Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Xtra part (Diusir dari Mall)


__ADS_3

Extra part (Diusir dari Mall)


Hari yang cerah tampak burung berkicau, angin yang sejuk dan suasana yang sangat tenang. Lusi pun menyiapkan setiap keperluan sang suami untuk berangkat kerja.


"Kamu mau susu, kopi, teh, atau jus?" Tanya Lusi kepada Rian yang sedang duduk dimeja makan. Sambil membaca koran. Percis seperti ayahnya dibandung. Namun Rian lebih jarang. Ketimbang ayah Lusi yang sedikit dikit mencari koran.


"Jamu kalau ada?" Pinta Rian.


"Jamu. Jamu apa??" Lusi tampak heran.


"Jamu kuat lah. Masa jamuran" jawab Rian becanda garing.


Lusi pun tampak tersenyum. "Maaf ya pak suami. Kayanya kalau yang itu tidak ada. Belum dimasukin ke daftar menu soalnya" jawab Lusi.


"Hehehe kamu gak usah repot-repot ya. Aku hanya bercanda... Kalau aku mau jus atau apa ntar aku nyuruh orang aja buat bikinin dikantor" ucap Rian.


"Nyuruh siapa? Dikantor emang ada.." tanya Lusi duduk dihadapan Rian.


"Nyuruh karyawan aku dikantor "


"Laki apa perempuan"


"Jadi curigaan gitu" Rian tampak mengerutkan kening.


"Jangan nyuruh-nyuruh perempuan lain ya. Kalau cuma buat bikin minuman. Aku juga bisa bikinin semua yang kamu butuhkan" ucap Lusi menegaskan.


"Kok jadi kaya Cemburuan gitu sih. Terus kalau aku suruh mba Meti. Kamu cemburu juga" Rian langsung menutup korannya dan memandang Lusi.


"Kalau itu mah beda. Aku cuma gak mau kalau kamu ketergantungan sama wanita lain"


"Terus kalau aku mau minum aja, mesti nunggu kamu gitu. Bisa-bisa aku mati kelaparan dan kehausan Lusi.."


"Mm baiklah aku tidak bermaksud begitu.. terserah kamu aja kalau gitu" ucap Lusi pasrah.


"Kamu tuh kalau udah sayang sama orang begitu ya. posesif"


"Ya gak gitu juga sih. Biar kamu gak lari kemana-mana"


"Jadi ceritanya kamu takut kehilangan aku" Rian tampak tersenyum.


"Ya sepertinya"


Rian pun langsung memegang tangan Lusi sambil tersenyum.


"Sayang, tenang cuma kamu dihati aku ini. Kan cuma kamu yang bisa blokir hati aku. Sampe aku gak bisa kemana-mana" tegas Rian.


"Hallah cowok kan gitu sukanya bohong" Lusi menampik.


"Gak sayang. Aku gak bohong.. Oia sudahlah aku takut telat. aku berangkat dulu ya" Rian bediri mengecup kening Lusi.


"Iya" jawab Lusi tersenyum.


"Oia nanti nanti malam ada acara nikahan temen ku. Dan aku diundang. Kamu mau ikut" ajak Rian.


"Iya aku mau ikut.. " jawab Lusi tesenyum.


"Oke, nanti jam 19.00 malam"


Lalu Rian pun berangkat.


.....


Sore harinya...


Lusi pun menyiapkan diri. Sambil mencari pakaian yang pantas untuk datang ke pesta pernikahan untuk kalangan sultan itu. Namun sepertinya tidak ada yang pas dan cocok. Tak lama Renata datang. beruntung Renata pun memberikan sebuah gaun yang indah dan formal. Sehingga Lusi tidak usah repot-repot lagi. Kebetulan Renata juga diundang. Karena Renata pun juga mengenalnya. Namun Renata tidak bisa datang karena ia sedang kurang enak body.


"Kamu pakailah ini ya.." ucap Renata.


" Bagus banget ma" Lusi pun tampak tersenyum.


"Mama lihat kamu tidak memiliki banyak baju untuk ke pesta jadi mama sengaja memesan ini untuk kamu"


"Terimakasih ma"


Lusi pun terlihat cantik. Dengan gaun yang di berikan Renata. Gaun yang panjang sampai bawah, terlihat sopan dan elegan.

