
Para tamu berdatangan silih berganti hanya untuk menjenguk Egga yang sudah siuman sejak 2 hari yang lalu.
Dalam 2 hari itu juga Egga selalu menanti hadir nya Ratna yang tak kunjung berkabar. Egga benar - benar sangat merindukan nya. Ia ingin sekali bertemu dengan wanita yang ia cintai itu lalu memeluk tubuh nya dan mencium nya.
Kini Egga sudah tidak sabar lagi, di saat waktu dan suasana sudah melonggar dan di saat tidak ada siapa - siapa lagi di kamar nya selain dirinya dan Eggy, sedangkan yang lain nya di minta untuk beristirahat di rumah termasuk Tara yang akan menginap di rumah Eggy.
Ia mengambil kesempatan itu untuk bertanya soal Ratna kepadanya.
"Gy".
"Apa bang? Kau mau apa Bang? Minum? Makan?". Eggy pun mendekatinya seakan siap siaga melayaninya.
Egga menggelengkan kepala dengan pelan.
" Enggak, aku bukan mau itu. Tapi ada yang mau aku tanya ke kau".
"Nanya apa Bang?". Alis matanya menyatu karena penasaran.
Egga/ " Apa yang terjadi di saat aku koma?".
Eggy pun menggelengkan kepalanya dan merasa heran /"Ha? Enggak ada terjadi apa - apa. Memang nya kenapa kau nanya nya kayak gitu?".
Egga /" Serius lah kau. Kelen enggak mencoba menyembunyikan sesuatu kan sama aku?".
"Lah serius lho. Mana ada kami menyembunyikan sesuatu sama kau. Aah kau bikin aku bingung saja lah". Eggy membalikkan badannya lalu berjalan menuju sofa kemudian merebahkan badannya yang sudah terasa lelah.
Egga memejamkan matanya karena menahan emosi nya yang mulai terpancing.
"Huuuh... Kalau memang tidak terjadi apa - apa, kenapa selama aku siuman Ratna enggak pernah keliatan di sini? Terus Tara juga bilang ke aku, kalau dia melihat Ratna menangis sendirian lalu menghilang begitu saja. Ini pasti terjadi sesuatu kan? Pasti Papa sudah mengatakan sesuatu sama Ratna sehingga dia berusaha menjauh dari aku. Iya kan Gy?".
Sontak membuat Eggy terperanjat dari tidurnya karena terkejut atas tuduhan Egga kepada Pak Wijaya.
" Apa? Apa nya kau Bang, nuduh - nuduh Papa sembarangan"
"Lantas siapa lagi yang bisa melakukan itu selain Papa. Bukan nya Papa memang tidak pernah setuju sama hubungan kami". Mata Egga berlinang air mata serta memerah.
Eggy /"Haiiiih... Bang kau tuh sudah su'udzhon sama Papa. Papa sama sekali enggak pernah ngomong apa - apa sama Dokter Rartna bahkan setelah kecelakaan itu Papa enggak pernah mencegah Dokter Ratna untuk ngeliat kau di rumah sakit, sebenar nya Papa dan aku tuh tahu kalau Dokter Ratna diam - diam menjenguk kau di saat kami tidak berjaga, tapi Papa diam saja kok".
Egga /"Tahu dari mana kalian? Sedang kan dia diam - diam ke sini".
"Bang Bang, perasaan kau itu pintar lah Bang, masa kau pakai nanyak lagi dari mana tahu nya. Enggak kau tengok itu CCTV dimana - mana? CCTV itu terhubung ke jaringan CCTV rumah aku, aku sengaja menyambungnya biar aku bisa memantau kau juga walau pun aku lagi enggak berjaga". Eggy menunjukkan di setiap sudut ruangan memiliki CCTV kecuali area kamar mandi. Egga pun melihat nya lalu manggut - manggut.
