
Tepat di tanggal 02 february . . .
Ari menghubungi Almira kalau dia ingin datang ke rumah nya. Setengah jam juga Almira menunggu ke datangan nya.
#Triiiing . .
Ari# "Aku udah di depan rumah ini ".
Secepat kilat Almira keluar dari kamar nya bukain pintu untuk Ari.
"Assalamualaikum". Senyum nya merekah di bibir seorang lelaki yang di rindu kan Almira.
Almira/ "Waalaikumsalam, kamu dari kampus ya?".
Ari/ "Dari kampus nya udah dari sejam yang lalu tapi aku pigi ada urusan abis tuh langsung kesini". Jawab nya sembari membuka sepatu nya dan masih berdiri tegak di depan Almira.
Almira/ "Hmm . . Ya udah masuk lah".
"Tunggu dulu". Ari menahan Almira masuk dan menyodor kan bouquet bunga mawar merah di hadapan Almira.
"Kamu mau enggak jadi pacar aku?".
Sumpah Almira speechless, senang dan jantung berdegup berkali lipat tak seperti biasa nya. Sangkin gugup nya tanpa menjawab pertanyaan Ari, Almira langsung mengambil bunga yang ada di tangan Ari, namun Ari menarik kembali.
"Apa jawaban nya?, main ngambil ngambil aja".
Almira tertawa malu, wajah nya memerah sembari menganggukan kepala nya.
"Apa ngangguk ngangguk?, mana jawaban nya?".
Almira/ "Iiiissh iya mau".
"Mau apa". Ari menggoda nya.
Almira/ "Tuh kaaaan, udah ah di dalam aja, ngapain di luar malu di liatin orang". Wajah nya memerah Melirik ke sekitar.
"Ha ha ha iya iya". Ari tertawa sembari menyodor kan bunga tersebut dan masuk ke dalam rumah duduk di ruang tamu.
Perasaan Almira berasa mau lompat sangkin senang nya, pada akhir nya cinta nya untuk pertama kali tidak bertepuk sebelah tangan, lalu di tembak dengan cara yang tak pernah dia alami selama ini (Romantis).
Ari/ "Tadi rencana nya aku mau nelpon kak Aira trus datang enggak bilang bilang ke kamu, yaaa mau ngasi surprise gitu, tapi enggak jadi, bingung aku nya ntar takut di kira lebay he he".
Almira/ "Hmm . . Gitu, kenapa enggak jadi sih, kan biar kayak di film - film romantis gitu".
Ari/ "Ha ha ha aku pikir kamu enggak bakalan suka yang begituan".
Almira/ "Ya elah, cewek mana yang nolak di kasi sesuatu yang romantis".
Ari/ "Ha ha ha maaf ya aku enggak romantis, soal nya aku enggak pande he he he".
Almira/ "Hmm . . . jadi . . . ?".
Perlahan Ari memegang tangan Almira. Benar benar mau copot jantung nya Almira.
"Jadiiii kita resmi jadian, aku takut ntar kamu mundur karna kelamaan nungguin, aku juga enggak mau kejadian yang kamu alami kemarin terulang lagi, maka nya aku mikir untuk cari waktu yang tepat, apa lagi di tambah waktu kamu bilang ada seseorang pelan pelan mampu menyingkir kan cowok itu di hati kamu, bikin sakit kepala aku mikirin nya akhir akhir ini".
Almira tertawa mendengar nya.
Ari/ "Kok ketawa?, aku serius lho ngomong nya bukan ngelawak".
Almira/ "Enggak pa pa, senang aja dengar nya, berarti kamu cemburu kan kemarin?".
__ADS_1
Ari tak menjawab pertanyaan Almira, dia hanya tersenyum menatap Almira dan menarik hidung Almira.
Ari/ "I Love You".
Almira/ "I Love You too".
Mereka hening sejenak dan di lanjuti dengan sholat magrib. Dan kembali duduk berdua di ruang tamu.
Almira/ "Hmm mau tau enggak?".
"Enggak". Secepat kilat Ari menolak nya.
Almira/ "Iis ya udah kalau enggak mau tau, ngeselin".
"ha ha ha merajok, mank nya apa?, aku mau tau kok". Ari menarik hidung Almira.
"Enggak jadi, nanti ngeselin lagi". Almira memanyun kan bibir nya.
"Enggak sayang, benaran cerita lah, apa". Bujuk nya dengan nada lembut.
Almira/ "Beneran ya enggak ngeselin lagi?".
Ari/ "Iyaaaa". Sembari menggenggam tangan Almira.
Almira/ "hmm mau tau siapa orang yang pelan pelan menyingkir kan cowok itu?".
"Siapa rupa nya?". Ari melepas kan genggaman nya dan bernada aneh.
"Yakin mau tau?". Almira menggoda nya.
"Hmmmm". Ari mulai kesal dan Almira enggak sanggup menahan tawa melihat tampang cemburu Ari.
Ari menatap Almira dengan ketidak percayaan nya.
