
Almira melihat sosok Ari sedang berjalan sembari bergandengan tangan dengan sosok Lana yang keluar dari parkiran dan menuju ke arah yang sejalur dengan nya dan Egga, secepat kilat Almira membuang muka nya seolah - olah tak mengenal sosok tersebut.
Akan tetapi . . . .
"Oop bro". Ari pun menyapa Egga.
Dalam hati Almira "Astaghfirullah mereka saling kenal ?". Almira langsung menunduk kan kepala nya.
Egga/ "weei apa kabar bro?, udah lama enggak ketemu".
Ari/ "Alhamdulillah sehat bro, kau aja nya yang udah lama enggak nongol".
Egga/ "ya kalau aku ini harap maklom aja lah bro".
Ari/ "Iya lah yang pak bos ha ha ha. Oh ya, ini kau baru datang atau mau pulang?".
Egga/ "Mau ngantar teman bentar abis itu balik lagi ke sini kan kita ada kopdar".
Ari/ "teman apa teman ha ha ha". Ari meledek Egga sambil melirik ke arah Almira yang tidak terlihat jelas wajah nya, alias tertunduk.
"Teman bro, Ra kenalin dulu ini teman abang". Egga memperkenal kan nya pada Almira.
Damn . . . Hal yang di takut kan Almira pun terjadi, mau enggak mau Almira mengangkat kepala nya dan melihat ke arah Ari dan Lana.
"Ira". Sentak Ari terkejut dan menyebut nama Almira dalam hati nya.
Egga/ " ini bro teman aku nama nya Rara dan Ra ini teman abang nama nya Ari dan pacar nya Lana".
Almira mematung dan rasa nya ingin pergi dari tempat itu. Tapi mau gimana lagi nasib daaah.
Almira/" Rara". Almira tersenyum dan mengulurkan tangan nya ke arah Lana.
Lana/ "Lana". Menyambut nya dengan ramah.
Ari/ "Ari". Sambil mengulurkan tangan nya tapi Almira hanya tersenyum menolak uluran tangan Ari bukan karena membencinya akan tetapi karena bukan makhram nya. Ari harus menyimpan kembali tangan yang dia ulur kan di hadapan Almira.
Egga/ "Ya udah bro kami luan ya, kami enggak bisa lama - lama soal nya bentar lagi mau azan magrib".
Ari/ "Oke bro, ya udah jangan enggak datang ntar".
Egga/ "Oke sip".
Ari dan Lana melihat kepergian Egga dan Almira.
Ari #Kini kau benar - benar berubah, kau tak seperti yang aku kenal dulu. Segitu menyakitkan kah luka yang telah ku toreh dalam hati mu?, sehingga kau tak ingin melihat diri ini?. Maafin aku Ra yang harus menuruti mu berpura - pura kita tak saling mengenal satu sama lain". Lirih nya dalam hati.
"Kayak nya itu calon istri nya Bang Egga deh Yank, soal nya tipe cewek kayak kak Rara itu enggak bakalan mau pacar - pacaran, betul enggak yank?.". Lana membuyar kan keheningan Ari.
Sedang kan Ari hanya mengangguk pelan dan tersenyum pada Lana.
.
.
Dan di dalam mobil sepanjang jalan Almira hanya terdiam seribu bahasa. Pikiran nya entah kemana ketika Egga bertanya kepada nya.
Almira# "Kenapa harus ketemu kembali dengan nya, di saat aku sudah berada di tahap akhir?, aku tak ingin hati ini tiba - tiba goyah dan berbuat kesalahan itu lagi, aku harus tetap kuat melewati tahap akhir ini, hingga aku mampu melangkah menuju lembaran baru yang ingin aku raih".
Egga/ "minggu depan kamu mau enggak nemeni abang ke resepsi tante abang?".
Almira hanya terdiam memandang ke depan.
Egga/ " Ra...". Membangunkan lamunan nya.
