
Part 54 (Gym) (Sesion 2)
Keesokan harinya. Pagi hari Lusi tampak bangun dari tidurnya. Dan bergegas mandi dan solat subuh. Seusainya Lusi langsung ke meja makan. Untuk sarapan pagi. Padahal masih jam 05.30 pagi. Tapi ibu sudah selesai memasak. Sepertinya Lusi terlalu siang bangun pagi. Sehingga tinggal makan pagi, tanpa membantu Ibu.
"Ayah pria yang beruntung menikahi ibu. Padahal aku bangunnya perasaan sudah pagi. Tapi ibu lebih pagi dan sudah selesai masak"
"Iya dong. Ibu gitu loch.. Tinggal cling jadi deh makan pagi. Kalau nungguin kamu kelamaan"
"Bu..harusnya ibu bangunin Lusi. Aku ini kan pengangguran. Manfaatin tenaga Lusi yang menganggur ini"
"Iya lain kali" ucap ibu.
Lalu Lusi pun memakan masakan ibu yang serasa makan siang itu. Terlalu berat untuk ukuran makan pagi. Maklum saja ibu ini terkadang suka membawakan bekal untuk Ayah jadi begini makan paginya. Udah ada ayam goreng, capcay dan bakwan jagung. Eh satu lagi kerupuk ama sambal. Khas orang indonesia banget ini pasti selalu ada tuh di meja.
Tiba-tiba saja ibu memberikan sebuah dompet hitam. Dan ternyata itu adalah dompetnya Rian. Yang tertinggal di rumah.
"Nih dompetnya Rian. Kayanya kemarin jatuh. Pasti dia lagi pusing nyariin. Mending kamu telpon dia buat ambil dompetnya"
"Iya bu"
Setelah sarapan pagi Lusi pun menelpon.
"Nih orang masih molor apa ya. Di telpon gak diangkat" ucap Lusi.
Tiba-tiba saja Rian menjawab telpon dan mendengar ucapan Lusi.
"Iya kalau masih tidur emang kenapa?" ucap Rian ketus ditelpon.
"Ya gak apa-apa" ucap Lusi "Eh.. Dompet kamu ketinggalan noh"
"Kamu yang anter aja. Aku sibuk banget soalnya. Nanti jam 09.00 di tempat gym ya. aku share lock tempatnya"
"Iya.. "
Lalu jam 09.00Lusi pun menemui Rian di tempat yang sudah di janjikan.
Sesampainya di tempat gym.
Terlihat Rian yang sedang fokus mengangkat beban di tangannya. Mengolah ototnya yang semakin berotot itu. Antara nafsu dan seram saat melihatnya. Campur aduk lah pokoknya. Keringat yang mengucur tak karuan rada sungkan dan males lihatnya. Walau tergolong keren sih sebenernya.. bila melihat otot perutnya dan dadanya yang bidang itu. Ah tapi sudah lah..
__ADS_1
Lusi pun hanya memperhatikan sesekali.
"Hem.. Nih dompetnya" ucap Lusi sambil memberikan dompet milik Rian yang tertinggal itu.
Lalu Rian pun mengambilnya dan menaruh di sakunya.
"Kamu itu emang rajin ngegym ya?" tanya Lusi.
"Lumayan.. Apalagi buat calon pengantin kaya aku. Walaupun nanti bukan malam pertama. Tapi aku ingin terasa seperti malam pertama saat kita melakukannya lagi" ucap Rian sambil fokus dengan alat olahraganya.
Lusi pun menarik nafas panjangnya dan ia sangat benci dengan ucapan Rian barusan.
Rasanya aku ingin sekali menjahit mulut kamu Rian. dasar cowok mesum... dia gak sadar apa..!!! selama ini aku belum bisa move on dari duka mendalam atas perlakuan bejatnya dulu. dan kini aku harus melakukan lagi untuknya. bunuh saja aku Rian!!! daripada aku harus terpaksa menderita di pelukan mu itu.. benak Lusi kesal.
"Sudah lah aku pulang dulu ya. Mau makan es tung tung di depan kayanya enak tuh." ucap Lusi mencari alasan agar bisa pergi dari hadapan Rian.
"Yaudah sana. Dasar cewek matre masa lebih milih ketemu tukang es daripada ketemu sama gue" ucap Rian kesal.
Lusi pun hanya diam mendengar ocehan Rian. Dan melangkahkan kaki langsung pergi.
.....
"Eh.. Maaf maaf" ucap Lusi merapikahkan berkas yang jatuh.
"Mas Adit" ucap Lusi kaget..
Adit pun hanya memandang Lusi sambil sedikit tersenyum.
"Kok kita bisa ketemu disini ya. Maaf ya udah nabrak" ucap Lusi memberikan berkas yang ia jatuhkan
"gak apa-apalah kamu mau tabrak sekali lagi juga gak apa-apa" ucap Mas Adit.
Lusi pun tersenyum.
"Mas adit bisa aja. By the way, mas ngapain disini? " tanya Lusi.
"Ada kerjaan nih. Mau minta tanda tangan bos. Hah.. Kalau bukan karena tugas males banget kesini" ucap Mas adit.
"Sabar ya.. "
__ADS_1
"iya mana bosnya galak, belagu, dan sok tahu. Hah rasanya kesal deh ngadepin dia"
"Sabar ya" ucap Lusi lagi yang cuma bisa kopas sama ucapan yang pertama.
"Iya iya saya sabar kok"
Lusi pun tidak mengetahui bahwa boss yang di maksud Adit itu adalah Rian tunangannya Lusi sendiri.
"oia.. Nomer kamu yang lama udah gak aktif ya" tanya Mas Adit
"Gak mas.. udah lama banget" jawab Lusi
"Saya minta boleh nomer kamu yang baru?"
Lusi pun diam sejenak. Dan berfikir sebentar. Kira-kira mas Adit ini minta nomer Lusi buat apa ya.
"Hallo kok diam. Boleh gak saya minta"
Karena Lusi takut di anggap sombong kalau tidak memberikan nomer hp nya. Lusi pun terpaksa memberikannya.
"Tenang kamu gak usah takut. Nomer kamu gak saya sebarluasin kok"
Lusi pun tersenyum.
"Aku pulang dulu ya.. Udah mendung soalnya takut hujan" ucap Lusi pergi.
.
.
.
bersambung...
.
.
Mas atau mba sekalian yang boto imut dan cakep.. Mohon di like ya.. Cerita yang gak jelas ini... Maaf klo cerita jelek... Biasalah.. Penulis amatir..
__ADS_1