Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Istri sok cantik


__ADS_3

Part 62 (Istri sok cantik) (Sesion 2)


Setelah Lusi menjadi istri Rian. Lusi pun tak pernah merasakan indahnya pernikahan. Lusi lebih banyak mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari Rian.


Namun Lusi selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk Rian.


Seminggu kemudian..


Tampak Rian yang sudah rapi untuk berangkat kerja.


"Lusi !!! " teriak keras Rian dari kamar.


Lusi pun berlari menemuinya.


"Dimana jam tangan aku" ucap Rian marah


"Jam tangan yang mana? "


"Yang kemarin aku pakai" ucap Rian


"A-aku gak tahu"


"Sekarang kamu cari sebelum aku berangkat. Dan aku gak mau tahu harus ketemu" ucap Rian dengan nada tinggi.


"I-iya Rian"


Lalu Lusi pun mencari kemana-mana. Mulai dari lantai atas sampai bawah. Namun ia tidak menemukannya.


"Maaf aku gak menemukannya" ucap Lusi.


"Kamu jadi istri bisanya apa sih. Cari jam aja gak bisa" ucap Rian marah.


"Maaf Rian"


"Udahlah aku berangkat"


"Riaann... " panggil Lusi.


Langkah Rian pun terhenti.


"Aku belum sarapan Rian. Bisakah kamu berikan aku makan walau hanya sepotong roti" pinta Lusi


"Gak ada.." ucap Rian singkat.


"Tapi aku laper"


"Itu hukuman buat kamu karena kamu gagal menemukan jam tangan aku"


"Aku mohon aku sangat lapar Rian. Stok makanan yang aku beli sudah habis. Aku akan mengganti uang mu" pinta Lusi dengan sangat.

__ADS_1


Namun Rian tak menghiraukan dan malah pergi.


Tidak lupa juga ia mengunci pintu rumah sehingga mampu membuat Lusi tak mampu kemana mana.


Hah.. Ya ampun tega banget sih dia sama aku. Benak Lusi.


Lalu ia pun cuma bisa duduk dan tak mampu berbuat apa-apa. Selain menunggu sampai Rian pulang.


Aku bingung sama kamu Rian. salah aku apa ya.. Apakah sebagai istri aku kurang manis. Apakah dengan cara manis ia akan berbuat manis dengan aku juga. Baiklah pulang kerja aku akan sok manis dan mesra dengannya. Agar sifat dingin dan kasarnya berubah benak Lusi.


Saat malam hari sampailah Rian dirumah.


Dengan senyuman Lusi pun menyambutnya.


"Halloo sayang kamu udah pulang ya.. Aku udah nunggu kamu loh 9jam 2menit 25detik. Sekian lamanya aku menunggu akhirnya kamu pulang juga" ucap Lusi memebelai wajah Rian dan memegang tangannya. Tidak lupa juga sambil tersenyum walau dengan sedikit memaksa.


"Kamu jangan sok kecantikan deh. Kamu aneh tau gak" ucap Rian ketus.


"Gak apa-apalah pura-pura cantik daripada pura-pura dalam perahu. Atau pura-pura baik kaya kamu" ucap Lusi senyum senyum gak jelas.


"Apa kata kamu"


"Oh bukan apa-apa ada kucing lewat"


Lalu Lusi pun memeluk tubuh Rian yang kekar itu.


"Kamu wangi banget walau belum mandi. Pasti kamu mau istirahat ya.. Oia itu ada makanan pasti buat aku kan" ucap Lusi melirik-lirik kantong yang Rian bawa


"Aku makan dulu ajah ya.. Rasanya udah kangen banget ketemu nasi" ucap Lusi.


"Gak.. Syaratnya kamu harus layanin aku dulu"


Lusi pun mengangguk pasrah sambil tersenyum.


Hah... Yaudah lah daripada gak makan benak Lusi.


Keesokan harinya..


Pagi-pagi sekali terlihat Rian yang sudah bangun. Lusi pun bergegas menyambutnya agar ia di berikan ijin untuk keluar.


Hemmss.. Hari ini aku harus sok manis lagi di depan Rian. Supaya hatinya Rian luluh.


"Eh ada suami aku udah bangun" ucap Lusi lenjeh.


Rian pun memandang Lusi lama.


"Sepertinya aku sangat lapar. Makan dulu yuk" ucap Lusi manja membelai wajah Rian.


"Nggak aku maunya kamu" ucap Rian menarik Lusi ke kasur.

__ADS_1


"Sepertinya ini terlalu pagi untuk melakukan ini. Gimana kalau kita sarapan dulu"


"Aku gak peduli. Mau kapan.. Siapa suruh menggoda"


"Aahhhh.. Tapi kamu belin aku sarapan kan"


"Iya kita liat nanti"


Ahh sial.. Bukannya dapet sarapan dari Rian. Malah dapet serangan.. benak Lusi kesal dalam hati.


Lalu setelah Rian puas.


Rian pun membelikan sarapan untuk Lusi melalui via ojek online.


"Rian makasih ya.. Kamu udah belin makanan. Aku boleh gak keluar. Cari angin segar" pinta Lusi dengan tatapan menggoda.


"Gak boleh.. Sekali kamu melangkahkan kaki keluar dari rumah ini. Gak ada ampun Lusi. Aku akan hajar kamu"


"Hah.. Yaudahlah..." ucap Lusi pasrah.


Setelah itu...


Rian berangkat ke kantor.


Sesampainya di kantor. Terlihat Renata datang menemui Rian. Duduk di hadapan Rian yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Ada apa ma? " tanya Rian.


"Kapan kamu akan meninggalkan Lusi"


Rian pun tersenyum..


"mama peringatkan kamu. Dua bulan lagi kamu akan bertunangan dengan Zelda. Tinggalkan dia"


"Aku akan meninggalkannya. Tapi biarkan saat ini aku bermain main dengan Lusi. Aku ingin menikmati Lusi dulu" ucap Rian.


"Rian!!! Segera tinggalkan dan ceraikaan dia" ucap mama dengan nada tinggi


"Mama tenang saja. Aku akan tinggalkan Lusi. Tak perlu khawatir aku akan tetap bertunangan dengan Zelda" ucap Rian.


Lalu Renata pun pergi.


Hemm.. Lusi.. Lusi.. Enak aja dia pergi gitu aja. Tak ada yang gratis di dunia ini. Kamu harus jadi pemuas nafsu aku. Enak aja kamu minta harta aku secara cuma-cuma. Aku tidak peduli walau selamanya kamu cuma jadi istri simpanan. Aku tak akan menceraikan kamu sebelum aku puas.. benak Rian


.


.


.

__ADS_1


like yooo


__ADS_2