Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Perkara Mobil


__ADS_3

Lanjutin dulu soalnya sudah terlanjur mendongeng.. meskipun tidak sebagus yang lain.. sebisanya ajah ya. Wkwkkwwk ah sampai mana gue lupa..


Part 148(Perkara Mobil)(Sesion 2)


Setelah kejadian insiden tarik menarik tangan bak seperti lomba tarik tambang. Zelda pun langsung menelpon Rian untuk menjemput Lusi di mall. Karena khawatir Adit masih ngikutin Lusi dan berniat jahat padanya.


Tidak sampai 15 menit. Rian pun tampak hadir dengan wajah sangarnya. Ia sangat marah pada Adit saat Zelda menceritakan bahwa Lusi bertemu Adit di mall. Apalagi saat Zelda cerita bahwa Adit menyentuh tangan Lusi dengan kasar.


"Mana pria sialan itu" ucap Rian dengan tatapan sinis.


Lusi pun tampak kaget dan memandang Rian.


"Kamu kok bisa disini" ucap Lusi.


"Zelda yang menelpon ku untuk menjemput mu" Rian pun memandang Lusi "Lusi bukannya sudah aku bilang kamu jangan pergi sendiri. Kamu lihat kan Adit masih saja mengganggu kamu"


Lusi pun tampak terdiam.


"Maaf kak Rian sebenarnya itu salah aku yang datang terlambat" ucap Lisa.


"Yasudah kalau gitu kalian segera selesaikan makannya. Jangan kaya penganten makannya lelet banget" keluh Rian.


"Iya.. iya ." ucap Lisa.


Setelah selesai makan. Lalu Lusi pun kembali ke kantor bersama Rian.


Lalu tak lama telepon Lusi pun berbunyi. Dan ternyata dari ibu.


"Asalamulaikum" ucap Lusi di telpon.


"Walaikumsalam" jawab Ibu.


"ibu dengar dari Lisa kamu udah kembali sama suami kamu. Syukur Alhamdulillah" ucap Ibu.


"Iya bu"


"Sebentar lagi kan usia kandungan kamu tujuh bulan. ngadain acara tujuh bulanan mau di Jakarta apa di Bandung"


"Mm ntar aku tanya Rian deh. Dia maunya dimana"


"Yaudah yang penting kamu sehat ya"


"Iya Ibu doain biar sehat"


"Ya nak"


Ditutup.


Setelah obrolan singkat selesai Lusi pun menutup teleponnya. Sepertinya Lusi ini bukan tipikal orang yang suka banyak omong di telpon.


"Siapa tadi telpon" tanya Rian.


"Ibu aku" jawab Lusi.


"Kenapa?"


"Nanyain mau ngadain acara tujuh bulanan atau gak. Aku lupa. Ibu malah yang ingetin aku. Terus menurut kamu bagaimana, Jakarta atau Bandung acaranya"


"Itu sih terserah kamu"


"Dibandung aja kali ya..udah kangen banget pengen kesana"


"Yaudah disana aja"


"Iya"


Keesokan harinya, Lusi pun tampak berangkat ke kantor dengan naik mobil milik Renata. Karena Rian sedang keluar kota untuk dua hari ke depan. Lusi pun senang sekaligus deg deg an membawa mobil milik Renata yang sangat mewah itu.


"Ma, mama bilang mobilnya matic. Tapi sepertinya ini bukan mobil matic" ucap Lusi yang memandang mobil Renata secara seksama.


"Mama lupa ini matic apa bukan ya. Selama ini mama gak pernah pakai" ucap Renata sambil memandang mobilnya yang mulus dan kinclong.


"Terus kok mama membelinya" ucap Lusi heran.


"Ya kan sudah mama bilang karena platnya RNT"


Lusi pun tersenyum.


"Ini mobil kesayangan bukan ma. Karena Lusi takut mobil ini bisa masuk bengkel kalau Lusi yang bawa" ucap Lusi.


"Biasa aja sih gak kesayangan juga, emang kenapa?"


"Soalnya Lusi kalau bawa mobil suka khilaf. Suka kebawa suasana alias gak sengaja kebut-kebutan ma"

__ADS_1


"Ngebut kok gak sengaja"


"Kalau dijalan suka banyak yang nantangin ma. Yaudah aku mainin gas aja. Ngeri juga kalau sampai lecet" ucap Lusi mengelus elus mobil Renata.


"Tinggal bawa ke bengkel aja kan beres. Yang penting kamunya jangan sampai lecet gara gara bawa mobil. Sudah bawa ajah sana, kasihan dia gak pernah jalan-jalan. Itung-itung kamu panasin"


"Mobil mahal sih kayanya tahan banting ma"


"Mudah-mudahan sih. Oia didalam ada kaset CD lawas tembang kenangan. Kalau kamu gak suka kamu pindahin aja ketempat lain"


"Aku suka semua genre lagu kok ma. Jadi tenang aja kaset CD mama gak akan nganggur di dalam mobil. Syukur syukur aku bisa langsung hapal biar nanti kita karokean bareng" ucap Lusi.


