
Part 26 (Pantun Cinta) (sesion 2)
Keesokan pagi harinya, Lusi bangun sekitar jam 04.30. Ia pun langsung melaksanakan solat subuh dan membantu Ibu menyiapkan sarapan.
Setelah selesai Lusi pun membuka ponsel miliknya dan ia mendapatkan sebuah pesan masuk. Pagi-pagi ia sudah disuguhkan pantun cinta. Dari anak muda yang sedang jatuh cinta. Seolah ia terhanyut suasana. Dan tersenyum saat membaca pesan dari Juna.
Isi pesan:
Selai coklat pake roti
Makan roti jangan melamun
Wahai sang pujaan hati
Ku sampaikan asalamualaikum
Cinta sulit dikatakan
Namun harus diungkapkan
Kamu jangan lupa makan.
Serta selalu jaga kesehatan.
Bila obat adalah jamu.
Pertemuan adalah rindu.
Pagiku adalah dirimu
Dan siangku adalah kamu.
Seketika Lusi pun tersenyum dan memerah mukanya saat membaca pesan dari Juna.
Lucu juga nih anak dalam hati Lusi.
Karena Lusi bukan tipe orang yang bisa pantun. Apalagi pantun cinta ia pun hanya menjawab 'walaikumsallam' ditambah emiticon senyuman. Ia senang, karena dapet perhatian. Dan menjadi semangat baru untuknya.
Beberapa selang kemudian. Setelah Lusi selesai sarapan. Ia bergegas diri untuk berolahraga pagi. Ia pun mengeluarkan sepeda miliknya. Dan siap dengan atribut lengkap dan sepedanya. Ia menyusuri jalan di kota Bandung, sambil menikmati pemandangan dipagi hari. Karena rumah Lusi berada di pusat kota Bandung. Pagi harinya sudah terasa ramai banyak orang dan kendaraan berlalu lalang untuk melaksanakan aktivitas. Terasa menyenangkan bersepeda baginya. Selain menyehatkan juga mampu menghilangkan kejenuhan.
Setelah lelah berkeliling ia pun berhenti sebentar. Untuk beristirahat dan membeli minum di sebuah warung di pinggir jalan. Saat Lusi sedang istirahat tiba-tiba saja ia melihat sesosok Rian disebrang Jalan. Terlihat Rian yang sedang di sebuah bengkel mobil. Lusi kaget saat melihatnya. Ia pun memperhatikannya lagi, apakah itu bener Rian atau bukan. Atau cuma perasaannya saja. Lalu ia pun bersembunyi di balik pohon agar tidak terlihat. Namun tiba-tiba Rian menghilang dari pandangannya.
Tiba-tiba saja ada yang membekap mulut Lusi dari belakang dan saat ia menengok. Eehhhh ternyata Lisa adiknya.
__ADS_1
"Huffff... Lisa!! kamu ngagetin kakak aja sih" ucap Lusi sambil menarik napas panjangnya. "Kamu mau buat kakak jantungan" ucap Lusi lagi
"Ngapain lagi di belakang pohon. Lagi main petak umpet" ucap Lisa
"Tadi barusan kakak liat Rian Lisa. Kakak yakin itu Rian"
"Mana mungkin sih kak. Orang dia udah dilaporin ke polisi. Paling kakak cuma halusinasi".
Lalu Lusi pun berfikir.
"Apa iya ya. Tapi masa iya orang ampe mirip banget begitu. Terus Kamu disini ngapain?" tanya Lusi.
"Biasa mobil baru harus di ajak jalan-jalan. " ucap Lisa.
Lalu Lusi pun melihat mobil baru milik adiknya. Berwarna merah terang dan sangat mulus.
"Hemm.. Gaya banget sih sekarang udah bawa mobil. Kakak pulangnya bareng kamu aja ya. Kakak takut kalau ketemu si Mr R itu" ucap Lusi.
"Oke" ucap Lisa
"Tapi mobilnya kakak yang bawa ya. Pengen cobain mobil baru" ucap Lusi.