__ADS_1


.....


Sesampainya disana semua mata pun memandang Rian yang ternyata datang bersama Lusi dan bukan Zelda. Karena selama ini Rian selalu pergi bersama Zelda disetiap acara penting. Jadi mereka mengira bahwa Rian pun akan mengandeng Zelda di acara itu.


Lusi pun tampak malu, karena ia seperti tamu yang tak diundang. Tahu-tahu datang. Dan semua mata tampak heran melihatnya.


Lusi pun melepas tangan Rian yang sedang menggandeng nya. Karena bagaimana pun tidak semua orang tahu. Kalau Lusi adalah istrinya Rian. Dengan keadaan perut yang tengah mengandung. Dan orang bisa saja mengambil kesimpulan bahwa Lusi mengambil Zelda dengan berdalih karena Lusi hamil duluan. Padahal jauh dari itu semua. Lusi bukan lah wanita yang seperti itu.


"Kenapa kamu menjauh" ucap Rian.


"Tidak apa-apa. Kamu temui rekan bisnis mu saja. Sepertinya ada yang ingin mengbrol dengan mu" ucap Lusi yang melihat beberapa teman pria Rian dan sepertinya mereka adalah temen bisnis nya Rian. Yang daritadi tampak melirik ke arah Rian.


"Baiklah"


"Aku ingin ketoilet sebentar" ucap Lusi.


"Iya sayang"


Lalu Rian pun menghampiri teman-temannya. Yang sedang asik mengbrol sambil menikmati santapan disana.


Aku pikir bahwa hidupku telah bahagia.. nyatanya tidak. Perbedaan kasta semakin terasa. Meski Rian sudah mengakui aku sebagai istri. namun kenyataan tidak sesuai harapan. Bahwasannya aku malu bergabung dengan mereka. Benak Lusi.


Setelah dari toilet..


Lusi pun hanya duduk sendirian sambil melamun.


Dan tiba-tiba ada seorang wanita yang Lusi tak kenali. Dengan pakaian yang begitu terlihat mewah dan tas branded. Dan riasan yang super tebal. Dan dia sudah berumur 50 tahunan itu menghampiri Lusi.


Lusi pun lantas berdiri memandangnya.


"Oh jadi ini wanita yang sudah merebut tunangan anak saya" ucap nya.


Dari ucapan yang ia bilang tunangan anaknya. Besar kemungkinan dia adalah mama dari Zelda.


"Maaf sebelumnya saya tidak merebut siapapun... Anda siapa?" Ucap Lusi.


"Jangan berpura-pura.. wanita murahan. Seharusnya kamu tahu siapa saya" wanita itu pun tampak memandang Lusi sinis. Dan itu adalah pertemuan pertama, Nova dengan Lusi.


Nova membenci pada Lusi. Karena ia menganggap bahwa Lusi lah yang sudah merebut Rian dari putrinya.


Lusi pun hanya diam dan melihat nya sambil menghela napasnya.


Lusi pun tidak meladeni si nenek gambreng ini. Karena tidak mau kalau jadi bahan perhatian orang-orang kalau sampai berkelahi.


Lusi pun lagi-lagi hanya menghela napasnya.


"Saya pun juga tidak mau terlalu lama disini. Jadi nyonya tenang saja. Setelah ini saya akan pulang" Lusi pun pergi.


....


Lalu Lusi pun menghampiri Rian untuk mengajaknya pulang. Terlihat Rian yang sedang mengobrol dengan beberapa temannya.


"Rian. Aku mau pulang" ucap Lusi cemberut.


"Kenapa secepat ini" tanya Rian.


"Aku lelah"


"Oh baiklah"


...


Selama di perjalanan..


"Tadi aku bertemu dengan maminya Zelda. Dan dia bilang bahwa aku merebutmu dari Zelda" ucap Lusi.


"Jadi itu yang buatmu ingin pulang"


Lusi pun mengangguk.


Lalu Rian pun mendekap Lusi.


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal soal itu"


"Aku sudah terlanjur benci. Jadi aku malas untuk cerita. Memang lebih baik aku pulang saja. Keadaan tadi menyadarkan betapa tak pantasnya aku. Untuk ikut acara tadi" ucap Lusi sedih.