"Kamu tahu aja mama suka karaokean"


Lusi pun hanya tersenyum.


Gak tahu tahuan nih mama kalau aku itu pemenang lomba karoekan tingkat kelurahan. Hehehe.. benak Lusi.


"Yaudah Lusi berangkat dulu ya ma" ucap Lusi Salim dengan Renata.


Lalu Lusi pun masuk kedalam mobil itu. Dan bersiap untuk berangkat.


Saat di dalam mobil Lusi pun tampak takjub. Karena mobil mahal itu memang beda pas didudukin rasanya empuk banget joknya. Dan joknya pun terasa nyaman sekali, pasti membuat kita nyaman juga saat mengendarainya. Apalagi semuanya didalam serba digitital.


Ditambah lagi didalam mobil ada kacamata hitam yang terlihat mewah Cus Lusi langsung memakainya. Lusi pun langsung bercermin di kaca spion melihat dirinya begitu keren.


Ish ini sih beneran seperti orang kaya. Aduh jadi sultan beneran, walaupun mobil punya mertua. Benak Lusi. Lusi pun tampak tertawa melihat dirinya di kaca spion yang kebanyakan gaya.


Aduh karena ini agak panas kita tutup aja ya atap mobilnya. Takut diberakin burung pas lagi nyetir. benak Lusi.


Kebetulan mobil mewah yang Lusi bawa ini, atapnya bisa di buka tutup ya.


Dan..


Lusi pun mengambil satu buah kaset CD lagu tembang kenangan. Dan sepertinya lagunya memang sudah ada sekitar tahun 1980an. Mungkin untuk Lusi lagu ini sudah ada sebelum dirinya lahir. Dan tap tap tap.. set diputar lah. Terlihat Lusi yang mendengarkan sambil menyetir. Lusi pun membawa mobil secara perlahan. Karena tidak ingin mobil mewah pinjaman ini lecet apalagi menabrak.


Lusi sebenarnya memang menyukai banyak jenis lagu. Karena menurutnya disetiap lagu yang kita dengar itu seperti halnya kita mendengar cerita atau curhatan seseorang. Jadi mendengarkan lagu Itu disamping untuk hiburan juga untuk memaknai isi lagu itu sendiri.


....


Selama perjalanan...


Karena Lusi sangat berhati hati dalam membawa mobil itu. Tampak banyak mobil lain yang di belakang, berkali kali klaksonin karena dianggap Lusi terlalu lelet membawa mobil.


Tin.. tin... Tin... Suara klakson mobil yang tidak sabaran itu.


Tin..tin..tin.. tampak mobil yang di belakang yang sedikit marah karena Lusi yang terlalu lambat membawanya. Dan mobil itu tampak kesal dan membuka kaca mobilnya.


"Woy.. lama amat bawa mobilnya" ucap Seseorang marah marah dan mendahului mobil yang Lusi kendarai.


"Maaf ya.." ucap Lusi yang juga membuka kaca mobilnya.


Dan saat Lusi membuka kaca mobilnya orang itu bukannya melanjutkan kemarahannya justru malah tersenyum. Yang ternyata membawa mobilnya lambat itu adalah wanita cantik. Dan sontak si pria yang marah tadi langsung mengedpkan matanya sebelah sebagai kode bahwa ia menggodanya.


"Maaf ya mobil boleh minjem bawanya harus hati-hati" ucap Lusi dalam mobil.


"Oke gak apa-apa cantik" ucapnya.


Aihh tadi marah, sekarang bilang cantik. Benak Lusi.


.....


Tak lama Lusi pun sampai di kantor. Dan memarkiran mobil itu dengan perlahan. Dan tiba.


Braaaaakkkkkkkk.....


Mobil Renata tampak tertabrak depannya dengan mobil yang akan parkir di depan.


Lusi pun tampak menarik napasnya panjang nya. Huh.. Bagaimana tidak, sudah hati-hati tetap saja mobil itu tertabrak.


Dan sialnya yang menabrak kali ini adalah Mela.


Mela pun tampak turun dari mobil dan betapa kagetnya saat yang dia lihat itu adalah plat RNT milik Renata.


"Mati gue, mobil bos yang gue tabrak" ucap Mela panik.


Lusi pun turun dari mobil itu. Dan tampak Mela yang kaget melihat Lusi yang turun.


"Lusi.." ucap Mela.


Lusi pun tampak menghela napasnya dan melihat ke arah depan mobilnya yang agak sedikit penyok itu. dan terlihat juga belakang mobil Mela yang penyok juga.