"Cuma kami juga merasa heran, setelah kau siuman Dokter Ratna tidak pernah muncul, aku pikir karena dia memang lagi sibuk di rumah sakit, tapi sayang nya enggak, sudah 2 hari ini dia enggak masuk ke rumah sakit dan...". Eggy menghentikan ucapannya sembari melihat raut wajah Egga yang penuh dengan rasa penasaran.
Egga /"Dan apa Gy?".
"Dan tadi pagi aku juga baru menerima surat pengunduran diri Dokter Ratna". Sambungnya.
" Apa?". Spontan Egga membangkitkan badannya kemudian ia merasakan sakit pada tubuhnya. "Auuuuh... Shh... Aaaaarg". Rintihnya sembari memegang dada nya.
__ADS_1
Secepat kilat Eggy mencegahnya lalu merebahkan kembali tubuhnya.
" Apa nya kau Bang. Kau masih sakit, entah apa pakai bangkit bangkit". Dumel nya.
"Shhh aah... Terus kau tanya enggak alasan dia kenapa resigned?". Ia pun berusaha membantu Eggy untuk mengangkat tubuhnya.
" Sudah aku tanya tapi asisten nya enggak tahu apa - apa soal pengunduran diri dia soal nya Surat itu pun bukan Dokter Ratna sendiri yang mengantar langsung ke aku, justru asisten nya yang ngasi surat itu ke aku". Ujar nya sembari memeriksa kembali kondisi tubuh Egga.
Egga mengusap wajah nya, frustasi. Air mata nya ingin sekali pecah.
Eggy /"Sudah, itu enggak usah kau pikirin dulu, sekarang kau pikirkan kesehatan kau. Tenang saja kau, aku pasti nyari tahu kenapa Dokter Ratna seperti ini ke kau. Aku yakin bukan Papa di balik ini semua, jadi kau enggak boleh su'udzhon sama Papa".
Egga /"Aaaargg... Ratna kenapa kau cepat sekali menyerah nya aaaaah...". Teriak nya dan air matanya pun tidak bisa tertahan oleh nya.
Eggy mengusap lengan Egga dengan lembut namun pada akhirnya ia menepuk lengan tersebut cukup keras.
"Sudah lah Bang! Capek kali pun aku ngasi tahu ke kau, enggak usah kau pikirin kali, kau baru berapa hari sadar, enggak boleh mikirin apa pun dulu. Bikin aku palak saja lah kau ini".
" Aku lagi sakit lho Gy, kau repetin (marah) pulak aku, malah kau tepok (pukul) lagi lengan aku". Egga menepis tangan Eggy.
"Maka nya, kalau enggak mau kenak repetan aku, kau nurut apa kata aku. Sudah tahu lagi sakit, yang di pikirin kesehatan. Lagian kan sudah aku bilang juga, kau tenang saja nanti aku yang ngurusin, kalau bisa besok subuh aku datangi Dokter Ratna". Eggy ngedumel seperti emak - emak yang memarahi anak nya.
Egga /"Hmmp sudah kayak emak - emak ku tengok (perhatiin) kau ini asek nak merepet saja ( marah - marah mulu)".
Eggy /'Kau nya yang mulai luan (dahulu)".
"Hmmp iya iya. Oh ya aku dengar kau lagi berantem ya sama si Omen?". Egga bertanya pada Eggy yang sedang menggantikan botol infusnya.
" Ciiih... Tahu dari mana kau? Kau saja tidur teros (mulu) dari mana kau dapat gosip itu?".
"Kau jawab dulu pertanyaan aku, betul enggak tuh berita nya?". Egga memaksa ia menjawab.
" Hiiist... Iya...! Sudah ngeri kali kau ya, habis sadar dari koma, kau langsung punya ilmu penerawang hidup orang, ck ha ha ha". Eggy pun selesai menggantikan botol infusnya kemudian menyentil jidat Egga.
"Ha ha ha sakit lho, kau ini lah tadi lengan ini jidat aku yang kau sentil". Ia sedikit meringis sembari memegang jidatnya.
