Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 65 #S3


__ADS_3

#Triiiing....


Almira meraih ponsel nya ketika ia mendengar ponsel nya berbunyi.


Suam #"Ist keluar sekarang, Suam ada di depan pagar. Jangan ada yang tahu kalau Ist keluar".


Dahi nya berkerut setelah ia membaca pesan WhatsApp dari Eggy. Ia merasa sedikit takut menemui Eggy. Ia berpikir apakah yang mengirim pesan tersebut adalah Eggy atau orang lain yang sedang menggunakan nomornya untuk mengambil keuntungan.


Karena ketakutannya, ia pun menelpon Eggy untuk memastikan apakah itu Eggy atau bukan.


Eggy #/"Ya ALLAH Ist kenapa malah nelpon sih Ist. Ist cepetan keluar".


Almira #"Iya iya Suam. Bentar Ist mau keluar ini". Ia langsung keluar dari rumah mertua nya tanpa sepengetahuan yang lain nya dan ia melihat benar ada nya mobil Eggy lalu masuk ke dalam mobil tersebut.


"Suam kenapa enggak langsung masuk sih jemput nya? Kenapa mesti Ist yang kel....". Mata Almira terbuka lebar ketika ia melihat lawan bicara nya. Ia sangat terkejut melihat nya.


"Astaghfirullah Suam...! Suam kenapa?". Almira nyaris menangis melihat wajah Eggy habis babak belur dan berdarah.


" Muka Suam kenapa sayang? Apa yang terjadi?". Almira menyentuh wajah Eggy.


"Shh au... Sakit sayang. Suam enggak apa - apa kok". Rintihnya ketika Almira tidak sengaja menyentuh pada bagian yang terluka.


"Enggak apa - apa apa nya. Muka Suam habis babak belur kayak gini". Almira justru memarahinya sembari memukul lengan Eggy lalu mengambil kotak P3K milik nya dan segera mengobati nya.


" Iya lho sayang, sh aaah". Ia merintih setiap kali Almira mengoleskan salep pada luka di wajahnya.


Almira /"Sebenarnya Suam janjian sama siapa sih? Kenapa bisa kayak gini wajah nya? Ya ALLAH".


Eggy /"Nanti kita cerita nya di rumah saja ya sayang. Ghifari lagi ngapain sayang?".


Almira /"Hiiist suka kali lah bikin binik nya ketakutan kek gini (seperti ini). Ghifari lagi tidur, habis sholat isya tadi Ghifari sama Tara langsung tertidur".


Eggy tertawa kecil melihat Almira ngedumel sembari memanyunkan bibirnya /"Mungkin sudah capek kali itu badan mereka he he he. Ya sudah, kalau gitu kita berdua saja yang pulang, biarin Ghifari nginap di sini besok kita jemput lagi. Lagian enggak mungkin Suam nunjukin muka Suam dengan kondisi kayak gini di depan Mama dan Papa yang ada nanti akan menambah pikiran mereka saja". Ujarnya sembari bercermin.


Almira /"Hmm. Terus masa ini kita pulang nya enggak pamit sama Mama Papa?".


Eggy /"Nanti Suam telpon saja Papa, kalau pamit nya langsung sama saja bohong kan".


Almira /"Terus besok apa beda nya kan Suam pasti bakal ketemu juga sama Papa dan Mama".


Eggy tertawa kecil melihat Almira lalu meraih tangannya.


"He he he, Ist ku yang bawel, yang kebanyakan terus nya. Kalau itu enggak usah Ist pikirin, masih banyak akal untuk mengatasinya. Sekarang kita pulang dulu, tadi kata nya mau tahu semua ceritanya, kenapa Suam jadi kayak gini he he he".


Almira memberengi mata nya dengan sinis sembari mencubitin tangan Eggy. Eggy pun menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah orang tuanya.


Eggy dan Almira mengerutkan dahi mereka ketika melihat ramainya tetangga mereka sedang berkumpul di depan rumah mereka.


Almira /"Kok tetangga - tetangga kita pada ngumpul di depan rumah kita ya Suam?".


"Mana lah Suam tahu sayang, kan kita sama - sama baru pulang". Eggy memencet salah satu tombol pada mobilnya untuk membukakan pintu pagar rumahnya lalu masuk ke dalam.


" Apa jangan - jangan kemasukkan maling Suam?". Almira menjadi panik lalu segera keluar dari mobil.


