Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Burung dalam sangkar


__ADS_3

Part 61 (Burung dalam sangkar) (Sesion2)


Sesampainya di pasar Lusi pun belanja secepat kilat. Dan ia Berharap uang yang ia miliki bisa memenuhi kebutuhannya minimal untuk seminggu. Ia membeli beras, ayam, daging,ikan, sayuran dan roti. Ah tidak lupa juga minyak goreng, garem dan cabe bawang tomat.


Dan uangnya pun ia tidak habiskan semua. Uangnya ia sisakan seratus lima puluh ribu.


Lalu Lusi pulang dengan naik ojek.


Sesampainya dirumah.


Lusi pun melihat Rian sudah Memakai kemeja abu-abu, celana hitam dan dasi hitam. Ia terlihat gagah dan tampan.


Lalu Lusi pun menyiapkan sarapan untuk suaminya. Roti bakar, segelas teh dan kopi.


Setelah selesai Lusi pun duduk dimeja makan sambil memandang Rian di hadapannya.


"Aku tidak tahu kamu suka kopi atau teh jadi aku membuat keduanya" ucap Lusi.


"Aku mau di layani.. Bisakah kamu ambilkan sepatu dan jas hitam miliku. Tempatnya ada di Ruangan samping kamar kita"


"Iya Rian.. "


"sekalian kaus kakinya kamu ambil" ucap Rian.


Lalu Lusi pun ke ruangan tersebut. Sesampainya diruangan itu. Lusi terheran-heran ternyata Rian memiliki banyak jas, kemeja, sepatu dan baju lainnya.


Seperti di sebuah toko pakaian. Benak Lusi


Saat Lusi ingin mengambil sepatu milik Rian, ternyata Rian memiliki banyak sepatu. Dan Lusi tidak tahu Rian ingin memakai sepatu yang mana. Lalu Lusi mengambil satu pasang sepatu. Yang menurut dia bagus. Tidak lupa juga mengambil kaus kakinya dan jas hitam.


Lalu Lusi pun kembali. Dan memberikannya kepada Rian.


"Nih " ucap Lusi. Memberikan sepatu dan Jasnya.


Lusi pun berdiri di samping Rian. Sambil memandangnya..


"Kamu lihat apa" tanya Rian.


"Lihat kamu lah" jawab Lusi.


"Pakaikan kaus kaki ke kaki aku sekarang"


"Hah. Haruskah aku yang lakukan ni"


"Lakukan apa yang aku perintah sekarang!!!"


Lusi pun menjongkok dan memakaikan kaus kaki ke kaki Rian.

__ADS_1


"Sekalian sepatunya kamu pasang" ucap Rian.


Lalu Lusi pun memakaikan sepatu milik Rian.


"Mulai sekarang kamu harus menyiapkan segala kebutuhan aku. Mulai dari aku mau berangkat kerja sampai pulang kerja. Kamu harus bener-bener jadi istri yang patuh dan melayani aku dalam hal apapun itu. Ngerti kamu.. "ucap Rian.


"I-iya" ucap Lusi.


Lalu setelah itu Rian pun memulai sarapan.


"Ahh.. Sungguh gak enak Roti buatan kamu Lusi. Rasanya payah.."


"Iya Rian maaf. Memangnya kamu suka yang seperti apa? " tanya Lusi.


"Intinya aku tidak suka roti yang kamu beli. Aku hanya biasa memakan roti yang bemerk. Bukan roti murahan seperti ini" ucap Rian


Lusi pun mengangguk. "Iya Rian"


Setelah itu Rian pun berangkat kerja. Saat Lusi ingin memegang tangan Rian untuk mencium tangannya. Namun tiba-tiba Rian menarik tangannya dan pergi.


Berkali-kali Lusi hanya bisa menarik napasnya panjangnya menahan kecewa.


Lalu Seperti kemarin juga Rian selalu mengunci pintu rumah dari luar. Sehingga Lusi tak bisa kemana-mana.


Lusi pun hanya bisa pasrah walau hatinya terasa sedih.


Ada foto almarhum Ayah Rian yang terlihat gagah dan berwibawa. Dan foto keluarga Rian.


Serta dirumah itu Rian memiliki kolam berisi ikan mas koi yang ada di sudut dalam rumah. Dan lebih kerennya lagi, di dalam rumah ada fasilitas gym, karoke, mini bar, dan ada kolam renang juga. Serta disamping rumah ada taman yang indah. Untuk hunian ini memang dirasa cukup nyaman.


Namun saat Lusi ingin menikmati kolam renang. Pintunya terkunci dari dalam dan Lusi tidak bisa membukanya. Bukan hanya itu Lusi juga tidak bisa membuka pintu belakang, samping dan depan semua terkunci.


Hah.. Aku seolah seperti burung di dalam sangkar. Tinggal di rumah mewah namun hidup terkekang tak bisa berbuat apa-apa. Benak Lusi.


.


.


.


Malam hari..


Lusi menunggu Rian pulang. Dari tidak ngantuk sampai mata mengantuk. Sampai Lusi pun tertidur di depan pintu sambil menunggu Rian. Mengingat Lusi harus menunggu Rian di depan pintu.


Wakti sudah jam 11.30 malam. Tak lama terdengar suara pintu terbuka. Rian pun pulang.. Dan membangunkan Lusi dengan kakinya.


"Heh bangun sekarang! " ucap Rian.

__ADS_1


"Kamu udah pulang Rian" ucap Lusi.


Namun Rian tidak menghiraukan Lusi. Lalu Rian pun masuk ke kamar.


Lalu Rian pun mengganti pakaiannya. Setelah itu ia langsung tidur di kasurnya


Lalu Lusi pun menghampiri Rian di kamar. Dan duduk di dekatnya.


"Rian aku udah buatkan kamu makan malam. sebaiknya kamu makan dulu"


"Kenyang.. Aku maunya kamu.. Layani aku malam ini"


Lalu Rian pun mendorong Lusi ke kasur. Dan membuka pakaian Lusi satu persatu. Dan memulailah permainannya. -skip-


.


Beberapa saat kemudian


..


Setelah selesai Lusi pun mencoba membuka obrolan. Sambil bersandar di bantal. Sedangkan Rian setelah puas. Ia malah asyik dengan laptopnya.


"Rian boleh aku minta uang sama kamu. Buat kebutuhan sehari-hari"


Lalu Rian pun hanya diam.


Nih orang denger gak sih aku ngomong apaan benak Lusi bertanya-tanya.


"Mmm.. Yaudahlah kalau kamu gak mau kasih. Aku tidur dulu ya" ucap Lusi memejamkan matanya.


Dasar cewek matre udah dapet duit banyak dari keluarga aku masih aja dia mengharapkan uang dari aku. Matre banget sih kamu Lusi. Benak Rian kesal.


Rian tidak peduli sama sekali.


Karena Rian berfikir bahwa Lusi sudah menerima uang dari Renata. Sehingga ia tidak mau menafkahi Lusi berupa apapun itu.


Padahal selama itu juga Lusi belum dapet uang sepersen dari Renata. Meskipun ia telah mendandatangani perjanjian itu. Dan Lusi pun tak tahu entah kapan uang itu diberikan. Dan Lusi tidak sama sekali peduli soal harta yang di janjikan ituh. yang ia pedulikan hanya satu, yaitu kebahagian pernikahannya.


.


.


.


like yaaaa ya..


.

__ADS_1


.


__ADS_2