Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Rejeki Tidak Boleh Ditolak


__ADS_3

Part 147 (Rejeki tidak boleh ditolak)(Sesion 2)


Sesampainya di kantor...


Lusi ada urusan ke lantai tiga untuk mengambil berkas. Tiba -tiba saja ada saja karyawan yang membicarakan Lusi.


"Saya heran sama pak Rian. Sepertinya Rian itu bodoh. Bisa-bisa nya dia mau menerima Lusi sebagai istrinya. Sudah jelas video itu menjadi bukti belum tentu anak yang Lusi kandung adalah anaknya Pak Rian kan. Padahal bisa saja itu anaknya Adit" ucap Manager pemasaran kala itu. Dia bernama Tedy, saat itu pak Tedy sedang bersama karyawan lain. Yaitu Bu Ayu bagian HRD.


Bu Ayu pun hanya tersenyum.


"Saya yakin, Pak Rian hanya dijebak oleh Lusi sehingga mau bertanggung jawab saja. Memang dasar perempuan licik. Pintar sekali dia!!! mencari cara untuk menjadi istri bos diperusahaan ini. Hanya untuk mencari jalan pintas menjadi kaya. Hanya bermodalkan kecantikan dan modal tidur di ranjang saja. Jadi deh dia istri bos"


"Bapak gak boleh gitu. Bapak jangan sok tahu. Siapa tahu itu memang bener anaknya pak Rian" ucap Bu Ayu.


Ia pun tanpa sadar Lusi di belakangnya dan mendengar itu semua. Lusi pun tampak menghela napasnya.


"Hem...siapa yang Bapak bilang tadi. Modal cantik dan modal tidur di ranjang. Emm.. maksudnya bagaimana ya.." ucap Lusi yang secara tiba-tiba dan berhasil membuat Pak Tedy kaget.


Sontak Pak Tedy langsung menoleh kebelakang dan betapa kagetnya melihat Lusi yang sudah di belakang nya.


"Ehh.. eh i..iibu ma..maksud saya gak begitu" ucap Pak Tedy.


Lusi pun tampak tersenyum.


"Bapak bahas siapa barusan?" Tanya Lusi memandang Pak Tedy.


"Bukan apa-apa Bu" ucap Pak Tedy menundukan kepalanya.


"Kayanya lagi seru banget ya pak. Lanjutin aja pak, saya juga cuma numpang lewat sini aja"


"Ada yang bisa saya bantu bu" ucapnya lagi dengan gugup. Dan mengalihkan pembicaraan.


"Tidak ada pak terimakasih" Lusi pun langsung berjalan dan pergi meninggalkan.


Bu Ayu pun tampak tersenyum melihat pak Tedy yang tampak tak berkutik malu pada Lusi.


"Kalau saya jadi Lusi sih sudah pasti saya akan mendamparat mulut Bapak. Secara disini dia kan punya kedudukan yang tinggi. Meskipun saya tahu, Lusi jabatan di bawah Bapak. Tapi, dia bukan karyawan biasa. Yang bisa seenaknya bapak rendahin" ucap Bu Ayu.


"Iya nih bagaimana ya haduh.." ucap Tedy langsung mengaruk kepalanya.


"Makanya pak jangan menggosip mulu" ucap Bu Ayu. Setelah itu tampak Bu Ayu yang meninggalkan Pak Tedy.


Lusi pun hanya bersikap santai saja pada saat kejadian itu.


*********


Meskipun semua orang tahu. Soal Lusi yang kini menjadi istri bos perusahaan. Namun tetap saja tak jarang dan masih saja ada yang mengosipkan dan merendahkan Lusi. Memang.. Rasanya itu arrrrggghhh kesal....


Tapi.. Lusi hanya ambil sikap santai dan tidak mau ambil pusing. Karena kasihan juga kalau sampai ada karyawan yang di pecat karena perkara itu.


Mengembalikan nama baik itu memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Apalagi kejadiannya tersebar video itu masih beberapa hari lalu. Jadi Seolah itu masih melekat di pikiran yang lain. Lusi tahu memang Rian sudah mengambil sikap tegas dengan memperingatkan bagi siapa saja karyawan yang membicarakan dan merendahkan Lusi. Ancamannya adalah di pecat.


