
"Sayang... Ist... Ist... Sini lah dulu, Ist...". Eggy yang berada di dalam kamar mandi berteriak memanggil Almira.
"Iya, kenapa Suam?". Almira menghampiri Eggy ke dalam kamar mandi.
"Ada apa sih Suam pakai teriak - teriak?". Almira melihat Eggy yang berdiri di depan wastafel. Almira mendekati nya.
"Ini??". Eggy menunjuk kan sebuah test pack yang hasil nya positive. Ia mendapat kan test pack tersebut ketika ia ingin mandi. Almira mengangguk kan kepala nya.
"Serius sayang?". Eggy masih tidak percaya.
"Ya serius lah, maka nya kemarin tuh jangan buat Ist merajuk. Aturan nya kemarin Ist mau bilang ini sama Suam tapi Suam nya malah hambus keluar enggak bilang - bilang". Almira masih kesal soal yang kemarin.
Eggy tersenyum genit plus tersenyum bahagia. Eggy menyambar tubuh Almira, ia sangat bahagia mendapat kan kabar seperti ini. Akhir nya mereka di izin kan lagi untuk menambah seorang malaikat kecil di kehidupan mereka.
"Makasi ya sayang". Bertubi - tubi Eggy menciumi Almira.
Almira juga tersenyum bahagia. Eggy menggendong tubuh Almira sembari berjalan keluar kamar mandi.
"Yeeeeeeeeea.... Aku bakalan punya anak lagi, aku bakal punya anak lagi woiiiii ha ha ha".
"Iiih apa'an sih Suam, malu - malu in tahu enggak. Entar kedengaran sama Ghifari". Almira tersipu malu sembari memukul badan Eggy.
"Biarin, Ghifari... Ghifari.... Bentar lagi kamu bakal punya adek nih". Eggy berteriak kesenangan memanggil anak laki - laki nya itu.
Almira membungkam mulut Eggy.
"Ssssst... Ghifari masih tidur, ini masih subuh lho Suam, nanti kedengaran sama tetangga. Suam ini lah, sudah mau anak dua pun tapi tingkah nya masih saja kayak anak - anak". Almira mempelototi Eggy.
"Iya iya sayang ku he he he, istri ku tercinta, Mommy nya anak - anak. Gemes gemes gemes". Eggy menarik kedua pipi Almira lalu mendekat kan wajah nya.
"I Love You so much". #Cup.
"I Love You more". #Cup
Eggy, Almira dan Ghifari kini sedang duduk di ruang makan untuk sarapan pagi mereka. Almira begitu cekatan menyiap kan segala kebutuhan anak dan suami nya sebelum melakukan aktifitas mereka masing - masing.
"Oh ya Sayang, nanti Ist ke rumah sakit nya tunggu Suam kabari ya, soal nya Suam enggak mau kalau Ist meriksa nya tanpa Suam he he he". Ujar nya sembari mencomot sepotong roti ke mulut nya.
"Iya". Almira mengangguk pelan.
"Ke rumah sakit?, Mommy mau ngapain ke rumah sakit? Mommy sakit ya?". Ghifari menyambung.
"Enggak sayang, Mommy ke rumah sakit karena Mommy mau meriksa adek nya abang Ghifari he he he". Eggy membisik kan nya pada telinga Ghifari, sedang kan Almira melirik mereka.
"Adek?, Ghifari mau punya adek Mom?". Ia melirik Almira, Almira pun mengangguk. "Iya sayang".
"Yeeeeeeea... Ghifari ikut ya Mom Dad?". Ia begitu antusias ketika mendengar bahwa ia akan memiliki adek.
"Lho bukan nya Ghifari selalu takut ya kalau setiap kali di ajak ke rumah sakit? lagian kamu kan sekolah sayang, jadi kamu enggak bisa ikut he he he". Almira mengusap kepala Ghifari.
Ghifari/ "Ghifari sudah enggak takut lagi ke rumah sakit Mom Dad, sekali sekali Ghifari enggak sekolah napa, Ghifari mau lihat adek Ghifari, hiks hiks hiks".
Kedua nya tertawa kecil.
"Sayang... Kalau anak pintar itu harus rajin ke sekolah, enggak boleh enggak sekolah. Kata nya pengen jadi orang sukses kayak Daddy, masa enggak sekolah". Eggy membujuk Ghifari dengan lemah lembut.
"Tapi kan sekali - sekali Dad, enggak sering - sering". Rengek nya.
