
134 (kejarlah Cintamu)(Sesion 2)
Tampak Rian yang memperhatikan mamanya. Dan melihat mamanya yang baru saja sadar.
"Ma, tadi aku lihat Lusi menangis. Mama ngomong apa barusan. Sehingga membuat ia menangis" ucap Rian.
Renata pun hanya diam tidak menjawab ucapan Rian. Rian pun tampak tidak terima dengan mamanya yang sudah membuat Lusi menangis.
"Ma, Lusi lah yang membawa Rian untuk membawa mama ke rumah sakit. Kalau saja Lusi tidak menyuruh Rian. Mungkin mama masih dirumah tak sadarkan diri" ucap Rian.
"Jadi kamu lebih membela dia daripada mama mu sendiri. Rian, mama yang sudah melahirkan mu. Harusnya kamu lebih sayang mama dibanding wanita itu"
"Memang mama yang sudah melahirkan Rian. Tapi mama lah yang tidak pernah menyadarkan Rian betapa jahatnya Rian selama ini sama Lusi ma" ucap Rian. "Sekarang Rian tanya, apakah mama mencintai papa karena harta"
Renata pun tampak terdiam.
"Aku tanya sekali lagi ma, mama mencintai papa karena harta atau cinta ma" tanya Rian dengan manatap wajah mamanya.
"karena harta.. papa mu kaya raya jelas mama mau"
"Lalu kalau mama mencintai papa karena harta. Kenapa mama tidak menikah lagi. Kalau mama mau mendapatkan yang lebih muda dan tampan dibanding papa. Jelas mudah saja, banyak kok yang mau sama mama. karena mama banyak uang"
Renata pun tampak kaget dengan ucapan Rian. Dan langsung menjatuhkan airmatanya.
" sekarang Rian tanya sama mama, mama mencintai papa atau tidak?" Ucap Rian menatap Renata tajam.
Renata pun menjatuh kan air matanya. Seketika Renata seolah menatap Rian seperti sesosok Candra. Yaitu suaminya. Renata pun menangis.
__ADS_1
"Mama sangat mencintai papa mu. Tidak peduli ia banyak harta atau tidak. Mama sangat kehilangan dirinya. Jangan tinggalkan mama Rian" ucap Renata menangis. "Peluklah mama Rian. Pelukalah mama. Yang mama miliki hanya kamu saat ini"
Rian pun memeluk erat Renata. Dan Renata pun juga begitu. Renata tampak menangis tersedu sambil memeluk putranya.
"Ma, jika mama sangatlah mencintai papa. Sama halnya Rian mencintai Lusi. Rian sangat mencintainya ma. Tolong jangan halangi Rian untuk tetap dengannya" ucap Rian dengan penuh keyakinan.
Lalu setelah itu tampak Rian yang menghapus air matanya. Juga begitu dengan Renata. Suasana tampak hening. Berikut dengan kedua hati ibu dan anak yang sama sama sedih karena cinta.
"Rian... mama mau tanya. Kamu mengenal Lusi dari mana?" Tanya Renata.
Selama ini Renata tak pernah sekalipun mendengar cerita tentang Lusi dari putranya. Yang ia tahu Lusi hanyalah gadis biasa dan dari keluarga biasa.
"Lusi itu satu kampus dengan ku. Aku tidak begitu mengenalnya dan tahu tentangnya. Namun suatu hari, aku terlibat perkelahian. Dan aku ditusuk oleh orang yang tak aku kenal. Aku tersungkur dan hampir mati saat itu ma. Hari sudah tengah malam. Entah apa yang membuat aku bertemu dengannya, Tiba-tiba ada seorang wanita yang tidak aku kenal itu menolong ku. Dan membawa ku ke rumah sakit. Aku kehilangan banyak darah dan wanita itu juga yang mendonor kan darahnya untuk ku. Sehingga aku dapat hidup hingga saat ini. Dan wanita itu adalah Lusi ma"
Renata pun tampak menjatuh kan air matanya mendengar Rian bercerita.
"Iya ma.. Dan setelah itu. Karena dia baik, Rian pun jatuh cinta dengannya ma. Namun Rian kesal karena ternyata dia memiliki kekasih lain. Rian tidak terima. Lalu Rian memperkosanya ma" ucap Rian menyesali perbuatannya. "Bahkan, Rian juga memukuli Lusi hingga dia luka-luka agar Lusi tidak cerita kepada siapapun dan takut pada Rian. Rian tidak tahu kalau ternyata atas perlakuan Rian membuat Lusi menjadi gangguan jiwa. Saat Lusi gangguan jiwa, Rian memanfaatkannya lagi. Rian mengulanginya lagi dan lagi.. Rian selama ini sudah banyak melakukan kesalahan Ma. Rian selama ini sudah menyakiti wanita yang Rian cinta. Rian tidak sanggup bila harus menyakitinya lagi. Rian tidak tahu harus menebus kesalahan Rian dengan cara apa ma. Rian mencintainya ma"
Renata pun langsung menjatuhkan air matanya.
"Kejarlah cintamu nak. Kejarlah.."
Rian pun tampak menangis.
********
Lalu Lusi pun yang sudah pulang. Duduk di depan kostannya sambil memandang bulan dan bintang. Dan mengelus perutnya yang semakin hari membesar. Lusi pun tampak menjatuhkan air matanya. Mengingat Renata dan Rian yang tak pernah sekalipun mengakui anak dalam kandungannya.
__ADS_1
"Nak, maafin mama yang tak bisa jaga diri mama. Sehingga papa kamu dan oma kamu gak percaya kalau kamu ini anak papa Rian. Kalau kamu sedih. Mama pun sama. Tapi mama tak bisa lawan takdir. Disaat nasib kita harus berakhir sedih seperti ini. Kita harus tetap berjuang ya sayang" ucap Lusi menjatuhkan air matanya.
Tiba-tiba Rian menghampiri sambil tersenyum.
"Kamu ngapain disini" ucap Rian.
Dan tiba-tiba Rian memeluknya.
"Aku sangat mencintai mu Lusi"
Lusi pun tampak kaget, dengan ucapan Rian.
"Kamu istri aku. Kamu adalah istri aku. Aku tidak mau kehilangan kamu. Kita akan membesarkan anak kita bersama"
"Tapi Rian bukannya kamu yang selama ini tidak percaya bahwa anak ini bukan anak kandung kamu"
"Aku tidak peduli, anakku atau bukan. Tapi yang pasti. Selama kamu menjadi istri ku. Kamu dan anakmu adalah orang yang paling aku sayang dan aku cinta. Kamu adalah tanggung jawabku. Maafkan aku sudah meninggalkan mu"
Lusi pun tampak menjatuhkan air matanya. Seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Rian. Lusi pun langsung menangis. Baru kali ini Lusi mendengar ucapan Rian yang mampu menyentuh hatinya. Lusi pun langsung menangis haru. Karena baginya itu seolah mimpi untuknya.
"Rian kamu serius dengan apa yang kamu katakan"
"Aku serius Lusi. Aku serius"
Lusi pun hanya menangis saat itu tak menyangka semua akan terucap juga pada seorang Rian.
**********
__ADS_1
like like like like like guys.