
Part 55(Panggilan telepon) (sesion 2)
Lalu setelah itu Lusi pun sampai di rumah. Lusi melihat adiknya yang baru saja datang sampai dari Jakarta. Dengan senyuman Lusi menyambut adiknya itu..
"Cie.. Sebentar lagi jadi penganten.." ledek Lisa.
"Heemm... Kenapa emangnya mau nyusul" ucap Lusi sambl tersenyum.
"Entar lah aku mah. mau kerja dulu.. Baru nikah..." ucap Lisa yang sedang duduk di ruang tamu. Sambil memakan kue kering yang ada di toples.
"Iya bagus jangan kaya kakak. Yang keburu dilamar. Puas-puasin masa muda kamu Lisa. Beli lah apa yang kamu mau dengan hasil keringat kamu sendiri. Rasanya akan beda ketimbang kamu minta sama orang tua" ucap Lusi duduk disamping adiknya.
"Iya.. kak" jawab Lisa
Tiba-tiba suara hp Lusi berdering..
Lusi pun mengecek ternyata dari nomor tak dikenal. Lusi pun sedikit menjauh dari Lisa untuk mengangkat telpon.
"Hallo" ucap Lusi mengangkat telpon.
"Hallo.. Ini mas Adit. Save nomer aku ya" suara dari telpon.
"Oh iya. Aku save ya" ucap Lusi.
"Kamu lagi ngapain?"tanya mas adit di telpon.
"Baru aja sampe rumah. Gak lagi ngapa-ngapain" ucap Lusi.
__ADS_1
"Jangan lupa makan siang ya" ucap Adit di telpon.
"Iya."jawab Lusi.
Lalu Adit Pun memulai obrolan.
"Lusi.. Kamu tahu gak? "
"Tahu apa" jawab Lusi penasaran.
"Dulu kamu long distance kan sama Devan"
"Iya.. kenapa?" tanya Lusi
"kamu tahu gak. Dia itu selama ini gak pernah sayang sama kamu. Devan sering selingkuh"
"Iya mulai sekarang kamu lupain Devan. Dan buka lah hati kamu buat yang lain. Parahnya lagi, Dia juga sering main perempuan di club malem"
"Hemm.. Masa sih" ucap Lusi lagi.
"Iya.. Dia juga sering bohongin kamu selama ini"
"Waduh bahaya dong. Tapi biarin aja lah mas. Orangnya juga udah gak ada"
"Iya tapi kamu harus tahu yang sebenrnya"
"Hemmm gitu oke" ucap Lusi.
__ADS_1
Lalu Devan pun bicara panjang lebar tentang adiknya itu.
Lusi pun hanya diam saja saat Adit jelek-jelekin Devan. Lusi juga gak mau ambil pusing dengan apa yang menjadi kejelekannya Devan dimasa lalu. Karena baginya itu hanyalah masa lalu yang gak perlu diingat lagi.
Setelah mengobrol panjang lebar.. Lusi pun menutup telepon. dan sambil berfikir heran.
"Hah.. Aku gak abis pikir ama mas Adit ini. Bisa-bisanya dia jelek-jelekin orang yang udah meninggal. Adiknya sendiri lagi. Hadduuhh.." ucap Lusi.
Lalu setelah itu..
Lusi pun sering ditelpon oleh Mas Adit.. hampir setiap setengah jam sekali pasti telpon. Entah itu mengingatkan makan. Ngingetin solat. Atau sekedar telpon gak jelas menanyakan sedang apa.
Awalnya Lusi merasa biasa saja dengan telepon dari nya. namun Lama kelamaan ia sangat risih dan terganggu. Lalu Lusi pun tidak mau menjawab lagi panggilan telepon Adit yang gak penting itu.
"Haduh nih bapak-bapak gak ada kerjaan kali ya. Nelponin orang mulu daritadi. Biarin aja lah. Dia nelponin.. aku gak angkat" ucap Lusi langsung mensilent hp nya.
Oia sebelumnya Adit ini umurnya 40 tahun ya. Jadi Lusi menganggap adit ini adalah bapak-bapak. Karena perbedaan umur yang lumayan jauh dengannya.
.
.
.
.
Likeeeee.. yaa.. mohon maaf klo ceritanya jelek.. wkwkkwk.. krn aku bukan penulis kontrak jadi 500 karakter pun sudah bisa di up. hehhe
__ADS_1