
Part 48 (Ngerujak sambil gosip) (Sesion 2)
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya Lusi sampai di Jogja.
Sesampainya dikostan..
Lusi pun disambut oleh pemilik kostan namanya Bu Sari. Karena suasana masih lebaran. Lusi pun mampir ke rumah Ibu sari. Lusi di ajak makan siang bersama. dan disana sudah ada anak kostan lainnya. Tidak usah di sebutkan namanya satu persatu ya. Karena orangnya banyak kurang lebih enam orang dan itu perempuan semua. Suasana agak sedikit seru dan ramai.
Setelah selesai makan, kita pun ramai-ramai ngerujak. Hehehhe biasa perempuan kalau udah kumpul pasti ngerujak sama ngegosip deh. Tapi tenang.. Lusi bukan tipe perempuan yang suka ngegosip.. Meskipun tidak bisa terelakan disaat Ibu Sari yang memulai untuk bergosip.
"Ikh.. Tau ndak kalian Bu Mesya .. Dia mah begitu. Kalau punya emas di pamerin. Padahal sih saya tahu kalau itu cuma imitasi" ucap Bu sari sambil memasang wajah nyinyir.
Sedangkan anak kost yang lain terlihat sibuk mengupas mangga dan bengkuang.
"Udah lah bu kalau kebanyakan emas juga rawan kriminalitas, ya gak?!?" ucap Deby (Anak kost).
"Iya.. Iya" jawab anak kost lainnya.
"Terus kalian tau ndak. Bu Mesya sombong minta ampun mentang-mentang punya mobil baru. Ke warung aja pakai mobil. Padahal saya tahu mobil itu hasil kredit" ucap Bu Sari.
Lalu yang lain pun hanya senyum-senyum mendengar cerita bu sari yang iri sama bu Mesya. Maklum saingan. Padahal mereka pun juga tidak paham bu Mesya itu yang mana. Mereka sih iya iya aja.
Lalu setelah itu. Lusi pun memberi sedikit oleh-oleh dari Bandung. Untuk temen kost yang lain dan ibu sari. Ya.. Meskipun sedikit tapi Alhamdulillah kebagian semua.
"Lusi terimakasih ya buat oleh-olehnya" ucap Bu sari
"Sama-sama bu", jawab Lusi.
"Nanti kalau ada kesempatan kita kapan-kapan main ke Bandung yuk. kita kerumah Lusi" ucap Deby kepada temen kost lain.
__ADS_1
"Iya atuh silahkan.. kalau mau main" ucap Lusi sambil tersenyum.
"Iya nanti kalau kamu mau menikah undang-undang ya makanya" ucap Fitry (teman kost Lusi)
"Iya doain aja ya" ucap Lusi tersenyum.
Sesudahnya setelah kenyang, Lusi pun pulang. Biasa SMP.. Selesai Makan Pulang.
.
.
.
Setelah itu Lusi pun kembali fokus untuk kuliahnya. Agar bisa Lulus dan mendapat hasil yang bagus..
Kurang lebih 4 bulan kemudian..
Lusi menyelesaikan kuliahnya itu. Dan kini ia sudah mendapat gelar sarjana S1 jurusan Ekonomi, dengan hasil yang cukup memuaskan. Harusnya sih udah lulus dari tahun kemarin cuma karena sakit jiwa ia harus tertinggal satu tahun.
Teman kuliah mengajaknya berlibur untuk merayakan kelulusan. Namun Lusi tidak bisa karena Ibu sudah menyuruhnya untuk pulang segera..
Lalu setelah beberapa hari kemudian Lusi kembali ke Bandung. Lusi pun berpamitan dengan Bu Sari. Karena kuliahnya telah selesai, kini ia untuk seterusnya tinggal di Bandung.
Sesampainya di Bandara. Terlihat Lusi yang berjalan seperti di catwalk. Memakai kacamata hitam, high heels, swaternya putih dan celana jeans. Ia bergaya seolah-olah pulang dari berlibur.
Yaa... Biar keliatan keren aja sih, benaknya..
Sesampainya tidak disangka-sangka. Rian datang menjemputnya. Dengan memakai jas hitam, celana hitam, dan dasi berwarna putih ia terlihat gagah dan tampan menghampiri Lusi.
__ADS_1
Namun Lusi membuang mukanya, seolah ia tidak mengharapkan kedatangan Rian.
"Ayoo pulang?!?" ucap Rian.
"Siapa ya.. gak kenal" ucap Lusi membuang muka.
"aku kira kamu pulang waras.. ternyata masih sama" ucap Rian.
Lalu Rian pun menarik tangan Lusi dan menariknya dengan kasar.
"Tidak ada istilah kan. Seorang pria menculik tunangannya sendiri" ucap Rian
"Aku bisa pulang sendiri Rian" ucap Lusi sambil berusaha menarik tangannya.
"CEPET MASUK MOBIL !!?! " bentak Rian sambil memandang Lusi dengan tajam.
Dan Rian lansung mendorong Lusi kasar masuk ke dalam mobilnya.
Lusi pun hanya diam dengan perlakuan Rian. sebetulnya ia ingin marah dengan perlakuan Rian namun ia tahan.
Masih sama. Masih aja sama kamu Rian. Gak ada bedanya. Benak Lusi kesal.
Berkali-kali Lusi hanya menarik napas panjangnya itu.
.
.
.
__ADS_1
(Mohon Like..)
(bersambung....)