Namun bukan Lusi namanya bila harus menyimpan dendam dan marah-marah kepada mereka yang sudah merendahkan.


....


beberapa saat setelah itu.


Lusi pun hanya tampak terdiam di keheningan kantor. Tiba-tiba Rian mendatangi Lusi yang sedang melamun.


"Kamu kenapa? seperti banyak pikiran" tanya Rian.


"Bukan apa-apa" jawab Lusi.


"Kamu sakit?"


"Enggak, aku hanya sedang berfikir. sebelum aku dicintai. Sebelumnya aku pun pernah di benci. Apakah suatu hari nanti kamu akan membenci ku" tutur Lusi.


"Dengan alasan apa aku membenci mu"


"Ya entah lah itu bisa saja terjadi kan.."


"Aku yang membenci diriku sendiri kalau sampai aku membenci mu" ucap Rian tampak tersenyum. "Lusi.. hidup ini memang berat, namun kamu pernah melalui semuanya kan. Sekarang kamu gak perlu khawatir. Karena semua beban mu bisa kau bagi denganku" Rian pun memeluk Lusi.


Lusi pun tampak tersenyum.


"Jam makan siang nanti aku mau keluar" ucap Lusi.


"Mau apa?"tanya Rian.


"Aku mau temuin Lisa. Tadi sih dia minta traktir makan diluar"


"Kasih saja uangnya biar dia makan sendiri"


"Tapi aku sekalian mau beli baju hamil Rian. Aku gak punya banyak persediaan baju hamil"


"Sebenarnya aku khawatir kalau kamu keluar sendiri, takut kalau kamu lahiran dijalan."


"Usia kandungan aku baru mau jalan 7bulan. Masih belum waktunya melahirkan"


"Ya takut aja sih. Maaf ya, aku gak bisa temenin kali ini. ada keperluan mendadak Mama minta ketemuan untuk ngebahas produk baru"


"Gak apa-apa Rian"


Lalu Lusi pun berangkat dengan menaiki taksi. Sebenarnya Lusi bisa saja dengan naik mobil kantor. Tapi sudah terlanjur naik taksi yaudahlah. Sama saja kan yang penting sampai di lokasi yang dituju.

__ADS_1


Lusi pun mendatangi sebuah mall yang tidak lah terlalu jauh dari kantornya. Sesampainya Lusi pun berkeliling melihat-lihat dulu. Sepertinya Lisa memang belum sampai jadi Lusi putuskan untuk membeli keperluannya. Namun seketika Lusi berhenti di sebuah toko buku. Dan langsung masuk kedalamnya.


Lusi mengingat dirinya yang akan menjadi orang tua baru. Tidak salahnya untuk mempelajari ilmu bagaimana cara mengasuh bayi baru lahir. Ia pun mencari buku disana. Dan tiba-tiba


BRAAAAKKKK..


Lusi tidak sengaja menabrak seorang wanita yang juga sedang membawa buku. Dan ternyata itu adalah Zelda.


"Lusi.." ucap Zelda sambil melihat ke arah Lusi.


"Maaf kan aku, aku tidak sengaja" ucap Lusi merapihkan buku yang jatuh.


"Tidak apa-apa aku bisa" Zelda merapihkan buku yang jatuh.


Zelda pun tampak tersenyum melihat perut Lusi yang tampak membesar.


"Maaf " ucap Lusi lagi.


"Tidak apa-apa..kamu gak apa-apakan. Perut kamu gak kenapa Napa kan?" Tanya Zelda.


"Gak apa-apa kok"


"Kok kita bisa ketemu disini ya" ucap Zelda.


Lusi pun hanya tersenyum.


Lalu Zelda pun menarik buku yang berada ditangan Lusi. "Buku kamu aku yang bayar ya"


"Jangan, aku bayar sendiri aja" ucap Lusi.


"Gak apa-apa. Anggap ini hadiah dari aku" ucap Zelda Langsung ke kasir dan membayar.


"Zelda, seharusnya itu biar aku saja yang bayar" ucap Lusi.


"Rejeki gak boleh ditolak ya"


Lusi pun tampak tersenyum.


