Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Kontrol Kandungan


__ADS_3

part 126 (kontrol kandungan)(sesion 2)


Hari berlalu silih berganti. Lusi tak menyangka bila dirinya akan hidup dalam keadaan hamil tanpa suami yang menemani.


Rian akhir-akhir ini sering sekali ke luar kota. Entah untuk bisnisnya atau sekedar liburan.


Hah.. liburan sungguh menyakitkan hati.


Pastilah sakit, saat Lusi tahu Rian sedang happy-happy keluar kota bersama Zelda.


Sementara Lusi apa?!, harus berjuang untuk kehidupannya. Selama di kantor, Lusi dan Rian pun seolah tak saling kenal dan seolah tak punya ikatan sama sekali. Mereka berjalan masing-masing dan menjalani kehidupan masing-masing.


Rian diam dan hanya diam. Dia seolah lupa dan tak peduli bahwa Lusi ini adalah istrinya. Lusi di diamkan seorang diri dan menjalani hidupnya sendiri. Sakit.. emang sakit. entah bagaimana lagi rasa sakit itu diungkapkan. Semuanya terasa sakit dan begitu menyesakan dadanya.


Lusi hanya fokus kerja dan kerja. Ia sadar ia butuh uang karena ia memang harus menghidupi dirinya. Soal bicara cinta, sepertinya Lusi tidak bisa menjatuhkan hati pada siapapun. Yang ia fokuskan saat ini hanya anak yang dalam kandungannya.


Dan soal Adit. Lusi sudah tak mau tahu lagi dengannya. Lusi sudah sangat membenci Adit. Dan tidak mau bila harus bertemunya. Di tambah Adit pun sibuk dengan tugas kantornya. Sehingga bersyukur jadi jarang bertemu dengan Lusi.


Saat di kantor tampak Lusi yang terdiam sambil melamun memandang sesuatu dengan tatapan kosong.


Tiba-tiba Mba Sinta datang.


"Lusi.. Lusi.." panggil Mba Sinta. Duduk di samping Lusi.


Lusi pun hanya diam melamun sambil memegang perutnya.


"Lusi. Kamu kok diem aja awas kesambet" ucap Mba Sinta menepuk pundak Lusi.


Lusi pun langsung tersadar dari lamunannya.


"mba" ucap Lusi sambil tersenyum.


"Kamu kenapa sih melamun terus. Mba perhatiin kamu berubah akhir-akhir ini. Udah saatnya Lusi" ucap Mba Sinta..


"Saatnya untuk apa?" Tanya Lusi heran.


"Untuk memiliki pacar, kamu kok betah banget jomblo" ucap Mba Sinta.

__ADS_1


Lusi pun menghela napasnya.


Lusi pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa, apa kamu punya masalah" tanya mba Sinta.


Lusi pun tersenyum hambar.


"Saya sadar diri siapa yang mau sama saya mba. Lagi pula untuk apa punya pacar. Kalau pada akhirnya, cinta itu cuma bikin saya sakit hati" ucap Lusi.


"Kamu trauma?" Tanya mba Sinta.


"Saya tidak trauma, hanya saja saya lelah disakitin mba. Lebih baik saya sendiri dulu" jawab Lusi.


"Saya gak nyangka wanita secantik kamu bisa disakitin juga"


"Bisa kok mba. Bisa banget malah. Kalau ternyata kita bertemu dengan orang yang salah. Jangankan cinta, bahagia aja susah mba" ucap Lusi.


Mba Santi pun mengelus pundak Lusi.


"Kamu harus yakin, bahwa semua akan indah pada waktunya" ucap Mba Sinta menguatkan. Walau ia tidak tahu jelas masalah apa yang menimpa Lusi.


Lalu tak lama jam pulang kerja pun tiba. Sekitar jam 17.00 Lusi pulang. Kali ini Lusi ingin kontrol kandungannya ke Bidan. Kenapa Lusi lebih memilih Bidan, karena Lusi ingin cari yang lebih murah saja.


Saat di jalan Lusi tak sengaja, bertemu Rian dan Zelda. Saat itu Lusi yang sedang naik taksi melihat Rian yang sedang berdua naik mobil. Dan membuka kaca mobilnya saat dilampu merah. Lusi pun hanya memandangnya dari kejauahan. Mereka tampak serasi Rian terlihat tampan dan Zelda pun terlihat cantik. Semua orang pun akan menganggap mereka adalah pasangan sempurna. Tanpa ada yang tahu bahwa ada seorang wanita di belakang yang tersakiti. Namun tetap berusaha tegar dan baik-baik saja.


Saat di Bidan, Lusi pun melihat seorang wanita hamil yang di temanin ke bidan di oleh suaminya. Dengan penuh perhatian dan sigap suaminya menggandeng istrinya dan mengelus perut sang istri.


Seketika hati Lusi pun terasa perih. Mengingat bagaimana Rian tidak pernah memperlakukan Lusi seperti itu.


Lusi pun hanya bisa menangis dalam hati.


Aku tak pernah menyangka bahwa sendiri saat hamil akan menjadi sesakit ini. benak Lusi.


Tak lama Lusi pun dipanggil, dengan style masih pakaian kerja. Tampak bidan yang sedikit heran dengan penampilan Lusi yang seperti bukan ingin mengontrol kandungannya.


"Kenapa Mba ada yang bisa bantu?" Tanya Bu bidan.

__ADS_1


"Mau kontrol kandungan" jawab Lusi.


"Oh baik silahkan duduk"


Lusi pun duduk.


Lalu tampak bidan yang memeriksa dan mengecek tensi darah. Lalu Lusi pun di persilahkan berbaring dan memeriksa detak jantung pada bayi yang di kandung Lusi. Lusi pun tampak terharu mendengar detak jantung bayi yang dikandungnya..


Setelah itu.. Lusi pun duduk kembali.


"Semua hasilnya bagus" ucap Bu bidan.


"Iya, Alhamdulillah"


"Diminum vitaminnya, istirahat yang cukup dan jangan stres" ucap Bu bidan memandang Lusi


"Stres sama sedih sama gak Bu bidan. Kalau stress sih kadang-kadang. Tapi kalau sedih sering" ucap Lusi.


"Jangan sedih nanti baby nya ikut sedih" jawab Bu bidan.


" habis bagaimana ya, kalau sedih saya gak bisa di tahan. Bawaannya mau nangis mulu"


"Ngidamnya kok nangis"


"Bukan ngidam tapi emang udah sedih sebelum hamil"


"Ohhh.." ucap Bu bidan Nita menghela napas panjangnya "Ya udah mulai sekarang jangan sedih. Kan udah mau punya baby"


"Iya Bu saya usahakan saya gak sedih lagi"


"Nah gitu dong, di jaga kandungannya ya"


"Ya Bu bidan"


Lusi pun mengelus perutnya dengan lembut.


***************************

__ADS_1


Like like like like like like like like..


__ADS_2