Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 59 #S3


__ADS_3

Eggy terbangun dari tidur nya dan menyadari bahwa ia terlelap di pelukan Almira. Ia memandangi wajah Almira sembari mengelusnya, Almira pun membuka mata nya dengan perlahan, ia terbangun karena merasakan sentuhan dari tangan Eggy.


"Suam sudah bangun?". Tanya nya dengan mata nya yang kreyep - kreyep.


Eggy tersenyum pada nya lalu mengangguk pelan seperti anak kecil. Almira menyentuh seluruh wajah Eggy dengan lembut terutama pada matanya yang sembab.


"Mata Suam jadi sembab gini, kayak habis di tonjok orang jadi nya he he he". Celetuknya.


Eggy tertawa kecil dan membelai rambut Almira.


" Wah... Kalau mata Suam kayak gini, bisa - bisa pasien di rumah sakit jadi kabur kalau ngeliat Suam ha ha ha. Sini.. Sini... Biar Ist obati biar cepat hilang sembab nya". Almira mendekati wajah nya lalu mencium kelopak mata Eggy secara bergantian.


Eggy hanya tertawa kecil.


"Ini lagi...! Tangan Suam terluka kayak gini, nanti kalau Suam mau pegang tangan Ist gimana kalau tangan nya luka kayak gini? Mana bisa Suam megang tangan Ist kalau tangan nya luka gini. Sini... Sini.. Sini Biar Ist obati juga, biar sembuh luka nya terus Suam bisa megang tangan Ist selamanya. Emmmuach". Almira pun mencium tangan Eggy dengan manja dan ia berusaha untuk menghiburnya.


"Ha ha ha. Hu hu hu". Awalnya Eggy terbahak namun pada akhirnya Eggy menangis kembali.


Almira memeluk tubuh Eggy lalu mengusap punggung nya.


" Sudah lah Suam, jangan nangis lagi. Nanti makin bengkak lho mata nya, baru saja Ist obati tadi. Nampak kali lah Suam ini modus nya, bilang saja mau di obati terus mata nya kayak tadi ya kan? ha ha ha". Almira menahan tangisnya dengan menghibur sang suami.


Eggy kembali tertawa sembari mengangguk pelan, intinya mereka tertawa sambil menangis.


Almira tersenyum memperhatikan Eggy yang sedang memakai kaca mata baca nya hanya untuk menutupi mata nya yang bengkak karena tidak mungkin bagi nya ke rumah sakit dengan mata yang seperti habis di tonjok orang.


"Bagus enggak Ist kalau Suam pakai kaca mata kayak gini?". Eggy merasa tidak percaya diri melihat diri nya seperti itu.


" Hmmm". Almira menggelengkan kepalanya sembari memasang tampang yang tidak mengenakan.


"Tuh kan hufft". Eggy semakin enggak P D.


Almira tak kuasa menahan tawanya, ia pun mendekati Eggy.


" Ha ha ha. Makanya, kan Ist sudah bilang kalau Suam itu jangan nangis lagi, kan Suam sendiri yang jadi kualahan kayak gini ha ha ha. Dasar cingeng hu hu hu". Ia meledek Eggy.


"Ck". Eggy berdecip enggak semangat. Padahal dengan menggunakan kaca mata membuatnya terlihat semakin menggemes kan dan tidak mengurangi ke tampanan nya.


Almira melingkarkan tangan nya pada leher Eggy lalu berbisik.


" Suam memang enggak terlihat tampan kayak gini, tapi Suam keliatan semakin sexy dan cute. Emmmuach". Kemudian ia mencium pipi Eggy.


Eggy tersipu malu atas pujian istri nya.


"Masa sih? Nanti pandai - pandai Ist saja, biar Suam nya jadi percaya diri. Hmm?".


" Enggak percaya ya sudah. Lagian kan tampan nya Suam, cute nya Suam, sexy nya Suam cuma untuk Ist seorang. Jadi enggak masalah donk kalau Suam terlihat jelek sama orang lain tapi tetap cute di mata Ist. Ummmm". Almira mencubit pipi Eggy karena ia begitu gemes pada nya.


Eggy tersenyum lebar menatap wajah Almira sembari merapikan hijab yang ia kenakan agak sedikit miring, lalu mencium nya secepat kilat.


"Ya sudah yuk. Kita turun. Kita sarapan, terus kita nganterin Ghifari ke sekolah, terus jemput Tara di rumah Dokter Ratna, terus ke rumah sakit deh abis itu jemput Ghifari dari sekolah terus bawa mereka jalan - jalan bentar he he he".


Almira /"" Hu uh... Suam kebanyakan terus nya. Nanti nabrak hi hi hi".


"Enggak au nanti atit". Eggy menggelengkan kepala nya dan bertingkah seperti anak kecil yang menggemaskan.