"Heh... Almira harus nya kau service itu lakik kau sampai puas biar dia enggak merasa kekurangan di layani dan enggak akan berusaha mencari kepuasan bersama wanita lain. Tega nya lakik (suami) kau itu mau memperkosa Bu Deby, mentang - mentang Bu Deby itu janda hah?". Istri Pak RT langsung memaki Almira ketika ia melihat Almira keluar dari mobil.


Ternyata mereka berkumpul karena Deby telah membuat berita fitnah untuk Eggy dan Almira lalu tetangga yang lainnya percaya padanya begitu saja.

__ADS_1


Sontak membuat Almira dan Eggy terkejut.


" Apa?".


"Untung saja Kak Deby enggak sempat di perkosa sama lakik kau. Ternyata kelihatannya saja sempurna enggak tahu nya laki - laki ********". Sambung yang lainnya dengan memandang Eggy begitu sinis.


Jantung Almira dan Eggy berdetak kencang, mereka sempat melirik Deby yang berpura - pura menangis di pelukan istri Pak RT.


" Tunggu dulu, ini fitnah. Apa kalian punya bukti atas tuduhan kalian ini? Kalian jangan asal sembarangan menuduh orang" . Eggy angkat bicara sembari menggandeng tangan Almira.


"Halah, enggak usah nyangkal deh kau Gy, lagian memang kenyataannya begitu, ternyata keramahan kau selama ini punya makna yang terselubung".


" Iya betul itu, lihat saja tampang nya sekarang babak belur seperti itu, itu pasti habis di hajar sama orang akibat ulah nya menggoda perempuan lain. Lebih baik kita usir saja mereka dari komplek ini".


"Iya, kita usir saja, meresahkan warga saja".


Almira melihat wajah Eggy lalu melepaskan genggaman tangan Eggy. Sontak membuat Eggy melihat Almira. Ia sempat berpikir bahwa Almira akan mempercayai tetangga mereka mengingat Almira tidak mengetahui apa penyebabnya menjadi babak belur seperti itu.


Sedangkan Deby tersenyum menang melihat mereka di perlakukan seperti yang ia inginkan.


"Sudah bapak - bapak ibu - ibu. Kita enggak usah memperpanjang masalah ini, malu kalau warga komplek sebelah mengetahui aib ini hu hu hu lagi pula Pak Eggy kan tidak berhasil memperkosa saya walau pun Pak Eggy sudah melecehkan saya hu hu hu tapi saya enggak mau mempersalahkan nya lebih besar lagi hu hu hu saya sudah memaafkan Pak Eggy kok, mungkin Pak Eggy hanya khilaf waktu itu hu hu hu". Deby berpura - pura bersikap layaknya seorang korban yang lemah.


Eggy mengepalkan tangannya karena emosi nya yang hampir memuncak, sedangkan Almira hanya diam dan datar, sempat ia melirik Deby.


" Enggak bisa gitu Bu Deby. Kalau kita diam saja bisa - bisa wanita di komplek ini bakalan jadi korban semua sama laki - laki ******** ini". Bu RT yang paling semangat menghardik Eggy.


"Iya betul itu, mungkin saja kali ini dia enggak berhasil tapi kita kan enggak tahu ke depan nya bagaimana, bisa - bisa kita yang akan jadi sasaran berikutnya".


"Iya betul, sudah Pak RT kita usir saja mereka".


Mereka berusaha menarik - narik tangan Almira dan Eggy.


Eggy kembali menggenggam tangan Almira dan berusaha untuk tidak terlepas lagi.


"Hei... Kalian harusnya mendengarkan penjelasan dari kami terlebih dahulu jangan main hakim sendiri seperti ini, ini fitnah nama nya. Mana buktinya atas tuduhan - tuduhan kalian pada saya? Kalian enggak boleh sembarangan nuduh seperti ini". Eggy berusaha membela diri dan melirik Almira yang hanya diam.


" Sudah. Kami enggak perlu penjelasan dari kalian. Semuanya sudah jelas. Bukti korban nya sudah ada yaitu Deby. Sekarang kalian harus pindah dari perkomplekan ini". Mereka menolaknya sembari mendorong tubuh Eggy hingga hampir terjatuh.


"Tunggu dulu". Almira akhirnya angkat bicara, sejak tadi ia hanya diam mendengarkan caci maki dari mereka. Semuanya melihat ke arah Almira tak terkecuali Deby.


