Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Hari kedua kerja


__ADS_3

Part 82 (Hari kedua kerja) (Sesion 2)


Keesokan harinya Lusi pun berangkat kerja dengan mata yang sedikit mengantuk karena habis melayani Rian tadi malam.


"Rian aku ngantuk banget. Besok besok kalau mau main jangan sampai subuh ya" ucap Lusi.


Rian pun hanya tersenyum.


Lalu Lusi pun menyiapkan sarapan dan pakaian kerja untuk Rian. Setelah itu mereka pun berangkat kerja dengan kendaraan yang berbeda.


.


.


.


.


Sesampainya di kantor. Lusi pun menguap beberapa kali. Lalu Lusi pun membuat kopi untuk mengobati rasa kantuknya.


"Lusi kamu abis ngeronda tadi malam" tanya Mba Santi.


Lusi pun tersenyum.


"Eh.. Kamu belom nikah kan" tanya mba Santi.


"Belom.." jawab Lusi bohong.


"Wah kebetulan, nanti saya kenalin cowok mau gak"


"Ah.. Mba ada-ada aja sih. Gak mba makasih" ucap Lusi.


"Pasti pacar kamu banyak ya.. Kamu kan cantik"


"Hehehe" jawab Lusi.


Lalu tiba-tiba Viola datang. Viola adalah sekertaris Rian. Dia terlihat cantik dan seksi.


"Mba.. Yang namanya Lusi mana? " tanya Viola pada Santi.


"Ada tuh orangnya" jawab Mba Santi.

__ADS_1


"Oh dia.. Lu di panggil sama pak Rian ke ruangan sekarang"


"Buat apa? " tanya Lusi.


"Buat bikinin kopi"


"Tau aja dia ada karyawan baru" ucap mba Santi.


"Iya tumbenan." jawab Viola.


Lalu Lusi pun menghampiri Rian di ruangannya. Ruangannya terlihat begitu Luas dan mewah.


Lusi pun masuk.. terlihat Rian yang sedang duduk di kursi sambil menatap laptopnya. Ketika Lusi datang Rian pun tersenyum.


"Mau minta apa Rian" ucap Lusi.


"Hey.. Kamu panggil apa barusan.. Rian!!!, Lusi aku disini bos kamu, panggil aku pak.. oke.."


"Baik pak Rian. Kamu minta apa"


"Buatin aku kopi cinta.. "


"Haaah.. " ucap Lusi. "Kopi cinta itu kopi susu, kopi item apa kopi pahit"


Lalu setelah itu Lusi membuat kopi. Setelah selesai Lusi pun kembali ke meja kerjanya.


.


.


.


Beberapa saat kemudian saat ia fokus mengerjakan tugas. Tiba-tiba Viola datang lagi.


"Lusi lu ditunggu pak Rian lagi tuh"


Lusi pun menghampiri Rian di ruangannya.


"Minta apa lagi pak? " tanya Lusi.


"Buatin aku teh. Ternyata aku tidak mau kopi"

__ADS_1


"Ya ampun.. Baiklah" ucap Lusi menahan kesal.


..........


Setelah itu.. Intan menghampiri Lusi.


"Lusi nanti lo minta tanda tangan pak Adit ya. Semua hal yang bertanggung jawab di Divisi kita pak Adit" ucap Intan memberikan sebuah berkas.


"Iya.. "


Lalu Lusi pun menemui Adit di ruangannya.


"Misi.. Pak saya mau minta tanda tangan" ucap Lusi memberikan berkas laporan.


"Silahkan.. " ucap Adit, lalu membaca laporan. "Kamu betah kerja disini?" tanya Adit.


"Betah.. "


Sambil memperhatikan Adiit membaca laporan, Lusi pun bertanya pada Adit.


"Oia pak.. di telepon ngapain bapak ngaku-ngaku jadi pacar saya waktu itu" ucap Lusi.


"Yang mana... "ucap Adit berfikir dan diam sejenak.


"Oh yang itu. Saya cuma becanda maaf ya.. " ucap Adit.


Hah becanda.. Enteng sekali dia menjawab cuma bercanda setelah terjadi kesalah pahaman saat itu. Benak Lusi.


"Lusi kamu belum makan siang kan. Nanti makan siang bareng saya ya. Saya traktir saya harap kamu tidak menolak, untuk menebus rasa bersalah saya" ucap Adit.


Lusi pun diam..


"Diam berati iya.." ucap Adit.


Lalu Lusi pun pergi dari ruangan pak Adit.


Lalu Lusi pun makan siang bersama Adit. Sebagian karyawan di kantor banyak yang memperhatikan Lusi dengan Adit. Karena kondisi Adit memang seorang duda.


Sementara Lusi tidak sadar bahwa dirinya di perhatikan teman sekantornya.


...........

__ADS_1


*mungkin cerita saya sudah gak banyak sedihnya.. maklum aja dikit lagi udah mau END. hehheheh...


tapi jangan di tinggalkan dulu ya. krn masih ada cerita menarik yang sayang bila di lewatkan....


__ADS_2