
MAAF BANGET JARANG UP..
LAGI SIBUK DUNIA NYATA. BIASALAH, TIME KAN IS MONEY.
TERKAHIR-TERAKHIR INI EMANG OTAK LAGI GAK MASUK KE CERITANYA LUSI. KADANG NGEBANGUN KEMISTRI DALAM SEBUAH CERITA ITU EMANG SUSAH GUYS.. JANGANKAN DUNIA HALU DUNIA NYATA AJA SUSAH.. TP MAKASIH UNTUK KALIAN YANG MASIH STAY DI CERITA INI.
Btw, TADI AKU BARU SELESAI VAKSINASI. BUAT REMINDER DISINI AJA YA, TGL AKU VAKSIN. HEHEH
Part 124(Mobil mewah)(Sesion2)
Baru kali ini Lusi merasakan yang namanya morning sickness. Mual-mual karena kehamilannya. Terlihat Lusi beberapa kali ke kamar mandi, untuk memuntahkan isi dalam perutnya.
Perasaan tadi Lusi baik baik aja makan masakan ibunya. Namun Kenapa tiba-tiba di kantor malah mual ya. Mungkin karena kehamilannya yang membuat ia sensitif. Dan itulah wanita hamil yang sulit untuk di tebak. Kapan mual dan kapan baik-baik saja. Terkadang mencium parfum atau aroma aroma yang mencolok saja bisa membuat wanita yang hamil itu menjadi mual.
Namun..
Saat Lusi mual dan muntah di wastafle lusi mendengar ada dua orang perempuan yang membicarakan Rian. Terdengar Rian baru saja menghadiri acara ulang tahun Zelda di hotel mewah.
Lusi yang saat itu sedang di dekat mereka pun mendengar pembicaraan itu dengan jelas.
"Beruntung ya Zelda, pak Rian itu baik banget. Masa ulang tahun aja Zelda dikasih hadiah mobil mewah" ucapnya.
"Tapi wajar aja sih pak Rian kan tajir"sahut temannya.
Lusi yang saat itu mendengar pun langsung menoleh ke arah mereka.
Karena hp Lusi yang masih berada di tangan Adit karena tertinggal. Lusi pun tidak tahu menahu soal itu. Seketika Lusi pun merasa penasaran dan ingin melihatnya fotonya juga.
"Boleh saya melihatnya" ucap Lusi mendekati mereka.
Lalu temen sekantor Lusi yang baru saja membicarakan Rian pun memberikan handphonenya.
"Boleh" ucapnya.
Lalu Lusi pun melihatnya.
Lusi pun kaget melihat foto Rian dan Zelda yang sangat terlihat bahagia dan mesra. Terlihat Rian yang sedang menghadiri acara ulang tahun Zelda yang terkesan mewah itu. Apalagi di tambah Zelda memposting mendapatkan hadiah mobil mewah dari Rian. Seketika hati Lusi pun terasa perih dan sakit melihat itu.
Jangankan mobil kue ulang tahun atau hadiah kecil untuk Lusi saja saat ulang tahun, Rian tak pernah menghadiahinya.
Dan terlihat foto,saat Rian yang mencium pipi dan merangkul Zelda. Itu semakin menambah sakit hati Lusi yang memang sudah porak poranda dari kemarin atas perlakuan Rian.
__ADS_1
Dan hal yang paling menyakitkan lagi untuk Lusi adalah, disitu terlihat tanggal acara ulang tahun itu sama dengan kejadian saat Lusi dijebak oleh Adit. Lusi pun tampak menahan air matanya saat ia tahu itu semua.
Lusi pun sebenarnya ingin menangis sejadinya, namun Lusi menahan air matanya karena malu dengan teman sekantornya.
Dihari yang sama dan di jam yang sama. Disaat aku sedang menangis dan sangat membutuhkan pertolongan mu Rian. Kamu malah bersama Zelda menghadiri ulang tahunnya. Sakit Rian.. sakit.. setidak perlukah aku di matamu. Padahal aku ini adalah istrimu. Disaat aku dikejar-kejar orang jahat kamu justru sedang tertawa bahagia merayakan ulang tahun Zelda. pedih sekali rasanya. Benak Lusi menahan perih dalam hatinya.
Lalu tak lama teman sekantor Lusi pun keluar dari toilet.
Lusi pun langsung menangis Karena tak mampu menahan air mata yang sudah ia tahan dari tadi.
Tiba-tiba Viola datang, dan melihat Lusi yang sedang menangis tersedu.
"Kamu kenapa nangis" ucap Viola. "Jangan bilang kamu nangis karena pak Rian"
Lusi pun langsung menoleh ke arah Viola yang tahu-tahu nongol seperti hantu.
