
Meski pun dia memiliki segudang kegiatan namun dia tak lupa dengan tugas nya sebagai pemasok souvenir. Almira yang berada di dalam angkot menuju tempat langganan nya, angkot jurusan itu melewati rumah sakit sewaktu dia di rawat inap setahun yang lalu. Dia melihat terdapat banyak nya papan bunga yang berjejer rapi di depan rumah sakit bahkan hingga ke sepanjang jalanan.
Almira membaca tulisan papan bunga tersebut, yakni papan bunga turut berduka cita atas meninggal nya sang pemilik rumah sakit tersebut alias kakek dari Eggy. Tapi sayang Almira tidak mengenali siapa dokter itu sehingga dia tidak sadar bahwa yang meninggal itu adalah dokter yang pernah memberi kan dia nasihat dan semangat untuk dia bangkit kembali.
.
.
Isak tangis pecah di rumah duka. Para pelayat berduyun - duyun berdatangan dan turut berkabung atas meninggal nya beliau.
Terdengar riuh dan lirih suara tangis Para keluarga dan sanak keluarga yang mengelilingi sang mayat yang di tutupi kain putih serta kain panjang batik.
Eggy adalah orang yang paling sedih atas meninggal nya sang kakek yang paling dia sayangi dan hanya sang kakek nya lah satu - satu nya yang memahami diri nya dan mendukung apa yang dia lakukan. Dan kini sudah tak ada lagi sosok yang akan membangkit kan diri nya dari egois nya dunia ini.
Tak setetes pun air mata yang mengalir dari mata Eggy. Dia hanya terpaku lemas tak percaya menatap sang Kakek yang sudah terbujur kaku.
.
.
Kakek/ "Kamu itu coba lah sedikit turun kan ego kamu, pikir kan orang - orang yang sayang sama kamu. Jangan lah slalu seperti ini". Sang kakek menasihati Eggy.
Eggy/ "Udah enggak ada lagi yang sayang sama Eggy kek selain kakek".
Kakek/ "Itu dari sudut pandang kamu, coba kamu buka mata kamu lebar - lebar, semua orang sayang sama kamu. Ini semua demi kebaikan kamu juga kan.".
Eggy/ "Kakek . . . Keputusan masuk kuliah kedokteran itu kan bukan kemau' an nya Eggy jadi gimana bisa demi kebaikan Eggy?. Yang ada itu egois, enggak mau tau apa yang mau Eggy capai, Kakek juga nih bukan nya nge- bela dan dukung Eggy ini malah ikut - ikutan sama kayak Papa Mama. Kenapa sih enggak bang Egga aja?, kenapa mesti Eggy?".
Kakek/ "Eggy . . . Kakek tau kamu pasti enggak suka hal ini. Kamu masih belum dewasa dan ego kamu masih labil ntar suatu saat nanti kamu faham hikmah apa di balik semua ini. Jadi kakek tolong sama kamu, kamu harus ikhlas ngejalani hidup kamu ini. Enggak usah lah mikirin Papa sama Mama kamu, coba lah paling enggak nya kamu pikirin kakek, kamu pikirin kakek yang udah tua ini, kalau kakek udah meninggal siapa yang akan ngegantiin kakek untuk bisa menolong orang - orang".
.
.
Tanpa sadar air mata yang dia tahan mengalir juga ke pipi nya yang masih menatap jenajah sang kakek.
"Kek . . . Kenapa kakek ninggalin Eggy sendiri?, siapa yang akan menyemangati Eggy lagi, siapa yang akan ngomelin Eggy lagi, Sama siapa lagi Eggy akan mengadu keluh kesah selain sama kakek". Batin nya meratapi kepergian sang kakek.
__ADS_1
#Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun
.
.
Almira/ "Tadi Yah pas ngelewati rumah sakit X banyak kali papan bunga duka bercita". Ia yang sudah tiba di rumah mengobrol pada Sang Ayah yang sedang duduk santai menonton tv.