__ADS_1


"Lusi.. jangan kamu pikirkan itu" ucap Rian.


Lusi pun hanya tersenyum terpaksa.


"Lusi. Kamu tenang saja. Sekali kamu tak usah pikirkan itu" ucap Rian memegang tangan Lusi.


.......


Keesokan harinya.. terlihat Rian yang bersiap untuk berangkat kerja. Sementara Lusi sudah tak bekerja lagi. Jadi dia hanya di rumah untuk istirahat. Dan mempersiapkan diri menjelang persalinan nanti.


Namun kali ini Lusi merasa ingin keluar untuk membeli beberapa keperluan.


"Oia hari ini aku mau nge Mall.. mau jalan jalan sekalian mau beli beberapa keperluan aku" ucap Lusi.


"Yaudah.. tapi jangan sendiri. Ajak mba Meti ya" ucap.Lusi.


"Iya"


Lalu setelah Rian berangkat.


Siangnya, Lusi pun ke mall bersama Meti. Lusi pun ke supermarket membeli berbagai keperluannya.


Namun tanpa sengaja pula Lusi bertemu dengan Nova lagi.


"Kamu lagi, kamu lagi.." Ucapnya sinis.


"Memang nya kenapa kalau ada saya disini" jawab Lusi.


"Tidak boleh kamu ke sini!!!" Ucap nya sambil melipat tangan sambil melotot.


Alamaakkk.. ini orang tua. Beda banget sama anaknya. Zelda dan Fany sangatlah baik. Laah ini emaknya kenapa beda gini ya. benak Lusi.


"Bu saya kan bayar bukan minta. Masa gak boleh kesini" ucap Lusi.


"Pergi kamu!!!" Ucap Nova mengusir Lusi.


Lalu Nova pun memanggil security untuk mengusir Lusi.


""Pak.pak.. bawa dia pergi" perintah Nova memanggil security.


Lalu security itu pun memegang kedua tangan Lusi. Dan Meti pun tampak di pegangi kedua tangannya juga oleh security.


"Usir dia.. saya benci melihat dia!!" Ucap Nova


"Bu saya disini bayar bukannya minta. Kenapa saya diusir" ucap Lusi. Dan saat itu Meti pun juga tampak dipegang tangannya oleh pak security.


"Asal kamu tahu!!! Mall ini milik saya dan kamu harus pergi. Saya sudah memblacklist nama kamu di semua di mall milik saya" ucap Nova.


"Haduh pakai blacklist segala. ribet amat sih Bu belanja doang. pelayanan mall anda buruk sekali dalam melayani konsumen. Bisa-bisanya saya diusir seperti ini" ucap Lusi berusaha melepaskan tangannya dari para security.


"Mall saya memang buruk. Dan itu hanya berlaku untuk kamu.." Nova sambil menunjuk-nunjuk jarinya ke wajah Lusi.


Nova teramat kesal pada Lusi. Baginya Lusi lah yang sudah mengambil Rian dari Zelda.


Padahal jauh dari itu. Lusi sebelumnya sudah mengambil keputusan untuk mengikhlaskan Rian dan Zelda bersama. Namun mereka tidak mau akah hal itu.


Lalu Lusi pun ditarik kasar dan dikeluarkan dari mall itu secara paksa. Tidak peduli saat itu Lusi sedang hamil.


Dalam hidup.. Lusi tidak pernah sekalipun di usir seperti ini. Semiskin miskinnya Lusi tak pernah sekalipun diperlakukan serendah ini. Kini ketika dirinya sudah lebih baik.. tetap saja harus bersaing sama orang yang punya kekuasaan.


Orang-orang pun tampak memandang Lusi yang digeret oleh security, seperti maling.


Lalu saat di luar mall.


"Maaf ya, mba. Saya hanya melakukan perintah dari Ibu Nova" ucap pak Security.


"Ya gak apa-apa"


"Sekali lagi saya minta maaf"


Lusi pun hanya tersenyum.


"Terus kita mau ke mall mana ya non" tanya Meti.


"Sudah lah Mba meti. Kita pulang aja. Saya jadi gak mood belanja lagi" ucap Lusi. "Mending kita makan es buah buat nenangin pikiran. Biar gak panas..."

__ADS_1


"Yaudah.."


*********


__ADS_2