"Bohong, kamu itu jago nya kalau ngegombal".
"Ya udah kalau enggak percaya, yang penting udah kasi tau, urusan percaya atau enggak nya itu hak kamu". Almira tersenyum simpul memandangi wajah Ari.
"Sini bunga nya". Ari mengambil kembali bunga yang ada di atas meja.
Almira/ "Lho kok di ambil lagi?, kan udah di kasi, masa mau di ambil lagi". Manyun.
Ari tak menghirau kan Almira.
"Bissing kali lah, cobak diam dulu".
Almira terdiam dan heran pacar nya aneh.
"Tuan Putri, mau kah kamu jadi kekasih ku?". Ari memperagakan bak ala ala drama.
Almira terpelongo plus geli, dan menahan tawa nya.
"Iya aku mau jadi kekasih mu Putra Mahkota".
"Ha ha ha ha lebay, kok tiba - tiba jadi sok romantis aku nya ya, ini gara gara kamu nih ihh aku nya jadi gini". Ari tertawa geli dengan tingkah nya sendiri.
Almira/ "ha ha ha iya, enggak seperti yang aku kenal, tapi enggak apa apa denk so sweet hi hi hi".
Ari/ " Hmm . . Mau nya". Cibir nya.
Almira/ "Iya lah, enggak pernah pernah ada cowok romantis kek gini ke aku".
__ADS_1
Ari/ "Masa sih?, trus si Reza dan mantan mantan kamu yang lain nya apa kabar?".
Almira/ "Hmm mereka mah, nyatain nya cuma melalui hp alasan nya enggak berani secara langsung".
Ari/ "Owalah cemen kali tuh orang".
Almira/ "hmm . . . Tapi buat kamu mah kayak gini udah biasa, ya kan?".
Ari/ "Enggak, ini pertama kali nya malah".
Almira/ "elleh . .. Trus yang kemarin itu apa, yang kamu pasang dp foto adek itu lagi nyium bunga mawar putih?, mau bohong kamu?". Memplototi Ari.
Ari/ "Enggak lho sayang, itu bukan bunga waktu aku nembak ke dia tapi itu bunga waktu dia ulang tahun, aku ngasi dia kado plus bunga, enggak percaya ya udah".
Almira/ "iyaaaaa aku percayaaaaa banget banget sama kamu".
Ari/ "Lebay . . . Nah . . ". Dia menyodorkan 1 kelopak kecil bunga mawar untuk Almira.
Almira/ "Apa lagi ini?".
Ari/ "itu kamu simpan, trus aku nyimpan yang kelopak ini (tangan nya memegang kelopak yang besar), setiap ulang bulan kita, kelopak nya kita tukar, ingat jangan sampek rusak apa lagi hilang, okey".
Almira hanya mengangguk kan kepala meski dia masih bingung, dia melihat Ari sibuk memasuki kelopak bunga yang satu nya ke dalam dompet nya.
Ekor mata Almira tertangkap melihat foto usang di dompet Ari.
"Iiiiih ini foto kamu ya?, waktu kapan punya ini?". Jari telunjuk Almira menunjuk ke arah foto.
"Ini . . Foto aku pas SMP ". Ari pun mengeluar kan nya dan membiarkan Almira melihat.
"Iiiih lucu . . . Untuk aku ya?". Almira memperhatikan foto close up Ari semasa SMP yang masih culun banget dan menyembunyikan foto itu di balik badan nya.
"Eh jangan, itu foto tinggal satu satu nya, sini balikin yank". Ari mencoba mengambil kembali foto jadul nya.
"Enggak mau". Almira mengelak, menjauhi Ari.
Ari/ "Sini yank . . ., ya udah gini deh, itu foto untuk kamu, tapi aku minta foto kamu yang jadul ya jangan yang baru".
"Kalau foto jadul yang di cetak enggak ada lah kayak nya, tapi bentar dulu aku cek dulu". Almira bergegas ke kamar nya mencari foto jadul nya.
Enggak lama Almira keluar dari kamar membawa 1 lembar foto berukuran post card.
"Enggak ada yank foto aku pas SMP, yang ada foto aku pas SMA, mau?". Almira menunjuk kan pada Ari.
"Ya udah enggak apa apa yang penting jadul". Ari mengambil foto itu dari tangan Almira.
"Jelek juga kamu dulu ya yank, kayak anak alay ha ha ha ". Ledek nya.
Almira merengut kan muka nya melihat Ari.
"Ha ha ha jelek jelek tapi aku pada mu lah pokok nya ". Goda nya.
"Lebaaaay". Almira menutupi wajah Ari dengan tangan nya.
#Tak pernah terbayang kan kini kau menjadi kekasih hati ku.
Engkau sejak dulu yang aku kagumin dan aku pesimis dengan perasaan ku terhadap mu.
Hingga pada akhir nya kau meyakin kan diri ku dengan cara mu bahwa aku harus optimis dengan perasaan ku sendiri.
Engkau teman ku, engkau kekasih ku.
__ADS_1