Almira/ "ehh Apa bang?".
Egga/ "hmm kamu enggak kenapa - kenapa kan?".
Almira/ " aah enggak apa - apa kok bang, iya Rara setuju".
Ntah setuju apa maen setuju - setuju aja nih anak padahal dia tak tau setuju apa.
Hmm . . . Pengaruh ketemu mantan, ternyata mantan itu horror yaa hu hu hu.
.
.
Di tengah - tengah canda tawa Almira, Eggy, Omen dan Widya, Almira melihat ke arah jam 3 nya, di lihat nya sepasangan kekasih baru turun dari sepeda motor nya yang tak lain Ari dan Lana. Almira mendadak terdiam.
"Eh . . Itu si Ari, bawa cewek nya dia". Ujar Omen ketika melihat Ari dan Lana berjalan mendekati mereka.
"Dia kan emang sering bawa cewek nya, emang nya kita ha ha ha". Sambung Eggy.
"Udah pada ngumpul semua ?". Ari yang baru datang mendekati mereka dan bersalaman dengan mereka. Di saat ingin menyalami Almira si Ari terkejut.
"Ehh . . . Kak Rara ikut juga ?". Ujar Lana yang kaget melihat Almira.
"Iya . . ". Almira tersenyum dengan senyuman yang di paksa.
"Lho kenal ?". Eggy merasa heran.
"Iya pernah ketemu waktu ada kopdar di MW, kalau enggak salah sama bang Egga". Lana menjawab rasa heran Eggy. Almira mengangguk pelan sedang kan Ari hanya memandang Almira yang sedang tersenyum pada Eggy.
.
.
Waktu menunjuk kan pukul 17.00, semua anak comunitas sudah berkumpul dan langsung bergerak menuju tujuan yang di tentu kan.
Di sepanjang jalan Almira hanya terdiam sambil melihat jalanan serta pemandangan yang di lewati dan sesekali melihat ke arah Ari dan Lana yang sedang berboncengan mesra.
Eggy mengajak Almira mengobrol untuk menghilang kan rasa jenuh selama perjalanan, dan sesekali Eggy melontar kan celetukan - celetukan nya yang membuat Almira tertawa.
Ari yang mengendarai sepeda motor nya yang enggak jauh dari mereka, sesekali memperhatikan Almira dan Eggy yang asik mengobrol sambil tertawa.
Dalam benak nya teringat kenangan mereka berdua dulu di saat jalan berdua, di atas sepeda motor nya sambil mengobrol dan bercanda tawa.
Lana memeluk pinggang Ari dengan erat dan mengejut kan nya dari lamunan nya. Ari kembali fokus pada jalanan nya dan melirik ke arah Almira dan Eggy.
Setengah jam juga mereka lalui menuju ke tempat makan yang di beri tahu Omen melalui Chat WA dan singgah lagi ke mesjid yang lain untuk sholat Isya. Eggy memarkirkan Motor gede nya di antara sepeda motor yang berbarulis di parkiran tempat makan tersebut.
"Kalian sengaja rupa nya ya mencar sama kami biar bisa berduaan kan ha ha ha ". Ketua Comunitas meledek Eggy dan Almira yang baru bergabung. Ari menoleh melihat mereka berdua yang baru tiba.
"Aduuuuh ketua ngomong apa sih ketua ha ha ha , kami sholat dulu ketua ". Eggy mengklarifikasi kecurigaan mereka sedang kan Almira hanya tersenyum.
"Alasan aja kelen ha ha ha ". Omen menyambar kayak kompor meletup.
"Enggak usah maen nyamber aja kau Men ". Sambil menoyor Omen. Dan melirik ke arah Almira yang sudah duduk terdiam memandangi cahaya lampu yang seperti bintang berserakan di langit dan tak menghiraukan orang sekitar.
