Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Tugas Dari Renata


__ADS_3

Part 98 (Tugas dari Renata) (Sesion 2)


Lusi sengaja tidak mau kalau Adit mengantar sampai rumah karena takut Renata melihat. Dan menganggap kalau Lusi ini selingkuh dengan Adit.


Lalu Lusi pun masih berjalan lagi dengan jarak beberapa meter kedepan untuk sampai du rumahnya.


Sesampainya Lusi pun masuk ke rumah besar milik Rian. Tampak terlihat Renata memandang Lusi tajam dan pandangan yang membenci. Jangankan menyapa, melihat saja tidak. Lusi pun hanya menundukan kepalanya dan langsung masuk ke dalam kamar. Setelah itu Lusi ke kamaf mandi membersihkan diri dan tidur karena ia merasa lelah.


Keesokan harinya..


Lusi berangkat kerja dengan naik ojek. Karena mobil adiknya ditinggal di kantor. Karena bannya kempes.


Sesampainya di kantor. Lusi pun ke meja kerjanya. Dan melihat bunga mawar tergeletak di meja kerjanya..


Tiba-tiba Mela datang menemui Lusi dan melihat Lusi yang memegang setangkai bunga mawar merah.


Tiba-tiba Adit datang menghampiri.


"Kamu pasti bingung ya bunga itu dari siapa? " ucap Adit.


"Emang dari siapa pak? " sahut Mela.


"Dari saya buat Lusi"


Mela pun membulatkan matanya saat tahu itu dari Pak Adit.


Lalu tak lama Adit pun pergi.


Lusi hanya diam kala itu..


"Hah.. Kemarin pak Rian. Sekarang Pak Adit. Gue tahu hidup lu.. Ngincer para atasan disini kan biar gampang naik jabatan"


"Mel.. Jangan mengada cerita ya" ucap Lusi kesal.


"Atau jangan-jangan pria yang cek in ama lu saat itu, adalah Pak Adit.."


"Mela.. Kamu jangan fitnah aku sembarangan.." ucap Lusi kesal.


Tiba-tiba Intan datang menyaksikan Lusi yang beradu mulut dengan Mela.


"kamu beneran cek in sama Pak Adit? " tanya Intan.


"Gak mungkin lah.. kamu percaya aku atau dia" ucap Lusi kepada Intan.


"Ya.. Percaya sih nggak cuma kaget aja" ucap Intan


"Kalau Intan kaget tandanya lu percaya tan" timpal Mela.


Lusi pun menghela napasnya. Dan duduk sambil kesal. Lusi hanya diam meredam emosinya. Karena ia tidak mau bila harus terbawa emosi lagi kepada Mela.


Lalu Lusi pun mulai kembali dengan pekerjannya dan tidak menghiraukan ucapan Mela sama sekali..

__ADS_1


Saat jam kerja..


Sepertinya.. Adit ini benar-benar menyimpan perasaan pada Lusi. Hingga saat di kantor Lusi pun di buntuti terus oleh Adit. Adit terus memperhatikan Lusi yang sibuk dengan pekerjaannya. Tampak karyawan lain pun memperhatikan.


Lalu Pak Adit duduk di depan Lusi sambil menatap Lusi dengan tajam dan menaruh senyum dibibirnya.


"Pak.. Karyawan itu kan bukan cuma saya. Sebagai atasan perhatikan juga dong yang lain" ucap Lusi.


"Aku ingin menjaga mu dari siapapun yang ada disini"


"Bapak memang sudah menjaga saya. Tapi bapak tidak bisa menjaga pandangan bapak. kita bukan muhrim loh pak. Masa bapak liatin saya sampai seperti itu" ucap Lusi yang sibuk menginput data kedalam komputer sambil kesal. Karena merasa risih diliatin dari tadi oleh pak Adit.


"Kamu cantik.. " rayu Adit .


Mba Santi pun sedikit mendengar gombalan Adit dan tampak membuang muka pada Lusi dan Adit.