"Lusi kita makan yuk. Sepertinya aku butuh teman juga untuk ditemani makan" ajak Zelda.


"Tapi, aku udah ada janji sama adik aku di Restorant Korea" ucap Lusi.


"Ah, bagus sekalian aja kita makan bareng"


Lalu Lusi dan Zelda pun datangi restorant Korea tempat yang sudah di janjikan Lisa. Namun tampak Lisa yang masih belum datang juga.


"Adik kamu yang mana?" tanya Zelda.


"Sepertinya ia telat datang. Anak itu memang selalu ngaret kalau buat janji" Lusi pun duduk.


"Samain aja. Bingung mau makan apa"


Lalu tampak Zelda yang memanggil pelayan. Zelda pun memesan makanan.


Setelah itu..


Sambil menunggu makanan datang tampak Zelda yang memperhatikan Lusi, Sambil melihat perutnya yang sudah tampak membesar.


"Beberapa bulan kedepan aku putuskan aku mau keluar negri saja" ucap Zelda.


"Ke luar negri?"tanya Lusi.


"Pernikahan ku batal, jadi lebih baik aku lanjutkan S2 ku saja"


Seketika hati Lusi pun merasa perih dengan ucapan Zelda.


"Zelda. Aku tak bermaksud untuk membuat kamu pergi. Aku jadi merasa bersalah. Aku minta maaf.." ucap Lusi.


"Lusi, ini semua bukan kesalahan kamu. Kalau saja aku tetap menikah dengan Rian. Aku gak bisa bayangkan kalau aku akan di cap sebagai pelakor. Aku gak mau sampai itu terjadi"


"Zelda.." ucap Lusi memandang Zelda.


"Lusi, pria di dunia ini bukan hanya Rian. Banyak pria yang jauh lebih baik, jadi aku pastikan aku takan menangis untuknya" ucap Zelda.


"Kamu memang wanita baik"


"Cuma ada satu hal yang aku ingin pertanyakan. Ada seseorang yang mengirimi video antara kamu dan Adit. Apakah itu benar kamu?" Tanya Zelda.


Seketika hati Lusi pun terasa pilu. Dengan pertanyaan yang Zelda lontarkan.


"Iya itu aku" jawab Lusi dengan nada berat dan lirih.


Zelda pun tampak menghela napasnya.


"Huuuff.. Baiklah aku toilet dulu ya" Zelda pun tampak pergi.


Aku tak pernah menyangka. Bila Lusi bisa melakukan itu dengan Adit. Padahal sudah jelas Rian lebih baik ketimbang si Adit. Si tua bangka yang tak tahu malu itu. Benak Zelda.


.....


Tak lama seusai itu.. makanan yang dipesan pun datang. Lusi pun tampak takjub dengan makanan yang Zelda pesan begitu banyak. Padahal ia hanya makan berdua. Dan Lisa pun juga belum datang.


Tiba-tiba sesosok pria menghampiri dan duduk dihadapan Lusi.


Dan sialnya dia adalah Adit. Entah dari kapan Adit bisa ada disini. Entah ia mengikuti atau tak sengaja bertemu.

__ADS_1


"mas Adit" ucap Lusi kaget.


Adit pun tampak tersenyum.


"Mau ngapain kamu" ucap Lusi takut.


Lusi pun langsung berdiri dan beranjak pergi. Tiba-tiba Adit langsung menggenggam tangan Lusi dengan kuat.


"Lepaskan saya" ucap Lusi berusaha untuk melepaskan tangan Adit yang dengan kuat membuat Lusi sulit untuk menarik tangan nya kembali.


Adit pun tampak tersenyum. Dan semakin menggenggam tangan Lusi dengan kuat.


"Mas Adit tolong lepaskan tangan saya" ucap Lusi merintih kesakitan.


Adit pun tampak meremas tangan Lusi dengan kuat. Dan membuat Lusi kesakitan.


Tiba-tiba Zelda pun tampak kaget melihat Adit Yang datang dan memegang tangan Lusi. Sementara Lusi terlihat begitu tak nyaman dengan perlakuan Adit.


"Lepaskan dia" Ucap Zelda.


Adit pun menoleh ke arah Zelda. Dan begitu kaget melihat Zelda. Ia pun tak menyangka jika Zelda yang datang.