Eggy pun duduk di sebelah Almira dan tak lupa memesan kan makanan dan minuman untuk mereka berdua. Mereka mengobrol dari hal yang serius hingga bercanda karena ke isengan Almira meletak kan nasi porsi nya ke piring Eggy. Mau enggak mau Eggy harus menghabis kan nya untuk Almira.
"ha ha ha semangat Eggy ". Almira nyengir lebar pada Eggy yang sedang berjuang menghabis kan makanan nya.
Dan lagi, dari meja makan lain nya, mata Ari tak lekang melihat canda tawa mereka berdua dan penuh tanda tanya dengan hubungan mereka.
Ari# "Ada hubungan apa mereka berdua, sehingga sedekat itu?, aku enggak pernah melihat nya tersenyum dan tertawa sebahagia itu pada saat bersama ku dulu".
Lana/ "Sayang . . . Kamu ngelihatin apa sih, serius kali?, makanan kamu keburu dingin entar". Tanya nya sembari celingukan ke arah yang Ari pandang, namun Lana tak menyadari apa yang sedang Ari lihat.
"Ehe . . . Enggak ada, aku cuma ngelihat pemandangan lampu - lampu kota aja he he he". Ari tak berkata sebenar nya dan kembali fokus pada makanan nya.
Lana/ "Hmm . . . Ya udah, kamu cepatan habisin, entar enggak enak kalau makanan nya udah dingin.
Ari tersenyum sembari mengangguk pelan dan sesekali melirik ke arah Eggy dan Almira yang masih bercanda tawa.
.
.
Sekitar pukul 24.00 mereka tiba di perapat tujuan pertama mereka.
Mereka yang cowok - cowok memasang tenda di sekitar daerah yang tak jauh dari Danau Toba. Cewek - cewek di kumpul kan di tenda khusus cewek, dan begitu juga dengan cowok - cowok nya.
Almira satu tenda dengan Lana dan Widya. Mereka menyusun barang bawaan mereka masing - masing di dalam tenda.
__ADS_1
"Aku kayak pernah lihat Kak Rara lah sebelum nya, tapi aku enggak tau dimana". Lana membuka pembicaraan sambil duduk menghadap Almira.
"Ah he he he mungkin mirip - mirip aja kali, biasa muka pasaran he he he ". Almira menyangkal nya dan menyembunyikan kalau dia adalah wanita yang pernah mengisi hari - hari Ari di masa lalu.
"Hmm . . Mungkin kali ya kakk ". Tutur nya dan masih penasaran.
"Udah tidur - tidur, besok masih banyak lagi waktu untuk mengobrol, sekarang waktu nya tidur ". Cetus Widya yang dari tadi sudah berbaring memejamkan mata nya.
"Iya iya, udah tidur aja yang nyenyak kak Widya he he he. Tidur yok kak Rara" . Lana pun menyusul Widya berbaring di sebelah nya.
"Iya . . Bentar lagi, luan aja ". Almira tersenyum.
Karena enggak bisa tidur dan takut mengganggu Widya dan Lana yang sudah tidur, dia pun keluar dari tenda.
Dengan udara yang begitu dingin Almira duduk di dahan pohon besar yang sudah tumbang sambil menikmati pemandangan Danau Toba yang membentang di malam hari.
"Belum tidur Ra . . ?". Terdengar suara Ari yang mengejutkan Almira.
"Eh . . . I . . Iya " . Almira terkejut Ari menghampiri dan duduk di samping nya.
"Udah lama ya kita enggak ketemu ?" . Ari berkata dengan rasa canggung.
"Iya". Almira jadi kikuk.
Ari/ "Kamu apa kabar? ".
Almira/ "Alhamdulillah baik".
Ari/ "Syukur lah kalau gitu, hmm . . Kamu udah banyak berubah ya sekarang ?". Ari tersenyum sambil melirik keseluruhan Almira.
"Alhamdulillah seiring jalan nya waktu bisa seperti ini ".
