
Part 95 (Perselisihan dengan teman) (Sesion2)
Pagi harinya saat di kamar hotel.. Tampak Lusi yang membangunkan Rian untuk solat subuh. Rian pun terbangun, lalu ia melihat Lusi dengan balutan mukenanya.
"Istri solehanya siapa sih ini.. " ucap Rian tersenyum pada Lusi.
Lusi pun membalas senyuman.
"Tunggu ya. Aku siap-siap dulu kita solat berjamaah" ucap Rian bangun dari tidurnya.
"Iya" jawab Lusi.
Lalu mereka pun solat berjamaah. Setelah selesai tampak Lusi yang menyempatkan diri untuk membaca kitab suci Al-quran dan tampak Rian mendengarkan sambil memperhatikan wajah Lusi. Setelah selesai Rian pun masih memandang wajah Lusi yang terlihat bersinar yang terpancar dari wajahnya.
Lalu Lusi pun melepas mukena dan duduk memandang Rian yang sedang memperhatikannya.
" Seumur hidupku, aku sudah mendapatkan semuanya. Namun cuma satu... ilmu agama yang masih belum aku dapatkan sepenuhnya" ucap Rian.
"Seumur hidup.. aku sudah mendapatkan semuanya. Cuma satu yang aku belum dapatkan .. Yaitu Pengakuan bahwa aku adalah istri kamu" Ucap Lusi.
Rian pun tampak terdiam dengan apa yang dikatakan Lusi.
"Sampai kapan? aku hidup hanya menjadi bayang-bayang mu. Aku merasa aku ini seperti istri simpanan mu Rian"
Aku tak menyangka bila Lusi akhirnya menyadari juga bahwa selama ini dirinya cuma aku jadikan bayang-bayang dalam hidupku. Maafkan aku... Karena sampai kapan pun dirimu hanyalah istri bayangan ku. Sekalipun aku sangat mencintaimu. Benak Rian memandang Lusi.
"Jawab Rian.. Aku lelah dengan semua permainan mu. Kamu mau kemanakan hubungan kita ini" ucap Lusi.
"Sabar.. Sabar.. Ya.. " ucap Rian.
"Sampai kapan aku harus bersabar... Sampai aku menua dan mati. Baru kamu anggap aku ini adalah istri kamu" ucap Lusi.
"Kamu tahu kan Lusi aku ini sedang mengembangkan bisnis alamarhum papa aku. Aku gak mau kalau ada yang mengorek masalalu yang aku alami. Kalau sampai ada yang tahu dengan alasan apa aku menikahimu. Reputasi bisnis yang aku jalani bisa hancur.."
"Akhirnya kamu memikirkan juga kan tentang reputasi. Lalu bagaimana dengan reputasi aku sebagai istri kamu.."
Rian pun malah menantang Lusi.
"kalau aku tak bisa mengakui mu.. Kamu mau minta apa!!! Cerai!!! Iya.. Begitu!!!" ucap Rian.
"Aku tidak memintanya Rian.. Namun kalau itu yang terbaik kenapa enggak" ucap Lusi.
__ADS_1
"Sudah berkali-kali aku bilang padamu Lusi. Aku tidak akan pernah menceraikan mu !!!" ucap Rian.
"Hah.. Apa-apaan kamu ini. Enak sekali kamu jadi laki-laki, bisa menikmati namun tidak bisa mengakui. jahat sekali kamu Rian!!! Aku pikir kamu berubah.. tapi sama saja. " ucap Lusi kesal.
"Sekarang terserah kamu mau anggap aku apa.. Mau bilang jahat dan egois.. Terserah!!! Asal kamu tahu.. Kamu mau nangis darah dan memohon-mohon minta di ceraikan.. Aku ga akan pernah Lusi ceraikan kamu.. Karena aku tidak mau kamu dimiliki oleh lelaki mana pun.."
Lalu Rian pun mengambil Jasnya dan bergegas pergi.
"Aku males bedebat sama kamu. Aku harus segera pergi. Aku tidak mau ketinggalan pesawat.." ucap Rian bergegas pergi.
Lusi pun hanya diam dan melihat kepergian Rian..
