
Pendekatan pun di mulai . . .
Sejak kejadian penganiayaan Reza di mall. Ari lebih intens berkomunikasi pada Almira.
Sinyal sinyal yang tak di mengerti oleh Almira namun membuat nya bahagia.
Tamu tak di undang, Ari bertamu kerumah Almira untuk melihat langsung kondisi Almira.
"Kesini kenapa enggak bilang bilang?". Almira yang berdiri di depan pintu sedikit kaget dengan kedatangan Ari.
"Ngasi surprise". Ari menggoda nya.
"Enggak usah lebay, ya udah masuk". Almira mempersilah kan Ari masuk dan duduk di ruang tamu.
"Bentar . . Aku buat kan minum dulu". Almira membalik kan badan nya.
"Enggak usah . . Aku kesini cuma bentaran aja". Ari menahan langkah kaki Almira dan dia duduk yang tak jauh dari Ari.
Almira/ "Emank ada apa?".
Ari/ "Enggak ada apa apa, aku cuma mau liat kondisi kamu secara langsung".
Alis mata Almira mengerut heran dengan cara Ari memperlakukan Almira yang semakin hari semakin mengandung makna.
Ari/ "Gimana kondisi badan kamu sekarang?, masi sakit?".
Almira/ "Alhamdulillah udah agak mendingan, tinggal flu sama ini masih memar sikit pipi nya".
Ari/ "Hmm . . Iya suara kamu bindeng gitu ".
"Iya ini, mungkin efek mencintai mu maka nya kayak gini suara nya ha ha ha ". Seperti biasa Almira ngisengin Ari. Tapi Ari tidak membalas keisengan nya, spontan Ari menarik hidung Almira karna gemez dan ngebuat Almira kikuk.
Ari/ "Oh ya, apa kata keluarga kamu soal kejadian kemarin?".
Almira/ "ya marah, bahkan mereka mau ngedatangi si Reza tapi aku larang, karna aku enggak mau lagi berurusan sama dia dan enggak mau berkepanjangan, cowok kayak gitu mah enggak perlu di tanggapi lagi".
Ari/ "hmm . . . Tu lah kamu pilih pacar sembarangan. Cowok bar bar di pacarin. Ya udah, nanti kalau dia muncul lagi kamu langsung hubungi aku, biar aku kasi pelajaran ke dia biar enggak ngedekati kamu lagi".
Almira/ "Huh . . Sok jagoan".
Ari/ "Emank jagoan kok he he he". Nyengir.
Almira/ "Hmm ya ya ya ya".
Hari demi hari Ari enggak pernah absen untuk Almira. Tak pernah kehabisan kata yang di bahas. Canda tawa hingga hal yang serius pun di bahas sama mereka baik melalui telpon mau pun ketemu langsung.
Ari slalu memberi kan perhatian lebih kepada Almira bahkan dia slalu menunjuk kan kalau dia sebenar nya punya perasaan khusus untuk Almira dengan cara nya sendiri. Ari jujur sama perasaan nya ke Almira tapi dia harus mengambil keputusan untuk kebaikan mereka satu sama lain.
Ari meminta Almira untuk bersabar menunggu waktu yang menjawab bagaimana hubungan mereka selanjut nya.
Mengingat mereka berdua sama sama belum sebulan ber status jomblo dan tak ingin orang lain berkata buruk dan benar benar menyadari kalau hubungan ini bukan pelarian semata.
#Aku berfikir hubungan apa yang kita jalani ini?, mengapa begitu indah dan sedetik pun tak ingin kau jauh dari ku.
.
.
#Triiiing. . .
Bunyi notiv chat masuk dari hp Almira. Secepat kilat Almira meraih hp nya dan melihat chat dari sang pujaan hati.
Ari# "Kamu lagi ngapain?".
Almira# "Ini lagi ribet buat souvenir pesanan kostumer, kamu sendiri lagi ngapain?".
Ari# "Oouhmm enggak lagi ngapa ngapain, mang nya buat apa?".
Almira# "Buat bros jilbab, bantuin lah sini biar cepat siap he he he".
