Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Jujur itu menyakitkan


__ADS_3

Part 77 (Jujur itu menyakitkan) (Sesion 2)


Setelah makan malam bersama.. Lusi dan Rian pun kembali ke rumah. Suasana mungkin sudah tidak menegang lagi diantara keduanya. Mengingat Lusi sudah memafkan Rian.


Lalu tampak Rian yang membukakan pintu mobil. Dan itu baru pertama kalinya Lusi di perlakukan istimewa oleh Rian.


Mereka pun masuk ke dalam rumah.


Lalu tampak ibu yang sedikit terkejut melihat keduanya.


"Sepertinya kalian sudah akur" ucap Ibu.


Rian pun tersenyum.


Ibu pun tersenyum.


"Saya tahu sekali anak saya ini. Semarah-marahnya. Dua atau tiga hari juga udah selesai. Tinggal di kasih aja balon ama coklat udah hilang marahnya"


"Ibu ini apaan sih emang aku anak kecil" ucap Lusi.


Lalu Rian pun tersenyum.


Setelah itu..


Karena Lusi sudah memaafkan Rian. Lusi pun memperbolehkan Rian untuk tidur di kamarnya.


"Hah.. Karena aku udah diberi kesempatan dan di maafkan. Aku mau tidur di kasur kamu aja" ucap Rian merebahkan diri di kamar Lusi.


Saat itu terlihat Lusi yang sedang merapihkan kamarnya.


"Eh.. Eh.. Main tidur aja. Mau dirapihin dulu tau. Kan ini belom di rapihin masih berantakan" ucap Lusi.


"Gak usah di rapihin lah. Nanti juga berantakan lagi kita tidurin. kan kita mau melakukan lagi malam ini" ucap Rian memandang Lusi sambil tesenyum.

__ADS_1


Lusi pun tersenyum. "Maaf maaf ya... Saya sedang halangan"


"Mau halangan satu tahun juga aku siap menunggu kamu Lusi. Asal kamu gak pergi lagi"


"Sembarangan aja kalau ngomong. Kemarin sehari aja kaya kebakaran jenggot. Marahnya kaya apa tau" ucap Lusi sembari merapikan sprei.


"Emm itu kan dulu.. Tapi sekarang kan enggak" ucap Rian memeluk Lusi dari belakang. "Selama ini aku gak pernah pacaran sama kamu. Hubungan kita cuma gitu-gitu aja kan. Boleh dong sekarang kita pacaran" ucap Rian sambil tersenyum.


"Ya kita liat nanti ya.. Kalau sekarang rasanya aku malah jadi canggung kalau kamu kaya gini" ucap Lusi.


Lalu Rian pun membalikan badan Lusi dan mencium bibir Lusi. Lusi pun tiba-tiba mematung.


"Maafkan aku karena selama ini aku mencium kamu hanya dengan nafsu Lusi. Namun kali ini aku mencium kamu benar tulus dari hati. Mudah-mudahan kamu merasakannya" ucap Rian sambil memandang Lusi.


Lusi pun hanya diam.


"Kamu tahu Lusi. Dulu aku menodai kamu. Aku berfikir kalau dengan cara itulah kamu gak akan bisa lepas dari tangan aku. Kamu bakal ngejar-ngejar aku buat minta di nikahin.. Tapi ternyata aku salah. Kamu pergi entah kemana, berbulan-bulan aku tak tahu kabar kamu. Saat aku tahu kamu sudah gila " ucap Rian.


"Maafkan atas kesalahan aku saat itu Lusi. Jujur... Aku tidak ada perasaan bersalah sedikit pun. Aku malah melakukan lagi. Karena aku berfikir.. berulang kali pun aku mengulangi perbuatan ku.. kamu gak akan lapor polisi. Karena kamu cuma diam dan diam. Jadi aku ambil kesempatan itu" ucap Rian.


Lusi pun menjatuhkan air matanya. Dadanya terasa sesak saat Rian menungkapkan kejujurannya.


"Bahkan saat itu aku berfikir.. Aku ingin melakukan terus menerus" ucap Rian lagi.


Lusi pun menangis terisak.


"Ka..kamu jahat Rian. Kamu jahat" ucap Lusi menangis.


Rian pun memeluk Lusi erat. Saat itu Lusi memang masih dalam pelukan Rian.


"Maafkan aku Lusi. Aku akan menebus kesalahan aku. Rasa sakit hati kamu sama aku. Aku akan mengubahnnya jadi cinta. Aku sadar saat itu aku salah. Dan aku jujur semua atas kesalahan aku" ucap Rian.


"Asal kamu tahu Rian aku sebenarnya tidak ingat, kamu melakukan apa dan berapa kali kamu melakukannya. Namun saat kamu bilang seperti itu. Sekarang aku tahu semua yang sudah kamu lakukan. Kamu tega Rian" ucap Lusi menangis tesedu.

__ADS_1


"Tapi aku sudah berusaha jujur Lusi" ucap Rian. "Tolong hargai aku"


"Kejujuran kamu sungguh sangat menyakitkan" ucap Lusi menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku jujur karena aku fikir dengan aku jujur aku bisa menebus dosa aku selama ini sama kamu. Tapi ternyata aku salah. Aku cuma menambah rasa sakit hati kamu. Ucap Rian. "Sayang.. itu hanyalah masa lalu kita. Aku janji aku akan menyayangi kamu seutuhnya. Aku mohon kamu jangan sedih lagi"


"Hatiku sakit.. Saat aku mendengar semua penyataan kamu"


Rian pun mencium kening Lusi.


"Aku janji aku akan mencintai kamu Lusi. Kamu istri aku Lusi" ucap Rian menghapus air mata Lusi.


Lusi pun menarik napasnya dan berusaha untuk menenangkan hatinya.


"Aku hargai kejujuran kamu Rian" ucap Lusi. "Aku hanya merasa kasihan terhadap diriku sendiri. Aku tidak menyangka.. titik terendah dalam hidupku, ternyata aku masih di rendahkan" ucap Lusi menghapus air matanya."Bagaimana cara aku mencintai kamu Rian.. Semakin aku tahu tentang kamu sebenernya, semakin aku sedih.."


Rian pun hanya diam.


"Aku hargai setiap kejujuran kamu" ucap Lusi menghela napasnya panjangnya. "Aku akan berusaha mencintai kamu. Walau dalam keadaan hati yang penuh luka"


"Terimakasih.. Aku akan mengobati luka hatimu"


..


....


....


Like yoo..


Maren gak up soalnya aku sakit. Dan ada masalah kehidupanlah.. Dan sibuk juga sih.. Hehhe..


Jangan lupa like yaaa.

__ADS_1


__ADS_2