Lalu Lusi pun menghapus air matanya dengan tisu.
Lusi pun tampak terdiam.
"Apakah pak Rian sudah mempertangungjawabkan perbuatannya itu" ucap Viola melihat ke arah Lusi.
Lusi pun menggelengkan kepalanya.
Viola pun tampak kaget dengan apa yang dikatakan Lusi.
"Rian itu benar-benar kurang ajar ya. Gak boleh dibiarin ini, gak boleh. Rian harus tanggung jawab. ayo! aku temenin kamu menemui Rian" ucap Viola menarik tangan Lusi dengan kuat, untuk menemui Rian di ruangannya.
"Gak usah Vi.. gak usah" ucap Lusi menarik tangannya kembali.
"Lusi kamu itu ikkhh.. jangan begitu. Kalau gitu aku saja yang menemuinya"ucap Viola.
Lalu Viola pun menemui Rian di ruangannya. Dengan berjalan cepat sambil kesal dan membuka pintu ruangan ruangan dengan sangat kuat.
Brrrraaakk..
Terlihat Rian yang tampak kaget dengan kedatangan Viola.
"Apa-apaan ini" ucap Rian kaget
"Pak, bapak itu bener-bener kelewatan ya!!, Bapak harus tanggung jawab dengan apa yang sudah bapak lakukan. Lusi hamil anak bapak.. bisa-bisanya bapak gak mau tanggung jawab" ucap Viola marah-marah.
__ADS_1
"Hey.. sekertaris rese. Ngapain kamu urus urusan saya. Gak berhak kamu ikut campur urusan saya" ucap Rian marah.
"Pak, saya wajar marah karena bapak cuma mau enaknya aja" ucap Viola lagi.
"Apa, kamu bilang mau enaknya aja. Kamu tanya sama Lusi kenapa saya tidak mau tanggung jawab" ucap Rian tidak mau kalah.
Lalu Lusi pun juga langsung menemui Rian di ruangannya. Terlihat Rian dan Zelda yang memang sedang adu mulut.
Bukannya Rian bertanggung jawab, eh Rian malah menjelek-jelakan Lusi di hadapan Viola.
"Asal kamu tahu Viola. Lusi itu cuma wanita murahan yang dengan mudah nya ia tidur dengan pria lain" ucap Rian
"Bapak jangan mengarang ya, Lusi tidak mungkin seperti itu" ucap Viola.
"Aku yang lebih tahu dia, dan sampai kapan pun aku tidak mau bertanggung jawab dengan anak yang dikandung oleh wanita murahan itu!!!"
Lusi pun tampak kesal sekaligus sedih mendengar ucapan Rian yang terus-terusan mengatakan dirinya wanita murahan. Padahal Lusi adalah wanita yang selalu berusaha menjaga kehormatannya itu.
"Viola cukup,, cukup !!!" Ucap Lusi dengan nada tinggi"Aku bisa menghidupi diriku dan anak yang ku kandung ini. Sudahlah Viola, kita tak perlu memaksakan orang yang memang tidak mau bertanggung jawab"
Lusi pun mendekati Rian kali ini dengan perasaan kesal.
"Rian, aku terima jika memang kamu tidak mau bertanggung jawab atas anak ini. Tapi satu hal yang aku pinta, jangan pernah sekalipun kamu bilang aku ini wanita murahan. Karena aku bukanlah wanita murahan!" ucap Lusi memandang wajah Rian tajam.
Rian pun tampak memandang Lusi.
"Dalam hidup, tak pernah sekalipun aku merasakan bahagia dari mu. Hanya sakit dan sakit yang kamu berikan. Jangankan kata sayang dan cinta kepadaku. Menghargai saja tidak. Asal kamu tahu, Aku pun juga sudah lelah mendampingi mu selama ini. Aku ikhlas dan terima. Ada atau pun tidaknya dirimu, buat aku sama sekali tidak ada artinya. dan Anak ini pun tidak butuh ayah dari orang seperti mu!!!
Rian pun tampak terdiam dengan ucapan Lusi.
"Permisi..." Ucap Lusi.
Lalu Lusi pun keluar dari ruangan Rian. Rian pun tampak terdiam dengan ucapan Lusi yang begitu masuk ke relung hatinya. Viola pun mengejar Lusi.
Viola pun memeluk Lusi yang terlihat menangis.
"Kenapa kamu bilang begitu tadi. nanti anak mu, bagaimana?" ucap Viola.
"Gak apa-apa Vi, aku bisa kok tanpa nya" ucap Lusi berusaha tersenyum.
Viola pun memeluk erat Lusi.
__ADS_1
*jangan lupa LIKE LIKE LIKE AND LIKE.