__ADS_1
Ari# "Oke Tuan Putri, aku ke rumah".
Almira kaget dengan cepat Ari mengiyakan padahal Almira cuma bercanda dan memanggil nya Tuan Putri. Hanya butuh waktu lima menit Ari pun tiba di depan rumah. Tanpa basa basi dia langsung membantu Almira.
Almira dan Kak Aira tercengang melihat Ari begitu tekun membuat bros jilbab yang terbuat dari kain flanel.
Dan . . .
"Assalamualaikum . . . ". Terdengar suara Ayah dan Mamak Almira yang baru pulang.
"Waalaikumsalam".
Ayah dan Mamak terkejut melihat Ari ada di antara kedua anak perempuan nya itu.
Ari mulai gerogi, keringat bercucuran mengalir dari wajah dan tangan nya. Di tambah lagi Mamak mengajak nya mengobrol semakin grogi lah diri nya.
Mamak/ "Dari mana Ri ?".
Ari/ "Dari rumah buk".
Aira/ "Iya Mak, dia datang kesini khusus ngebantui si Rara yang special". Ledek nya sehingga ngebuat wajah Ari merah padam.
"Kak Airaaaaaaa". Almira memplototi kakak nya itu.
"Ha ha ha ".
Singkat waktu pun sudah menunjuk kan jam 10 malam, Ari berpamitan pada keluarga Almira. Dan Almira pun mengantar nya hingga di teras rumah nya.
"Aku pulang ya . . . ". Ari menyentuh pipi Almira dengan lembut.
"Iya, makasi banyak ya . . ". Almira mengangguk kan kepala nya.
Ari menatap Almira sinis.
"Kan aku udah pernah bilang, jangan bilang terimakasi, itu udah kewajiban aku".
"Oke okey siaaaaaaaap bos he he he ". Almira mengacungi kedua jempol tangan nya.
Almira/ "Iya . . . ".
Usai memakai helm nya Ari pun menghidup kan mesin sepeda motor nya dan melambaikan tangan nya untuk Almira.
.
.
Sudah menjadi ritual bagi mereka sebelum tidur. Almira yang berbaring di tempat tidur nya dan begitu pun dengan Ari yang berada di kamar nya.
Mereka asyik mengobrol melalui telpon genggam mereka.
Ari/ "Aku perhatiin kamu manis banget kalau senyum kelihatan gigi nya".
Almira/ "Kapan merhatiin nya, perasaan aku enggak pernah foto senyum gigi nya kelihatan".
Ari/ "Bukan lihat di foto, aku liat langsung tadi waktu kamu ketawa dan senyum bercanda sama kak Aira".
Almira/ "hmm. . . Ciye ciye diem diem merhatiin aku niyeee cerita nya".
Ari/ "Ha ha ha iya senang kali aku ngeliat nya, pengen kali rasa nya aku gigit ha ha ha".
Almira/ "Umaak . . . Ngeri kali sampek mau di gigit iiissh".
Ari# "ha ha ha bercanda lho tuan putri".
Almira# "Iya tau".
Ari# "Pokok nya mulai besok kamu senyum nya harus keliatan gigi nya, trus kamu setiap hari ngirim foto ke aku, oke tuan putri".
Almira# "Oke siap putra mahkota".
__ADS_1
Ari# "Putra mahkota?, kenapa manggil aku itu, biasa nya manggil aku tungek".
Almira# "Enggak tau, tiba tiba muncul aja di otak nyebut itu ha ha ha, kamu juga kenapa manggil aku tuan putri?".
Ari# "Karna kau adalah tuan putri di kerajaan hati ku ha ha ha".
Almira# "Iisssh gombal aja terooos".
Ari# "ha ha ha beneran lho, enggak ngegombal".
Almira# "Enggak percaya lweeeek 😜 ".
Ari# "enggak usah ngejek ngejek, ntar ku tarik itu lidah mu".
Almira# "Iih copot lah".
Ari# "ha ha ha pakek perasaan lah narik nya".
Almira# "Udah stop jangan di lanjuti, ntahapa hapa lah ngomong nya".
