Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Kepergian Mu...


__ADS_3

Part 71 (Kepergian mu) (Sesion2)


Tak lama setelah itu temannya Rian pun pulang.


Lusi paham dan mengerti hadirnya tak berarti. Ia memutuskan untuk pergi diam-diam. Ia merapihkan semua pakaiannya ke dalam koper. Dan menuruni setiap anak tangga. Kebetulan Rian tidak mengunci pintu rumah mungkin ia lupa karena ada temannya. Lusi pun berhasil kabur.


Lalu tak lama setelah itu Tio (temannya Rian)pun pulang.


Rian pun naik ke atas. Dan hendak pergi tidur, ia pun kaget tidak ada Lusi. Lalu Rian pun mencari ke semua ruangan yang ada di rumah itu. Namun Lusi tetap tidak di temukan.


Hingga Rian akhirnya keluar dengan mengendarai mobil untuk mencari Lusi.


"Cewek sialan itu pergi kemana lagi.. Awas aja kalau sampai ketemu" ucap Rian sambil mencari.


Lalu tak lama Rian pun menemukan Lusi di sebuah halte. Lalu Rian pun turun dari mobil dan menarik Lusi.


"Mau kemana kamu" ucap Rian menarik tangan Lusi.


"Aku mau pulang" ucap Lusi membuang wajah.


Lalu Rian pun menarik paksa Lusi. Dan menarik juga koper yang Lusi bawa.


Lalu sesampainya di rumah. Rian pun langsung menampar wajah Lusi. Dan memukul wajah Lusi sampai beberapa kali.Hingga meninggalkan banyak memar diwajahnya.


"Itu akibat kamu mencoba kabur dari rumah ini" ucap Rian menjambak rambut Lusi.


Lusi pun tampak menangis.


"Aku peringatkan padamu Lusi. Seberat apapun kamu hidup disini. Tak boleh selangkah pun kamu meninggalkan rumah ini"


Lusi pun hanya menangis dan tak bisa melawan. Karena Lusi sudah takut duluan melihat Rian yang sangat marah padanya.


Lusi pun memegangi wajahnya yang memar-memar itu. Sambil bercermin melihat wajahnya yang penuh memar. Lusi pun seolah kehilangan asa pada dirinya.


Keesokan harinya..


Lusi masih tidur padahal jam menunjukan sudah jam 07.00 pagi. Badan Lusi demam tinggi dan menggigil. Sehingga membuatnya terlambat bangun.


Tiba-tiba Rian membangunkan Lusi dengan menyiram air seember. Sontak Lusi kaget dan terbangun. Bajunya pun basah dan semakin menambah menggigil badannya.


"Rian maafin aku. Aku sepertinya sakit" ucap Lusi sambil menggigil.


"Bangun segera. Aku tidak peduli" bentak Rian.


Lalu Lusi pun mengganti pakaiannya yang basah.


Lalu Lusi pun menemui Rian di ruang makan. Disela sela makan Lusi tak sengaja muntah dan mengotori lantai. karena memang badannya terasa tak enak. Rian pun marah. Dan memukul wajah Lusi. Kali ini Rian ini memang mudah sekali memukul dan marah pada Lusi. Dikarenakan Lusi tak mampu melayaninya karena sedang haid.

__ADS_1


Lusi pun membersihkan sambil menangis.


"Mengapa kamu tega Rian memukulku seperti ini" ucap Lusi sambil menangis.


"Itu salah mu sendiri karena tak bisa melayani ku" bentak Rian.


"Itu takdir Rian bukan keinginanku"


"Aku tidak peduli intinya aku membenci mu karena kamu tak bisa melayani ku. Asal kamu tahu aku menikahi mu hanya karena ingin dilayani" ucap Rian memukul wajah Lusi lagi.


Luka diwajah ku yang kemarin belum sembuh kini kau tambah lagi Rian. Benak Lusi menangis.


Lusi pun saat itu merasa dirinya sudah tak sanggup lagi. Sabarnya yang terus di uji. Hingga ia merasa semuanya memang harus di akhiri.


Lusi pun masih dalam keadaan duduk dilantai memandang Rian yang berdiri di hadapannya.


"Aku minta cerai Rian. Aku sudah tak sanggup lagi hidup seperti ini" ucap Lusi menjatuhkan air matanya.


Rian pun menampar Lusi lagi..