" Ummm.... Gemeeeeeez nya Daddy nya anak - anak hi hi hi".


Almira tertawa kecil dan mencubit pipi Eggy berulang kali.


Sebelumnya Eggy dan Almira sudah janjian serta meminta izin pada Ratna untuk membawa Tara ke rumah mereka dan menginap bersama karena Ghifari ingin sekali bermain - main bersama Tara.


Mereka pun menjemput Tara tanpa ada nya Dokter Ratna, sebab ia sudah berangkat ke rumah sakit pagi - pagi sekali.


"Oh ya Suam kayak nya Ist sama Tara enggak usah jadi deh ikut Suam ke rumah sakit deh, soal nya Ist lupa kalau hari ini Ghifari kan pulang cepat sedang ini sudah jam 8 lewat. Kalau nunggu Suam, kasihan Ghifari nya lama menunggu kita menjemput nya. Jadi Ist sama Tara turun di sini saja abis itu kami naik taksi online".


"Aah enggak mau Suam. Masa iya Suam nurunin kalian di sini terus ngebiarin kalian naik taksi online. Enggak enggak enggak. Pokok nya kalian ikut ke rumah sakit abis itu kita jemput Ghifari terus pulang sama - sama". Eggy menolak usulan Almira dan tetap melajukan mobil nya menuju ke rumah sakit.


Almira /"Tapi nanti takut nya Suam lama di rumah sakit. Kasihan anak kita lho sayang".


Eggy /" Enggak. Lagian nanti Suam memang mau pulang cepat karena Suam mau istirahat".

__ADS_1


Almira mengerutkan dahi nya.


"Suam kok enggak bilang dari awal? Terus kalau gitu ngapain hari ini ke rumah sakit? Mending libur saja seharian Suam nya".


" Ha ha ha, mau nya sih gitu sayang. Tapi enggak mungkin karena harus Suam sendiri yang ngecheck kondisi Bang Egga. Masa Ist lupa sih... Ummmm".


Eggy tertawa sembari mencubit bibir Almira.


Almira langsung menepisnya.


" Suam... Jaga sikap nya donk di depan anak kecil. Enggak malu apa di lihatin sama Tara tuh". Almira mendelikan mata nya lalu melirik Tara yang sedang duduk santai di kursi belakang


"He he he, maaf Suam kelupaan". Eggy menggaruk telinga nya lalu melirik Tara.


" Tara. Kamu enggak mual kan naik mobil?".


"Sedikit Om, karena Tara belum terbiasa naik mobil sering - sering". Senyum Tara terlihat getir karena menahan rasa mual nya.


" He he he, nanti kamu pasti akan terbiasa kok. Cuma ini kamu tahan kan? Kalau enggak tahan ini kantong plastik untuk jaga - jaga". Eggy merogohkan laci mobil nya untuk mencari plastik kresek lalu memberikannya pada Tara.


Tara /"I.. Iya Om".


" Nih, kamu makan permen mint biar rasa mual nya hilang". Almira pun menyodorkan beberapa permen kepada Tara.


Tari /"Terimakasih tante".


...


Semua perhatian beralih pada mereka bertiga terutama Eggy karena penampilan nya yang berbeda dari biasanya. Ada yang berbinar - binar melihatnya dan ada juga yang tercengang lalu bertanya.


" Apakah mata Dokter Eggy sudah minus?".


"Itu Dokter Eggy bukan?".


" Kok Dokter Eggy pakai kacamata?".


Dan masih banyak lagi pertanyaan dari mereka untuk mereka sendiri.


"Ah perasaan Suam saja itu. Lagian, bukan nya Suam sudah terbiasa selalu jadi pusat perhatian dimana saja apa lagi di rumah sakit. Hmm?". Almira hanya menatap ke depan sembari berjalan dengan menggandeng tangan Tara.


Eggy /" Tapi kali ini beda Ist. Suam ngerasa enggak P D ini".


"Sudah lah Suam, bising kali. Kalau Ist bilang Suam cute kayak gini ya cute. Kata nya enggak peduli apa kata orang yang penting di mata Ist bagus". Di sepanjang jalan menuju ke ruangan nya, mereka saling berbisik sedangkan Tara hanya diam mengikuti keduanya.


"Selamat pagi Dok...". Tiba - tiba seorang wanita yang mengenakan seragam perawat telah menyapanya.


Eggy dan Almira menoleh ke belakang lalu melihat perawat tersebut.


" Ya?".


"Ya Tuhan Dok. Dokter kok makin charming kali hari ini pakai kacamata 😍 ". Perawat itu terpukau melihat penampilannya, mata terlihat berbinar - binar.