Hah.. Pria macam apa dia.. Sepertinya di dunia ini memang tak ada cinta. Yang ada hanyalah ambisi dan rasa untuk memiliki. Tanpa peduli rasa satu sama lain. Benak Lusi.
Setelah itu Lusi pun ke kantor dengan naik ojek. Namun sebelum ke kantor ia pulang dulu ke rumah. Untuk mengganti pakaiannya. Maklum saja Lusi tidak membawa pakaian ganti. Lalu setelah itu Lusi pun berangkat ke kantor.
Lusi ke kantor dengan menaiki ojek. Dan saat di depan pintu parkir kantornya.
Tiba-tiba..
Tin.. Tin.. Tinn..
Lalu Lusi pun menengok kebelakang ternyata..
Itu adalah mobil Mela.. Mela pun Membuka kaca mobilnya.
"Woy. Minggir Lu!!! Gua mau lewat.. Bisa gak sih lu gak ganggu jalan gue!!!" teriak Mela dari dalam mobil.
Lusi pun minggir sambil pasang wajah kesal.
"Emang nya lo pikir ini jalanan nenek moyang lu apa" ucapLusi tidak terima.
Dan baru kali ini lah Lusi berbicara pakai bahasa gue dan elo.
Lalu Mela memarkirkan mobil dan setelah itu ia menghampiri Lusi.
"Gue tuh cuma gak mau mobil baru gue ini nabrak elu" ucap Mela kasar.
"Oh ini mobil baru lu.. Ya mudah-mudahan mobil baru lu gak ditarik Lising ya.. Karena gue takut.. Lu gak mampu bayar cicilannya.. bisa-bisa di tarik nih mobil" ucap Lusi tersenyum meledek.
"Hello.. Kurang ajar Lu ya.. Emang lu pikir.. mobil gue ini hasil kredit!!!"
__ADS_1
"Ya.. Siapa tahu seperti itu"
"Eh.. Asal lu tahu, gue ini anak orang kaya. Kemana-mana pakai mobil. Gak kaya lu orang miskin cuma naik ojek" ucap Mela.
"Ya ampun kuno sekali pemikiran anda. Melihat seseorang hanya dari covernya"
"Ngaku aja deh lu itu miskin"
"Kaya atau miskin. Urusannya buat lu apa.. "
"Emang lu miskin kan. Buktinya aja lu cek in.. Buat nyari penghasilan tambahan kan... lu jual diri kan!!" ucap Mela.
Lalu Lusi pun menampar Mela.
Plaakk...
Mela pun tampak kesal sambil memegang pipinya.
"Kalau ngomong jangan sembarangan ya.. Sekolahi mulut lu.. " ucap Lusi kesal.
"Berani ya lu sama gue.. Beraninya lu tampar gue. " ucap Mela kesal..
"Gue gak takut sama sekali sama lu"
Lalu mela pun menjambak rambut Lusi dengan kuat.
Lalu Lusi pun tidak terima dan menjambak juga rambut Mela. Dan mereka pun jambak-jambakan di parkiran dan saling mencakar satu sama lain. Dan tampak karyawan yang lain bukannya memisahkan malah seru nontonin. Terutama para pria yang malah menjadi hiburan untuk mereka.
"Hajar.. Sikat.. Jangan kasih kendor." ucap salah satu penonton laki-laki.
Tampak Lusi dan Mela berantem hingga keduanya jatuh ke tanah. Dan baju mereka pun kotor. Mereka cakar-cakaran dan menjambak rambut.
Tiba-tiba Pak Sultan melihat keduanya sedang berantem. Dan Lalu memisahkan..
Pak Sultan memegangi Mela yang tidak mau lepas menjambak rambut Lusi.
"Hey!!! Kalian ini bukannya misahin malah nontonnin" ucap pak Sultan kesal pada karyawan yang lain.
Mungkin baru kali ini lah Lusi berantem sampai seperti ini. Selama hidupnya ia tidak pernah berantem sekalipun sampai menjambak dan cakar-cakaran.
Hah.. Sial.. Kenapa aku bisa terbawa emosi pada Mela. Bodohnya aku ini. Bisa-bisanya berantem sama Si Mela biang rese. Kaya dia.. Benak Lusi.
__ADS_1