Plaaaakkkk


"Tidak semudah itu kamu meminta cerai padaku. Kamu harus membayar mahal atas harta orang tua yang kau pinta"


Lusi pun berdiri di hadapan rian.


"Harta katamu!! harta yang mana Rian. Aku tidak tahu yang mana!!!?? " ucap Lusi.


"Kamu memintanya kan. Surat perjanjian itu. Kamu meminta 25persen kan."


"hah.. jadi soal itu.. aku gak pernah menyangka sama sekali kalau kamu akan membenci ku sampai seperti ini hanya soal itu" ucap Lusi dengan emosi.


"iya soal itu!!! kenapa kamu kaget aku tahu semua" ucap Rian dan menjambak rambut Lusi. "Kamu itu gak lebih dari wanita murahan yang cuma mengincar harta"


"Aku tak tahu kalau persayaratan itu akan membawaku kepada kesengsaraan hidup seperti ini. Aku tak pernah memintanya sedikit pun dari orang tuamu. Aku menandatanganinya karena aku pikir itu adalah hadiah" ucap Lusi.


Lalu Rian pun melepaskan tangannya yang sedang menjambak rambut Lusi.


"Rian.. Hukuman apalagi yang kamu akan beri untukku. Tidakkah hukuman dari mu lebih berat daripada harta yang kau beri" ucap Lusi menangis.


Lalu Lusi pun meluapkan semua yang ia rasa.


" coba kau pandang aku Rian. Kehormatan ku yang sangat berharga itu hilang karena ulah mu. Aku gila karena mu. Dan kini aku pun disiksa oleh mu. Hukuman apalagi yang harus aku terima Rian dari mu."


Lusi pun menarik napas panjangnya. "Terimakasih Rian atas luka yang sudah kau beri selama ini"


Tiba-tiba terdengar suara bel. Rian pun lansung kedepan mengecek siapa yang datang.

__ADS_1


Lalu Lusi pun naik kelantai atas. Dan menyobek-nyobek kertas perjanjian harta25 persen itu. Mas kawin berupa cincin yang melingkar di tangannya Lusi pun, ia geletakan begitu saja di kasur.


Sudah tak ada lagi yang kuharapkan darimu. Aku membenci mu karena cinta mu yang kian hari membunuhku.


.


..


..


Saat Rian membuka pintu rumahnya, Rian pun kaget. Ternyata Ibunya Lusi yang datang. Ia datang bersama Juna. Juna diam-diam mengikuti Rian.


Rian pun tampak terdiam.


"Mana Lusi.. Saya ingin bertemu dengannya" ucap Ibu memandang Rian sinis.


Rian pun tampak terbata menjawab. "Hmmm.. Eemmm"ucap Rian sambil berfikir.


Ibu dari Lusi pun langsung masuk.


Lalu tak lama Lusi pun keluar kamar dan menuruni setiap anak tangga. Dan Ibunya Lusi pun kaget saat melihat putrinya itu Penuh dengan luka lebam di wajahnya. Sontak itu membuat ibu berlari dan menghampiri anaknya. Lusi pun tampak kaget melihat ibunya datang.


"Ibu.. " ucap Lusi kaget.


"Ya ampun nak.. Wajah kamu biru-biru"


Lusi pun menangis. "Bu.. Ajak Lusi pulang"


"Iya nak ayo kita pulang" ucap Ibu mendekap putrinya. "Badan kamu panas sekali"


"Iya bu Lusi demam"


Lalu Rian pun diam dan mematung saat Lusi meminta pulang pada orangtuanya.


Lalu Lusi pun mengambil kopernya di kamarnya. Setelah itu Lusi pun tetap ijin pada suaminya itu untuk pergi meninggalkan rumah itu.


"Aku ijin pulang Rian" ucap Lusi mencium tangan Rian sambil menitihkan air matanya. "Maafkan aku bila selama menjadi istri mu aku sudah gagal. Biarkan aku mencari kehidupan ku sendiri. Walau tanpa mu aku ikhlas.. Terimakasih banyak" ucap Lusi menangis.


Lalu tampak Rian yang menangis juga melihat kepergian Lusi.


"Lusi maafkan aku Lusi... Aku telah salah menilaimu.. Maafkan aku" benak Rian sambil memandang Lusi yang pergi dengan ibunya.


. . .


. . .


yang cakep yang boto.. yang imut.. like yaa.. oke. 😊

__ADS_1


__ADS_2