Senyum Almira tak pernah lepas dari bibir nya meski hati nya merasa ingin lari dari tempat itu, menjauh dari orang yang ingin dia hindari yaitu Ari sang mantan pacar yang sudah membuat Almira enggak percaya lagi dengan cinta dan bahkan menghindari cinta.
"Enggak nyangka ya kita ketemu nya di saat kayak gini he he he, padahal dulu setiap kali aku ngajakin kamu touring selalu enggak jadi dan sekarang kita malah touring nya dalam situasi yang berbeda he he he". Ari tertawa kecil. Almira hanya mendengar kan nya dengan seksama sembari memandang pemandangan danau toba yang gelap gulita dan di hiasi lampu - lampu jalan.
Mereka terdiam sejenak dan tak tau harus mau bilang apa lagi. Sesekali Ari melirik ke arah Almira dan tak sengaja melirik ke arah pergelangan tangan kanan Almira yang mengenakan gelang pemberian nya waktu dia touring di Palembang, dimana masa pahit itu di mulai.
"Itu kan gelang yang aku kasi". Batin nya berkata dan terkejut.
"Iea . . . ". Ari memanggil Almira dengan sebutan Iea nama panggilan waktu mereka pacaran dulu dan Aie sebutan untuk Ari. Almira terkejut dan menoleh ke arah Ari.
"Aie minta maaf atas kesalahan yang pernah Aie buat terhadap Iea dulu". Ari memasang wajah memelas penuh penyesalan menatap Almira.
Ketika Ari mencoba ingin memegang tangan Almira, spontan Almira menyimpan tangan nya ke dalam jaket nya dan pergi masuk ke dalam tenda meninggalkan Ari.
Almira berbaring terdiam di dalam tenda karena memikirkan Ari dan perminta maafan nya. Sedang kan Ari yang tak beranjak dari dahan pohon tadi, ia semakin bersalah.
.
.
Eggy duduk terdiam di depan tenda nya karena terkejut mengetahui bahwa Almira dan Ari pernah pacaran dulu.
"Jadi cewek yang selama ini si Ari cerita 'in itu Almira?, hufft god . . . Kenapa ini terjadi sama aku . . .??, satu sisi Almira wanita yang di cinta Bang Egga, di sisi lain Almira wanita masa lalu nya si Ari. Terus aku harus gimana?". Eggy bergumam dalam hati nya sembari melihat ke langit yang bertaburan bintang - bintang dan bulan yang sedikit sompel.
.
.
"Sayang, kamu mau kemana subuh - subuh gini?". Lana menahan langkah kaki Ari yang ingin berjalan kaki menikmati udara segar di subuh hari.
"Aku mau jalan bentar, sekalian jogging, mumpung yang lain masih tidur". Jawab nya.
"Aku ikut ya ... ?". Pinta nya sembari menarik tangan Ari.
Ari/ "Kamu enggak usah ikut, cuaca nya dingin kali, entar kamu masuk angin, mending kamu di dalam tenda aja sampek yang lain nya udah pada bangun, lagian ini masih subuh banget, udah kamu balik tidur aja lagi, ya udah aku tinggal bentar ya". Ari meninggal kan Lana yang berdiri di depan tenda.
"Iiiih kamu ngeselin". Lana menggerutu dan cemberut melihat Ari berlalu.
.
.
Tanpa sengaja Ari melihat sosok Almira duduk di batu yang terletak di bawah pohon yang enggak jauh dari mushola. Ari memutuskan untuk menghampiri Almira.
"Kamu ngapain duduk di sini Iea ?". Tegur nya sambil tersenyum pada Almira dan mengagetkan nya.
"Lagi nungguin Eggy". Almira mencoba untuk tenang dan mengalihkan pandangan nya ke arah ujung jalan menanti Eggy tak kunjung muncul.
"Ouh . . Hmm . . . Kamu sebenar nya ada hubungan nya sama Eggy atau Egga sih ?". Ari mulai kepo dan langsung duduk di sebelah Almira.
