Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Hari pertama kerja


__ADS_3

Part 81(Hari pertama kerja) (Sesion 2)


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Rian membangunkan Lusi.


"Sayang. Ayo kita solat subuh" ucap Rian.


Lalu Lusi pun tersenyum. "Kamu sekarang udah bener berubah ya"


Lalu Rian pun mengecup kening Lusi.


Setelah selesai solat Lusi pun merapihkan tempat tidur. Tak lama Lusi melihat handphone milik Rian berdering. Sebuah panggilan masuk dengan sebuah nama berinisial "Z". Saat itu Rian sedang di kamar mandi.


Lusi pun hanya mendiamkan karena ia tidak tahu itu siapa.


Siapa ya Z itu kenapa harus di sembunyikan namanya. Benak Lusi.


Lalu Rian pun keluar dari kamar mandi. Lusi pun dengan segera menyiapkan pakaian Rian untuk ke kantor.


"Ada telepon masuk dari Z dan aku tidak tahu Z itu nama orang atau nama sebuah benda" ucap Lusi mamekaikan pakaian kerja.


"Oh.. Iya. Kamu angkat gak tadi?" tanya Rian.


"Gak.. Kok" jawab Lusi.


"itu client.. Oia besok hari pertama kamu kerja. Aku kembalikan handphone yang pernah aku sita itu" ucap Rian memberikan handphone milik Lusi. "Besok maaf mungkin kita berangkat kerja tidak bisa bareng walau satu kantor. Karena aku tidak mau ada yang curiga kalau kita sudah menikah"


Lusi pun menghela napasnya..


.


.

__ADS_1


.


Keesokan harinya..


Lusi pun tampak bangun lebih pagi. Lusi menyiapkan diri dengan memakai blazer berwarna cream dan celana panjang hitam. Sambil bercermin Lusi pun tampak tersenyum.


"Mudah-mudahan hari pertama ku kerja. Semua berjalan lancar amin" ucap Lusi.


Rian pun menghampiri Lusi dan mencium pipinya.


"Aku berangkat dulu ya.. Nanti kamu aku siapkan taksi" ucap Rian.


Lalu mereka pun pergi kerja. Dengan kendaraan yang berbeda. Rian dengan mobil pribadi sementara Lusi dengan taksi.


.


.


Lusi pun sedikit tercengang melihat kantor yang dimiliki Rian begitu mewah dan megah. Di kantor tersebut terbagi dua tempat. Yang satu untuk kegiatan produksi. Dan satunya lagi untuk bagian office.


Lusi pun bertemu bagian HRD. Lalu setelah selesai, Lusi pun di bawa ke sebuah tempat.


"Nah.. Kamu mendapat tugas sebagai staf administrasi disini. Menggantikan karyawati yang sedang cuti melahirkan. Setelah tiga bulan mungkin kamu akan pindah bagian" ucap Dicky selaku bagian HRD di perusahaan itu. "Saya harap kamu bisa bekerja dengan baik di perusahaan ini. Terutama pada satu team kamu"


"Baik pak saya akan berusaha" ucap Lusi.


Lalu Lusi pun bertemu dengan Intan dan mba santi. Mereka satu bagian dengan Lusi. Mba santi ini mungkin umurnya kurang lebih 35tahun. Sedangkan intan kurang lebih 24 tahun.


"Selamat datang di perusahaan Renata Corporation" ucap Mba santi.


"Iya mba terimakasih"

__ADS_1


Lalu Lusi pun mengerjakan tugas kantornya, di sela-sela tugas kantornya. Lusi pun agak sedikit mencari keberadaan Rian selaku pemilik perusahaan. Namun dia sama sekali tidak melihat batang hidungnya. Lalu Lusi pun sedikit kepo dengan mba Santi.


"Mba kemana ya pemilik perusahaan ini"


"Kenapa emangnya" jawab Mba Santi.


"Aku mau lihat"


"Mending jangan.. si bos ganteng itu ngeselin, sombong dan kasar. Ah pokoknya jangan" ucap mba Santi.


Lusi pun hanya tersenyum.


Lalu saat jam makan siang Lusi pun tidak sengaja bertemu dengan mas Adit. Mas adit adalah kakaknya Devan.


"Lusi.." ucap Mas Adit. "Kamu kerja disini"


"Iya.." Jawab Lusi.


"Udah berapa lama..?"Tanya Mas Adit..


"Baru hari ini"


Tiba-tiba Mba santi menghampiri Lusi.


"Eh kamu jangan manggil mas adit. Dia ini Direktur Keuangan. Panggil dengan sebutan bapak"


"Maaf mba.. Iya pak Adit.. "


...


Lalu sore harinya.. Lusi pun tidak sengaja melihat Rian. Dengan stylenya begitu terlihat gagah dan tampan. Namun karena Rian ini sebagai seorang Direktur utama di perusahaan. Sementara Lusi cuma karyawan baru dan tak memiliki jabatan penting apapun. Rian hanya melewati Lusi begitu saja.

__ADS_1


*Like..


__ADS_2