Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Renata Sakit


__ADS_3

part 131 (Renata Sakit)(sesion 2)


Pelukan Rian masih melekat di tubuh Lusi. Mungkin rasanya seperti mimpi sekian lamanya Rian menjauh dari nya dan kini ia kembali lagi.


"Lusi. Maafkan lah aku..."


Ucapan itu yang terlontar berkali-berkali dari mulut Rian.


Lusi pun hanya diam sambil menarik napasnya dalam-dalam.


"Aku tidak menyangka mama Setega itu" ucap Rian lagi.


Lusi pun hanya memandang Rian lama tak banyak berkata.


"Sekarang aku sudah tidak mau lagi pulang. Aku sudah sangat membenci mamaku Lusi" ucap Rian.


"Rian kamu jangan bicara seperti itu. Bagaimana Pun dia mama mu" ucap Lusi.


Rian pun terdiam.


Tiba-tiba ponsel Rian berbunyi. Rian pun mengangkatnya. Ternyata dari asisten rumah tangganya.


"Ada apa mba?" Ucap Rian


"Nyonya tuan" ucap Mba Rina panik.


"mama kenapa?"


"Nyonya tiba-tiba pingsan"


"Apa" ucap Rian kaget.


"Iya saya tidak tahu apa penyebabnya tiba-tiba nyonya pingsan. Tuan cepat kesini. Saya takut nyonya kenapa-napa"


Rian pun langsung menarik napasnya dalam-dalam. Dan menutup teleponnya. Dengan wajah yang kaget dan bimbang Rian pun tampak terdiam.


"Kenapa?" Tanya Lusi heran.


"Mama aku pingsan" jawab Rian.

__ADS_1


"Apa.." ucap Lusi kaget


" Barusan mba Rina telpon dia yang memberi tahu ku"


"Pergilah Rian.. lihat mama kamu" ucap Lusi panik.


"Aku gak mau Lusi ketemu mama. Pasti ini akal-akalan mama aja agar aku pulang. Aku gak mau" tolak Rian.


"Rian. Dia orang tua mu. Dia membutuhkan mu saat ini, Kamu harus pergi temuin dia"


"Aku gak mau aku ingin tetap bersama kamu" ucap Rian.


"Rian aku gak apa-apa disini. Pergilah"


Rian pun tampak tidak mau pergi.


"Aku sudah tidak percaya lagi sama mama setelah dia melakukan ini sama kamu Lusi" ucap Rian lagi.


"Rian. ini bukan soal percaya atau tidak. Tapi ini soal keselamatan ibu kamu"


Rian pun masih tampak terdiam.


"Tunggu-tunggu. Tidak usah aku aja yang akan menemuinya"


Lusi pun menoleh ke arah Rian.


"baiklah" ucap Lusi.


Rian tampak pergi. Dalam hati Lusi pun berdoa untuk ibu mertuanya itu. Agar tidak terjadi apa-apa. Meskipun Lusi tahu ibu mertuanya telah jahat kepadanya. Namun Lusi tidak bisa bila melihat Renata sakit. Bagaimana pun Lusi sudah menganggap Renata seperti orang tuanya sendiri. Sekalipun Renata tak pernah sekalipun suka dan menganggap Lusi sebagai anak.


Rian pun pergi. Dan melesatkan mobilnya dengan cepat. Baru saja Rian ingin bersama Lusi. Kini is harus kembali. Rian harus ikhlas karena ini soal keselamatan orang tuanya.


Sesampainya di rumah..


Terlihat Renata yang sudah terbaring di atas sofa dengan keadaan tidak sadar.


Lalu Rian pun langsung membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit. Renata pun langsung ditangani oleh dokter.

__ADS_1


Renata mengalami depresi berat, Dan masih belum sadar. Memang Renata memiliki riwayat penyakit jantung. Dan juga kolestrol dan tekanan darah tinggi. Sehingga kalau ia terlalu stres dan kurang istirahat membuat ia ngedrop.


Rian pun tampak memegang tangan mamanya yang masih belum sadar.


"Ma, maafin Rian ma" ucap Rian lirih memegang tangan mamanya. "Maaf.. Karena Rian semapt tidak percaya kalau mama sakit. Maafin Rian ma"


Tampak wajah Rian yang merasa bersalah karena sempat tak percaya bahwa mamanya benar-benar sakit.


mamanya pun tak menjawab. hanya terbaring lemah.


Tak lama ponsel Rian pun berdering, ternyata dari Lusi.


"Bagaimana Rian dengan mama kamu" ucap Lusi ditelepon.


"Masih di ruang rawat. Belum sadarkan diri Lusi"


"Sabar ya. Aku akan kesana"


"Gak usah, kamu istirahat aja di rumah. Kamu juga baru pulang dari rumah sakit kan. Kamu istirahat aja" ucap Rian di telpon.


"tapi Aku ingin melihat keadaanya"


"kamu istirahat aja..besok saja kalau mau tengok. sekarang sudah malam. oia Kamu udah makan belum" tanya Rian.


"Aku lagi gak nafsu makan Rian"


"kamu harus makan, kamu mau makan apa nanti aku suruh orang untuk bawain"


"Gak usah, kalau aku ingin sesuatu aku bisa minta tolong sama Lisa"


"Baiklah, tapi janji ya makan"


"Iya Rian. mudah-mudahan ibu kamu cepat sembuh ya"


"Iya Lusi"


Setelah itu..


Tampak Lusi yang solat isya lalu mendoakan ibu mertuanya itu. Lusi tahu mungkin Renata sudah melakukan kesalahan besar yang tak bisa dimaafkan. Namun Lusi juga sedih dan tidak bisa melihat Renata terbaring sakit dan lemah.

__ADS_1


__ADS_2