__ADS_1
Eggy/ "He he he, anak Daddy yang cakep, yang bentar lagi akan menjadi abang, enggak boleh gitu sayang, nanti adek nya nangis lho kalau abang Ghifari enggak ke sekolah. Emang abang Ghifari mau adek nya nangis?".
Ghifari menggeleng kan kepala nya dengan wajah yang murung.
"Enggak".
"Nah, kalau abang Ghifari enggak mau adek nya nangis jadi abang Ghifari harus sekolah, oke?". Eggy mengacungi kedua jempol nya dengan senyuman. Ghifari pun mengangguk.
Almira memandang kedua nya dengan tatapan hangat. Pemandangan yang menyejuk kan hati nya.
"Ya sudah Daddy berangkat duluan ya, maaf Daddy enggak bisa ngantar abang Ghifari ke sekolah, soal nya Daddy sudah hampir telat, Ghifari di antar sama Mommy ya sayang". Eggy mengusap kepala Ghifari lalu mencium kedua pipi dan dahi nya.
"Iya Dad, Daddy hati - hati di jalan ya". Ia melambai kan tangan nya.
"Iya Sayang, Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam".
Almira/ "Mommy ngantar Daddy ke depan dulu ya sayang".
"Iya".
Ghifari mengangguk sembari melihat kedua orang tua nya berjalan bersamaan menuju keluar rumah.
"Suam berangkat ya". Eggy mengecup dahi Almira, Almira memejam kan mata nya seketika.
"Hati - hati ya Suam".
"Iya, nanti Suam kabari ya. Daaa sayang Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam".
Flash back...
Almira dan Eggy berjalan menyusuri Taman Lapangan Ahmad Yani Medan, tak banyak pengunjung yang datang untuk berolahraga atau hanya sekedar duduk - duduk santai di situ. Almira mulai nungap, nafas nya sudah ngos - ngosan enggak karuan mengingat Almira yang sedang hamil tua, ia merasa lelah karena sudah entah berapa putaran mereka kelilingi lapangan tersebut.
"Kita duduk yuk, Istmu sudah capek banget, huh huh huh". Almira memegang erat tangan Eggy.
Eggy melihat Almira yang sedikit pucat pasih dan mengeluar kan banyak keringat.
"Ya sudah, kalau enggak, kita pulang saja yok, biar Istku bisa rebahan". Eggy merangkul pinggang Almira.
"Enggak mau, Istmu masih mau di sini dulu, belum mau pulang, kita duduk saja dulu di situ". Almira menolak nya, lalu menunjuk kan tempat duduk yang memang di buat khusus untuk pengunjung.
"Ya sudah kalau gitu, perlu Suammu gendong? He he he". Eggy menggoda Almira.
"Iiih apaan sih Suamku malu tauk di lihatin orang banyak". Almira mencubit tangan Eggy sambil melirik ke sekitar mereka.
Eggy/ "Ha ha ha, kan enggak apa - apa kalau di lihatin, paling mereka bilang kita so sweeeeet, wk wk wkkk".
Almira/ "Umm . . . Dasaaaar, sudah ayok kita duduk, Istmu sudah enggak tahan lagi ini, pegal".
"He he he, iya iya ayok yok yok sayang ku". Eggy menuntun Almira menuju ke tempat duduk tersebut.
Almira memandangi pohon - pohon yang ada di sekeliling taman itu. Walau pun berada di tengah kota namun taman tersebut masih begitu asri dan berasa seperti di alam terbuka.
"Suasana nya jadi ingat waktu touring, udara nya pun menyegar kan". Eggy pun memandang hal yang sama sembari menghirup udara segar.
__ADS_1
Almira/ "Iya, walau pun di tengah kota yang penuh dengan polusi tapi di sini masih terawat kesegaran nya".
Eggy/ "Hu uh... Jadi pengen touring lagi, kapan - kapan kita touring yok tapi berdua aja he he he".
Almira menoleh ke arah Eggy, ia menggeleng kan kepala nya. " Enggak".
Eggy/ " Lho kenapa?, kan enak, sekalian kita mengenang masa pertama kali kita touring bersama dulu he he he".
Almira/ "Nanti ke depan nya kita enggak bakalan punya waktu untuk itu Suamku. Sekarang saja Suamku itu sibuk banget di rumah sakit, apa lagi nanti, mungkin bakalan susah mencari quality time untuk kita".
Eggy/ "Iya juga sih, belum lagi nanti tante Maya bakalan ikut sama Om ke Kalimantan, sudah pasti bakalan Suammu yang ngurus rumah sakit hu hu hu".