Ari# "ha ha ha iya iya enggak ngomong itu lagi, maaf ya tuan putri ku yang manja, yang bawel yang ngegemesin, sini sini aku peyuk peyuk".
Almira# "enggak mau".
Ari# "Ngambek . . . Jangan ngambek lah tuan putri ku tercinta, ntar aku beliin ice cream mau?".
Almira# "hmmmm mauuuuu he he he".
Ari# "iiiihhh salah nya aja aku enggak di situ, kalau enggak udah aku cubitin itu pipi kamu".
Almira# "ha ha ha udah aah, ada aja ya pembahasan kita, kayak udah resmi pacaran aja".
Ari# "hmm . . Iya, kamu yang sabar ya nungguin nya, aku janji kok pasti bakal ada waktu nya".
Almira# "Iya aku slalu sabar menunggu, cinta yang belum pasti aja aku sanggup menunggu nya sampek 3 tahun, apa lagi yang udah di depan mata kayak gini, kecil lah buat aku he he he".
Ari# "3 tahun nungguin nya?, dari kapan itu?".
Almira# "Iya 3 tahun, itu dari aku kelas 1 SMA dia kakak kelas aku di sekolah, kami dekat lebih dari teman tapi bukan pacaran, yaaa kayak kita gini, trus karna enggak ada penjelasan, enggak ada kata pacaran di tambah lagi dia belum di bolehi pacaran sampek umur nya 25 tahun karna dia anak yang Ma Sya ALLAH jenius nya jadi mesti fokus sama prestasi nya, tau lah ya kan dampak negative pacaran itu ngeri kali. terakhir aku mundur pelan pelan ngejauhi dia demi pencapaian nya, dan sekarang dia udah menikah dengan pariban nya, sumpah waktu itu aku susah kali untuk move on dari dia padahal aku udah pacaran sama siapa pun tapi tetap aja hati aku ke dia juga, dan alhamdulillah tanpa sadar ada seseorang pelan pelan mampu menyingkir kan dia di hati aku, enggak tau seseorang ini pakek pelet apa kok bisa mendepak masa lalu aku he he he".
Ari# "Seseorang itu siapa?, abang yang kemarin ya?".
Almira# "Abang yang mana?, Reza maksud nya?".
Ari# "Bukan . . , abang yang foto nya duduk di ruangan kampus".
Almira# "Ouh ha ha ha bukan, itu mah kawan aku, bukan dia".
Ari# "trus siapa?". Nada bicara nya mulai aneh alias cemburu.
Almira# "Cemburu awak yaaaaa?".
Ari# "Enggak, udah aah aku ngantok, ya udah selamat malam tuan putri, mimpi indah, assalamualaikum". Tanpa mendengar jawaban Almira, dia sudah menutup telpon nya.
"Waalaikumsalam". Meski tak di dengar Ari tapi Almira tetap menjawab salam nya.
Almira sedikit penasaran, kesal dan nyesel udah mencerita kan tentang itu ke Ari.
Besok besok nya Ari selalu memberi kan pertanyaan aneh untuk Almira dan ngebahas hal yang serius.
Ari# "Menurut kamu sayang itu apa?".
Almira menjawab dengan apa ada nya dari sudut pandang nya.
"Sayang itu menerima seseorang dengan tulus dan apa ada nya tanpa melihat dia apa dan siapa, kalau menurut kamu?".
Ari# "Kalau menurut aku ampir sama dengan kamu, sayang itu kita bisa menerima kekurangan dan kelebihan seseorang, dan kita menerima keadaan dia sekarang dan nanti nya, tanpa harus merubah diri nya menjadi apa yang kita mau, saling melengkapi saling menghargai dan yang paling penting enggak ada 1 hal yang kita tutupin dari diri kita ke orang tersebut".
Almira masih tanda tanya dengan pertanyaan pertanyaan nya apa lagi dia masih mempertanyakan perihal cowok yang Almira tunggu selama 3 tahun itu.
__ADS_1
"Ini anak kenapa ya akhir akhir ini aneh kali sehabis aku cerita tentang masa lalu aku?, apa ada yang salah ya?".