"Sumpah aku gak sengaja. Tadi aku buru-buru karena datang telat" Mela merasa bersalah

__ADS_1


Lusi pun hanya diam sambil memandang Mela. Lusi bingung harus bagaimana pada Mela. satu sisi Lusi kesal pada Mela yang gak hati-hati. satu sisi Lusi kasihan pada Mela.


"yaudahlah biarin aja" ucap Lusi datar.


Dan Mela sangat merasa tidak enak. Apalagi mobil yang Lusi bawa ini mobil mahal.


Namun tiba-tiba...


Tampak Renata yang baru saja datang juga dan melihat Lusi diparkiran dan langsung menghampiri Lusi yang terlihat berhadapan dengan seorang wanita.


Lusi pun kaget melihat Renata yang tiba tiba datang.


"Mama kok bisa ada disini" ucap Lusi heran sekaligus kaget.


"Iya mama ada perlu karena ada meeting mendadak sedangkan Rian tidak bisa hadir" ucap Renata. Dan tampak Renata mulai sadar kalau mobilnya lecet. "Aduh ini kenapa bisa penyok begini sih" ucap Renata kaget.


Lusi pun menatap Mela yang terlihat ketakutan itu.


bukannya Lusi menjatuhkan Mela di waktu yang tepat ini. justru sebaliknya Lusi menutupi kesalahan Mela.


"Mm.. maaf ma. Tadi aku gak sengaja menabrak mobilnya Mela" ucap Lusi yang menutupi kesalahan Mela.


"Kamu kenapa bisa menabrak sih" ucap Renata yang marah seperti orang tua pada umumnya.


Mela pun juga tak mau bila Lusi yang kena marah.


"Gak kok Bu. Itu salah saya yang gak bener menyetirnya" ucap Mela.


"Oh bukan salah Mela. Tapi aku ma yang salah. aku ga fokus jadi menabrak mobil Mela" sahut Lusi.


Renata pun tampak memijat keningnya. dan ia pun melihat mobil Mela yang juga lecet.


"Lusi kamu ini ya" ucap Renata kesal.


Lusi pun hanya terima saja saat diomelin oleh Renata dengan tatapan sinisnya. entah marah sungguhan atau bukan Renata tetap terlihat menakutkan. tapi Lusi berusaha berani karena Lusi tahu, Renata sudah bukan lah Renata yang dulu. ia sudah baik pada dirinya.


Dan tampak Renata yang justru meminta maaf kepada Mela atas kelakuan Lusi.


"Yaudah maafkan atas kesalahan Lusi ya. Dia ini memang ceroboh dalam membawa mobil. Nanti saya yang akan memberikannya peringatan kepada dia. dan saya yang akan mengganti kerugian kerusakan mobil kamu" ucap Renata kepada Mela.


"Ah tidak usah Bu.." ucap Mela.


"Gak apa-apa nanti saya suruh asisten saya untuk mengurus mobil kamu" ucap Renata pada Mela.


"Lusi setelah ini kamu ke ruangan saya ya" ucap Renata kesal langsung pergi dengan langkah kaki yang cepat.


Mela pun tampak tak enak pada Lusi, yang sudah menutupi kesalahannya.


"Lusi, kamu gak salah tapi aku" ucap Mela.


"Sudahlah, gak usah beri penjelasan apapun. Gak usah kamu pikirin ya"


"Lusi tapi bu Renata jadi marah sama kamu" ucap Lusi.


"Gak kok Mel. Saya yakin Bu Renata gak marah" ucap Lusi. Lalu Lusi pun tampak melangkah kan kakinya untuk pergi.


Tiba-tiba...


"Lusi..." Panggil Mela.


Lusi pun menoleh.


"Lusi.. tunggu sebentar.. aku.. Aku mau minta maaf atas semua kesalahan aku sama kamu selama ini" ucap Mela.


Lusi pun tampak tersenyum.


"Mel, semua kesalahan kamu. Aku sudah maafin. Akupun minta maaf kalau selama ini aku banyak salah sama kamu" ucap Lusi.


"Gak Lusi. Selama ini akulah yang banyak salah sama kamu. Aku minta maaf" ucap Mela dan langsung memeluk Lusi.


Lusi pun tampak tersenyum.


"Aku sadar selama ini aku lah yang banyak melakukan kesalahan sama kamu", ucap Mela.


"Mel.. setiap manusia itu pasti pernah melakukan kesalahan entah ia sadari atau tidak. tapi aku bahagia disaat kamu mau berdamai sama aku. dan itu aja udah cukup buat aku" ucap Lusi.


Mela pun tampak tersenyum.


"Mulai sekarang kita teman ya" ucap Mela menjabat tangan Lusi.


"oke.."


*********

__ADS_1


Oke...


Akhirnya Mela dan Lusi pun kini menjadi teman dan akur ya....


__ADS_2