"Ah enggak perlu seperti itu aku sudah punya ilmu bisa nerawang - nerawang, apa lagi nerawang kehidupan kau, gampang kali lah sama aku wk wk wk kk".
Eggy /" Banyak kali lah gaya kau Bang Bang".
"Lah bukan banyak gaya. Buktinya aku bisa tahu kan kalau kau lagi berantem sama si Omen padahal aku asek tidur saja kau bilang. Hmm?". Egga menaikkan kedua alis dan berlagak sok paten.
" Hmm... Iya... Iya". Eggy memutar bola matanya.
"Terus apa cerita kok bisa kelen berantem?". Egga kembali ke topik awal.
" Lah tapi katanya bisa nerawang, masa enggak tahu ceritanya ha ha ha". Eggy malah meledeknya.
"Ha ha ha ya kalau itu lain lah. Aku bisa nya cuma nerawang di judul nya saja, di inti cerita nya enggak bisa aku nerawang nya fu fu fu". Ia terbahak sambil menutup mulutnya.
__ADS_1
Eggy /" Aahh... Berarti enggak paten lah ilmu penarawang kau itu ha ha ha".
Egga /"Ha ha ha. Sudah lah enggak usah bahas terawang - terawang lagi. Sekarang kau jawab dulu pertanyaan aku, kau ceritakan sama aku sejelas - jelasnya macam mana kelen bisa berantam".
" Ha ha ha iya. Kepo kali kau jadi orang". Ia sempat memplototin nya lalu menceritakan semuanya sama Egga. Bahkan ia sampai menangis menceritakannya dan Egga juga memberitahu Eggy bahwa ia mengetahui kabar ini dari salah satu anggota communitas touring mereka yang kebetulan sempat menjenguknya.
"Bukan apa Bang, sanggup kali si Omen kayak gitu sama aku. Enggak ada otak nya. Gara - gara dia mau menyelamatkan diri nya sendiri, hubungan aku sama binik aku terancam, bukan cuma hubungan aku sama binik aku saja, tapi hubungan aku sama ALLAH pun lagi, malah itu yang paling utama". Ia langsung menyeka air mata setiap kali air mata nya mengalir ke pipinya.
Egga /"Ya... Mungkin karena dia berada di posisi yang terjepit makanya dia ngelakuin kayak gitu dan bekerja secara professional. Kau enggak bisa juga menyalahkan dia atau marah besar ke dia".
Eggy /" Ahh... Mau di posisi terjepit kek apa kek tetap saja menurut aku enggak lah Bang, mau macam mana pun tetap dia yang salah. Biar lah aku di bilang enggak professional yang penting aku enggak berbuat kesalahan yang fatal dan berakibat penyesalan seumur hidup aku. Lagian kan dia tahu kayak mana aku, sudah berapa lama dia bekawan sama aku, sanggup dia ngegadai aku, itu yang bikin aku semakin kecewa sama dia".
Egga /"Hmmp... Jadi, apa rencana kau untuk nyelesaikan ini semua? Kan enggak mungkin kau diam saja setelah ninggalin si Omen gitu saja. CEO itu pasti akan memburu kau atau mengacak - ngacak Omen sesuai dengan ancamannya".
Eggy /"Hah...! Kalau itu sudah aku pikirkan. In Sya ALLAH aku bakal ngedatangi si Suwandi itu, kalau dia mengacak - ngacak si Omen, aku bakal mengancamnya balik dan menuntut nya karena dia melakukan tindakan penipuan, mengancam seseorang sekaligus pelecehan".
Egga /"Tapi kau juga enggak bisa menuntut nya karena pelecehan sexual karena kau enggak ada bukti dan belum terjadi juga kan sama kau, lagian kemungkinan brand dia punya izin untuk mengeluarkan product yang berbau dewasa dan itu sudah pasti mereka pikirkan dari jauh sebelum mereka memulai bisnis mereka. Eh tapi tunggu dulu, dia pasti enggak akan tinggal diam juga, dia pasti bakal nuntut kau balik karena kau membatalkan surat kontrak kerja secara sepihak dan kau sudah pernah mengulur waktu kerja dan dapat merugikan mereka. Itu harus kau pikirkan juga dan kau harus hati - hati, takutnya semua nya akan berbalik ke kau".
