Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 51


__ADS_3

Chapter 51



Chat dari Papa


" Jam 1 siang kamu harus ada di rumah , ada yang mau Papa omongi " .



Eggy menghentikan langkah kaki nya berjalan menuju parkiran mobil kampus karna membaca chat dari sang Papa dan membalas nya .



Eggy / " Iya Pa In Sya ALLAH " . Send . . . .



Eggy pun sekalian nge - chat Omen .



Eggy / " Men . . Sorry siang ini kita pending dulu ngikuti si Karien soal nya Bapak aku ngajak ketemu " . Send . . .



Omen / " okeh . . " .



Udah seminggu lebih Eggy dan Omen ngikuti Karien untuk mencari bukti kalau itu hanya fitnah Karien tapi hasil nya masih belum terlihat , malah nyaris ketauan sama si Karien kalau mereka ngikuti dia .



" Assalamualaikum " . Ucap nya setiba nya di rumah dan Eggy melihat keluarga nya berkumpul di ruang tengah. Papa , Mama , Egga dan . . . Almira .



" Waalaikumsalam " . Seru mereka secara serentak .



Eggy menghampiri mereka dan menyalami Papa dan Mama nya. Meski Mama nya kecewa pada nya tapi Mama nya tetap menyambut tangan nya tanpa melihat wajah Eggy.


Dan Eggy merasa kan nya . . .



" Permisi . . . Spada . . . " . Terdengar suara perempuan sedikit teriak dan masuk kerumah tanpa izin sebelum nya yang tak lain Karien .


__ADS_1


" Selamat siang Papa dan Mama mertua, selamat siang abang ipar dan . . . cewek miskin " . Karien menyapa mereka dan nyinyir terhadap Almira.



Tapi tak 1 pun yang menyambut sapaan nya . Malah mereka acuh tak acuh .



"Hey beib . . . " . Karien menyambar tubuh Eggy , dengan cepat Eggy menghindar nya dan duduk di sofa di sebelah Almira .



Karien yang enggak tau malu menyusul Eggy duduk di tengah - tengah mereka dan menggeser - geser kan badan Almira hingga Almira pindah ke sofa lain nya .



Karien / " Ini kita mau ngebahas pernikahan aku sama Eggy kan ? , tapi kok cewek miskin ini mesti ikut sih , dia kan bukan keluarga " . Ngoceh nya namun lagi - lagi tak di gubris sama siapa pun .



Tiba - tiba . . . .



" Selamat siang . . . " . Beberapa pihak kepolisian datang ke kediaman Wijaya .




Pak Pol / " Kami dari pihak kepolisian mendapat informasi bahwa tersangka yang kami cari - cari berada di rumah ini " . Dengan suara yang lantang.



Mereka semakin takut namun tetap diam tak satu pun yang berani bersuara, siapa yang di maksud pak polisi ini . . ? .



Pak Pol / " Saudari Karien anda kami tahan karna kasus pembunuhan, percobaan bunuh diri, mencemarkan nama baik orang lain dan tindak kriminal anda yang lain nya . Anda akan di kenakan kasus berlapis dan harus di tahan seumur hidup ".



Semua mata tertuju pada Karien dengan tampang tak berdosa nya. Mereka terkejut terlebih lagi Eggy . Dan 3 orang polisi pun memegang tangan Karien dan memborgol kebelakang badan nya agar Karien tidak kabur .



" Apa - apaan ini ?, kasus yang mana yang saya lakukan ?, mana bukti nya kalau memang saya melakukan itu ? ". Dengan santai Karien menyangkal nya, mungkin karna dia punya deking di kepolisan kali ya maka nya dia bisa sesantai itu.



" Saya punya semua bukti - bukti nya " . Tegas Pak Wijaya yang dari tadi menunggu kapan dia bisa bersuara.

__ADS_1



Mata Karien terbelalak, kali ini Karien mulai takut dan enggak sesantai sebelum nya.



