Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Papa Mama


__ADS_3

Part 89 (Papa Mama) (Sesion 2)


Keesokan harinya, ini adalah hari minggu.. Tampak Lusi yang sudah bangun pagi dan mandi, lalu membantu mba Rina menyiapkan sarapan pagi.


"Aduh.. Nyonya jangan bantu saya" ucap Mba Rina.


"Gak apa-apa mba Rina" ucap Lusi.


Mba Rina ini adalah asisten rumah tangga yang tahu bahwa Lusi ini istri dari Rian. Hanya ia dilarang Renata untuk cerita kepada siapapun soal Lusi yang menjadi istri siri Rian.


Sepanjang waktu sarapan pagi, Lusi pun hanya diam seribu bahasa. Karena ia merasa kehadirannya di rumah itu, sama sekali tidak di harapkan.


Setelah beberapa selang kemudia..


Lusi pun ijin kepada Rian untuk keluar. Ingin pergi jalan-jalan mengajak Salsa anaknya pak Adit membeli boneka yang pernah ia janjikan.


"Rian.. Aku mau ijin beli boneka Barbie ya. "


"Kaya bocah aja beli boneka barbie" ucap Rian.


"Bukan buat aku, tapi buat Salsa"


"Salsa siapa? "


" Anaknya Pak Adit"


"Astaga!!! Peduli amat ama anaknya. Jangan-jangan kamu mau ketemu bapaknya" ucap Rian ketus.


"Rian tenang saja. aku janji sama salsa perginya. Gak akan sama pak Adit.. Ga apa-apa kan" pinta Lusi.


Dengan sangat berat Rian pun mengiyakan.


"Yaudah.. Tapi jangan lama-lama.. kan kita mau lanjutin yang semalem gagal"


" sabar ya, malam ini mungkin gagal lagi.." ledek Lusi.


"Hah.. Itu mah maunya kamu gagal tiap malam.. Asal kamu tahu.. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda" ucap Rian kesal.


"Berarti keberhasilan itu adalah kegagalan yang tertunda juga dong" ucap Lusi.


"Jangan ada kata gagal. Kalau ternyata berhasil itu lebih menyenangkan di banding kegagalan. Kegagalan itu hanya sebuah hal yang menyedihkan"


"Kamu benar Rian.. Seperti halnya dalam berumah tangga, mungkin akan ada kesedihan bila kita mengalami kegagalan"


Rian pun terdiam dengan ucapan Lusi yang tiba-tiba masuk ke relung hatinya.


"btw, kamu cemburu ya kalau aku jalan sama pria lain?" tanya Lusi.


"Gak sih sebenernya biasa aja.. Udahlah sana pergi, huss. Huss.. Huss.. " ucap Rian mengusir.


"ohh gitu aku diusir.. Oke bye bye.." ucap Lusi pergi.


setelah Lusi pergi, tiba-tiba saja Rian sedikit berbicara dengan hatinya.


Gagal... Apakah rumah tanggaku pun juga akan gagal dengan mu Lusi. Kalau memang iya,,, siapa yang akan bersedih dengan kegagalan ini. Kamu.. atau.. aku.. Ataukah kita.... Benak Rian.


.


.


.


Lalu Lusi pun pergi, dengan naik taksi. Lusi pun menjemput Salsa di rumahnya. Sebelumnya Lusi sudah menghubungi Adit akan datang kerumahnya untuk mengajak jalan-jalan Salsa.


"Halloo... Tante datang salsa. Kamu udah siap kan"


"Iya tante"


"Lusi.. Bagaimana kalau kamu saya anter" ucap Adit

__ADS_1


"Gak usah pak terimakasih. Saya jalan dulu ya" tolak Lusi halus.


"Yaudah hati-hati ya"


Setelah itu..


Lusi pun mengajak Salsa ke sebuah Mall.


"Tante, kita mau beli apa? " tanya Salsa.


"Mau beli boneka Barbie" ucap Lusi.


"Asyik.. Makasih tante"


"Iya sayang" jawab Lusi.


Hingga beberapa saat sampailah mereka di toko mainan.


Lusi pun melihat-lihat mainan yang begitu banyak tersedia di toko itu.


sementara Salsa pun tampak kebingungan ingin memilih yang mana..


Lusi pun tersenyum sendiri melihat mainan anak-anak kecil yang lucu-lucu.


Namun...


Tiba-tiba ..


tampak Rian yang berada di hadapan Lusi. Lusi pun tak sadar bila dirinya dari awal berangkat sudah diikuti oleh Rian.