"kedua nya". Dengan enteng Almira menjawab sambil bergeser menjauh dari Ari.
"Kedua nya?, haaah ?". Ari terkejut mendengar nya.
"Kenapa?, ada masalah?". Almira melirik ke arah Ari.
"ha ha ha ya gimana ya, lucu aja, kamu ada hubungan dengan 2 orang cowok, terus mereka berdua kakak beradik lagi he he he". Ucapan Ari ngebuat Almira mengerutkan dahi nya.
Ari/ "Terus kedua nya tau? ".
"Iya tau". Almira udah ngerti apa maksud Ari.
"Apa??. Ha ha ha kamu bercanda kan ? ". Ari tertawa geli.
"Ada hubungan, bukan berarti hanya hubungan antara cowok dan cewek yang berpacaran, hubungan itu bisa untuk persaudaraan, persahabatan, pertemanan dan lain nya, betul kan ? ". Almira mengklarifikasi hubungan yang di maksud.
"Iya sih, aku berharap kamu enggak ada hubungan special sama di antara mereka berdua" . Ari menunduk kan kepala nya.
Almira terkejut dan langsung melihat ke arah Ari.
"Iea . . Jujur aku masih cinta dan sayang sama kamu ". Ari menatap Almira.
#Jedeeeeer
Bagaikan di sambar petir hati nha ketika mendengar ungkapan Ari. Almira menelan ludah nya dan napas nya terasa pengap.
"Aku tau ini enggak mungkin untuk kita, tapi ini lah perasaan aku ke kamu, Iea, aku nyesal udah nyakiti kamu, aku nyesel udah ninggali kamu dengan alasan yang enggak masuk akal, aku nyesel pernah berkata kasar sama kamu , aku nyesel selalu berpikiran negative tentang kamu, aku nyesel, aku minta maaf ". Wajah nya penuh dengan penyesalan sambil manatap Almira yang hanya diam enggan melihat Ari dengan mata berkaca - kaca.
"Sebenar nya sudah lama aku mencari dan ingin menemui kamu tapi ada aja halangan nya, Aku tau kamu juga masih cinta sama aku, aku mau kita bisa kayak dulu lagi Iea, aku bakalan ninggalin Lana demi kamu, demi menebus semua kesalahan aku di masa lalu ".
Mendengar nya, Almira spontan tertawa kecil dan sulit di percaya.
"huuuh ?, ffffpppt ha ha ha".
"Kamu kenapa ketawa?, aku serius bakal ngelakui itu untuk kamu" . Ari meyakinkan nya.
Almira tersenyum.
"Ari . . Sekali pun aku cinta mati sama kamu, aku enggak akan pernah meminta kamu meninggalkan Lana, karena aku tau gimana rasa nya, sakit di tinggalin dan aku juga enggak mau ada wanita - wanita lain nya ngerasai hal yang sama dengan aku dulu, kamu juga enggak perlu minta maaf lagi sama aku karena aku udah memaafkan kamu dari dulu, aku menghindari kamu bukan berarti aku membenci atau tidak memaafkan kamu, aku menghindari kamu karna aku takut, aku takut jadi wanita yang lemah dan bodoh. Dan lagi sudah bukan waktu nya lagi bagi aku untuk memikirkan tentang hubungan pacaran atau sejenis nya. Aku minta tolong sama kamu cukup aku jangan wanita lain, Assalamualaikum ".
Dengan bijak Almira berkata dan beranjak pergi meninggalkan Ari.
"Waalaikumsalam". Jawab nya dengan lemas dan kecewa.
Tak lama Ari kembali ke tempat perkemahan setelah Almira dan Eggy kembali ke Medan alias pulang.
"Hai . . . Kamu dari mana ? ". Lana menghampiri nya.
Ari/ "Tadi abis nyarik warung, tapi enggak nemu".