Papa/ " Ini semua bukti - bukti kriminal yang kamu lakukan dari sebelum kamu mengenal Eggy , Kamu pikir saya bisa percaya gitu saja dengan kamu ketimbang anak saya sendiri , kamu salah sasaran untuk berurusan dengan orang seperti saya, Pak polisi langsung bawa saja perempuan ini kami sudah tidak mau melihat nya dan pastikan dia di hukum seberat - berat nya ". Pak Wijaya menyodorkan bukti - bukti kriminal Karien selama ini.



Pak pol / " Baik pak . . . Siap laksanakan . . . Terimakasih dan selamat siang " . Pak polisi memberi hormat pada Pak Wijaya dan menarik paksa Karien .



Karien / " Lepasi saya lepasi . . . . Saya enggak bersalah lepas kan , kalau kalian enggak lepaskan saya, saya pastikan karir kalian hancur dan kalian bakal jadi gelandangan . Kalian enggak tau saya siapa haaaaaaah . . ., lepas kan . . . Pak Wijaya . . . . Tunggu pembalasan saya . . . . " . Teriak nya dan terdengar sampai dia menjauh dari rumah itu.



" Pa . . . Ini gimana cerita nya ?, Kenapa Papa bisa punya bukti - bukti semua itu ?". Eggy masih enggak nyangka yang barusan terjadi.



Papa/ "Sebenar nya Papa udah tau semua perbuatan Karien ke kamu, udah lama Papa sering mendengar banyak yang melaporkan Karien ke kantor polisi atas perbuatan nya tapi enggak pernah di tanggapi sama pihak kepolisian termasuk laporan kamu karna Karien punya abang yang kebetulan seorang kepala kepolisian maka nya Karien merasa aman. Papa berusaha mencari bukti - bukti kriminal Karien dan membongkar kecurangan Abang nya biar mereka bisa di penjarakan. Sejak Karien datang mengaku - ngaku kalau dia hamil anak kamu, rasa nya Papa udah enggak tahan lagi untuk melaporkan nya tapi bukti Papa masih belum kuat, dan Papa sengaja berpura - pura percaya dengan nya dan menyuruh kamu nikahi dia karna Papa tau Karien enggak akan tinggal diam dan akan membuat onar lebih parah dari itu kalau Papa membela kamu dan mempercayai kamu. Tante Maya tau benar kalau Karien sering keluar masuk di salah satu rumah sakit kita untuk aborsi dan tante maya juga membuktikan kali ini Karien sama sekali enggak hamil.


"Karien seorang wanita licik yang bodoh, berbuat tanpa berpikir panjang. Dan abang nya juga demi menutupi kejahatan adik nya sekarang di pecat dari jabatan nya dan dia harus berdiam di dalam penjara seumur hidup nya ". Jelasnya.



"Pa . . . . Makasi Pa . . . Makasi . . . " . Eggy menyambar tubuh tegap tinggi sang Papa sambil menangis di pelukan Papa nya .



Pak Wijaya menepuk pelan bahu Eggy dengan hangat dan ikut menangis juga.


Papa/ " Papa percaya sama kamu , slalu percaya sama kamu " .



Eggy/ "Maafin Eggy Pa . . . Maafin segala kesalahan yang pernah Eggy buat ke Papa ". Eggy semakin tersedu - sedu.



Mama , Egga dan Almira yang terdiam terharu dan menangis mendengarkan dan menyaksikan kedua nya.


Isak tangis mereka pecah di ruang tamu kediaman Wijaya setelah sang Mama dan Egga mendekati dan memeluk kedua nya.



Sedangkan Almira yang tersenyum menatap haru pada keluarga ini dan sesekali menyeka air mata yang mengalir ke pipi nya.


__ADS_1


" Satu kesalahfahaman merusak satu kebahagiaan. Satu senyuman memberikan seribu kebahagiaan. Bahagia bisa mengenal mu wahai calon adik ipar ku " . . .


__ADS_2