" Kalian boleh mengusir kami dari perkomplekan ini bahkan kalian juga boleh memiliki rumah kami ini, asalkan...". Almira melirik Deby dengan tatapan tajamnya. Ia mengetahui sebenarnya ini adalah fitnah dari Deby untuk menghancurkan rumah tangga mereka.


"Asalkan Pak RT melepaskan jabatannya dan juga masuk ke dalam penjara malam ini juga". Kini Almira melihat Pak RT.


Mereka semua terkejut dan saling memandang satu lain lalu melihat ke arah Pak RT yang sudah mulai kelihatan takut dan sempat ia melirik Deby.


" Apa maksud kau menyuruh Pak RT seperti itu? Kau tidak punya hak lagi di sini. Lagian ini semua enggak ada hubungannya sama Pak RT, yang salah lakik kau, kenapa bawa - bawa Pak RT". Bu RT membantahnya.


Almira berjalan mendekati Pak RT yang berada di samping Deby.


"Sayang...". Eggy memegang lengan Almira untuk mencegahnya. Almira hanya memainkan matanya lalu menyingkirkan tangan Eggy.


"He he heh... Bu RT. Bu RT membicarakan hak di sini? Tidak kah ingat Bu RT bahwa 50% hak perkomplekan ini adalah milik suami saya?". Almira menatap mata Bu RT dengan tajam dan ia mengingatkan bahwa 50% perkomplekan itu milik Eggy sepenuhnya sedangkan 50% nya lagi di bagikan pada mereka yang jumlah nya 20 kepala. Tak heran dari banyak nya rumah di perkomplekan itu hanya rumah Eggy yang megah dan mewah bagaikan istana. Justru Eggy tidak mengingat hal tersebut.


" Bukan kah begitu Pak RT?". Lalu beralih melihat Pak RT yang sudah tertunduk.


"Tidak kah kalian ingat bahwa sebagian dari pembangunan rumah kalian itu adalah milik suami saya? Emmm... Ya sudah, kalian boleh mengusir kami, silahkan usir kami sekarang juga". Kali ini Almira mengarah pada tetangga - tetangganya tanpa rasa takut, mereka pun ikut tertunduk dan takut.

__ADS_1


Almira /" Kalian boleh usir kami dan mengambil semua yang ada di perkomplekan ini tapi turuti permintaan saya barusan dan setelah saya berbincang sama Bu RT dan Pak RT".


Mereka semakin bingung apa maksud perkataan Almira dan begitu juga dengan Eggy yang terheran - heran melihat keberanian istrinya menantang mereka serta mempertaruhkan harta nya.


Almira /"Oh ya, pernah enggak sih Bu RT merasa curiga atau paling enggak nya pernah enggak sih Bu RT bertanya kenapa dan untuk apa Pak RT lebih sering mendata warga di perkomplekan ini, apa lagi pada malam hari?". Ia bertanya pada Istri Pak RT yang terdiam kebingungan. Mereka melirik satu sama lain.


" Oh bentar! Coba saya tanya dulu, apakah kalian di datangi sama Pak RT setiap malam atau siang hari hanya untuk di minta'in data kalian gitu?". Almira bertanya pada tetangga - tetangganya dan mereka pun menggelengkan kepalanya.


"Enggak pernah. Pak RT kalau ngedata pasti cuma di hari besar saja". Salah satu dari mereka berani menjawab pertanyaan Almira.


Almira tertawa sembari menutupi mulutnya.


" Oh ha ha ha. Berarti selama ini Pak RT hanya datang ke rumah kami dan rumah Kak Deby saja? Wah! Kira - kira ada maksud apa ya itu? Ngakunya mau mendata seluruh warga perkomplekan ini tapi kenapa Pak RT datangnya hanya 2 rumah saja ya? Pak RT bisa menjelaskan nya pada kami? Atau saya sendiri yang akan menjelaskannya?".


Wajah Pak RT berubah menjadi pucat pasih, ia takut Almira akan membongkar semuanya.


Sedangkan Eggy baru menyadari ternyata selama ini hanya akal bulus Pak RT saja datang ke rumah mereka berkedok membahas tentang 50% hak kepemilikannya atas perkomplekan itu padahal ia datang hanya demi melihat serta menggoda Almira. Ia merasa geram.


"Oh gini saja, dari pada Pak RT atau pun saya capek - capek berbicara untuk menjelaskan kebingungan mereka, mending video ini saja yang akan menjelaskan semuanya". Almira mengeluarkan ponsel nya lalu mempertontonkan sebuah video perbuatan Pak RT bersama Deby yang tak senonoh.


