Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Blokir Hati Tanpa Kunci


__ADS_3

Part 30 (Blokir Hati tanpa kunci) (sesion 2)


Keesokan harinya.


Terlihat Lusi sedang sarapan pagi bersama keluarga. Namun wajah Lusi masih terlihat murung dan sedih. Sedangkan Lisa masih sama. Terlihat santai dan seolah tak terjadi apa-apa. Sedangkan Ibu berusaha berkali kali menghibur Lusi agar tidak sedih lagi. Kalau Ayah diam saja sambil memperhatikan kedua putrinya.


"Lusi.. sudah lama kita gak jalan-jalan ke Mall. Gimana kalau siang ini kita jalan-jalan ke Mall" ucap Ibu sambil menyiapkan sarapan


"Apanya yang jarang, baru kemarin Ibu ke mall" celetuk Lisa.


"Yaudah kalau gitu kita berenang aja yuk, Lusi! " ucap Ibu.


"Gaya banget. Kaya bisa berenang aja" ucap Lisa.


"Yaudah sekarang terserah Lisa deh mau jalan-jalan kemana. Yang ditanya Lusi yang jawab Lisa. Ibu jadi bingung kalian tukeran nama ya"


Lisa pun hanya tertawa mendengar Ibunya kesal.


Tiba-tiba terdengar suara bel. Ada tamu yang datang. Lalu Lusi pun berinsiatif untuk membukakan pintunya.


Lalu Lusi pun membukan pintu. Saat ia membuka pintu. Ia kaget sekali saat yang datang adalah Rian. Lalu Lusi pun sedikit terpaku melihatnya. Ia hanya diam seribu bahasa. Ia memandangnya sambil melamun.


Lalu Rian pun membuyarkan pandang Lusi. Dengan melambaikan tangan ke wajahnya.


"Hallo.. Kamu melamun" ucap Rian. "Saya tamu gak disuruh masuk"


"I..iya masuk" ucap Lusi.


Lusi pun mempersilahkan Rian masuk. Ia sangat merasa canggung dengan Rian. Karena baru kali ini ia bertemu lagi dengannya secara langsung. Mengingat pertemuan ia terakhir saat masih dalam keadaan gangguan jiwa.


"Ada siapa?" tanya Ibu


"Ini Rian" ucap Lusi.


Lalu orang rumah pun kaget saat melihat kedatangan Rian.


Ayah pun menatap tajam Rian. Dan ini adalah pertemuan pertama Ayah dengan Rian. Lalu tiba-tiba Ayah pun menarik kerah baju Rian, dan langsung memukul wajahnya. Ibu pun memegangi tangan Ayah dan menenangkannya.


"Sudah Ayah. Sudah" ucap Ibu.


"Kamu ya. Yang sudah menyakiti putri saya. Beraninya kamu kesini" ucap Ayah kesal


"Sudah yah" ucap Ibu


Lalu Ayah pun mengajak mengobrol berdua saja dengan Rian diruang tamu.

__ADS_1


"Kalau bukan ini negara hukum mungkin kamu sudah saya habisi" ucap Ayah


Lalu terlihat Rian yang hanya menunduk.


"Hati nurani kamu dimana, kamu kok tega-teganya memperlakukan anak saya seperti itu"


"Saya kesini dengan itikad baik. Ingin meminta maaf"


"Maaf kata kamu. Apakah dengan meminta maaf semua bisa kembali semula" ucap Ayah sambil memukul Rian dengan koran yang dilipatnya.


Lalu Rian pun hanya diam saat Ayah dari Lusi memukulnya.


"Sebenernya saya tidak setuju anak saya menikah dengan kamu. Tapi semua sudah terlanjur. Sekarang kamu pulang. Saya tidak ingin melihat wajah kamu"


Rian pun hanya terdiam.


"Cepat pulang" teriak Ayah.


Rian pun pulang..


Lusi pun hanya menarik napas panjangnya. Lisa pun datang menghampirinya.


"Kakak blokir nomer Juna ya. Dia nanyain kakak tuh"


"Iya bilang aja kakak sibuk"


"Gak kok. Udah dulu ya. Kakak gak semangat hari ini ingin istirahat"


Lalu Lusi pun masuk ke kamarnya.


.


.


.


.


.


.


.


Ke esokan harinya, saat pagi hari. Tiba-tiba pagi itu Lusi kedatangan tamu. Yang ternyata itu adalah Juna.

__ADS_1


"Kamu kemana? Kenapa tiba-tiba blokir nomer aku. Apa jangan-jangan kamu blokir juga hati kamu" ucap Juna.


"Gak kemana-mana. Bukan aku yang blokir. Tapi hati aku yang sudah terblokir. Dan sampai-sampai belum ketemu kuncinya"


Lalu mereka pun saling diam hingga beberapa saat.


Tiba-tiba Rian datang menemui Lusi. Juna pun kaget saat melihat Rian. Lalu Rian pun sedikit tersenyum saat melihat Juna di hadapannya.


"Lusi... Kenapa Juna ada disini. Dia gak bermaksud buat ngajak kamu pergi kan" ucap Rian.


"Hari ini aku ingin mengajak kamu membeli cincin pertunangan kita"


Juna pun kaget dengan apa yang diucapkan Rian.


"Pertunangan maksudnya?" ucap Lusi.


"Aku ingin kita bertunangan dulu. Sebelum kita menikah"


Terlihat Juna seperti menahan marah.


"Kamu mau tunangan dengan dia Lusi" tanya Juna pada Lusi


"Bukan sekedar tunangan tapi tahun depan kita juga segera menikah" ucap Rian.


Lalu Rian pun menarik tangan Lusi dengan kasar. Dan menariknya keluar.


"Rian lepasin!" ucap Lusi menarik tangannya. "Kamu lupa dengan perjanjian kita. Kalau kamu gak boleh memperlakukan aku lagi dengan kasar Rian. Tunggu diluar sebentar"


Lalu Lusi pun masuk kedalam rumah. Dan terlihat Juna yang terpukul dengan apa yang dikatakan Rian.


"Juna.. Maaf ya aku gak bisa nemenin lama-lama" ucap Lusi


Lalu Lusi pun menemui ibunya.


"Bu, hari ini temenin Lusi keluar yuk bu. Aku takut kalau keluar berdua doang sama Rian" ucap Lusi.


Lalu Lusi pun pergi. Dan menarik tangan ibunya untuk ikut bersamanya.


"Rian aku ajak ibu aku ya. Karena ibu bilang. Dia minta ikut gak apa-apa kan."


"Oke" jawab Rian


Lalu mereka pun langsung pergi.


"Lusi kapan ibu bilang minta ikut"

__ADS_1


"Ikut ajah ga apa-apa. Temenin aku"


__ADS_2