Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Telepon Masuk


__ADS_3

Part 63 (Telepon masuk) (sesion2)


Setelah itu Lusi pun selalu tampak manis di hadapan Rian. Mengingat siapa tahu dengan kemanisannya semua akan berubah.. Tapi nyatanya semua sama saja. Rian masa bodo dan tidak peduli mau seberapa manis pun seorang Lusi di matanya. Bahkan ia malah membalas dengan sebuah hinaan untuk Lusi.


Pagi hari..


Tampak Rian bangun dari tidurnya.. Lusi yang berada disampingnya mencium lembut pipi Rian.


"Hallo sayang kamu udah bangun" ucap Lusi


Rian tidak menggubris sama sekali.


Abis ini ngapain lagi ya, Kalau jadi istri yang romantis itu. Aahh apa ya.. Benak Lusi kebingungan karena tidak tahu caranya menjadi istri romantis.


"Rian.. kamu jangan lama-lama ya pulang kantornya. Pasti aku bakal kangen banget sama kamu" ucap Lusi gombal.


Itu bener gak sih jadi istri romantis benak Lusi


"Aneh banget.. Obat kamu abis." ucap Rian.


"Tidak obat yang paling manjur. Selain senyuman mu itu Rian" ucap Lusi sedikit senyuman manis.


"Sejak kapan kamu menyukai senyuman ku. Bukannya wanita lebih suka harta"


"Harta itu cuma buat orang yang mencintai dunia. Kalau aku kan cintanya sama kamu"


"Mau seribu kali pun kamu mengobral mulut manis mu itu Lusi. Dimataku kamu tetap wanita gila dan murahan"


Sontak itu pun membuat hati Lusi terluka. Namun ia berusaha menahannya. Dan menerimanya dengan senyuman walau hatinya terasa sakit.


"Hati-hati sayang"


"Berisik!!!" ucap Rian dengan nada kasar.


Setelah Rian berangkat.


Lusi pun menangis.. Setelah ia menahanya sedari tadi.


Aku gak tahu harus bagaimana menghadapi kamu. Aku merasakan sakitnya menjadi bagian dari hidupmu. Namun aku berusaha untuk selalu sabar mendampingimu. Aku sudah berusaha semanis apapun untuk keharmonisan rumah tangga kita. Namun semua sama saja. benak Lusi mencurahkan isi hati sambil bercucuran air mata.


.


.


...


Esok hari...


Pagi harinya tampak Rian yang sedang gym di lantai atas. Sementara Lusi sedang membereskan rumah yang besarnya tiga kali lipat dari rumahnya. Ia hanya mengerjakan yang menurutnya penting saja. Seperti menyapu dan mengepel. Itu saja sudah mampu membuat Lusi kualahan.


Lusi pun menghampiri Rian. Untuk Menanyakan surat nikahnya.


"Aku ingin tahu.. Kapan kamu akan mengurus surat nikah kita Rian" ucap Lusi pada Rian yang sibuk dengan alat treadmilnya.


"Cerewet pergi sana ganggu ajah" ucap Rian.


Lalu Lusi pun pergi.


Galak amat sih jadi orang.. untung aja kamu suami aku. kalau bukan heeehh udah aku bikin perkedel kamu Rian benak Lusi..


Lalu setelah itu Lusi pun memakan sarapan yang sudah di order oleh Rian melalui ojol.

__ADS_1


Tak lama terdengar dering ponsel milik Lusi. Dan alangkah senangnya ternyata ibu yang menelpon. Lalu Lusi pun menjawab telpon itu. Ibu pun menanyakan kabar Lusi. Lusi pun menjawab bahwa dirinya baik-baik saja. Dan ibu pun senang saat mengetahui anaknya itu sehat wal afiat. Dan ibu pun sedikit kepo menanyakan apakah diri Lusi tengah hamil. Sepertinya Lusi ini belum memiliki tanda-tanda kehamilan. Dan setelah itu Lusi pun menutup telepon.


Tak lama Rian menghampiri Lusi.


"telepon Dari siapa" tanya Rian


"Dari Ibu.. Udah seminggu aku baru charge hp. Eh ada telepon masuk"


"Kamu pakai charger siapa?"


"gak tahu.. Nemu" ucap Lusi


"Dimana? " tanya Rian.


"Di kamar kamu"


"Itu bukan nemu. itu punya aku"


"Ia soalnya lupa bawa charger ketinggalan di Bandung. Ya pinjem gak apa-apakan"


"Jangan lama-lama" ucap Rian sinis.


"Gak paling dua tahun"


"Awas ya kalau ketahuan kamu telepon pria lain. Akan aku sita hp kamu Lusi!!!" ancam Rian.


