Kak Lusi (Kakakku Malang)

Kak Lusi (Kakakku Malang)
Sampai Rumah


__ADS_3

Part 69 (Sampai rumah) (Sesion2)


Lalu mereka pun sampai Rumah. Rian memakirkan mobilnya dan turun dari mobil. Lalu membuka pintu rumah.


Lusi pun juga turun dari mobil dan masuk ke rumah. Masih melekat saat itu jaket milik Juna yang Lusi lupa untuk di memulangkannya. Dan sebungkus nasi goreng yang masih di genggaman tangannya.


Tampak Rian yang duduk di sofa.


"Nih.. Nasi goreng yang sudah kamu lupakan itu" ucap Lusi. "Kamu sebenarnya kemana sih Rian?"


"Saat aku membeli rokok. Mobil aku mogok. Sehingga aku telat untuk kembali" ucap Rian.


"Hemm.. Yaudahlah yang penting kamu tidak apa-apa"


Lalu Lusi pun membersihkan diri. Mengganti pakaian dan langsung ketempat tidur dan berbaring di kasur.


Hemm.. Aku tidak tahu kamu benar atau bohong Rian. Namun entah mengapa perasaan aku terasa sakit.


Keesokan harinya Lusi terbangun dari tidurnya. Melihat Rian yang sudah siap berangkat kerja. Padahal itu masih jam 05.00 pagi namun Rian sudah mau berangkat. Lalu Lusi pun menghampirinya.


"Tumben pagi sekali kamu sudah mau jalan" ucap Lusi. Membetulkan dasi milik Rian.


"Aku ada meeting di luar kota. Mungkin sore ini sudah pulang" ucap Rian. Dan memberikan sebuah kotak nasi goreng tadi malam. "Kamu sarapan ini aja. Aku tidak suka kamu mentraktir ku. Pintu tetap aku kunci karena aku takut kalau kamu masukin Juna kedalam rumah ini" ucap Rian..


Hah.. Memangnya aku wanita apaan masukin cowok kerumah ini benak Lusi.


"Nanti malam aku mau kamu melayani ku seperti biasanya. Dandanlah yang cantik?? Dan aku tidak mau ada penolakan" Ucap Rian.


Lusi pun mengangguk, menerima pasrah karena memang itu adalah haknya.


Lalu Lusi pun memandang Rian. Dari jendela rumah. Sampai mobilnya tak terlihat lagi.


.


.


.


Sampai pada sore harinya.. Lusi pun mandi.. Saat ia mandi..


Astaga. Ternyata aku datang bulan. Benak Lusi sambil menarik napas panjangnya... Hah.. Yaudahlah mau bagaimana lagi ini memang sudah takdir seorang wanita.


.......


Saat sore harinya..

__ADS_1


Tampak Rian pulang.


Lusi pun tersenyum menyambutnya di depan pintu. Lalu Rian pun masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya. Lusi mengikuti Rian dari belakang.


Saat di kamar.. Lusi pun menghampiri Rian.


"Aku minta maaf sama kamu" ucap Lusi.


"Soal apa"tanya Rian penasaran.


"Aku hari ini sedang haid jadi aku harap kamu maklum dengan kondisi ku sekarang ini"


Rian pun kaget dengan apa yang dikatakan Lusi.


"Apaa kamu bilang!!"


"Iya"


"Hah.. Aku benci kalau kamu mencari alasan."


"Itu bukan alasan Rian. Tapi itu memang kenyataan"


"Terus gunanya kamu sebagai istri apa? Kalau tidak bisa melayani aku" ucap Rian sambil melotot.


Lalu Rian pun menjambak rambut Lusi. "Asal kamu tahu.. Aku menikahimu Hanya karena nafsu belaka. Kalau seperti ini apa gunanya kamu"


"Kamu jahat Rian"


"Apasalahnya.. Untuk wanita rendahan seperti kamu.."


Lusi pun menahan air matanya.


Rian pun langsung pergi meninggalkan Lusi.


Aku tak mengerti mengapa aku bisa serendah itu dimata mu Rian. Padahal aku sudah berusaha untuk mencintaimu.


Lalu setelah itu Rian pun semakin sering berbuat kasar pada Lusi. Karena bagi Rian, memang Lusi berhak mendapatkan itu. Rian berfikir Lusi itu hanyalah wanita matrialistik yang hanya mengincar hartanya.


.


.


.


Keesokan harinya.. Saat pagi hari.. tampak Rian yang masih tidur. Lalu Lusi pun membangunkannya karena memang ia harus bergegas untuk ke kantor.

__ADS_1


"Ayoo bangun Rian.. Kamu harus ke kantor nanti telat" ucap Lusi menepuk lengannya.


"Heh.. Berisik!!! " bentak Rian.


"Hemm yaudah lah yang penting aku udah bangunin kamu" ucap Lusi pergi.


Lusi pun langsung bergegas menyelesaikan pekerjaan rumah besar milik Rian. Dari mulai mengepel, mencuci baju, ngelap-ngelap pajangan rumah dan sebagainya. Tiba-tiba terdengar teriakan dari kamar.


"Luuuusssssiiii!!" teriak Rian memanggil Lusi.


Haduh... Teriak-teriak..pasti ada yang salah nih benak Lusi dalam hati.


Lusi pun berlari menemui Rian. Dan sampailah di kamar.


"Lusi?!!! Kamu tahu aku terlambat berangkat kerja" ucap Rian marah.


"Rian.. Aku sudah membangunkan mu" ucap Lusi.


"Berapa kali" tanya


"Satu kali"


"Bodohnya kamu Lusi. Harusnya sepuluh kali" ucap Rian menendang kursi yang ada di dekatnya.


Hah.. Jangankan sepuluh kali.. Satu kali aja di bangunin dia udah marah-marah benak Lusi.


Lalu Lusi pun menyiapkan pakaian.


Rian pun berangkat kerja dengan keadaan emosi. Dan juga tak memberi makan sama sekali untuk Lusi.


Hemm.. Andai waktu bisa kuputar kembali. Sepertinya aku menyesal dinikahi oleh dirimu. Sampai kapan aku hidup didalam penjara yang kau buat untukku Rian. Bahkan untuk makan saja aku dirumah ini seperti seorang pengemis. Entah apalagi yang harus ku kais dirumah ini. Aku tersiksa.. Namun tetap saja dimata mu aku lah yang salah..haaaahhh. ..Ibu... Lusi kangen pengen pulang aja. Benak Lusi menangis dalam hati..


.


.


.


.


Akhirnya Lusi pun mau tak mau makan mas koi yang ada di kolam itu..


.......


tolong like.... yaaa.... mksh🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2