Lana/ "Ouhmm . . . Oh ya Bang Eggy sama Kak Rara udah balik luan lho, padahal baru mau kenal sama kak Rara hmm . . . ".
"Apa gara - gara kejadian tadi ya maka nya Iea balik lebih dulu ?". Batin Ari berkata dalam diam nya.
"Yank . . . Yuk kita sarapan, tadi aku sama yang lain udah nyiapin sarapan untuk kita semua". Lana menarik tangan Ari.
Ari mengangguk pelan dan menuruti Lana berjalan bersama menuju tenda khusus bagian makanan.
#Tak ada lagi yang tersisa untuk ku, selain kenangan - kenangan indah bersama mu.
Mata indah yang dengan nya aku bisa melihat keindahan cinta.
Kini semua nya jauh meninggal kan ku, kehidupan terasa kosong dan hampa tanpa diri mu.
__ADS_1
Hati, cinta dan rindu ku hanya milik mu.
Bagaimana mungkin aku bisa mencintai yang lain karena cinta mu akan tetap tinggal bersama ku.
Sosok terang dalam kegelapan yang mampu menghidupkan sinar hati ku yang beku, kini tak dapat lagi menyinari dan menghangatkan perasaan ku.
Sungguh aku tak mampu menggantikan cinta mu. Dan sungguh kau tak kan pernah tergantikan oleh siapa pun.
Bagai pecahan logam mengekalkan kesunyian, kesedihan dan rasa penyesalan, kini aku telah kehilangan diri mu.
.
.
Flash back . . .
Lana berjalan mengikuti Ari dari belakang tanpa sepengetahuan Ari.
Dahi nya mengerut ketika dia melihat Ari menghampiri Almira. Lana berjalan mengendap - ngendap untuk mendekati mereka. Sentak dia terkejut serta lutut nya lemas ketika dia mendengar . . .
"Iea . . Jujur aku masih cinta dan sayang sama kamu. Aku tau ini enggak mungkin untuk kita, tapi ini lah perasaan aku ke kamu Iea, aku nyesal udah nyakiti kamu, aku nyesel udah ninggali kamu dengan alasan yang enggak masuk akal, aku nyesel pernah berkata kasar sama kamu , aku nyesel selalu berpikiran negative tentang kamu, aku nyesel aku minta maaf ". Wajah nya penuh dengan penyesalan sambil manatap Almira yang hanya diam enggan melihat Ari dengan mata berkaca - kaca.
"Sebenar nya sudah lama aku mencari dan ingin menemui kamu tapi ada aja halangan nya, Aku tau kamu juga masih cinta sama aku, aku mau kita bisa kayak dulu lagi Iea, aku bakalan ninggalin Lana demi kamu, demi menebus semua kesalahan aku di masa lalu ".
Meski Lana sakit dan air mata sudah terurai ke pipi nya, tapi dia tetap masih kuat untuk mendengarkan atau menguping obrolan mereka secara seksama.
"huuuh ?, ha ha ha". Almira tertawa.
"Kamu kenapa ketawa?, aku serius bakal ngelakui itu untuk kamu" . Ari meyakinkan nya.
Almira tersenyum.
"Ari . . Sekali pun aku cinta mati sama kamu, aku enggak akan pernah meminta kamu meninggalkan Lana, karena aku tau gimana rasa nya sakit di tinggalin dan aku juga enggak mau ada wanita - wanita lain nya ngerasain hal yang sama dengan aku dulu, kamu juga enggak perlu minta maaf lagi sama aku karena aku udah memaafkan kamu dari dulu, aku menghindari kamu bukan berarti aku membenci atau tidak memaafkan kamu, aku menghindari kamu karena aku takut, aku takut jadi wanita yang lemah dan bodoh. dan lagi sudah bukan waktu nya lagi bagi aku untuk memikirkan tentang hubungan pacaran atau sejenis nya. Aku minta tolong sama kamu cukup aku jangan wanita lain, Assalamualaikum ".