"Iya suamiku yang ganteng"


Rian pun hanya diam.


Lalu tak lama terdengar lagi telepon masuk ternyata dari sahabatnya yang Bernama Fani. Lusi pun sedikit menjauh dari Rian.


"Hadeh kemana aja sih kak. Handphonennya gak pernah aktif" ucap Fani di telpon


"Hemm biasalah abis jual chargeran buat beli pulsa. Eh pulsa abis charger juga gak punya" ucap Lusi.


"Auah serasa hidup di jaman batu, Charger aja gak punya. aku udah kembali ke Indonesia. Sekarang aku udah bisa berjalan perlahan-lahan."


"Selamat ya.. Alhamdulillah udah sembuh" jawab Lusi senang.


"Kak Lusi tinggal dimana"tanya Fany ditelpon.


"Aku tinggal di Jakarta. Sama suami"


"Apaa...!!!! nikah kok gak cerita-cerita sih" ucap Fany kaget.


"Hemm.. Iya maaf ya"


"Kakak nikah sama siapa"


"Yaitu pria yang itu.. "


"Hemm oke paham.. Jadi juga dia. Oia kak, kak Zelda udah di Indonesia. Dia sih pengen ketemu sama kakak"


"gak bisa nih kayanya. Aku sibuk banget soalnya ngurus suami. Jadi nanti ajah ya. Kalau bener-bener ada waktu"


"Iya deh"


Lalu Lusi pun menutup telepon.


.

__ADS_1


.


.


Tiba-tiba saja ponsel milik Lusi berbunyi lagi. Namun kali ini dengan nomer baru. Yang tak dikenal.


"Hallo.. Hallo Lusi apa kabar. Kamu kemana aja.. Ini mas Adit" ucap Adit di telpon.


Haduh dia lagi.. Dia lagi... Benak Lusi kesal.


"Ya ada apa mas Adit" ucap Lusi.


"Tuh.. Kan baru deh kamu angkat telplon saya. Sengaja saya ganti nomer biar kamu angkat telpon saya"


Lusi pun menarik napas panjangnya. "Ada apa mas??"


"Gak tahu kenapa aku kangen sama kamu. Boleh gak kita jalan berdua. Kemana gitu..?"


Astaga.. Gak ada angin gak ada ujan nih orang.. Hihhss benak Lusi kesal.


"Maaf ya mas sibuk" ucap Lusi menutup telpon.


Ya ampun ajak aku jalan.. Nih bapak-bapak gak tau diri amat ya benak Lusi.


Telepon Lusi pun berdering lagi.


Dari mas Adit lagi. Dia lagi, dia lagi.. Haduh ngapain sih nelpon lagi. Benak Lusi kesal


Tanpa di duga.. Rian pun datang menghampiri dan mengambil handphone milik Lusi. Dan langsung mengangkat telepon itu.


"Hallo Lusi. Kenapa di matiin.. Padahal aku masih kangen sama kamu" ucap Adit di telpon.


Sontak ucapan Adit membuat Rian curiga.


"Kamu siapa? "tanya Rian.


"Emang ini siapa? Kok suara laki-laki" tanya Adit


"Kamu siapa katakan!!!" ucap Rian di telpon.


"Saya pacarnya" ucap Adit di telpon.


Mata Rian pun menatap Lusi dengan tajam. Langsung menbanting handphone milik Lusi.


"Kamu bohong!!! Katamu ibu kamu, tapi barusan pria yang menelpon dan dia mengakui dia adalah pacar kamu.. " ucap Rian dengan nada tinggi..


"Apaa!!!! dia bilang begitu!!" ucap Lusi kaget.


"Aku jadi curiga sama kamu.. Jangan-jangan kamu punya kekasih lain"


"Gak Rian?!?! Gak sama sekali. Kamu jangan percaya dengan ucapannya" ucap Lusi meyakinkan.


"Aku yakin perempuan murahan dan matre kaya kamu, pasti sudah banyak tidur dengan pria lain"


"Rian.. Kamu... Aku bukan cewek matre apalagi murahan"


"Hah.. Mana bisa ku percaya ini!!! Apalagi aku tinggalkan kamu di Jogja selama setahun. Aku tidak tahu, Sudah berapa banyak pria yang pernah tidur bersama mu Lusi" tuduh Rian.


Lalu Rian pun menarik Lusi dan mengurungnya di kamar.


Isshhh.. Gara-gara Adit.. Aku jadi sial. Kenapa sih Rian tega bilang begitu.. Benak Lusi.

__ADS_1


__ADS_2