"Banyak banget permintaan. Iya oke, tapi bawanya yang bener jangan sampai lecet apalagi nyusruk"
"Ikh kakak" ucap Lisa kesal
"Iya becanda doang"
Lalu Lisa pun memberikan kunci mobilnya ke kakaknya sambil menekuk wajahnya. Lalu Lusi pun memasukan sepeda yang dibawanya dan ditaruh di belakang mobil.
Awal-awal Lusi membawa mobil milik adiknya secara perlahan dan dengan pelan. Namun berubah menjadi sangat kencang ketika ada sesi pertanyaan.
"Lisa kita senang-senang dulu. Ada beberapa pertanyaan yang kakak ingin tanya, tapi kamu jawab jujur" ucap Lusi sambil bawa mobil ugal-ugalan.
"Kak yang bener kak, bawa mobilnya" ucap Lisa panik.
"Kamu tahu kasus kakak kan. Itu tahu darimana?" tanya Lusi.
"Dari video kak. Video.. Fokus kak, itu liat ke jalan" ucap Lisa masih panik.
Sontak Lusi kaget perihal video yang ternyata bisa sampai ke tangan adiknya.
"Apa!!! video!!! " ucap Lusi kaget dan menurunkan kecepatan.
__ADS_1
"Iya aku nemuin di Hp Rian"
"Terus yang liat video kakak siapa aja" tanya Lusi.
"Cuma aku" jawab Lisa.
"Jawab jujur" ucap Lusi sambil tancap gas lagi dengan kencang. "Kalau gak jujur kakak kencengin lagi nih"
"Iya. Iya aku jujur.. Aku, ayah dan juga Juna" ucap Lisa sambil teriak.
Tiba-tiba Lusi menginjak rem mendadak saat Lisa menyebut nama Juna.
Ciiiiiiiiittttttttttt....., suara rem mobil.
"Apa!!! Jadi selama ini Juna tahu. Lisa, kamu bikin malu kakak. Kenapa kamu kasih tahu Juna sih" ucap Lusi kesal.
Lalu Lisa pun menundukan kepalanya seolah ia merasa bersalah terhadap dirinya sendiri.
"Terpaksa, soalnya aku takut sama Rian kak. Kalau aku yang simpan video itu, gak akan aman. Kakak tau kan kalau Rian itu orangnya nekat. Aku gak mau kejadian yang kakak alami. Itu juga terjadi sama aku"
Sejenak Lusi pun terdiam.
"Iya kamu benar. Jangan sampai apa yang kakak alami kamu alami juga. Maafin kakak Lisa" ucap Lusi langsung membawa mobil lagi namun kali ini dengan perlahan.
"Kak lain kali kalau mau nanya jangan sambil nyetir terus kebut-kebutan kaya tadi. Aku takut..." ucap Lisa.
"Sekali lagi kakak minta maaf" ucap Lusi.
Tak lama mereka pun sampai rumah.
"Makasih ya buat Test Drive nya. Mobil kamu kecepatannya bagus. Pertahankan!" ucap Lusi tersenyum dan langsung keluar mobil.
Sesampainya dirumah Lisa pun masih shock dengan kelakuan kakaknya. Ia duduk di meja makan dan minum air putih.
"Kayanya Kak Lusi harus dibawa ke psikiater lagi deh. Masa bawa mobil kaya orang kesurupan. Kebut-kebutan... Berasa jalan nenek moyangnya kali" ucap Lisa
Lalu Lusi pun duduk disamping adiknya.
"Lisa video itu aman kan, gak ada yang tahu" ucap Lusi.
"Iya kakak tenang aja. Itu bener-bener aman. Kecuali Juna pengen cari duit. Video itu di jual sama Juna. Terus dapet duit banyak. Terus video itu viral di sosial media. Haduh gak bisa ngebayangin kalau sampai itu terjadi. Nama kakak pasti bakalan tenar banget"
"Lisa.... Kakak lagi serius ya. Bukan lagi becanda"
__ADS_1
"Iya kakak semua udah dihapus. Kecuali satu doang buat barang bukti. Oke, dah cukup"