Eggy jadi tersipu malu karena pujian nya di tengah - tengah banyak orang. Sempat ia melirik Almira yang menaikkan kedua alisnya lalu memberi kode bahwa apa yang ia katakan itu benar.


...


"Hmm... Apa Ist bilang, Suam itu cute kalau pakai kacamata kayak gini bukti nya tadi perawat - perawat Suam heboh ngeliatin Suam. Suam enggak percaya sih sama istrinya sendiri wuuu". Almira langsung duduk di sofa yang terletak di dalam ruangan Eggy dan Tara pun menyusul nya duduk.


"Hemm... Bukan enggak percaya sama Ist, cuma Suam enggak terbiasa pakai kacamata bening kayak gini maka nya agak enggak P D. Lagian tumben Ist enggak cemburu pas perawat - perawat tadi minta foto bareng sama Suam?". Ia merasa heran karena Almira biasa saja pada saat itu justru malah tertawa menikmati suami nya yang sedang di kerumuni bak aktor papan atas.


"Hemmm... Kalau di rumah sakit mah Ist sudah biasa lagian sudah pada kenal juga sama pekerja - pekerja di sini jadi biasa saja. Ngitung - ngitung Ist belajar juga meredakan rasa cemburu Ist di saat nanti pas Suam photo shoot sama model cantik yang bakal jadi partner kerja Suam, Ist nanti bisa kebal dan enggak cemburuan - cemburuan enggak jelas". Ujar sembari merogohkan tas nya lalu mengambil ponsel nya untuk memberitahu Ratna bahwa mereka sudah berada di rumah sakit bersama Tara.


Eggy /"Hmmpt... Tenang saja. Ist benar - benar bakalan enggak ngerasai cemburu kok nanti". Cetusnya.


Almira /" Lho kok Suam ngomong nya kayak gitu? Memang nya Suam pikir Ist sudah mati rasa gitu?".


"Bukan gitu lho sayang...". Eggy memegang wajah Almira lalu sadar bahwa Tara berada di antara mereka, sempat ia melirik ke arah Tara lalu tertawa getir sambil melepaskan tangan nya dari wajah Almira.


Tak lama seseorang mengetuk pintu ruangan itu dan ternyata orang tersebut yang tak lain adalah Ratna. Ia langsung menghampiri mereka setelah ia mendapatkan pesan WhatsApp dari Almira.


"Assalamualaikum". Ratna menongol kan kepala nya sembari tersenyum.

__ADS_1


" Waalaikumussalam". Mereka menjawab salam nya secara serentak.


"Masuk Dok...". Almira mempersilahkan ia masuk. Tara langsung mendatangi Ratna lalu menyalami nya (mencium tangan).


Ratna mengusap kepala nya dengan lembut dan berkata.


" Nanti Tara jangan nakal ya di rumah Om Eggy dan Tante Almira. Tara baik - baik main sama adik Ghifari".


"Iya Ma". Jawab nya sembari mengangguk pelan.


"Dok... Gimana kondisi Egga pada saat ini?". Ratna beralih menanyakan kondisi Egga padanya.


Suasana berubah menjadi melo setiap kali membahas kondisi Egga.


" Untuk saat ini belum ada kemajuan Dok. Kemungkinan secepatnya aku dan Papa akan mencari pendonor jantung yang cocok untuk Bang Egga. Karena mau bagaimana pun usaha kita kalau jantung Bang Egga tidak ada pencakokan jantung sama sekali, usaha kita selama ini akan menjadi sia - sia. Itu sama saja kita hanya memperlambat waktu Bang Egga bukan berusaha untuk membuat Bang Egga sadar".


Ratna semakin terpukul mendengar kondisi Egga yang tidak memberikan tanda - tanda untuk ia kembali pada mereka.


"Ya sudah Om, pakai jantung Tara saja. Tarok (letak kan) saja jantung Tara ke dalam tubuh Papa". Begitu berani nya ia memberikan jantung serta nyawa nya untuk Egga tanpa tahu resiko yang ia dapatkan.


Almira dan Ratna menitihkan air mata nya mendengarkan ia rela berkorban untuk Egga.


Eggy berlutut di hadapan nya lalu memegang kedua lengan nya.


"He he he sayang, itu tidak mungkin karena kamu masih kecil, jadi jantung kamu kekecilan masuk ke dalam tubuh Papa Egga. Lagian kalau jantung kamu di letak kan ke dalam tubuh Papa Egga, terus nanti siapa donk yang akan membela dan melindungi Mama Ratna seperti waktu itu? Memang nya kamu mau Papa Egga dan Mama Ratna enggak di lindungi? Kamu tenang saja, Om pasti akan usahakan secepatnya untuk mendapatkan pendonor jantung untuk Papa Egga. Biar kita bisa berkumpul lagi bersama Papa Egga he he he".


