Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 44


__ADS_3

Eggy memarkirkan mobil nya di antara mobil - mobil lain nya. Berhubung sekalian belanja bulanan mereka pergi ke Berastagi Super Mall.


Bu Hanna sudah tak canggung lagi dengan sikap anak bungsu nya yang sudah meruntuhkan hati nya yang keras.



Terasa seperti mimpi disaat Eggy menggandeng tangan Bu Hanna. Seperti sepasang kekasih yang tak ingin melepaskan tangan pasangan nya. Bu Hanna alias Mama Eggy enggan untuk melepaskan tangan nya dari genggaman Eggy yang begitu hangat.



Air mata yang ingin menampilkan diri nya mendadak segan untuk keluar karna rasa bahagia yang di rasakan Bu Hanna. Tak heran dia sangat merindukan anak bungsu nya.



Mereka mengambil dan meletak kan belanjaan yang di butuhkan ke dalam troly.


Tak ketinggalan Eggy pun sibuk memilih cemilan dan minuman ringan untuk stock ngemil nya meski udah di larang oleh pihak management nya untuk menghilangkan kebiasaan ngemil nya karna takut merusak tubuh nya tapi Eggy sama sekali enggak peduli soal itu toh enggak ada ngaruh nya juga buat tubuh Eggy, tubuh nya masih bagus - bagus aja tuh.



"Bentar ya, Eggy kesana dulu, ada yang mau Eggy carik". Eggy minta izin pada kedua wanita yang sedang sibuk memilih - milih buah.



Mama/ "Iya . . ".

__ADS_1



Eggy pun berlalu meninggalkan Mama nya dan Almira.



Mama/ "Mama merasa bahagia melihat Eggy sekarang udah berubah".



Almira tersenyum menatap wajah Bu Hanna yang terlihat jelas bahwa dia sedang bahagia dan mendengarkan nya.



Mama/ "Meski enggak tau apa yang ngebuat dia berubah tapi itu sebuah anugrah yang diberikan ALLAH. Sekarang Eggy bukan hanya udah fokus sama kuliah nya tapi dia juga udah taat sama kewajiban nya kepada ALLAH, udah setiap hari di rumah dan yang paling ngebuat Mama bahagia ya seperti ini, Eggy udah kembali seperti Eggy yang dulu, Eggy yang slalu memandang Mama dengan penuh kasih sayang dan bersikap manja seperti dulu.


"Hmm . . Kami juga punya alasan kenapa kami menginginkan Eggy jadi seorang dokter, sejak dia umur 8 tahun, waktu itu kami ber - empat lagi jogging trus di sebrang jalan kami ngeliat seorang nenek - nenek tergeletak di pinggir pasar enggak sadar kan diri karna korban tabrak lari dan tak ada satu orang pun yang brani menolong nenek itu, trus tiba - tiba Eggy lari ngedekati nenek itu tanpa takut, dengan cekatan dia memompa - mompa dada nenek itu, ngasi nafas buatan dan sesekali memeriksa denyut nadi nya, Eggy terus berusaha sampai akhir nya nenek itu bernafas lagi dan sadar kan diri. Kami yang panik, takut dan cemas dengan perbuatan Eggy jadi merasa bangga dan enggak bisa berbuat apa - apa karna sangkin terharu dan merinding menyaksikan anak berumur 8 tahun mampu menyelamatkan nyawa orang dengan pengetahuannya yang hanya pernah melihat Almarhum Kakek nya sedang menyelamatkan pasien - pasien nya.


"Sejak kejadian itu lah Eggy sendiri memutuskan diri nya kalau udah besar ingin jadi seorang dokter seperti kakek nya. Maka nya kami ingin mewujudkan impian nya.


"Mungkin Eggy sudah lupa dengan kejadian itu dan impian nya, tapi Papa dan Mama enggak akan pernah melupakan kenangan terindah itu sampai kapan pun ".



Mendengar cerita masa lalu Eggy yang sangat mengharukan membuat air mata Almira menetes ke pipi nya dan bulu kuduk nya pun seakan bangkit dari tidur nya.

__ADS_1



Sedang kan Eggy sendiri yang berdiri tak jauh dari mereka tanpa sepengetahuan mereka, dia mendengar semua nya dan hati nya terasa sakit sehingga meneteskan air mata nya.



Flas back . . . .



Mama/ "Kok kamu enggak takut tadi nak ?".



Eggy kecil/ "Ngapain mesti takut Ma, kan Eggy anak yang pemberani dan pintar ".



Mama/ "Iya tapi kamu bikin kami khawatir".



Eggy kecil/ "Udah Mama tenang aja, enggak usah khawatir kan nenek itu udah selamat, udah di rawat sama kakek sekarang. Pokok nya nanti kalau Eggy udah besar Eggy mau jadi dokter kayak kakek biar bisa nyelamati orang - orang kayak nenek itu dan bisa menyembuhkan orang - orang yang sakit he he he ".


__ADS_1


Senyum polos dari Eggy kecil dan impian nya 👦 .


__ADS_2