Eggy /"Hmm... Iya juga sih. Itu juga yang lagi aku pikirin. Cuma nanti yang aku kuat kan tuntutan nya itu soal pengancaman nya dan aku harus ngedapati bukti bahwa si Suwandi itu sudah mengancam Si Omen".
Egga /" Hemm... Tapi rasa ku Gy, kalau kalian bisa ngomong baik - baik kemungkinan akan terselesaikan dengan secara kekeluargaan".
Eggy mengusap keningnya, ia stres memikirkan masalah ini.
"Emm... Kalau soal ngomong baik - baik kayak nya menurut aku enggak bakalan bisa Bang, karena aku tahu kalau dia pasti punya sifat yang arogan dan tidak ingin mengalah sama siapa pun. Rasa nya nak kali (ingin sekali) aku ngehajar itu muka (wajah) nya si Suwandi itu. Dari awal Si Omen ngenalin aku sama dia, perasaan aku tuh sudah enggak saja, terus bawa'an nya jengkel kalau sudah ketemu sama dia". Gigi nya gemeretuk sambil mengepalkan tangannya.
Egga /" Fuuhhh... Ya sudah, kalau kau butuh bantuan aku, aku siap akan turun tangan. Aku siap membantu kau".
Eggy /"Heleh Bang... Bang... Baru juga bangun, sudah gaya - gaya'an saja kau. Pikirin saja kesembuhan kau itu, abis itu kau pikirkan hubungan kau sama Dokter Ratna. Enggak usah banyak gaya kau mau turun tangan segala. Ha ha ha".
Egga /" Ha ha ha. Enggak usah sepele kau sama aku. Aku kan punya banyak orang - orang yang di andalkan. Kalau urusan masalah kau mah kecil sama aku. Apa lagi kalau aku sendiri yang turun tangan begh... Pasti aku kabur ha ha ha ha".
Eggy /"Koplak kau Bang ha ha ha. Oh ya soal cerita ini jangan kau cerita - cerita dulu ya sama yang lain. Karena cuma kau yang tahu cerita detailnya yang lain pada enggak tahu. Yang mereka tahu cuma aku dan Omen berantam, itu saja. Soal penyebab nya mereka enggak tahu. Terus yang paling terutama, jangan cerita ke binik aku, karena dia sama sekali enggak tahu apa - apa".
Egga mengerutkan dahinya.
"Lah jadi kau belum cerita ke Almira? Kenapa?".
"Belum. Aku enggak mau saja membagikan masalah aku sama dia. Cukup aku saja yang menopang masalah ku sendiri. Mungkin setelah masalah ini selesai, aku bakalan cerita ke dia. Tahu lah kau, dia juga baru memulai untuk sembuh total, aku takut nanti dia kepikiran terus berakibat membuatnya bluding (pendarahan hebat). Haduh nauzubillah himinzaliq lah Bang. Jauh - jauh, aaaaah". Eggy mengusap wajah nya lalu mengacak rambutnya.
Egga tersenyum lirih melihat adik nya yang juga memiliki masalah dalam hidup nya namun masih terlihat tenang seakan tidak memiliki masalah.
#Masalah hidup setiap manusia memiliki porsinya masing - masing.
Dan Sang Maha Pencipta juga tak akan memberikan suatu masalah jika seorang manusia tersebut tidak mampu menyelesaikannya.
Hidup di nikmati dengan ikhlas dan selalu bersyukur.
Jangan di buat susah, jangan mengeluh dan jangan berputus asa.
__ADS_1
Dan yakin lah di balik sebuah masalah pasti ada sebuah rencana indah yang sudah di siapkan Sang Maha Pencipta untuk mu.