Dengan bijak Almira berkata dan beranjak pergi meninggalkan Ari.
"Waalaikumsalam". Jawab nya.
Ternyata bukan hanya Eggy yang berada di sekitar Almira dan Ari. Akan tetapi Lana pun juga berada di tempat yang tak jauh dari pohon rindang tersebut dan akhir nya Lana mengetahui hubungan Almira dan Ari di masa lalu.
.
.
Flash on . . .
Lana terdiam menatap undangan pertunangan nya bersama Ari yang sudah sebulan yang lalu di rencana kan sembari teringat kejadian di saat mengetahui siapa sosok yang selama ini dia carik. Ternyata Almira lah sosok yang selama ini Ari sebut dalam igauan nya serta salah memanggil nama nya. "Iea".
"Aaaaaaaaaaaaaarggght". Jerit nya dan merobek surat undangan tersebut. Lana merasa geram dan kesal.
Lana menangis sejadi - jadi nya.
"Pantesan aja di saat pertama kali aku melihat si Rara, aku merasa familiar, ternyata dia wanita yang ada di foto itu dan Almira lah Iea yang di maksud si Ari. Haaaah . . . Aku enggak boleh peduli hal itu. Aku harus pura - pura enggak mengetahui nya. Toh Almira juga sudah tidak menginginkan Ari lagi. Walau pun sakit tapi aku harus tetap kuat dan sabar, sedikit lagi Ari akan menjadi milik aku selama nya, cepat atau lambat aku pasti bisa ngemiliki Ari sepenuh nya. Yaa sedikit lagi Lan, kau harus sabar Lan, jangan buat rencana bahagia mu berantakan".
Lana berdiri di depan cermin kamar nya, memandangi diri nya yang sedang kacau dan berusaha menyemangati diri nya.
.
.
.
Semua member comunitas touring X gempar dengan kabar bahagia Almira dan Egga yang akan menikah seminggu lagi. Egga mengundang seluruh anggota tak terkecuali Ari dan Lana yang sudah menerima surat undangan pernikahan Almira dan Egga.
Selain Eggy, Ari orang kedua yang sangat terkejut dan sangat menyakitkan hati dengan kabar ini. Tapi tidak dengan Lana,dia begitu bahagia mendapat kabar tersebut.
.
.
Di dalam kamar, Ari terdiam menatap undangan pernikahan Almira dan Egga, dan sesekali menatap undangan pertunangan nya bersama Lana di hari yang sama.
.
.
Di hari yang sama Ari dan Lana pun melaksana kan pertunangan mereka yang di nanti - nanti sejak lama kecuali Ari yang tak mengharapkan hari itu terjadi.
Ari pasrah menerima kenyataan yang harus dia jalani.
Dia selalu menebarkan senyuman nya kepada semua orang yang turut berbahagia, meski di hati nya merasa tidak bahagia. Hanya Ari lah satu - satu nya orang yang tak bahagia di hari pertunangan nya.
"Yank . . .". Lana mengejut kan Ari yang tengah duduk melamun sendiri di kursi yang terletak di halaman belakang rumah Lana.
Ari menoleh dan tersenyum.
"Kamu kok duduk sendiri di sini?". Lana pun duduk di samping nya sembari tangan nya mengusap bahu bidang milik Ari
"Iya aku nyarik angin, di dalam pengap kali, gerah". Jawab nya sembari membuka jas hitam nya.
"Hemm . . ., oh ya, tadi aku lihat di akun sosial media Bang Omen, dia nge- upload foto - foto mereka di acara pernikahan Kak Rara dan Bang Egga. Cuma heran nya kan yang nikah Kak Rara dan Bang Egga, tapi kenapa di foto, Kak Rara nikah nya sama Bang Eggy ya . .?". Lana menyodor kan ponsel nya untuk menunjuk kan postingan Omen.
