-mau nya sama kamu. Kamu kan kasar.."
Lalu Rian pun menghembuskan nafasnya, sambil membuang pandangnnya.
" Iya..iya.."
"Udahlah.. Aku mau keluar" ucap Rian.
"Mau kemana? "tanya Lusi.
"Beli rokok"
"Oh.. Oke"
Lalu Rian pun berjalan menuju keluar.
Namun sayangnya, Rian tak sengaja bertemu Zelda di depan pintu Restorant.
Tiba-tiba saja Zelda melihat Rian, Dan memanggilnya.
"Hay Rian.." panggil Zelda.
__ADS_1
Ya ampun kok bisa disini benak Rian.
Lalu Zelda pun menghampiri Rian.
"Hey" ucap Zelda lagi.
"Kamu ngapain disini?" tanya Rian pada Zelda.
" Pertanyaan yang aneh. Mau makan lah.." jawab Zelda.
Haduh.. Mampus gue kalau Zelda liat gue sama Lusi. Bisa panjang urusannya. Benak Rian.
"Gimana kalau kamu makan di tempat lain aja" ucap Rian dengan maksud agar mampu membawa Zelda pergi dari restaurant itu.
"Gak mau. Aku udah niat kesini"
"Aku teraktir ya" ucap Rian.
"Tapi ini tempat favorit aku Rian" ucap Zelda menolak.
"Tadi aku cek. Mejanya sudah di pesan semua. Aku ajak kamu ke tempat yang lebih keren gimana? " ucap Rian menggandeng Zelda.
"Yaudah tapi kamu temenin aku ya"
"Ahh siap. Kemana pun aku temenin" ucap Rian.
Lalu Zelda pun berubah haluan. Dan pergi. Rian pun meninggalkan Lusi sendiri di restaurant itu, tanpa memberitahunya. Dan Zelda pun menyuruh supirnya pulang. Karena ia naik mobil Rian.
Selama di perjalanan..
"Kok kita bisa kebetulan gitu ya ketemu" ucap Zelda.
" gak tahu bisa kebetulan gini" ucap Rian sambil menyetir.
"Nanti setelah makan malam. Aku mau kamu temenin aku nonton bioskop ya" ucap Zelda memandang Rian.
"Appaaa... Nonton!! !" ucap Rian kaget.
"Iya kenapa.. Kamu udah janji kan kemanapun kamu siap temenin aku"
"Tapi... " ucap Rian.
__ADS_1
"Hayoo tadi kan udah janji" tutur Zelda.
"Iya udah deh" ucap Rian pasrah.