"Pergi sana!!!!, ini tidak ada urusannya dengan mu" ucap Adit yang masih saja memegang tangan Lusi.


"Tentu saja ini jadi urusan dengan saya. Lepaskan dia Adit. Atau saya akan memanggil security untuk mengusir kamu" ucap Zelda.


"Brengsk!!!!... Asal kamu tahu. Wanita inilah yang sudah membuat hubungan mu dengan Rian hancur"


"Saya tidak peduli. Yang saya peduli, saya tidak suka bila ada seorang pria yang berbuat kasar dengan wanita. Apalagi wanita ini sedang hamil" tegas Zelda.


"Sial, sejak kapan kau peduli dengannya" ucap Adit kesal.


"Lebih baik kamu pergi. Karena saya tidak main-main, sebelum saya teriakin kamu maling" ucap Zelda sambil memukul Adit dengan tasnya.


"Brngsk.." ucap Adit.


"Oh baik kalau gitu saya teriakin maling ya"ucap Zelda lagi.


"Sialan kamu Zelda." Adit pun tampak kesal. "Lusi urusan kita belum selesai" ancam Adit dan langsung pergi meninggalkan tempat itu


Lalu Zelda pun tampak mendekati Lusi yang sedang memegang tangannya kesakitan.


"Kamu gak apa-apa.." tanya Zelda.


"Gak apa-apa. Terimakasih Zelda"


"Hah... Gila juga dia, gak punya otak. Masa beraninya sama perempuan.. " ucap Zelda kesal Dan langsung duduk.


Lusi pun terdiam dan juga langsung duduk juga. Lusi pun tampak masih shock dengan kedatangan Adit yang tiba-tiba.


"Sejak kapan kamu punya masalah dengan dia" tanya Zelda.


Lusi pun tampak menghela napasnya.. "ya semenjak itu"


"Lalu bagaimana ceritanya, kamu kok bisa tidur dengan dia" ucap Zelda. "Maaf kalau mungkin pertanyaan ku sedikit menyinggung"


Lusi pun tampak menarik napasnya lagi dengan berat.


"Aku tidak tahu kejadian itu secara jelas. Namun yang aku tahu, aku sudah dijebak olehnya" jawab Lusi.


"Jebak.." ucap Zelda kaget


"Aku tak ingat semuanya. Dan semuanya terjadi begitu saja"


Tiba tiba saja.. Lisa datang dan melihat Zelda dan Lusi


"Kak Lusi" teriak Lisa dari kejauhan.


Tak lama Lisa pun datang. dan membuyarkan obrolan Lusi dan Zelda yang tampak serius. sebenarnya Zelda penasaran dengan kasus yang dialami Lusi. Namun Zelda tidak enak bila harus mengorek terlalu dalam. Mengingat Lusi dan Zelda bukan lah teman akrab. Dan tidak pernah mengobrol sebelumnya. Apalagi kehadiran Lisa yang semakin membuat Zelda tak enak membicarakan hal tersebut. Lalu Zelda pun memutuskan pulang saat Lisa datang.


"Hay.. kak" ucap Lisa menghampiri.


"Oia adik mu sudah datang. Aku duluan ya" ucap Zelda beranjak pergi. "Sekarang sudah ada adik kamu"


"Kenapa kamu pergi Zel. Makanannya baru saja datang" ucap Lusi.


"Aku ada keperluan. Makanan punya ku kau makan saja. Aku yang akan membayar semua. Aku harus kembali"


Zelda pun tampak pergi tanpa menyentuh sedikit makanan yang sudah ia pesan.


Sepertinya Zelda dan Fany ini sama saja. Sama sama Sering meninggalkan makanan tanpa memakannya.


"Zelda terimakasih" ucap Lusi.


"Sama-sama"


Lalu Zelda pun pergi...


***********


Like like like like...


kalau kebanyakan dalam sebuah cerita itu. orang ketiganya jahat. tapi ini agak sedikit berbeda ya... karena ini memang keinginan saya seperti ini.


kalau ada yang ngeluh cerita ini jelek. maaf aja ya . mgkn saya gak bisa kasih yg terbaik.. tapi ya begitu dah..

__ADS_1


__ADS_2