Dahi Ari mengerut dan mengambil ponsel Lana. Mata Ari terbelalak melihat postingan Omen dari foto hingga video dari awal mulai acara pernikahan Almira dan Eggy hingga akhir acara, tak ketinggalan video ijab qabul Eggy.
Ari tak memperduli kan siapa yang telah mempersunting Almira sebab dia yakin mungkin itu yang terbaik untuk Almira.
Hati nya terasa sesak, dia mengembali kan ponsel Lana dan menarik napas nya pelan lalu menghela kan nya.
Lana/ "Heran kan yank . . .?, kenapa tiba - tiba jadi Bang Eggy yang nikah sama Kak Rara. .?, bukan nya sama Bang Egga. Tapi emang iya sih, Kak Rara lebih cocok sama Bang Eggy ketimbang Bang Egga. Yaa walau pun Bang Egga dan Bang Eggy sama - sama cakep, tapi Bang Eggy yang lebih cocok sama Kak Rara, waktu pertama kali ngelihat mereka pas touring, aku ngelihat mereka itu kayak emang udah di takdir kan bersama gitu he he he. Coba aja hari pernikahan mereka enggak berbarengan dengan hari pertunangan kita, kan kita bisa datang ke acara mereka terus kita juga tau kejadian apa yang terjadi sama mereka, hufftt". Masih penasaran.
Ari yang tadi mendengar kan Lana, angkat bicara/ "Udah . ., kamu enggak usah mikirin hal itu dan enggak perlu kepo urusan orang lain. Apa pun yang terjadi sama mereka, kita doa kan aja mereka bahagia dan itu yang terbaik buat mereka".
"Iya sih. . . Berarti sama kayak kita, apa pun yang terjadi sama kita, semoga kita bahagia bersama selama nya, meski aku harus bersabar menunggu kamu he he he". Sambung nya dan langsung memeluk Ari dengan manja.
Ari/ "Menunggu aku?".
Lana/ "Iya . . . Lebih tepat nya menunggu hati kamu sampai menjadi milik aku sepenuh nya. Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk kita he he he".
Ari merasa tertegun, ia tersenyum dan sesekali mengusap kepala Lana dengan lembut.
"Yaa benar . . . Apa pun yang terjadi, aku harus ikhlas menerima nya dan berusaha membahagia kan orang yang kini sudah berada di samping ku, maafin aku Lan karena telah membuat mu seperti ini". Batin nya.
.
.
Ari menarik napas nya yang sedikit sesak di dada. Dia mengumpul kan semua hadiah pemberian dari Almira dan kenangan nya di dalam kotak besar, lalu membawa mereka ke belakang rumah nya. Perlahan namun pasti, Ari menyirami mereka dengan bensin lalu membakar mereka semua hingga menjadi abu.
Kenangan dulu bersama terlintas dalam benak nya . . .
#Untuk mu yang telah menemani hari - hari ku di masa lalu.
Terimakasih telah mengukir hari - hari ku dengan senyuman indah mu.
Terimakasih telah membuat warna di dalam hidup ku.
Terimakasih telah memberi ku kenangan yang tak akan sanggup aku lupa kan.
Maaf kan rasa sakit yang pernah ku toreh kan di hati mu.
Maaf kan membuat gelap hari - hari mu.
Maaf kan kesalahan ku yang membuat kau dan aku tidak akan pernah menjadi kita, baik di masa lalu, di masa sekarang mau pun di masa yang akan mendatang.
Aku berharap kelak kau bahagia bersama lelaki yang telah di takdir kan untuk mu.
Aku juga berharap dia lah yang terbaik untuk mu.
Meski aku tak akan sanggup, namun aku harus menerima hukuman yang pantas untuk ku dan mengikhlaskan diri mu bahagia bersama nya.
Kini semua hanya tinggal kenangan. Kenangan yang begitu indah di ingatan.
Untuk mu yang telah menemani hari - hari ku di masa lalu.
I am sorry, I love you.
__ADS_1