Almira/ " Nah itu dia, tapi ya mudah - mudahan saja kalau memang ALLAH mengizin kan kita untuk pergi, kita pasti bisa pergi".
Eggy/ "Mudah - mudahan, Aamiin".
Almira/ " Oh ya lupa lah, padahal sudah jauh - jauh hari Istmu kepikiran nya".
Eggy/ "Kepikiran apa?".
Almira/ " Ini, Istmu kepikiran soal nama panggilan sayang kita".
Eggy/ "Emang nya kenapa dengan nama panggilan kita?"
Almira/ "Gini, berhubung para readers banyak banget yang protes dengan nama panggilan kita, jadi Istmu kepikiran untuk mengganti nya".
Eggy/ " Protes kenapa?, kan enggak ada salah nya nama panggilan kita malah enggak ada tuh unsur menjelek kan atau merugikan siapa pun, kenapa mereka harus protes?".
Almira/ "Gini lho Suamku sayang, memang nama panggilan kita enggak ada unsur buruk nya, tapi mereka merasa nama panggilan kita itu terlalu belibet mengucapkan nya he he he, sampai - sampai belepotan mereka membaca nya he he he".
Eggy/ "Ahh lebay banget lah para readers ini, tinggal di baca saja kok belibet, hmm kan kasihan author nya, asek salah saja, enggak mikir apa jerih payah author itu gimana, salah nya saja mereka enggak tahu kalau author sampai di rawat ke rumah sakit kita karena kecapekan demi para readers setia hufft".
Almira/ "Ya nama nya juga kehidupan sayang, ya begini lah, yang enggak salah saja di cari - cari kesalahan nya apa lagi yang salah. Ya sudah lagian kan ada bagus nya juga untuk author kita, kan Author kita jadi banyak mendapatkan kritikan dan saran dari para readers, itu tanda nya mereka peduli dan sayang sama author kita. Kan jadi pembelajaran juga untuk author kita untuk menjadi lebih berkualitas lagi".
Eggy/ " Iya juga sih. Ya sudah deh, kalau gitu kita koreksi sedikit saja nama panggilan kita biar enak mereka baca nya, kita rubah saja jadi Suam dan Ist".
Almira/ "Hmm oke, Ist ngikut saja apa kata Suam, dan mudah - mudahan cocok sama para readers he he he".
Eggy/ " Asal kan jangan di protesi saja lagi nama panggilan kita yang ini setelah di ganti, kalau di protesin juga hmmm sekalian saja gorok kepala author kita".
Almira/ "Ha ha ha, apa nya nih Suam ngomong nya?, harus nya Suam itu kasih dukungan untuk author kita bukan malah mau di gorok he he he".
Eggy/ " Ha ha ha bercanda ya thor, enggak seriusan he he he, author cakep deh he he he. Ya sudah thor, mulai sekarang author harus semangat menciptakan karya - karya yang berkualitas dan terbaik. Kali ini kita buat para readers makin baper dan meleleh baca kisah kita, kita gempar kan dunia jangan mau kalah sama virus corona yang saat ini sedang mewabah di Indonesia, ha ha ha".
Almira/ "Kok malah lari nya ke corona sih Suam ha ha ha".
Eggy/ " Ha ha ha iya ya, habis nya setiap hari di rumah sakit bahas virus itu mulu, jadi terngiang - ngiang di pikiran Suam hi hi hi, terus malah bikin kita panik lagi tuh virus".
Almira/ "Hmm iya Suam, tapi kita enggak boleh panik, kita harus cegah dan memutus kan rantai penyebaran virus itu dengan cara yang mudah yaitu, sosial distancing, jaga kebersihan rumah, gunakan masker bila keluar rumah dan jangan lupa mencuci tangan memakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, terus kita doa kan semoga ALLAH mengambil kembali dan memusnah kan virus itu, kita doa kan juga semoga ALLAH memberikan kesembuhan buat para korban virus corona dan kita selalu di lindungi oleh ALLAH SUBHANHUWATAALA, AAMIIN".
Eggy/ "Aamiin ya ALLAH. Ini Suam yang dokter kenapa Ist yang jadi lebih pintar soal kesehatan ya he he he.
"Ya harus itu Suam, nama nya istri seorang dokter terbaik jadi harus pintar soal kesehatan he he he".
"He he he, ya sudah yuk, kita pulang, enggak bagus juga kita lama - lama di luar, kasihan calon baby kita".
Almira mengangguk pelan sembari tersenyum dan menuruti Eggy.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju ke parkiran mobil, tak lupa juga Eggy merangkul pinggang Almira dengan mesra.