Tara tersenyum memandang wajah Eggy yang mirip sekali pada Egga.


"Wajah Om ternyata mirip sekali sama wajah Papa. Cuma beda nya wajah Om ada rada cantik nya dikit".


Sontak membuat Almira tertawa, ternyata mata nya tidak salah melihat suaminya itu. Sedangkan Ratna hanya tersenyum dan Eggy.... Dia hanya bisa tertawa getir dan melihat Almira dengan memasang wajah meringis nya.


...


"Hai... Dokter cantik ku yang cingeng (cengeng)". Almira langsung menyambar tubuh Eggy dari belakang dengan sifat manja nya ketika ia melihat Eggy merapikan tempat tidur mereka.


" Emmm... Jangan lah panggil Suam dokter cantik malu Suam jadi nya, sudah di bilang cantik malah nambah lagi di bilang cingeng Suam nya". Eggy membalik kan badan nya lalu melingkarkan tangannya pada pinggang Almira.


"Kan Suam memang cantik buktinya Tara juga mengakuinya padahal enggak ada yang tahu soal pembicaraan kita ngebahas tentang ini. Terus Suam juga cingeng, bukti nya kayak tadi malam, enggak ada angin enggak hujan tiba - tiba Suam pulang pakai nangis - nangis sampai bengkak gini mata nya". Ujar nya sembari menyentuh kelopak mata Egga.


"Heem iya deh iya, Suam bisa pasrah saja deh di bilang cantik dan cingeng hufft". Eggy memanyunkan bibir nya dan masih enggan membahas soal pertengkaran nya bersama Omen.


Almira /" Oh ya, besok malam Suam ada jadwal photo shoot ya kan? Nanti pas Suam pulang pemotretan Ist titip martabak yang di jual di pertigaan dekat studio ya?".


Mood Eggy mendadak berubah.


"Suam enggak ada jadwal photo shoot besok dan enggak akan ada lagi yang nama nya photo shoot. Kalau Ist memang pengen sekali makan martabak itu, besok Suam beli kan abis dari rumah sakit". Ketus nya sembari melepaskan tangan nya dari pinggang Almira lalu duduk di atas tempat tidur.


Almira merasa heran kenapa Eggy berkata seperti itu dan berpikir apa ini penyebab Eggy menangis semalaman. Almira mendekati nya lalu menyandarkan kepala nya pada bahu Eggy.


"Suam kenapa? Suam lagi ada masalah ya soal photo shoot itu?". Perlahan ia bertanya sembari menggenggam tangan Eggy.


Eggy hanya terdiam dan masih belum berkeinginan untuk membahas soal itu mengingat hatinya masih mendidih.


" Suam enggak mau cerita sama Ist? Sebenarnya Ist sangat khawatir sama Suam sejak tadi malam tiba - tiba Suam pulang terus nangis, bahkan sampai sekarang pun Ist khawatir sama Suam. Mau nanyak pun Ist takut, tapi kalau Suam memang enggak mau cerita sama Ist ya sudah enggak apa - apa, tapi awas nanti nangis - nangis nya sama Ist. Ist enggak mau ngopenin (peduli) Suam". Almira mencubit - cubit kecil tangan Eggy.


Eggy tertawa kecil karena ancaman Almira lalu tangan nya membentuk melengkung ke pinggang Almira.


"He he he. Jangan lah gitu. Kalau bukan Ist tempat Suam bersuka duka lalu siapa lagi? Suam bukan enggak mau cerita sama Ist, tapi Suam belum bisa saja cerita sama Ist".


" Iiiih... Suka kali bikin Ist penasaran. Nanti kalau Ist mati penasaran gimana hayo?".


Secepat kilat Almira menutup mulut Almira.


Eggy /"Nanti Suam akan cerita sama Ist, tunggu Suam tenang dulu ya sayang. Suam pasti cerita. Biar Ist enggak penasaran, Suam cuma bisa cerita sama Ist kalau Suam sudah tidak kerja sama lagi sama brand parfume itu".


" Heeeccmm". Mata Almira terbelalak dan bertanya sesuatu namun mulut nya masih tertutup oleh tangan Eggy dan membuat nya tidak bisa berbicara.


"Sssst... Ist jangan tanya kenapa lagi. Nanti Suam pasti akan cerita. Oke?". Eggy mendekatkan wajah nya pada wajah Almira. Almira pun mengangguk kan kepala nya.


Eggy tertawa karena ia memperlakukan istri nya seperti penculik sedang membungkam mulut sang korban. Ia menurunkan tangan nya dari mulut Almira lalu menciumnya dengan bertubi - tubi dan Almira pun tidak bisa berkutik karena nya.

__ADS_1


__ADS_2