Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Ke Mall


__ADS_3

Part 80 (Ke Mall)(Sesion 2)


Saat malam harinya.. Rian mengajak Lusi untuk membeli beberapa keperluan. Seperti tempat tidur, lemari dan televisi. Maklum saja ia baru menempati rumah yang baru saja ia kontrakin.


"Kita harus beli tempat tidur. Aku tidak mau tidur beralaskan tikar" ucap Rian.


"Beli lah apa yang kamu inginkan" ucap Lusi.


Lalu mereka pun ke sebuah mall untuk membeli perlengkapan. Lusi pun agak sedikit terkesan saat melihat gedung pencakar langit yang begitu terpampang jelas di hadapannya. Ditambah lampu-lampu yang menyala begitu indah.


"Liatnya begitu amat. Jarang ya liat gedung bertingkat"


"Ya begitulah" jawab Lusi.


.....


Sesampainya di mall..


Rian pun menggandeng Lusi. Sambil memilih beberapa perlengkapan rumah. Lusi pun sebaliknya memegang erat tangan Rian.


Tiba-tiba saja, mereka bertemu Juna.


"Juna.. " ucap Lusi.


Juna pun menoleh dan memperhatikan tangan Lusi yang menggandeng erat tangan Rian.


Juna pun menarik napas panjangnya saat melihat pemandangan tersebut. Sambil tersenyum, walaupun hatinya sebenernya sakit.


"Kalian.. Sudah akur" ucap Juna.


"Hah.. Pertanyaan macam apa ini.. Iyalah Jun kenapa emangnya? "ketus Rian.


"Rian kamu gak boleh judes" ucap Lusi.


"Oia.. Kalian ngapain disini" tanya Juna.


"Mau ngapai kek kepo banget sih.." ucap Rian buang muka.


"Yasudah kalau gitu kalian lanjutkan" ucap Juna melangkahkan kaki pergi.


"Tunggu sebentar Jun.." ucap Lusi. "Aku mau bicara sebentar"


Lalu Juna pun berhenti.

__ADS_1


Lalu Lusi pun ijin sebentar pada Rian. "Aku mau bicara sebentar ya ama Juna. Kalau kamu mau nguping juga gak apa-apa" ucap Lusi.


"Hah.. Terserah kamu. Cepetan!! " ucap Rian.


"Iya. "


Lalu Lusi pun menghampiri Juna.


"Jun.. Maaf ya. Aku belum balikin jaket kamu"


"Ga apa-apa buat kamu aja"


"Terimakasih ya.. Oia ada suatu hal yang aku mau bicarain. Soal.. Kak Elfa"


Lalu Rian pun menghampiri Lusi dan Juna. Ia mendengarkan pembicaraan mereka berdua, sambil memasang wajah bete.


"Kenapa lagi dia" ucap Juna.


"Kamu marah ya sama kak Elfa. Dia temuin aku waktu itu.. udah lama sih"


"Dia ngomong apa. Ikut campur lagi. Ngelarang ini itu lagi" ucap Juna.


"Ah.. Bukan. Justru sebaliknya. Dia sebenarnya mengakui menyesali kesalahannya. Dan aku mohon kamu jangan marah lagi sama kak Elfa. Bagaimana pun dia kakak kamu Jun" ucap Lusi.


"Oh syukur deh kalau gitu"


"Elfa itu siapa sih.. Kalian daritadi ribet banget bahas Elfa.. " tanya Rian.


"Elfa itu kakaknya Juna" ucap Lusi.


"Udah lah udah beres kan bahas Elfanya kita pergi aja dari sini" ucap Rian menarik tangan Lusi.


Lalu mereka pun pergi. Setelah itu Rian dan Lusi membeli berbagai kebutuhan juga. Berupa sayuran daging dan bahan pokok lainnya di supermarket.


Lalu malam itu juga mereka membeli kasur, televisi, kompor dan kulkas dan juga sofa.


"Haduh rempong amat ya. Kita beli ini semua malam ini" keluh Lusi.


"Ya.. Gak apa-apa kan kita butuh" jawab Rian.


.


.

__ADS_1


.


.


Keesokan harinya. Terlihat Lusi yang bangun pagi. Menyiapkan berbagai kebutuhan untuk sarapan. Tampak Rian yang selesai mandi. Dan memeluk Lusi dari belakang lalu memberi kecupan di pipinya.


"Pagi.. Sayang" ucap Rian.


Lusi pun tersenyum. "Selamat pagi"


Lalu mereka pun sarapan bersama.


"Oia nanti siang aku mau cari kerja" ucap Lusi.


"Kamu boleh kerja. Tapi Kamu harus kerja di perusahaan aku. Biar aku bisa pantau kamu terus. Aku gak mau kamu lepas dari jangakauan aku" ucap Rian.


"Hah.. Yaudah lah terserah kamu"


"Tapi ada syaratnya lagi" ucap Rian.


"Apa lagi? " tanya Lusi.


"Kamu rahasiakan pernikahan kita. Di kantor gak boleh ada yang tahu kalau kita sudah menikah"


"Terus sampai kapan kamu sembunyikan pernikahan kita ini" ucap Lusi jengkel.


"Kamu sabar sedikit. Nanti akan ada saatnya. Kamu tenang aja"


Lusi pun menghela napasnya.


"Terserah kamulah Rian" ucap Lusi pasrah.


"Oke lusa kamu bisa langsung kerja. Nanti aku akan bicarakan ini kepada bagian HRD. Sebetulnya sedang tidak ada lowongan di tempat aku. tapi aku ada-adain aja lah buat kamu" ucap Rian. "Tapi ingat tolong rahasiakan pernikahan kita"


"Iya" jawab Lusi.


.


.


.


*Like yaa...

__ADS_1


__ADS_2