Ayah/ "Siapa yang meninggal ?". Menoleh.
Almira/ "Kurang jelas baca nama nya tau lah kalau udah naik angkot ini. Tapi tadi sempat baca yang meninggal pemilik rumah sakit nys Yah".
Ayah/ "Oh . . . Cocok lah banyak papan bunga nya, yang punya yang meninggal".
Almira/ "Iya Yah, oh ya Yah . . ., emm . . Rara minta maaf ya Yah selama ini udah enggak pernah dengarin Ayah, Rara minta maaf karna Rara enggak pernah ngertiin perasaan Ayah". Mata nya mulai berkaca - kaca, sedang kan sang Ayah menatap nya dan memahamu maksud anak bungsu nya.
Ayah/ "Kamu enggak salah kok, cuma dulu kamu masih kecil aja jadi kamu masih belum tau mana yang benar mana yang salah. Tapi sekarang anak Ayah udah mulai dewasa dan mudah - mudahan makin dewasa lagi, Aamiin". Sembari mengusap - ngusap kepala Almira.
Almira/ "Aamiin, Almira janji enggak akan ngelakui kesalahan lagi".
Almira/ "Emmm Ayah he he he".
Rasa nya lega bisa seperti ini. Meski tak mencerita kan apa yang di rasa kan oleh hati nya kepada sang Ayah tapi beliau memahami nya.
#Aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini
Di lahir kan di keluarga ini. Aku tak akan memikir kan apa pun lagi selain keluarga ini.
Hidup ku ini hanya untuk keluarga ini. Tak perduli hiruk pikuk dunia luar sana yang terpenting adalah keluarga ku. My family is my life.
***
Assalamualaikum para readers.
Maaf seribu kali maaf saya baru nongol sekarang. He he he.
Readers pasti pada bingung dan bertanya - tanya.
__ADS_1
"Kok cerita nya enggak nyambung?,
Kok cerita nya Almira sama Ari, bukan nya Almira udah nikah ya sama Eggy?,
Kok cerita nya flash back?, aturan nya ini untuk S1 bukan S2,
Kok enggak cerita kebahagiaan nya Almira sama Eggy sih?,
Pokok nya kok kok kok lah yang di tanya' in he he he
Oke saya jawab . . .
Di sini saya mau buat cerita yang jarang di temu kan pada cerita lain nya.
Kenapa?, Ya karna saya pengen lain dari pada yang lain aja he he he.
Cerita saya ini adalah cerita PREQUEL dimana saya mencerita kan kisah yang sebelum nya udah pernah terjadi ya bisa di bilang flash back gitu lah.
Kalian tau kan film "Habibi Ainun" ?, nah . . . saya ngambil contoh nya dari situ dimana film "Habibi Ainun" mencerita kan kisah percintaan Alm. Eyang Habibi dan Alm. Eyang Ainun.
Dan film kedua "Rudi Habibi/ Habibi Ainun S2" mencerita kan kisah masa lalu Alm. Eyang Habibi sebelum ketemu dengan Alm. Eyang Ainun. Dan saya rasa banyak juga sih cerita PREQUEL kayak gini.
Huh . . . Saya rasa dengan sedikit nya penjelasan saya ini udah cukup menjawab semua kebingungan para readers. (Mudah - mudah' an).
Oh ya lupa ngingetin he he he . . .
Bukan nya kalian ya yang penasaran dan minta di cerita kan kisah kehidupan Almira dan bagaimana proses hijrah Almira, masa kalian lupa he he he. (Oke abai kan saja)
Oke . . . Sampek di sini dulu yaaaa...
Nanti kan kejutan - kejutan berikut nya he he he (Sok paten kali author nya 😂).
Happy reading semua nya.
Jazakallahu Khairan Khasirt 😊😘
Wassalamualaikum.
__ADS_1