Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Perasaan Seorang Ibu


__ADS_3

Part 123 (perasaan seorang ibu) (sesion 2)


Lalu Rian pun memandang dan membuka lemari baju. Ada beberapa baju Lusi yang masih tertinggal. Dan Rian pun seketika mengingat Lusi.


Wanita yang selalu menemaninya didalam tidur. Dan selalu melayani dirinya sepenuh hati.


Lalu Rian pun tampak diam dan tak berkata sepatah kata pun. Dan mengingat semua yang pernah ia lalui bersama. Ia memang telah mengusir istrinya. Namun ia juga yang kini merasa benar-benar kehilangan istrinya.


Namun satu sisi Rian masih belum bisa terima bila mengingat Lusi telah selingkuh.


Sebenarnya Rian ini termasuk orang yang tidak tahu diri. Kalau emang Lusi selingkuh lalu dia apa kabar. Yang sudah tunangan dengan Zelda


*******


sakit rasanya.. bila mengingat bagaimana Lusi sudah di tampar oleh dua pria sekaligus.


Bila semua di ingat lagi,dan ingat lagi. sepertinya Lusi Takan sanggup untuk menahan rasa sakitnya.


Namun Lusi harus tetap sabar dan kuat. karena hanya itulah yang ia dapat lakukan.


...


Keesokan harinya, tampak Lusi yang terbangun dari tidurnya. Melihat sang ibu yang sudah memasak makanan untuk Lisa dan juga dirinya. Rasanya Lusi senang sekali berada di dekat mereka


Lalu Lusi pun mandi, setelah mandi lalu bersiap untuk berangkat kerja.


"Kamu mau kemana?"tanya Ibu.


"Kerja. karena memang ada laporan yang harus di kerjakan. Aku tidak mungkin mengalihkan tugas ku kepada orang lain" ucap Lusi duduk di hadapannya ibunya.


"Emm gitu, besok Ibu pulang ke Bandung ah.." ujar sang ibu menyendokan nasi dan lauk pauk yang lain untuk kedua putrinya.


"Kenapa cepat sekali pulangnya bu" ucap Lusi memandang wajah sang ibu.


"Karena memang ibu punya tugas yang harus ibu kerjakan. Dan tak mungkin ibu alihkan kepada orang lain"


Lusi pun tampak mengernyitkan keningnya. Saat ucapannya malah di balikin oleh sang ibu.


"Tugas apa sih Bu?" Ucap Lusi merasa heran.

__ADS_1


"Tugas menyiram si janda bolong dan kawan-kawannya"


"Ya ampun kirain mah apa" ucap Lusi.


Tiba-tiba Lisa ikut bergabung.


"Oh, jadi Ibu ini lebih sayang dengan si janda bolong itu daripada anak ibu sendiri" ucap Lisa.


"Lagi juga buat apa ibu disini. kalau kalian aja sibuk sama pekerjaan masing-masing" ucap Ibu.


"Udah lah bu gak usah di pikirin itu si janda bolong. Biarin dia hidup dengan sendirinya. Dan mati pun juga dengan sendirinya. Ibu jangan mencampuri kehidupan si janda itu"ucap Lisa.


Lusi pun hanya tersenyum mendengar Lisa.


"Hey. Itu kan tanaman lagi viral tau" ucap Ibu.


"Yailah Bu, disini juga ada noh tanaman Viral. Namanya rumput tetangga" ucap Lisa sambil tertawa.


Ibu pun hanya mencubit pipi Lisa karena ibu merasa jengkel dengan Lisa yang selalu menjawab penuturan ibunya.


"ngomong-ngomong kok bisa kebetulan gini ya, ibu kesini pas kak Lusi juga disini" ucap Lisa.


"Gak tahu kenapa, ibu sangat kepikiran kakak kamu. Tiba-tiba ibu pengen ke Jakarta untuk temuin Lusi. Berhubung ibu gak tahu alamat rumah Lusi. Jadi ibu ketempat kamu aja deh Lisa. Eh.. Pas banget ada Lusi disini"


Lusi pun tampak tersenyum.


Ibu pun langsung tersenyum memeluk Lusi. Dan Lusi tampak menjatuhkan air matanya. Sambil menghela napasnya.


"Maaf Lusi gak bisa temenin ibu disini. Karena Lusi harus kerja Bu. Lusi harus mencari uang untuk membiayai untuk melahirkan nantu"


"Kamu tenang saja soal itu, Ayah mu pasti sanggup biayai kamu"


"Iya Lusi tahu. Tapi Lusi mau mandiri bu. Lusi sudah banyak merepotkan Ayah dan ibu"


"Nak.." ucap Ibu sambil memandang penuh haru.


Lusi pun tampak tersenyum.


"Gak apa-apa Bu. Lusi insyaAllah bisa"

__ADS_1


Ibu pun langsung mencium kening putrinya


Lalu Lusi pun berangkat ke kantor.


*****


Sesampainya di kantor Lusi pun tampak bertemu Rian. Rian tampak membuang mukanya saat melihat Lusi. Dan mereka pun tak sengaja menaiki lift bersama.


Tiba-tiba..


"Kamu keluar!!!" ucap Rian.


Tampak karyawan yang lain pun merasa heran dengan ucapan Rian.


"Kamu keluar saya tidak mau melihat wajah mu di hadapanku" ucap Rian dengan wajah dinginnya.


Lusi pun tampak sadar diri bahwa yang dimaksud Rian adalah dirinya. Lalu Lusi pun keluar dari lift dengan langkah yang perlahan. Yang lain pun tampak melihat Lusi yang keluar dari lift.


Ya perasaan sedih masih menyelimuti Lusi kali ini.


Lalu Lusi pun menunggu lift lagi. Setelah itu tak sengaja kali ini satu lift dengan Adit. Lusi pun tampak membuang wajahnya. Lusi sangat membenci Adit yang sudah jahat dengan dirinya.


"Akhirnya kita ketemu lagi ya" ucap Adit.


Lusi pun tak menjawab ucapan Adit.


Saat keluar lift Lusi pun langsung sedikit berlari untuk segera sampai ke meja kerjanya. Karena jangan kan untuk bertemu mendengar namanya saja Lusi sudah tidak sudi.


***********


Oke next lanjut nanti lagi ya..


Uppsss.. sorry ya kalau ini episodenya kebanyakan.


Hah... Sebenernya sih gue gelay banget kenapa bisa sebanyak ini. Padahal dari awal gak mau sepanjang dan kali lebar begini. Tp kalau di cepetin Malah jadi aneh juga ya.. malah jadi kaya sinopsis dan bukan novel..


Tapi yaudahlah ... Ikutin aja jari jemari ku sampai mana ia akan melangkahkan cerita ini. Tp tenang.. sebentar lagi.. sebentar lagi cerita ini akan selesai gaes. Emang pada dasarnya seorang Lusi. Jika ingin hidup bahagia sebahagianya butuh perjuangan.. ok thankss.....


maaf jga klo sebagaian kata katanya ada yang kurang nyambung..

__ADS_1


biasa lah namanya juga manusia. sering salah dan khilaf. dah lah...


Like...like..likee..likee..


__ADS_2