Mata mereka terbelalak melihat video - video itu. Mulai dari video Pak RT yang diam - diam sedang mengeteni (mengintip) Almira sedang berada di dapur. Video Pak RT mencari kesempatan untuk memegang tangan Almira, Video Pak RT sedang menggoda Deby dari balik tembok rumah nya, video Deby yang menjebak Eggy bahkan video perbuatan mesum antara Pak RT dan Deby di halaman belakang rumahnya.


Almira mendapatkan semua video itu dari CCTV rumah nya yang berada dimana - mana dan ada beberapa video yang langsung di ambil oleh Almira melalui ponselnya.


Eggy semakin heran dan bertanya - tanya dari mana Almira mendapatkan semua video - video itu.


Mereka benar - benar terkejut menonton video itu dan yang paling terkejut adalah Pak RT dan Deby.


"Enggak, itu bohong, itu fitnah. Itu pasti editan. Kalian jangan percaya sama dia. Dia itu mencoba untuk menyelamatkan suami nya. Itu bohong...". Deby menyangkalnya.


#Ketepaaaak...


Tamparan keras melayang ke pipi Deby. Sontak membuat mata mereka terbelalak melihat ternyata Bu RT yang menamparnya dengan emosi.


"Dek... Jangan! Malu di liatin warga". Pak RT mencegah istrinya untuk menyerang Deby.


" Apa? Malu? Abang yang sudah buat malu. Abang mendukung janda gatal ini memfitnah Pak Eggy, enggak tahu nya abang sendiri yang ******** dan bukti itu sudah jelas. Pokoknya aku minta cerai". Teriaknya dengan mata yang memerah.


"Dan kau! Aku akan melaporkan kau pada polisi atas perbuatan kau dan aku pastikan kau bakalan membusuk di sana". Bu RT berteriak sambil menunjuk - nunjuk wajah Deby. Sedangkan yang lain berbisik - bisik mencibir mereka dan mendukung Bu RT.


" Jadi setelah melihat semua video - video itu menurut kalian siapa yang harusnya di usir dari perkomplekan ini?".


Almira tersenyum kemenangan melirik satu per satu tetangga nya itu, mereka tertunduk malu serta saling sikut - menyikut satu sama lain.


Kemudian Almira meraih tangan Eggy lalu mengajaknya mendekati mereka. Keduanya mendekati Deby sembari memamerkan tangannya yang di genggam oleh Eggy begitu erat. Almira tersenyum sinis padanya.


"Huh... Saya kasihan sama kakak dan turut prihatin melihat diri kakak yang sangat menyedihkan. Hemm... sekeras apa pun usaha kakak untuk merusak hubungan rumah tangga kami, itu tidak akan pernah berhasil sampai kapan pun. Kan saya sudah pernah bilang ke kakak, kalau suami saya enggak akan pernah tergoda sama wanita lain apa lagi sama barang second yang murahan seperti kakak, heeh...!". Ia melirik nya dengan sinis kemudian ia mengajak Eggy untuk masuk ke dalam rumah mereka.


Namun seketika ia menghentikan langkah nya karena ia mengingat sesuatu. Kemudian ia kembali melangkah, kali ini ia mendekati Bu RT.


"Oh iya Bu RT, saya hampir lupa. Sepertinya di sini Bu RT yang harusnya ngasi service ke Pak RT sampai puas, biar Pak RT enggak mencari kenikmatan lagi sama wanita lain, heh..! Atau mungkin, Bu RT harusnya perlu belajar bagaimana cara nya memberikan service terbaik untuk Pak RT, ck". Sungguh sindiran yang telak untuk Bu RT, Almira membalikkan caci maki yang ia lontarkan pada Almira.


Apa yang Almira lakukan benar - benar menakjubkan, itu seperti adegan pemeran utama wanita yang ada di dalam film drama korea. Ia benar - benar merasa puas telah membuat mereka terdiam dan tertunduk malu.


Bu RT adalah orang yang paling tertunduk malu, ia ingin langsung meminta maaf pada Almira dan Eggy tapi sayang nya keduanya sudah beranjak meninggalkan kerumunan tersebut lalu mengunci rapat - rapat gerbang rumah mereka tanpa peduli orang - orang yang masih berkumpul di depan rumah mereka.


Sedangkan yang lainnya masih riuh memperkarakan Pak RT dan Deby hingga ke kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2