"Eh.. Kok ada kamu disini.. " ucap Lusi kaget.


Rian pun tersenyum. "Iya aku awasin kamu. Kamu bener gak pergi sama anak kecil ini atau kamu bohongin aku"


"Terus jawabannya? "


"Bener kamu pergi sama anak kecil ini"


"Ini siapa tante?" tanya Salsa.


"Ini om Rian" jawab Lusi.


Rian pun menatap Salsa.


"Kamu mau apa? Silahkan pilih semua mainan yang kamu suka. Nanti om beliin" ucap Rian.


"Asyikk" teriak Salsa senang. "Beneran om??" tanya Salsa.


"Iya" jawab Rian.


Lalu Rian pun menggandeng tangan Salsa. Dan membantu Salsa untuk memilih mainan.


Lusi tampak tersenyum melihat Rian yang ternyata bisa manis pada anak kecil.


.


.


.


Setelah membeli banyak mainan, mereka pun mampir di sebuah Resto yang ada di Mall tersebut.


"Makasih ya om. Beliin aku banyak mainan ini" ucap Salsa.


"Percaya deh kalau yang beli tante Lusi. Pasti mainannya cuma satu.. Udah gitu pilihannya jelek lagi dan murahan juga" ucap Rian.


"Masa sih... Iya deh tahu, yang duitnya banyak" tutur Lusi kesal.


"Hehehe" tawa Rian yang bahagia melihat Lusi kesal.

__ADS_1


Tak lama makanan pun datang. Lusi pun dengan senang hati, menemani Salsa makan dan menyuapinya.


Rian pun memandang Lusi lama sambil memperhatikan sifat Lusi terlihat keibuan.


"Gini kali ya kalau rasanya kita punya anak" ucap Rian.


Lusi pun hanya tersenyum mendengar perkataan Rian.


"Eh... eh.. Aku disuapin juga dong kaya Salsa" pinta Rian.


"Uuuuhhh.. Ternyata bayi besar ini mau juga ya di suapin" jawab Lusi dengan nada manis. "Aaaa... Aaaa... " ucap Lusi menyodorkan nasi..


Rian pun siap menerima suapan itu..


Namun..


Jlepp...


malah masuk ke mulutnya Lusi.


Lusi pun tersenyum bahagia melihat Rian.


"Hey...kamu ngerjain aku ya. Awas ya aku bales"


Salsa pun tetawa juga melihat pemandangan itu..


"Bales aja gak takut" ucap Lusi..


saat itu...


Salsa pun merasa sangat bahagia. Ia merasakan lagi keutuhan keluarga setelah ditinggalkan Mamanya.


"Tante aku kangen mama, boleh gak aku panggil tante dengan sebutan mama" pinta Salsa.


Lusi pun tersenyum haru saat mendengar permintaan Salsa itu. Hatinya merasa terenyuh dengan apa yang dikatakan Salsa.


Rian pun menjawab pertanyaan Salsa.


"Boleh kok kamu panggil tante, Dengan panggilan mama" ucap Rian. "Tapi ada syaratnya"


"Syaratnya apa om?" tanya Salsa.


"syaratnya, kamu juga harus panggi om dengan sebutan papa" ucap Rian.


Salsa pun tersenyum.


"Iya om.. Eh papa.." ucap Salsa. "Jadi, aku punya papa dan mama baru. Papa Rian dan mama Lusi"


Lusi pun tersenyum .


"Makasih mama Lusi dan papa Rian"


.....


Lalu setelah itu, mereka pun bermain bersama di wahana permainan..


Saat pulang pun, tampak Rian yang menggendong Salsa sampai keluar pintu mall. Dan tampak Salsa yang tertidur di gendongan Rian.


"bagaimana berat ya?" tanya Lusi.


"Lebih berat kamu lah" jawab Rian.


"Iya itu sih tau"


"Yaudah pulangnya hati-hati ya. Udah aku siapkan taksi" ucap Rian. Lalu Rian pun membaringkan Salsa di dalam taksi yang masih tampak tertidur.


Saat Lusi ingin pulang Rian pun mengecup kening Lusi.


"Dadah mamah.. Langsung pulang ya.. Papa tungguin di rumah" ucap Rian.

__ADS_1


Lusi pun hanya tersenyum. Dan tidak menjawab karena malu saat dirinya di panggil mama oleh Rian.


*Mohon Like..


__ADS_2