"Pak mending bapak ke ruangan bapak deh"


"Gak ah saya mau jagain kamu aja"


"Pak.. Bapak kan bukan security ngapain jagain saya.. Mending bapak pergi aja darisini. Mending ke ruangan bapak" ucap Lusi merasa risih.


"Kamu kan bawahan saya ngapain kamu ngatur saya. Bebas dong saya mau duduk dimana aja" ucap Adit.


Lusi pun cuma bisa terima saat atasannya itu tidak hentinya mendekatinya. Lusi pun merasa lelah bila harus mengusirnya terus menerus.


Disela sela waktu..


"Kamu yakin menolak cinta saya. Kamu gak mau pikir-pikir dulu. Saya ini sudah matang sebagai pria. Rumah punya, mobil ada, dan pekerjaan bagus. Kalau kamu menikah dengan saya. Kamu Gak perlu kerja capek-capek seperti ini" ucap Adit.


"Kenapa? "


"Saya sudah punya tambatan hati lain"


Lalu tampak Adit kecewa dengan ucapan Lusi. Ia pun langsung pergi setelah mendengar jawaban Lusi.


Malam harinya... Lusi pun seperti biasa pulang agak malam karena diberikan tugas lemburan.


Setelah semua selesai..


Lusi pun pulang ke rumah...


Sampai di rumah tampak Renata. Sesampainya Lusi pun dilempari sapu dan kain pel oleh Renata.


"Wanita macam apa kamu ini. Suami tidak ada kamu keluyuran pulang malam.. Sial sekali Rian memiliki istri seperti mu" ucap Renata dengan nada tinggi.


"Saya kerja nyonya"


"saya tidak peduli.. Segara bersihkan rumah ini" ucap Renata kesal.


Lalu Lusi pun melakukan tugas yang di perintahkan oleh Renata.

__ADS_1


Saat sibuk membersihkan rumah.. Tiba-tiba..


teng. nongg.. Suara bel.


Lusi pun berinsiatif membukan pintu. Dan saat ia membuka pintu ia tampak kaget sekali ternyata yang datang adalah Pak Adit.


"Pak Adit.. " ucap Lusi kaget


"Ngapain kamu disini.. Ini kan rumah Ibu Renata" ucap Adit.


Tiba-tiba Renata datang mengahampiri..


"Pergi kamu ke kamar.. saya sedang kedatangan tamu" ucap Renata kepada Lusi dengan nada tinggi.


"Baik" ucap Lusi pergi.


Lalu Lusi pun pergi.


Lalu Renata pun menyuruh Adit duduk di ruang tamu.


"mengapa dia disini" tanya Adit


"Kenapa kamu mengenalnya" tanya Renata.


"Saya sangat mengenalnya" ucap Adit. "Mengapa dia bisa ada di rumah ini"


"Dia memiliki hubungan dengan anak saya Rian.. Rian mencintainya"


Bak tersambar petir Adit pun kaget saat mendengar ucapan Renata.


Pantas saja Rian marah saat aku mendekati Lusi ternyata mereka punya hubungan benak Adit.


"Aku punya tugas untuk mu" ucap Renata.


"Tugas apa nyonya"


"Buatlah Rian membenci Lusi.. Saya akan membayar mu jika berhasil.. "


"Dengan cara apa?"


"Terserah.. Yang penting Rian membenci Lusi"


"Kalau ibu Renata menginginkan itu. Dengan senang hati saya akan lakukan.. Apakah anda yakin saya bebas melakukan apa saja"


"Iya asal Rian membenci Lusi"


"Baik.. Asal ada uangnya semua tugas akan saya laksanakan dengan baik"


"Bagus.. "


Setelah itu Adit pun pulang..

__ADS_1


Meskipun Adit tahu bahwa Lusi memiliki hubungan dengan Rian. Namun Adit tidak tahu sama sekali soal Lusi yang sudah menikah dengan Rian.


Likee....


__ADS_2