
Berhubung hari mulai sore Almira berpamitan untuk pulang.
Almira/ "hmm Om . . Buk, Ra pamit pulang dan makasi untuk hari ini ".
Mama/ "Tuh kan . . . Kan Mama bilang jangan panggil Om dan Buk, panggil Mama Papa ".
Papa/ "Iya Rara panggil Papa dan Mama . . . ".
Almira/ "Ehh . . Iya Mama Papa, ya udah Ra pulang dulu ya ".
Mama/ "Iya sayang Mama senang banget kamu udah mau main kerumah Mama, belanja dan masak sama - sama, pokok nya lain waktu kita kayak gini lagi ya". Ujar nya sambil merangkul pinggang Almira.
Almira/ " Iya Ma, Ra juga senang, In Sya ALLAH . . . ".
Mama/ "Kamu yang ngantar kan Egga ? ".
__ADS_1
Egga/ "Iya jelas lah Ma, masa iya Egga tega ngebiarin Rara pulang sendiri he he ".
Mama/ "Ya udah kalian hati - hati ya di jalan nya, kamu jangan ngebut - ngebut ya Egga ".
Egga/ "Iya Ma pasti . . . ".
Mereka berjalan menuju pintu utama untuk mengantar Almira pulang sampai depan pintu utama.
"Beib . . . Aku hamil anak kamu . . . ".
"Apa . . . . ". Bu Hanna terjatuh lemas mendengar nya, dengan sigap Almira dan Egga yang juga terkejut menggapai tangan serta tubuh Bu Hanna yang udah tak seimbang lagi.
Eggy menoleh dan terkejut mengetahui bahwa keluarga nya mendengarnya.
Eggy/ "Ma . . . Ini enggak benar Ma, ini fitnah Ma ". Eggy menghampiri Mama nya menangis, terduduk lemas bersandar tubuh Almira.
__ADS_1
Karien/ "Om . . Tante . . Aku hamil, aku mengandung anak nya Eggy, cucu Om dan Tante ". Karien mendekati Papa dan Mama sambil menangis dan memegang perut nya yang masih rata untuk meyakinkan mereka.
Eggy/ "Enggak Pa Ma, ini semua bohong, ini fitnah nya Karien, aku enggak pernah ngelakui hal itu Pa Ma, percaya sama aku ini fitnah, itu bukan anak aku, Karien sengaja berbohong Pa Ma karna dia enggak terima aku mutusi dia ". Mata Eggy memerah menahan air mata nya yang ingin keluar meyakinkan keluarga nya yang kemungkinan tidak mempercayai nya.
Karien/ "Kamu bilang aku bohong, aku fitnah ?, setelah kamu ngelakui ini ke aku kamu ngebuang aku gitu aja dan enggak mengakui anak kamu sendiri, darah daging kamu sendiri ?".
Ketepaaaaaaak . . . . .
Tamparan melayang ke pipi Eggy dari tangan sang Papa yang tadi hanya terpaku. Sentak semua nya terkejut dan terdiam.
"Kamu nikahi perempuan ini secepat nya, jangan sampai aib ini menyebar luas hingga mencoreng nama baik kita, cukup hanya kita yang tau soal aib ini ". Tegas sang Papa yang mata nya memerah karna marah dan memilih percaya sama Karien ketimbang anak nya sendiri Eggy dan membawa sang istri serta Egga dan Almira masuk ke dalam rumah meninggalkan Eggy dan Karien di luar.
Eggy hanya terpaku tak berdaya, bukan karna tamparan di pipi nya tapi tamparan di hati nya yang begitu keras dari keluarga nya yang tidak mempercayai nya dan memaksa nya untuk menikahi Karien wanita yang paling licik.
Sedang kan Karien sendiri tersenyum bahagia karna rencana nya berhasil untuk menjebak Eggy dan keluarga Eggy.
__ADS_1
"Aku udah pernah bilang kalau aku enggak akan membiarkan kamu mencampakan aku gitu aja, bahkan aku pastikan kamu hanya milik aku selama nya dan aku bakal jadi nyonya Wijaya pewaris no 2 di keluarga Wijaya ". Batin nya berucap sambil menatap Eggy yang masih terpaku dengan pandangan kosong.