
Chapter 48
Flash Back . . . .
"Abang enggak perlu malu, setiap manusia kan tak luput dari kesalahan, kita doakan aja yang terbaik buat keluarga abang terutama buat Eggy, semoga ALLAH memberikan kita kesabaran dan kemudahan untuk bisa melewati cobaan dan ujian ini, Aamiin ". Almira tersenyum berusaha menyemangati Egga padahal hati nya juga butuh di semangati.
" Aamiin , makasi ya Ra slalu ngebuat hati abang senang , hmm . . . Harus nya hari ini bakal menjadi hari yang special buat abang " . Egga melirik ke arah Almira .
" Abang ulang tahun ? " .
Egga / " Bukan , bukan itu , kenapa abang bilang bakal jadi hari yang special , karna hari ini abang berencana untuk melamar Rara untuk jadi istri abang " . Dengan nada takut - takut tapi mantap Egga mengungkap nya. Sentak Almira terkejut dan menoleh ke Egga tanpa kata.
Egga / " Hmm . . . Mungkin kesan nya enggak romantis banget ya di situasi seperti ini dan di saat waktu yang enggak tepat abang ngungkapin nya , tapi ini lah nyata nya , yang mengharuskan abang untuk ngungkapi perasaan abang ke Rara , sejak pertama kita ketemu abang udah suka sama Rara dan rasa suka itu kini menjadi cinta " . Ujar nya tangan kanan nya memegang stir mobil sedang kan tangan yang satu nya merogoh ke dalam kantong jaket nya .
" Rara . . . Mau enggak jadi istri abang ? " . Dengan keseriusan nya Egga menyodor kan kotak cincin yang terbuka dan terlihat lah cincin berlian yang cantik dan mewah .
Almira enggak bisa berkata apa - apa sangkin terkejut nya dan enggak akan menyangka kalau ini terjadi .
Egga / " Kalau Rara butuh waktu untuk menjawab nya , abang akan tunggu Rara sampai kapan pun Rara bisa menjawab nya , tapi Rara pegang aja dulu cincin nya , nanti kalau udah ada jawaban nya baru kita tau kemana arah cincin itu akan melingkar " .
__ADS_1
Almira masih terdiam sambil menatap cincin pemberian dari Egga . Suasana menjadi hening hingga sampai di depan rumah Almira .
Egga membukakan pintu mobil untuk Almira setelah dia keluar terlebih dahulu . Almira pun keluar .
Egga / " Ya udah . . Abang langsung pamit aja ya , biar Rara cepat istirahat nya " .
Almira / " Iya . . . Makasi ya bang " . Senyum nya .
Egga / " Iya . . Daa . . . Assalamualaikum " .
Belum sampai Egga masuk ke dalam mobil nya . . .
" Bang Egga . . . " . Almira menghentikan Egga .
Almira menelan ludah nya dan memejam kan mata nya sejenak . Perlahan namun pasti Almira melepas kan cincin dari Eggy dan menggantikan cincin pemberian dari Egga tanpa sepengetahuan Egga dia mengantikan nya dan menunjukan ke Egga jari manis nya sudah melingkar cincin pemberian nya dan arti nya lamaram Egga di terima .
Mata Egga terbelalak melihat jari manis Almira dan kegirangan lamaran nya di terima .
__ADS_1
Egga / " Jadi kamu nrima lamaran aku ? " .
Almira menganggukan kepala nya dan . " Ya udah Rara masuk ke dalam ya bang , Assalamualaikum " .
Tanpa menghiraukan Egga, Almira langsung masuk ke dalam rumah nya meninggal kan Egga yang masih kegirangan sendiri di luar .
Flash On . . .
Almira Bersandar lemas hingga merosot terduduk di balik pintu kamar nya.
Air mata yang di tahan sejak kejadian itu , udah tak tahan lagi untuk mengalir , mereka menetes menjadi - jadi membasahi pipi dan hijab Almira .
Hati nya terasa sesak dan perih , bernafas pun seakan tak mampu .
Bukan perihal Eggy saja yang akan menikah dengan Karien tapi perihal keputusan nya menerima lamaran Egga .
"Apakah keputusan ini benar ? ".
"Atau hanya pelarian semata ? ".
__ADS_1
@fidhamiraza_